Senin, 25 Februari 2013

Burung Kertas

Diposting oleh Syahrima di 08.11 0 komentar
Pagi mendung dengan milyaran rintik hujan yang turun dari langit. Sherly.. begitu ia di kenal, seorang gadis yang masih duduk dibangku kelas 12 SMA ini dikenal sebagai gadis periang dan sangat disukai teman-temannya karena keramahannya. hari ini seperti biasa Sherly memulai langkahnya dengan sebuah senyuman riang yang dibawa nya dari rumah hingga sekolah. selalu seperti ini senyum yang merekah dari bibir nya mampu membuat semua mata menjadi tertuju padanya, tidak lain dengan Dimas.. lelaki yang selama ini menemai hari-hari Sherly, ya. Dimas adalah kekasih Sherly. sudah hampir bertahun-tahun mereka menjalani kisah cinta nya di SMA. berawal dari sebuah MOS mereka berkenalan hingga akhirnya memutuskan untuk berpacaran.

Hari berganti hari, detak jam pun mulai berpindah tempat.. setiap hari selalu ada kisah manis diantara mereka berdua. tak pernah sedikitpun waktu yang dilewati mereka begitu saja, pasti selalu ada yang bermakna.. mulai dari Dimas yang selalu mengucapakan "Selamat pagi, Cinta" kepada Sherly, sampai Sherly yang rutin setiap pagi nya mengantarkan sebuah nasi goreng dengan bentuk "love" sebagai sarapan Dimas. tak pernah satu hal pun mereka lewati dengan kesedihan. hidup mereka seakan sempurna dan berwarna.

Singkat cerita.. kelulusan sudah didepan mata, Sherly dan Dimas lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.. Sherly melanjutkan kuliahnya di kedokteran. namun lain hal nya dengan Dimas, Dimas yang notabene hanya seorang anak tukang becak harus rela melalui hari-hari nya tanpa meneruskan sekolah dijenjang yang lebih tinggi lagi. semua itu tidak merubah perasaan antara mereka. tetap ada cinta di sela-sela keseibukan mereka masing-masing.. sudah lama hubungan mereka berjalan. satu samalain pun saling mengenali masing-masing sifat dan sikap nya. hampir tidak ada pengecualian untuk mereka berdua..

Hingga akhirnya..
Pada suatu hari..... tepat satu bulan sebelum ulangtahun Sherly, Dimas menyiapkan sebuah hadiah untuk ulangtahun kekasihnya itu.. Dimas membuat banyak burung-burung yang terbuat dari kertas origami. hampir ratusan burung yang sudah dibuat Dimas untuk hadiah ulangtahun Sherly. dan kebetulan pada saat yang bersamaan, Dimas juga merencakanan sebuah kejutan untuk melamar Sherly. tanpa Sherly ketahui.. ternyata semua ini sudah dirangkai indah oleh Dimas.

24 November 2012, tepat ulangtahun Sherly hari ini, Dimas sudah menyiapkan kue ulangtahun beserta lilinya dan sebuah kotak yang berisikan ratusan burung-burung kertas yang disetiap burung terdapat keinginan Dimas untuk dapat hidup bersama Sherly hingga akhir hayatnya. tak lupa sebuah cincin yang sudah disiapkan Dimas untuk meramal Sherly dihari ulangtahunnya. Dimas sangat antusias pada hari itu. sangat bersemanat untuk menyambut ulangtahun kekasih hati nya ini.. hingga akhirnya sebuah kejadian yang tidak pernah dibayangkan oleh Dimas pun terjadi..
Dimas
Happy Birthday, Sayaaaanggg!!!
(sambil memberikan kue dan lilin pada Sherly)
Sherly
(terdiam dan hanya senyum)
Waaahh.. Dim... ya ampun.. makasih bangettttt!!
(memeluk Dimas dan meniup kue ulangtahun)
keadaan saat ini sangat berkesan bagi Sherly dan Dimas. dan hingga akhirnya Dimas mengeluarkan kotak berisi burung-burung kertas dan sebuah kotak yang berisikan cincin..
Dimas
Ini buat kamu..
(memberikan kotak)
isi nya nggak seberapa kok, cuma kertas-kertas yang aku rangkai jadi burung, tapi disetiap burung itu ada harapan-harapan untuk hubungan kita lho.. smoga kamu suka ya sayang..
Sherly
(membuka kotak)
Dim... kamu selalu penuh kejutan. makasih bangett!! aku suka banget sama burung-burung ini, Lucu..
Dimas
ada hadiah satu lagi buat kamu nihh..
(berlutut dan membuka kotak cincin)
Sherly bingung.. ada kejadian aneh disini. ternyata Dimas melamar Sherly hari itu juga. namun.. namun.. Sherly tidak dapat menerima lamaran Dimas waktu itu.
Sherly
Ini maksud nya apa?...
Dimas
ini tanda keseriusan aku sama kamu, Sher.. aku mau kamu jadi pendamping aku sampai kapanpun.
Sherly
Dim.. kamu nggak ngerti.. aku.. aku gak bisa,Dim. aku gak bisa terima ini.
Dimas
Kenapaaa?.. bukannya kita udah ngerencanain ini dari lama?
Sherly
kamu nggak tau masalahnya dan kamu nggak ngerti.. aku gak bisa! orangtua aku nggak setuju kalau aku sama kamu.
Dimas
lhoo?? kenapa?
Sherly
karena kamu gak punya pekerjaan.
Hening... omongan Sherly bagai sebuah meteor yang jatuh menimpa wajah Dimas. Dimas marah besar dan mengucapkan kata-kata diluar kesadarannya..
Dimas
cuma karena itu? dasar cewek matre! keluarga matre! harusnya aku emang nggak bilang kayak gini. anggap kita gak pernah kenal! suatu saat aku akan jadi orang terpandang. lihat nanti!
Dimas pergi meninggalkan Sherly. dan Sherly hanya bisa terdiam dan menangis.


Hampir enam bulan Sherly tidak memberikan kabar untuk Dimas. Dimas seakan-akan sudah tidak mengenali dan mengetahui kabar tentang Sherly. keadaan Dimas kini berubah. ia sudah sukses.. siapa yang tak kenal Dimas? seluruh pelosok desa pun tahu siapa "Dimas"..
Sore harinya, saat Dimas mengendarai sebuah mobil, tiba-tiba ia bertemu dengan Ibu Sherly. niat buruk Dimas mulai keluar, ia ingin menabrak Ibu Sherly untuk balas dendam.. namun hati kecil nya menahan.. dan akhirnya Dimas pun malah mengikuti kemana Ibu Sherly pergi. dan ternyata Ibu Sherly mendatangi sebuah makam.. disebuah makam itu Dimas merasakan hal aneh..
Dimas
Ibu.. maaf.. Dimas lancang ngikutin Ibu sampe sini.. itu makam siapa,Bu?
Ibu Sherly
ya ampun Dimas. kamu kemana aja? ini... ini.. ini makam Sherly..
Dimas
(Teriam dan termenung)
Bohong...........
Ibu Sherly
Dimas.. Ibu gak bohong. semenjak kamu pergi ninggalin Sherly hari itu penyakit Sherly semakin parah, kanker tulang belakangnya yang selama ini disembunyikan dari orang-orang dan terutama kamu semakin memburuk. sudah hampir dua bulan ini Sherly meninggal dunia. ini Sherly sempet titip surat ke kamu
(memberikan surat pada Dimas)
Dimas kaget mendengar itu, ia tetap tidak percaya bila makam itu adalah makam Sherly. hingga akhirnya ia membaca surat dari Sherly..

Dear Dimas..
Dimas.. mungkin saat kamu baca surat ini nanti aku udah nggak bisa ada dideket kamu lagi. maafin aku, Dimas.. bukan karena orang tua aku gak setuju dengan hubungan kita,tapi karena aku sakit, Dim.. aku nggak mau kalau nanti akhirnya hanya jadi beban untuk kamu. jangan pernah lupai aku ya.. aku selalu ada dan aku selalu hidup dihati kamu.
dari aku yang mencintaimu, Sherly. 


THE END

Kamis, 21 Februari 2013

Ketika Mimpi Mengutarakan Hati.

Diposting oleh Syahrima di 04.35 0 komentar

Written by
Syahrima


Pagi yang cerah, keadaan sekeliling sepi.. Hanya kicauan
burung yang terdengar. Seakan merasakan kesepian dan
kesendirian. Bunga-bunga disekitar taman yang harum
merekah dan secangkir kopi hangat kemudian terdengar suara
hembusan angin. Tama mengawali harinya dengan bergegas pergi kesebuah kafe
untuk mengerjakan tugas kuliah nya. dengan menggunakan motor
lengkap dengan helm,jaket,dan masker. Di cafe ini tempat biasa Tama menghabiskan waktu luangnya.
walaupun hanya ditemani dengan secangkir kopi hangat dan
tumpukan tugas yah harus dikerjakannya. Tama melihat seorang
gadis berkerudung disisi cafe. dan ternyata gadis ini sudah
sering dilihat oleh Tama setiap ia mendatangi cafe ini.
Keesokan harinya Tama mendatangi cafe yang sama. Dengan
tujuan yang sama untuk mengerjakan tugas namun hari ini ia
juga datang ke cafe untuk menemui sahabatnya yang bernama
Faiz.
FAIZ
Woi Tam! Apa kabar men? Masih idup
juga rupanya.. Hahahahaa.. Masih
gini-gini aje lo. Gak bosen apa
sendirian terus?
TAMA
Kabar baik sob.. Apaan sih lo??! gw
masih betah menyendiri coyyyy!!
(dengan nada ketus)
FAIZ
Wetsss.. Santai bro! mau gw kenalin
gak sama cewek? Cakep nih.. lumayan
lah daripada lumanyun..
TAMA
Ahh.. Paling juga orangnya biasa
aje.. Tapi siapa sih emangnya?
gakpapa deh biar gw gak kesepian
gitu ye..

Dengan rasa penasaran Tama melihat dengan pandangan serius ke
arah Faiz, tiba-tiba seorang gadis datang dari arah
berlawanan.
RISYA
Hai.. Tama ya?
(sambil tersenyum dan
menjabatkan tangan pada
Tama)
TAMA
Hmm..emm.. Iya.. Iya gw.. Gw Tama.
ohh.. Jadi elo yang mau dikenalin
si Faiz ke gw?
(sambil menepuk bahu Faiz)

Tama tersenyum dengan wajah yang memerah.. ternyata gadis
yang dikenalkan Faiz adalah gadis yang selama ini
diperhatikan oleh Tama setiap ada di cafe. Tama,Faiz dan
Risya banyak berbicara dan bercanda juga bertukar fikiran
hingga banyak lelucon yang muncul dipembicaraan mereka.
Hingga akhirnya Tama menanyakan alamat rumah Risya.
TAMA 
Rumah lo dimana, Sya? Kali aja
nanti kalau gw iseng gw bisa main
gitu, syukur-syukur kalau dapet
makan geratis.. Heehee..
(sambil mengambil alat
tulis untuk mencatat
alamat Risya)

Tama mendatangai rumah Risya untuk mengajak Risya makan malam
di cafe yang biasa mereka datangi hingga akhirnya mereka
pergi ke cafe tersebut untuk makan malam.
Tama memberanikan diri untuk menyatakan isi hatinya pada
Risya, dan Risya menerima Tama sebagai kekasih hatinya.
TAMA
(sambil menggerak-gerakan
kakinya)
Hm.. Sya.. Kayaknya ada yang mau gw
omongin nih.. boleh gak nih gw
omongin sakarang?..
RISYA
Omongin apaaaa?... Kayaknya serius
banget.. Hee..hehehe
TAMA
Emang serius banget ini.. ehhh tapi
belum tepat ah waktunya.
RISYA
Yee.. Serius ah, mau ngomong apa
sih lo? Jangan bikin kepo ahhh..
(sambil memukul lengan
Tama)
TAMA
Kepoooo banget sih.. Hmm.. To the
point aja deh. Gw... gw.. Gw suka
sama lo, Sya. lo mau jadi pacar gw
gak?
(Tama menatap Risya)
Keadaan seketika hening, mereka saling berpandangan dalam
waktu yang cukup lama, dan akhirnya Risya menerima cinta
Tama.
RISYA
Hm..gimana ya.. Iya, gw mau.. Gw
juga ngerasain apa yg lo
rasain,Tam.. gw mau jadi pacar lo..
Dengan wajah memerah, Tama tersenyum bahagia. Dan sejak malam
itulah mereka resmi menjadi sepasang kekasih.
Risya sedang membuka salah satu situs jejaring sosial, hingga
akhirnya ada seorang lelaki yang mengajak Risya untuk
berkenalan dan akhirnya Risya kenal lalu dekat dengan seorang
lelaki yang bernama Arief.
Risya dengan laptopnya yang sedang chatting
dengan lelaki yang bernama Arief.
Risya bertemu dengan Tama, mereka saling melepas rindu..
namun ada yang berbeda dari gerak-gerik Risya. Hingga
akhirnya Risya tiba-tiba berpamitan pergi pada Tama dengan
sikap aneh dan terkesan terburu-buru
RISYA
Tamaaa... kamu udah dari tadi
sampenya?
(sambil mengelus kepala
Tama)
TAMA
Enggak kok.. Kamu dari mana aja kok
lama?
RISYA
Lama?nggak Kok, perasaan cepet..
Mungkin karena kamu sampe duluan
jadi ngerasa lama. Maafin aku yaa..
TAMA
Iyee.. Gakpapa. Semalem kamu
kemana? Aku telepon kok gak
diangkat malah kamu matiin gitu
aja? sengaja atau gimana tuh?
RISYA
Nggak kemana-mana kok... ahh.. Kamu
tuh mikir nya jelek mulu sih ke
aku. aku tuh lagi mumetttt banget
sama tugas
(mimik muka kebingungan)
Mereka saling berbincang hingga pada akhirnya Risya tiba-tiba
berpamitan untuk pergi. Tama bingung dengan tingkah laku
Risya. Dan Tama hanya terdiam melihat Risya pergi dengan
perlahan.
RISYA 
Tamm.. maaf ya aku gak bisa lamalama
nihh..
TAMA
Pergi kemana lagi siiiihhh????..
baru sebentar udah pergi lagi. Aneh
banget kamu nggak biasanya kayak
gini..
RISYA
Aku mau pergi nihhh buru-buru
banget. Nanti aku kabarin kamu
yaaaaa..
Dan Risya pun pergi meninggalkan Tama dari cafe tersebut.
Risya menghubungi Tama untuk mengajak bertemu disebuah taman
siang ini.. mereka membuat janji untuk saling bertemu dan
Risya ingin meminta maaf kepada Tama
RISYA
Halo.. Lagi ngapain kamuuu?.. aku
ganggu nggak nihh?
TAMA
Haii.. gak kokk. Lagi ngerjain
tugas aja nih, kenapa, Sya?
(dengan nada datar yang
terkesan sedang kesal)
RISYA
Gak kenapa-kenapa sih.. Kita
ketemuan yuk, kangen nihh..
TAMA
Ahh nanti ditinggal lagi kayak
kemarin. Gak mau ahh
(dengan nada bercanda)
RISYA
Ihh kamu.. Nggak deh nggak.
Seriusan nih kita ketemuan, aku
tunggu jam 2 di taman biasa yaaa..
Keadaan jalan raya dengan lalu lalang kendaraan.. terlihat
disebuah taman Tama sedang terdiam menunggu Risya.
Hampir sejam Tama menunggu Risya ditaman yang sudah
dijanjikan, namun Risya tak kunjung datang... Tama sudah
meyiapkan sebuah mawar merah untuk diberikan pada Risya.
Hampir 3 jam Tama menunggu Risya di taman hingga hujan turun
membasahai seluruh tubuhnya namun Risya tetap tidak datang,
hingga akhirnya Tama memutuskan untuk meninggalkan Taman itu.
TAMA 
Harusnya gw nggak dateng kesini..
Harusnya gw nggak usah turutin apa
mau dia, kalau akhirnya kayak
gini.. Ternyata emang semuanya udah
nggak sama kayak dulu lagi...
Dan akhirnya Tama pun pergi meninggalkan Taman itu, bunga
mawar yang sudah disiapkannya ditinggalkan bergitu saja. Tama
pergi dengan perasaan kecewa.
Risya mencoba menghubungi Tama namun tak ada jawaban. Setelah
3 kali menghubungi barulah diterima oleh Tama. Dan Risya
meminta maaf kepada Tama.
RISYA
Halo.. Tam.. Tama..
TAMA
Iya. Kenapa?
RISYA
Aku..aku mau minta maaf. aku tau
kamu marah ya sama aku..
TAMA
Kemana aja kamu, Sya? Udah kesekian
kalinya kayak gini.. Kamu yang
ngajak ketemuan tapi kamu yang ngga
dateng.
RISYA
Iyaa.. Maafin aku Tam. Aku tau aku
salah..
TAMA
Aku tunggu kamu dari siang sampe
sore. Kamu tetep aja nggak dateng.
Kemana sih??
RISYA
Aku pergi,Tam.. Ada keperluan
mendadakan yang nggak bisa aku
tinggalin gitu ajaaa.. Aku mau
besok kita ketemu. Sekarang aku
janji nggak akan telat atau gak
dateng lagi. Plissss
(dengan nada yang memelas
untuk memohon agar Tama
mau menemui Risya)
TAMA
Iya.iya.. tapi aku nggak bisa kalau
sekarang-sekarang ini. Lagi banyak
tugas.
RISYA
Yaudah.. Kabarin aku aja kamu
bisanya kapan yahh.
(sambil mengakhiri
pembicaraannya di
telepon)
Arief tiba-tiba menelepon Risya untuk mengajak pergi esok
hari, padahal esok hari adalah waktu Risya untuk bertemu
dengan Tama. Hingga akhirnya Risya memutuskan untuk menemui
Arief setelah urusan nya dengan Tama selesai.
ARIEF
Sayang.. Kamu besok ada acara gak?
Kita pergi yuk.. Udah lama nih
nggak jalan lagi
RISYA
(dengan nada panik dan
terbata-bata)
Wahh? Besok? Mau kemanaaa?.. Nggak
sih aku gak tau ada acara atau
nggak. Liat besok deh ya sayang..
Keesokan harinya Risya datang ke sebuah cafe tempat ia biasa menghabiskan
waktu luangnya bersama Tama. Di tempat yang berbeda Tama yang
dalam perjalanan tiba-tiba mengalami kecelakaan, motor yang
dikendarai oleh Tama tertabrak oleh sebuah mobil yang
ternyata di kendarai oleh Arief. Risya menunggu cukup lama di
cafe tersebut hingga ia cemas.. Berjam-jam menunggu Tama tak
kunjung datang akhirnya Risya pergi dengan Arief.
RISYA (O.S.)
Tama kemana nih.. Aduh nggak
biasanya dia telat sampe di tekepon
nggak aktif gini.. Baru kali ini
aku cemas kayak gini yampun..
Dijalan Tama terlihat murung, tidak seperti biasanya.. Ia
mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Ia juga melamun
saat mengendarai motor.
TAMA (V.O.)
Tuhan.. Langkah ini terasa ringkih
untuk melangkah. Setiap langkah
kaki ini terasa berat semenjak ia
merubah suasana hati yang berwarna
menjadi redup.
Tuhan.. Cinta yang begitu besar
pada wanita itu tidak melebihi
cintaku pada-Mu. Hingga saatnya
nanti hanya cinta yang dapat
mengutarakan kegundahan hati ini.
Karena sudah telat untuk bertemu dengan Risya, Tama akhirnya
mengendarai motor sangat kencang dan ternyata dari arah
berlawanan ia ditabrak oleh sebuah mobil.
Arief datang untuk menjemput Risya. Namun Risya mengira Arief
adalah Tama
ARIEF
Haii.. Sayang.. yuk.. Kita pergi
sekarang.
RISYA
Tamaaaa.... Lama banget yampun
datengnya kamu kemana aja..
ARIEF
Tama? Siapa itu?
RISYA
(keadaan panik)
Ituu.. Temen aku kokk..
Tanpa basa-basi Arief langsung pergi meninggalkan Risya
dengan keadaan marah, Risya yang bingung langsung mengejar
Arief hingga akhirnya mereka pergi dengan keadaan saling
bertengkar di dalam mobil.
Keadaan Arief yang benar-benar sedang marah pada Risya
membuat suasana semakin keruh. Mereka berdua saling mengadu
tuduhan satu sama lain.
ARIEF
Udah deh bilang aja kalau selama
ini kamu emang sembunyiin sesuatu
dari aku
RISYA
Bukan sembunyiin sesuatu, tapi
emang kamu nggak tau aja aku udah
deket sama Tama dari sebelum aku
kenal kamu.
(Flashback) sebuah makam yang usang dengan keadaan
sekitar yang teduh.
Foto-foto Tama dengan Risya lengkap dengan boneka dan hadiah
yang pernah Tama berikan pada Risya
(Flashback)
Tama menunggu Risya berjam-jam disebuah taman dengan membawa
sebuah bunga mawar sampai hujan turun dengan deras namun
Risya tak kunjung datang dan ternyata Risya sedang pergi
dengan Arief..
Risya tidak mengangkat telepon dari Tama karena sedang fokus
chatting didunia maya dengan Arief, lelaki yang baru
dikenalnya.
Tama yang sedang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi
lalu ditabrak oleh mobil dari arah berlawanan. Terlihat plat
nomer mobil tersebut yang menabrak Tama. Dan orang yang
menabrak Tama melarikan diri.
Mereka saling tuding hingga akhirnya percekcokan itu terjadi
didalam mobil. Dalam kondisii emosi Arief mengendarai mobil
dengan ketidaksadaran. Dan akhirnya dari arah berlawanan
mereka menabrak pembatas jalan karena kecerobohan Arief saat
mengendarai mobil.
hingga akhirnya Risya danArief pun mengalami kecelakaan yang mengakibatkan Arief meninggal dan Risya lumpuh total.. beberapa hari setelahnya Risya mengetahui bahwa Tama juga mengalami kecelakaan hebat yang mengakibatkan Tama meninggal dunia. Risya sangat terpukul dan merasa bersalah atas kematian Tama..

Selasa, 19 Februari 2013

Nothing

Diposting oleh Syahrima di 06.01 0 komentar
Hari ini.... nggak ngerti harus seneng atau gimana.. Ya Allah. ini perasaan aneh. saya jahat. Ya Allah, sangat teramat jahat bila saa harus bersembunyi dibalik ratusan perasaan yang saya bohongi. perasaan menyukai walau tak memiliki..
Hari ini....aduh........ sekedar kata "aduh" yang mungkin bisa mewakilkan kenangan hari ini. ya.. Dia. ini perasaan jahat ya saya pendam untuk dia, tanpa dia ketahui bahwa saya selalu melihat dia (walaupun dari kejauhan). memperhatikan seluruh gerak gerik dan tingkah lakunya.. bahkan sekedar tersenyum saat melihat dia, itulah keadaan bodoh yang selalu saya alami. bukan hanya hari ini.. hari kemarin.. lusa kemarin.. entah sejak kapan saya berbohong pada perasaan saya. dan entah sampai kapan saya harus bersembunyi dibalik senyuman saya ini. mungkin bisa dibilang "senyuman" bukan senyuman.......... :)(
Ya Allah.. ini perasaan aneh. perasaan yang merasakan ingin memiliki walaupun saya tau saya tidak akan pernah dapat memiliki (dia). perasaan ingin mencintai walau tak dicintai. perasaan ingin mempunyai walau tak dipunyai&walaupun (dia) sudah dipunyai orang lain.
dan sekarang? saya bisa apa? terdiam? terpaku? tetap ditempat ini atau mungkin berlari menghindari perasaan jahat ini. saya tau dia bukan milik saya.. namun saya tetap berambisi untuk memiliki dia. walaupun dia sudah dimiliki orang lain.
Apakah ini salah?
Apa aku berdosa dengan perasaan ini?
Apa neraka yang akan ku datangi hanya karena aku berbohong dengan diriku sendiri?
Apa harus aku berlari untuk menghilang jauh dari senyuman mu?
Apakah aku harus tetap bersembunyi ditengah gelapnya hatimu?
Atau mungkin... Apa aku harus bergegas menghindar untuk dapat membuang sketsa wajahmu didalam pikiranku?...

Senin, 18 Februari 2013

True.

Diposting oleh Syahrima di 05.31 0 komentar

I won't talk
I won't breathe
I won't move till you finally see
That you belong with me

You might think I don't look
But deep inside
In the corner of my mind
I'm attached to you
I'm weak
It's true
Cause I'm afraid to know the answer
Do you want me too?
Cause my heart keeps falling faster

I've waited all my life
To cross this line
To the only thing that's true
So I will not hide
It's time to try
Anything to be with you
All my life I've waited
This is true

You don't know what you do
Everytime you walk into the room
I'm afraid to move
I'm weak
It's true
I'm just scared to know the ending
Do you see me too?
Do you even know you met me?

I've waited all my life to cross this line
To the only thing that's true
So I will not hide
It's time to try anything to be with you
All my life I've waited

This is true

I know when I go ill be on my way to you
The way that's true

I've waited all my life to cross this line
To the only thing that's true
So I will not hide
It's time to try anything to be with you
All my life I've waited

This is true

Hei.

Diposting oleh Syahrima di 01.21 0 komentar
Hei.. telah lama aku memandangimu..
Hei.. telah lama aku memperhatikanmu..
Hei.. mungkin hampir ratusan hari yang telah ku lalui untuk mendambakanmu..
Hei.. aku melihatmu.. memandangimu.. memperhatikanmu.. bahkan.. merindukanmu..
Hei.. kamu..iya kamu. selalu kamu yang hadir dalam sela-sela mimpi indahku..
Hei.. kamu.. selalu dan selalu kamu yang ada dalam setiap hela nafasku..
Hei.. iya.. kamu. selalu,selalu dan selalu kamu yang ku sebut dalam potongan doa ku.
Hampir seratus hari aku terdiam disudut penantian.. menantikan kamu yang tak kunjung datang..
Mungkin bukan tak kunjung datang. mungkin memang tak akan pernah datang.
Hingga saatnya nanti.. mungkin hanya dari kejauhan aku melihatmu dan hanya dari kejauhan aku.. Mencintaimu.

Loker.

Diposting oleh Syahrima di 01.07 0 komentar

Pagi sendu, mendung.. bagai awan tak ingin menunjukan dirinya pada matahari, memperlambat langkah Rafsya, seorang mahasiswi di salah satu universitas terkemuka di kota Jakarta, gadis yang sedang merantau dan jauh dari keluarganya ini sangat berambisi menjadi seorang penulis. Walaupun kedua orang tua nya tidak pernah mendukung mimpi gadis ini, namun itu semua tidak pernah menghentikan langkah kakinya untuk mencapai semua keinginannya. Pagi ini masih seperti biasa.. hanya secangkir kopi hangat dan suara burung yang menemani hari-hari Rafsya. Gadis ini dikenal sebagai gadis mandiri, saking mandiri nya.. ia kadang dijuluki “Gadis Anti Sosial”, tidak pernah aktif dalam organisasi apapun dan seorang gadis yang susah berbaur dengan lingkungan sekitarnya, seorang gadis yang tidak bisa cepat memposisikan dirinya dalam lingkungannya sebagai mahasiswi. Namun Rafsya dikenal sebagai mahasiswi terbaik tahun ini.. pantas saja Rafsya dikenal sebagai mahasiswa yang pandai, IPK ia tahun ini menjadi sorotan para mahasiswa lainnya, mendapatkan 3.99 adalah salah satu mimpi para mahasiswa lainnya dan Rafsa lah yang berhasil mendapatkan itu..
“Hei.. Kamu Rafsya ya?”.. seketika terdengar alunan suara dari lorong kelas sebelah, Rafsya yang dikenal gadis jutek itu tidak menanggapi suara tersebut, ia tetap fokus dengan novelnya dan setumpuk buku yang digenggamnya.. “Hei.. Halo.. Kamu Rafsya, kan?” lagi-lagi suara itu terdengar, bahkan sekarang suara itu lebih jelas ditelinga Rafysa. “Hmm.. Hai.. iya aku Rafsya, maaf kamu siapa ya?” Ucap Rafsya dengan suara sinis sambil kembali fokus ke buku yang sedang dibacanya. “Aku.. Aku Bara. Salam kenal ya..”. ternyata suara yang menyapa Rafsya berasal dasri suara Bara, siapa yang tidak kenal Bara.. asisten dosen yang satu ini dikenal sebagai mahasiswa yang berkarisma, paras wajahnya yang manis selalu membuat para mahasiswi lainnya tergila-gilan padanya.. “oh.. iya sama-sama”. Kata Rafsya tanpa menoleh ke arah Bara.. “selamat juga deh IPK kamu paling tinggi tahun ini.” Kata Bara sambil mengulurkan tangannya ke tangan Rafsya. Tanpa basa-basi Rafsya mendekatkan kedua tangannya tanpa menjabat tangan Bara “Terimakasih banyak ya..” dengan tergesa-gesa Rafsya pergi meninggalkan Bara. Rafsya juga dikenal sebagai mahasiswi yang sangat taat dengan agama. Oleh karena itu Rafsya tidak menoleh dan melihat kehadapan Bara dan Rafsya juga tidak menjabat tangan Bara.
Siang hari nya di kantin, Bara yang diam-diam sering memperhatikan Rafsya mencoba menghampiri Rafsya yang sedang asyik dengan semangkuk bakso yang dimakannya.. sadar sedang diperhatikan oleh seseorang akhirnya Rafsya bergegas perfgi dari kantin. Bara merasa sangat bingung dengan tingkah laku Rafsya, satu hal yang Bara tidak tahu dari Rafsya adalah Rafsya tidak pernah mau dekat dengan lelaki selain dengan keluarganya. Bara tetap mengikuti jejak langkah Rafsya yang sedang menyusuri lorong demi lorong koridor kampus.. kecantikan hati Rafsya lah yang telah berhasil memikat hati Bara. Jangan bertanya tentang paras cantiknya, kesantunan akhlaknya, dan ibadahnya. Namun dengan kecantikan hati Rafsya lah Bara menjadi jatuh hati padanya. Satu demi satu semua kelakuan Rafsya selalu diperhatikan oleh Bara, hampir setiap pagi Bara meletakan setangkai mawar putih di loker tempat Rafsya menaruh barang-barangnya. Tanpa di kertahui Rafsya tentunya..
“Terus kejar mimpimu, sang penulis berhati malaikat. Dari aku yang mengagumimu”.. potongan kata yang ditemukan dalam lilitan setangkai mawar putih pagi ini yang dibaca oleh Rafysa. Rafsya memang sangat menyukai mawar putih, karena mawar putih dapat melambangkan kesucian, banyak tanda tanya yang terlontar dalam pikiran Rafsya.. “bunga dari siapa ya? Kenapa setiap pagi selalu ada mawar putih dengan kata-kata puitis seperti ini?”. Dari kejauhan Bara tersenyum manis melihat Rafsya yang sedang menghirup harum bunga mawar putih darinya. Bara selalu menyempatkan diri setiap paginya untuk membeli mawar putih dan diberikannya pada Rafsya. Namun Rafsya tidak pernah mengetahui tentang itu dan Bara pun tidak mau Rafsa tahu bahwa dirinyalah yang memberikan mawar putih setiap pagi di loker Rafsya.
Hari berganti hari, detak jam pun selalu berputar seiring berjalannya waktu, Rafsya tetap fokus dengan dunia menulisnya dan Bara juga tetap fokus dengan serentetan praktikum kedokterannya. Maklum saja, memasuki semester akhir kedua mahasiswa ini sibuk dengan skripsi yang mereka kerjakan. Namun itu semua tidak menghentikan kebiasaan Bara yang selalu meletakan mawar putih di loker Rafsya.. “siapapun yang memberikan ini, aku mau bilang terimakasih.. pasti orang yang memberikan ini hatinya secu sesuci mawar putih ini..” kata Rafsya sambil mengcium dan menghirup aroma mawar putih itu..
Hari berikutnya.. sengaja Rafsya melangkahkan kakinya lebih pagi dari biasanya, sengaja ia ingin mencari tahu tentang siapakah orang yang meletakan mawar putih di lokernya. Pukul 06.00 Rafsya sudah berada di kampus, tidak seperti biasanya.. Rafsya yang biasanya datang ke kampus saat mata kuliah berlangsung kini berada pagi-pagi buta hanya untuk menyelidiki seorang pengagum rahasianya yang selalu memberikan mawar putih, di waktu yang bersamaan Bara hari itu tidak meletakan mawar putih di loker tempat biasanya ia memberikan aroma indah mawar putih untuk Rafsya, gadis pujaannya.. Bara hari itu tidak datang ke kampus dikarenakan sedang sibuk menyelesaikan skripsi akhirnya...
Hampir sejam Rafsya duduk di pojok bangku taman dengan memasang wajah harap-harap cemas. Matanya mengelilingi seluk beluk lorong-lorong kampus dengan berharapan dapat mengetahui siapa orang yang selalu meletakan mawar putih beserta puisi-puisi indah di loker nya.. waktu terus berjalan.. tanpa dirasa sudah dua jam ia duduk ditempat yang sama, dengan pandangan yang sama, dan posisi duduk yang sesekali berpindah tempat, namun sayang.. orang yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang, ia merasa sedikit kecewa karena tidak dapat mencari informasi tentang pengagum rahasianya.. dan ia pun memutuskan untuk beranjak dari bangku taman itu dengan seribu tanda tanya didalam hatinya.. “Ergggghhh.. kenapa gak keliatan sih orang itu? Tambah penasaran aja nihhhh!!!!!!”........
Seminggu berlalu, tanpa ada mawar putih dan sepucuk puisi di lokernya. Hati Rafsya makin bertanya-tanya dan ribuan tanda tanya mulai menghampiri malam-malam gadis ini. Entah dimana Bara saat itu, saat dimana Rafsya benar-benar menyimpan banyak tanya tentang si pengagum rahasianya. Dalam doa selalu ada potongan kalimat yang rutin diucapkan disela-sela doa nya.. “Ya Allah.. siapapun orang itu, pertemukan ku dengan dia. Andai aku bisa mengetahui siapa orang itu..” Rafsya memang gadis yang tidak pernah akrab dengan dunia cinta. Hari-hari nya dihabiskan dengan bertumpuk-tumpuk buku dan berlembar-lembar kertas mata kuliahnya. Dan memang Rafsya mempunyai tekad. “Sebelum toga sudah aku kenakan, aku tidak akan mau tahu apa itu cinta”..
Malam hari nya, saat Rafsya sedang teliti menyelesaikan tugas mata kuliah nya tiba-tiba ada suara yang memanggil ia dari arah depan rumahnya.. “Rafsya.. Rafsyaaaa...” seketika suara itu menghentikan goresan pena yang sedang dipegang oleh Rafsya, namun Rafsya tidak memperdulikan nya. dan dengan serius ia tetap pada pekerjaannya yang bertumpuk itu.. sampai akhirnya, Ibu Rafsya mengetuk pintu kamar Rafsya. “Sya.. ada tamu tuh. Nyariin kamu tuh dia”. Dengan langkah yang tetap ditemani oleh buku Rafsya pun bergegas membuka pintu kamar, “siapa,Bu? Malam-malam gini bertamu gak sopan banget sih..”. dengan sinis omongan itu terlontar dari bibir tipis Rafsya. “Hei.. apa kabar?..” suara itu.. suara yang selalu menggangu di telinga Rafsya, Bara.. ternyata Bara yang malam-malam berkunjung ke rumah Rafsya. “ngapain kamu kesini? Gak pernah di ajarin tata krama bertamu ya? Ini sudah malam..” ketus Rafsya. Mendengar itu Bara langsung merasakan miris. Entah apa yang dipikirkan oleh Rafsya, niat baik Bara ternyata disambut dengan kesinisan..
“Aduh.. omongan aku salah gak ya tadi itu, jadi ngerasa gak enak sama dia. Erghh.. biarin deh. Abisnya dia nyebelin..” celetuk Rafsya sambil menutup pintu kamarnya dan mematikan lampu disamping tempat tidurnya. Ditempat yang berlainan Bara pulang dengan membawa sebuah penyesalan. “Ampun deh.. dari sekian banyak cewek yang pernah gw deketin baru kali ini ada cewek yang galaknya ngelebihin macan. Gimana mau deket.. denger suara gw aja dia udah males”.. ucap Bara sambil mengacak-acak rambut.
Waktu terus berlalu, ribuan hari dilewati Bara dan Risya dengan kesendirian. Risya tetap tidak mengetahui siapa penggemar rahasia nya yang selalu rutin memberikan ribuan kejutan untuknya. Hingga akhirnya.. sesuatu kejadian membuat rahasia itu terbongkar. Pagi hari saat Bara menaruh setangkai mawah putih dan puisi di loker Risya. Risya datang....... sekejap keadaan menjadi hening. “Heh!!! Ternyata... ternyata lo yang setiap hari ngasih gw mawar putih? Ternyata tulisan tangan lo yang bikin gw penasaran selama ini???” tuduh Risya. Dengan tampang bingung.. Bara pun menjawab.. “ehmm.. heeehehe... iya.. iya gw yang naruh itu semua, gw yang kasih lo bunga mawar putih.. iya.. iya tulisan tangan gw yang ada di lembaran-lembara kertas puisi itu”............................................ Risya bingung.. keadaan canggung. Dan mereka saling bertatapan....

Kamis, 07 Februari 2013

Semu.

Diposting oleh Syahrima di 21.46 0 komentar
Entah apa lagi yang harus aku tulis.. entah apa lagi yang harus aku ceritakan.. dan entah.. entah.. entah apa lagi yang dapat mendeskripsikan tentang dia.. God.. i like him. aku menyukai senyumnya.. matanya.. hidungnya.. tingkahnya.. dan aku menyukai hatinya.. Tuhan.. apa ini yang rasanya mengagumi? apa ini yang dinamakan menyukai? atau apakah ini yang namanya mencintai? walau aku tau.. aku tau dia bukan untukku, dia bukan dan tidak memilihku. aku tau dan aku sadar itu. aku tau aku tak berarti apapun dimata dia, aku hanya seorang bayangan yang mengikutin kemanapun dia pergi, tanpa aku bisa menyentuhnya dan berbicara pada nya..
Andai saja.. andai aku bisa membaca isi hatinya, mendengar jerit suara hatinya.. aku hanya ingin mengetahui siapa gadis yang berutung yang selalu ada di hatinya?.. andai aku bisa membaca isi fikirannya tanpa harus mencari tau semua tentang dia disetiap orang banyak.. ingin sekali aku mengetahui siapa gadis yang selama ini terkunci didalam fikirannya..
Tuhan.. bila dia untukku.. dekatkan kepadaku, Ya Tuhan.. dan andai dia bukan orang yang baik untukku.. jauhkan aku dengannya, buang semua rasa ini yang telah ku simpan selama ini untuknya. lenyapkan dia dari fikiranku, Ya Tuhan.. hapus dia dari setiap mimpi indah dalam malamku saat ku terjaga. andai.. kelak suatu saat nanti dia bukan untukku. ikhlaskan hatiku,Ya Tuhan.. karena aku tau, ada ataupun tidak adanya aku disisinya, aku hanya akan menjadi seorang bayang-bayang semu untuknya. sekarang.. esok.. lusa.. bahkan selamanya..

Sorot Pelangi

Diposting oleh Syahrima di 06.21 0 komentar
Pagi yang seperti biasa, murid-murid melangkahkan kaki nya dengan senyuman lebar dipipi nya. Termasuk Rio, kapten basket sekolah yang banyak digandrungi oleh para wanita ini seperti biasa mengawali rutinitas nya bersama Ara, sahabat karib nya yang di kenal sejak ia duduk dibangku sekolah dasar. Rio dan Ara selalu melakukan hal bersama-sama, layaknya seorang kakak dengan adik nya mereka pun selalu berusaha untuk membuat sebuah semangat setiap hari nya dengan bersama-sama.
Rio yang dikenal sebagai kapten basket sekolah ini adalah salah satu dari sekian banyak orang yang selalu menebarkan senyuman untuk semua orang, seperti pelangi.. sinar mata Rio mampu memancarkan aura positive bagi orang-orang yang melihat nya. Seorang siswa berprestasi ini mampu memikat semua wanita yang ada di sekolah. Tapi sayang, sejak dulu Rio tidak pernah mengerti apa itu “mencintai dan dicintai”. Sangat bertolak belakang dengan Ara, hampir semua wanita pernah menjadi tambatan hatinya. Tidak jauh beda dengan Rio.. paras wajah Ara juga mampu membuat wanita jatuh hati pada nya.
Hari-hari mereka penuh canda dan tawa, selalu ada lelucon dalam persahabatan mereka. Sampai akhirnya mereka bertemu dengan Shilla.. gadis cantik dan baik hati ini datang di kehidupan mereka. Seakan mengubah hidup Rio, semenjak mengenal Shilla diam-diam Rio menyimpan rasa pada Shilla. Hanya Ara yang tahu semua cerita Rio tentang Shilla.
“Kapan nih lo mulai deketin Shilla? Hati-hati, sob! Keburu di gebet orang”.. celetuk Ara saat bel istirahat berbunyi. Jawab Rio dengan santai.. “ah! Lo kayak baru kenal gue sehari aja.. minder gue bos deketin cewek cantik kayak Shilla. lo tau sendiri gimana penyakit gue sekarang”. perdebatan mulai panas saat mereka membicarakan wanita ini, satu-satu nya wanita yang bisa membuat jantung Rio seakan berhenti berdetak saat dua mata mereka saling bertatapan.. “kapan lagi?!!! Ayolah tunjukin dan kejar cinta lo itu. Gue yakin lo bisa!”.
Waktu terus berputar, kalimat Ara selalu menjadi hantu dalam ingatan Rio..sebenarnya bukan karena alasan itu yang membuat Rio merasa tidak pantas untuk Shilla. faktor keluarga yang menjadi salah satu alasan kuat Rio, kurang lebih sudah dua tahun Ibu Rio menjadi single parent. Semenjak itu Rio berjanji hanya ingin membahagiakan wanita tercantik nya itu, yang menurutnyaadalah Ibu nya.
Alasan lain yang membuat Rio takut adalah Glioma, katagori besar kanker tumor premier yang berasal dari sel-sel glia. Jenis kanker yang dimulai dari otak atau tulang belakang. Rio adalah salah satu penderita kanker tulang belakang yang mungkin mempunyai presentase untuk dapat bertahan hidup hanyalah 50%. Walau awalnya merasa bahwa kanker tersebut adalah sebuah tamparan hebat yang membuat hidupnya sama sekali tidak memiliki arti lagi, Rio secara perlahan memulai mencoba untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan ketegaran dan besenang-senang dengan sahabatnya, Ara. Juga wanita yang di cintainya Shilla.
Ara selalu memotivasi dan meyakinkan Rio bahwa ia layak untuk mendapatkan cinta Shilla. singkat cerita cahaya kehidupan Rio mulai hadir kembali, Shilla yang selama ini didambakan nya sudah menjadi kekasih nya. berkat Ara yang selalu meyakinkannya. “Tuh.. gue bilang juga apa! Lo tuh selalu deh jangan suka putus asa sebelum mencoba. Terbukti kan sekarang Shilla bisa lo dapetin!”. Ujar Ara sambil merangkul pundak sahabatnya itu. “Sekarang gue percaya kalau selama berusaha gue pasti bisa dapetin apa yang gue mau. Makasih banget nih,Sob! Gue coba buat nikmatin hidup gue ini.” Tegas Rio dengan penuh semangat.
Seminggu kemudian Rio datang menemui dokter yang rutin ditemui nya setiap minggu untuk mengetahui bagaimana perkembangan Glioma di tubuh Rio, seakan tersambar petir saat Rio mendengar diagnosa tentang penyakitnya yang diutarakan oleh dokter.. “sel kanker di tulang belakang kamu makin menebar, harapan hidup penderita glioma mungkin hanya 46,33 bulan dengan rentang waktu 38-55 bulan” ucap dokter.. semua hening, waktu terasa berhenti saat vonis itu di jatuhkan pada Rio. Tapi Rio tidak berhenti disitu saja. Ia lebih menikmati hidup nya mulai hari itu dengan Ara sahabat karib nya dan Shilla wanita yang di cintainya.
Kehadiran kanker dalam hidup Rio telah membuat hubungan antara dirinya dengan kekasihnya, Shilla dan Ibumya menjadi begitu terguncang. Di sisi lain penyakit kanker tersebut kemudian membawa Rio untuk mengenal beberapa karakter baru dalam kehidupannya yang mampu membuatnya lebih merasa bahagia atas kehidupan yang telah dijalaninya selama ini.
“Promnight tinggal nunggu hari nih, kita jadi dateng bertiga Ara,kan?” tanya Shilla pada Rio. “jadi dong.. kita bertiga nanti bareng-bareng ya kesana.” Ujar Rio dengan semangatnya.
Malam itu pun datang, semua anak terlihat bahagia saat promnight. Malam ini bisa di sebut sebagai malam perpisahan karena seminggu lagi mereka akan mengadakan hari perpisahan dan kelulusan. Rio lulus dengan nilai yang memuaskan, peringkat pertama dapat diraih nya dalam Ujian Nasional tahun ini. Begitupun dengan Ara.. walaupun tidak sama dengan peringkat Rio, namun Ara mendapatkan universitas yang ia idamkan sejak dulu. Tidak ketinggalan denga Shilla, wanita yang di cintai Rio ini benar-benar lulus dengan hasil memuaskan juga di terima di salah satu universitas kedokteran.
“Hai semuanya..... gue mau ngomong sesuatu nih..”. tiba-tiba terdengar suara Rio yang berbicara di tengah kerumunan teman-temannya.. “gue itu sebenernya mengidap Glioma,lhoooo.. kanker tulang belakang dan udah akut banget.. hahahahaha” Rio mengutarakan kaliamat itu dengan nada lelucon dan tertawanya yang cukup keras. Dari sisi lain ada Ara yang menarik Rio dan berkata, “hahahaha lo semua kayak gak tau Rio aja, dia kan biasanya suka bercanda.”
...... Semua hening, antara percaya atau tidak namun semua teman-teman Rio sekejap merasakan khawatir, tidak lain adalah Shilla.. tersentak menangis saat mendengar kalimat Rio tadi. “Gila lo,Yo! Ngomong apasih lo barusan? Mau buat perhatian baru di sekolah?” Tanya Ara dengan sinis. Dan dengan lantang nya Rio menjawab, “gue Cuma bercanda kali, dan seenggak nya biar mereka nanti gak tanda tanya waktu ngeliat gue udah meninggal”. “heh ngomong apa sih lo?!!!” Tegas Ara.
Hari yang di tunggu-tunggu datang. Kelulusan itu sudah didepan mata. Semua siswa antusias dengan hari ini, entah apa yang istimewa hari ini.. tapi tetap saja bagi Rio hari ini masih seperti hari biasanya, tanpa ada yang istimewa kecuali hadir nya Shilla yang ada di sampingnya. Hari yang aneh.. tidak biasa-biasanya Rio memeluk Shilla dengan erat, “Shilla.. kamu harus jadi dokter. Kelak suatu saat nanti mungkin Cuma kamu satu-satu na dokter yang bisa sembuhin penyakit aku”. Kata-kata Rio yang membuat Shilla bertanda tanya.
Mala petaka itu datang, saat semua siswa bahagia mendapatkan kelulusan. Namun tidak untuk Rio.......... “Yo......bangun!!! Rio kenapaa?!!!!”. Suara teriakan itu datang dari belakang panggung. Ternyata Rio sudah terbaring di lantai, dengan darah yang menyelimuti hidung hingga setengah wajah Rio. Semua panik.. haru biru pun terasa di hari perpisahan ini. Semua darah penuh di setengah wajah Rio, bahkan mata itu.. mata yang mempunyai sorot seperti pelangi seakan redup, habis, dan mati tenggelam merah nya darah itu. Hari perpisahan yang mungkin tidak hanya untuk para siswa. Namun juga untuk Rio......

Dream..

Diposting oleh Syahrima di 06.19 0 komentar
Dream. Mimpi. semua orang pasti memiliki mimpi.. entah apa mimpi itu, tapi yang jelas mungkin dengan semua mimpi itulah yang membuat motivasi dalam diri sendiri. khusunya saya, Syahrima. hidup&besar dikalangan para pemimpi. Beginilah saya, dengan ratusan mimpi bahkan ribuan atau miliyaran mimpi diangan saya. mungkin memang bagi saya didunia ini tidak selayak di dunia mimpi, tapi apa salahnya untuk bermimpi? saat angan akan menjadi nyata, saat itulah ribuan mimpi berlarian di angan saya. terlalu banyak halangan untuk mimpi saya.. bukan karena halangan dari apapun, melainkan aturan. Iya. Memang ini dunia yang penuh dengan aturan.. Tapi maaf, maaf beribu-ribu maaf. Saya benci&saya tidak suka diatur. Maaf, Saya penentang.Beginilah hidup. Saat dimana orang yang benar disalahkan&yang salah dibenarkan. terlalu banyak aturan aneh akhir-akhir ini. tapi itu semua tidak akan menganggu mimpi saya.
Penulis.. semenjak duduk di bangku sekolah dasar itulah salah satunya mimpi saya setelah mimpi yang ingin menjadi Dokter. ya... Penulis itu salah satu profesi yang menurut saya menyenangkan. saat keadaan bahagia, bahkan keadaan menyedihkan saat itulah penulis mulai mengeluarkan imajinasi nya. otak kanan saya mungkin lebih banyak menyerap kata-kata dibanding mengingat kiejadian apapun. dan itulah alasan saya ingin menjadi seorang Penulis. terlebih profesi saya yang menjadi seorang Script Writer di ekskul saya lah yang dapat membuat saya lebih termotivasi.. God.. please make dream come true. yeah!

Welcome to my kingdom!

Diposting oleh Syahrima di 06.06 0 komentar
Hai.. akhirnya!!!!!!! setelah sekian lama gue nggak "ngeblog" lagi, sekarang udah come back. hihi.. dan comeback nya gue ini membawa segudang suasana baru lhoooo.. banyak yang udah berubah disini, dari kehidupan gue.. keinginan gue.. masa depan gue.. dan tentu nya orang-orang yang beda juga sekarang udah banyak di kehidupan gue. yang disini kayaknya nggak perlu gue ceritain kali ya&emang juga nggak penting juga.:').. but.. i miss you! i miss the old you.. eh salah deng, maksud nya itu "i miss us" "i miss the old us" yap! US!!! gue kangen..kangen banget sama kalian semua yang "dulu" pernah ikut andil dlm kehidupan gue. yang sekarang udah jauh dari gue, yang sekarang udah enjoy sama dunia baru nya yang pasti tanpa gue. whoppp without me ya:')
Apa kabar kalian? apa kabar woi yang baca postingan ini? apa kabar lo? kemana aja lo baru nongol lagi? haha.. kangen lhoo sama kalian semua. mungkin tanpa kalian sadari sekarang kita udah jauh ya, udah beda.. udah nggak sejalan.. gue mau ini kalian mau itu.. whtevr. gue tetep disamping kalian kok. ada ataupun nggak ada yang gue, gue yakin suatu saat kalian semua pasti kangen sama apa yang dulu pernah kita lakuin sama-sama!:")
btw.. mulai kali ini semoga aja gue nggak lupa passwrd lagi ya!!! AMIN!.. entah berapa banyak blogger yang udah gue buat&semua hasil nya sama. LUPA PASSW-___- mulai dari blog inilah gue mulai semua buku diary gue.. gua tulis semua apa yang gue kerjain selama ini. maaf banget maaaafff banget kalau misalnya nanti di tulisan gue ini ada kata yang kalian nggak suka. maaf ya:')
finally... welcome to my blog! my kingdom! enjoy us! Xoxo

Sarbo'ah Rabiatul!♥

Diposting oleh Syahrima di 06.03 0 komentar
Ini berawal dari mulai masuknya gue ke kelas XI. tepatnya XI-IPA2.. berawal dari iseng nya si Ella yang ngebajak bbm gue dengan DN "Sarbo'ah Rabiatul" & semua anak cewek DN nya jadi kompakan sama kayak gitu. hoho.. sampe skrg gue masih nggak ngerti nama Sarbo'ah Rabiatul itu namanya siapa&dia itu sebenernya anak siapa?-_- ya... intinya mereka semua yang buat gue jadi semangat sekolah khususnya ke kelas. nggak ngerti gimana kalau nggak ketemu mereka ini deh. whoaaa.. galau klimaks kali tiap hari-_-

----> Arin.. temen gue dari kelas X nih, dari di X7 sampe sekarang di XIIPA2 masih bareng2 lagi hoho. anak yang blak2an abis, moody-an&gila nya udah akut. ini dia yang bikin rame Sarbo'ah kalau dia udah ketawa..... susah berhentinya :'(-_-♥({})



----> Atika.. NAH!!! ini nih... 4S gue.. Sahabat Senasib Sebangsa&Setanah air.. cewek ribet yang tampang nya bikin ngakak ini biasa gue panggil "Ber". anak cewek yang kerjaannya setiap pelajaran izin ke toilet tapi asli nya ke kantin-_- gak ngerti kenapa nasib gue sama dia ini rada-rada mirip gimanaaa gitu-_- cewek yang kalau gue bawa bekel pasti orang pertama yang nyamperin gue.. & dia ini hobby banget "kolip"... hoho♥({}):*

---->Rizka.. kalau dia, hahahahahha ketawa nya itu yang lucu. kalau misalnya ada yang ngelucu kadang dia ini ketawa paling akhir....-_- Rizka ini suka banget kalau udah gue pijitin kepalanya. sampe dia bilang "nanti malem ke rumah gue ya rim"...-_- cewek berkerudung yang masih kayak anak kecil banget. lucu banget ini juga salah satu orang yang bikin gue semangat sekolah♥({}):*


----> Ella... Laeeeeeeeeeeee!! kalau dikelas biasa gue panggil "Lae" enak aja gitu nyebutnya hoho. ini sebangsa galau gue kadang-kadang, duduk dipojokan sambil denger lagu gaslaw... whoppppp!! lopyubgt sama Laeeee!! cewek yang sering gue pangku kalau lagi dikelas hehe♥({}):*


----->Indah.. gue kenal dia waktu itu pas lagi latihan padus... huahahaha sempet kenalan gitu eh ternyata sekarang satu kelas hehe.. Indah ini kalau kemana-mana sering sama gue, sering izin ke toilet bareng gue wkwk. sebangsa bgt deh kalau udah teriak2an sama dia ini kuping rasanya mau pecah...-_- wkwk. Indah ini kalau ada ulangan pasti udah bookingan gue nih biar duduknya deket dia hoho. lopyu♥({}):*





----> Icut..... ini dia care banget sama gue, kalau gue sakit dikit aja dia yang ngingetin gue buat nggak lupa makan&minum obat. kalau ada apa2 gue sering cerita sama dia. huhuhuhuhu lopyuuuuuu({}):*♥





----> Anggun.. temen 1smp gue nih!!! hhoho.. soulmate nya Ict, yang kalau kemana-mana berdua terus sama Icut.. kalau dikelas kadang-kadang dia panggil gue dgn sebutan "Mami Rimeh". whoppppp.. lopyuuu({})♥







Whoaaaaaa!! mereka semua yang buat gue bisa ketawa lagi dikelas walaupun keadaan kelas yang sunyi sepi dan senyap, sama mereka gue bisa ketawa lepas dikelas. lopyubgtdeh. hoho♥ Sarbo'ah({})

Senin, 25 Februari 2013

Burung Kertas

Pagi mendung dengan milyaran rintik hujan yang turun dari langit. Sherly.. begitu ia di kenal, seorang gadis yang masih duduk dibangku kelas 12 SMA ini dikenal sebagai gadis periang dan sangat disukai teman-temannya karena keramahannya. hari ini seperti biasa Sherly memulai langkahnya dengan sebuah senyuman riang yang dibawa nya dari rumah hingga sekolah. selalu seperti ini senyum yang merekah dari bibir nya mampu membuat semua mata menjadi tertuju padanya, tidak lain dengan Dimas.. lelaki yang selama ini menemai hari-hari Sherly, ya. Dimas adalah kekasih Sherly. sudah hampir bertahun-tahun mereka menjalani kisah cinta nya di SMA. berawal dari sebuah MOS mereka berkenalan hingga akhirnya memutuskan untuk berpacaran.

Hari berganti hari, detak jam pun mulai berpindah tempat.. setiap hari selalu ada kisah manis diantara mereka berdua. tak pernah sedikitpun waktu yang dilewati mereka begitu saja, pasti selalu ada yang bermakna.. mulai dari Dimas yang selalu mengucapakan "Selamat pagi, Cinta" kepada Sherly, sampai Sherly yang rutin setiap pagi nya mengantarkan sebuah nasi goreng dengan bentuk "love" sebagai sarapan Dimas. tak pernah satu hal pun mereka lewati dengan kesedihan. hidup mereka seakan sempurna dan berwarna.

Singkat cerita.. kelulusan sudah didepan mata, Sherly dan Dimas lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.. Sherly melanjutkan kuliahnya di kedokteran. namun lain hal nya dengan Dimas, Dimas yang notabene hanya seorang anak tukang becak harus rela melalui hari-hari nya tanpa meneruskan sekolah dijenjang yang lebih tinggi lagi. semua itu tidak merubah perasaan antara mereka. tetap ada cinta di sela-sela keseibukan mereka masing-masing.. sudah lama hubungan mereka berjalan. satu samalain pun saling mengenali masing-masing sifat dan sikap nya. hampir tidak ada pengecualian untuk mereka berdua..

Hingga akhirnya..
Pada suatu hari..... tepat satu bulan sebelum ulangtahun Sherly, Dimas menyiapkan sebuah hadiah untuk ulangtahun kekasihnya itu.. Dimas membuat banyak burung-burung yang terbuat dari kertas origami. hampir ratusan burung yang sudah dibuat Dimas untuk hadiah ulangtahun Sherly. dan kebetulan pada saat yang bersamaan, Dimas juga merencakanan sebuah kejutan untuk melamar Sherly. tanpa Sherly ketahui.. ternyata semua ini sudah dirangkai indah oleh Dimas.

24 November 2012, tepat ulangtahun Sherly hari ini, Dimas sudah menyiapkan kue ulangtahun beserta lilinya dan sebuah kotak yang berisikan ratusan burung-burung kertas yang disetiap burung terdapat keinginan Dimas untuk dapat hidup bersama Sherly hingga akhir hayatnya. tak lupa sebuah cincin yang sudah disiapkan Dimas untuk meramal Sherly dihari ulangtahunnya. Dimas sangat antusias pada hari itu. sangat bersemanat untuk menyambut ulangtahun kekasih hati nya ini.. hingga akhirnya sebuah kejadian yang tidak pernah dibayangkan oleh Dimas pun terjadi..
Dimas
Happy Birthday, Sayaaaanggg!!!
(sambil memberikan kue dan lilin pada Sherly)
Sherly
(terdiam dan hanya senyum)
Waaahh.. Dim... ya ampun.. makasih bangettttt!!
(memeluk Dimas dan meniup kue ulangtahun)
keadaan saat ini sangat berkesan bagi Sherly dan Dimas. dan hingga akhirnya Dimas mengeluarkan kotak berisi burung-burung kertas dan sebuah kotak yang berisikan cincin..
Dimas
Ini buat kamu..
(memberikan kotak)
isi nya nggak seberapa kok, cuma kertas-kertas yang aku rangkai jadi burung, tapi disetiap burung itu ada harapan-harapan untuk hubungan kita lho.. smoga kamu suka ya sayang..
Sherly
(membuka kotak)
Dim... kamu selalu penuh kejutan. makasih bangett!! aku suka banget sama burung-burung ini, Lucu..
Dimas
ada hadiah satu lagi buat kamu nihh..
(berlutut dan membuka kotak cincin)
Sherly bingung.. ada kejadian aneh disini. ternyata Dimas melamar Sherly hari itu juga. namun.. namun.. Sherly tidak dapat menerima lamaran Dimas waktu itu.
Sherly
Ini maksud nya apa?...
Dimas
ini tanda keseriusan aku sama kamu, Sher.. aku mau kamu jadi pendamping aku sampai kapanpun.
Sherly
Dim.. kamu nggak ngerti.. aku.. aku gak bisa,Dim. aku gak bisa terima ini.
Dimas
Kenapaaa?.. bukannya kita udah ngerencanain ini dari lama?
Sherly
kamu nggak tau masalahnya dan kamu nggak ngerti.. aku gak bisa! orangtua aku nggak setuju kalau aku sama kamu.
Dimas
lhoo?? kenapa?
Sherly
karena kamu gak punya pekerjaan.
Hening... omongan Sherly bagai sebuah meteor yang jatuh menimpa wajah Dimas. Dimas marah besar dan mengucapkan kata-kata diluar kesadarannya..
Dimas
cuma karena itu? dasar cewek matre! keluarga matre! harusnya aku emang nggak bilang kayak gini. anggap kita gak pernah kenal! suatu saat aku akan jadi orang terpandang. lihat nanti!
Dimas pergi meninggalkan Sherly. dan Sherly hanya bisa terdiam dan menangis.


Hampir enam bulan Sherly tidak memberikan kabar untuk Dimas. Dimas seakan-akan sudah tidak mengenali dan mengetahui kabar tentang Sherly. keadaan Dimas kini berubah. ia sudah sukses.. siapa yang tak kenal Dimas? seluruh pelosok desa pun tahu siapa "Dimas"..
Sore harinya, saat Dimas mengendarai sebuah mobil, tiba-tiba ia bertemu dengan Ibu Sherly. niat buruk Dimas mulai keluar, ia ingin menabrak Ibu Sherly untuk balas dendam.. namun hati kecil nya menahan.. dan akhirnya Dimas pun malah mengikuti kemana Ibu Sherly pergi. dan ternyata Ibu Sherly mendatangi sebuah makam.. disebuah makam itu Dimas merasakan hal aneh..
Dimas
Ibu.. maaf.. Dimas lancang ngikutin Ibu sampe sini.. itu makam siapa,Bu?
Ibu Sherly
ya ampun Dimas. kamu kemana aja? ini... ini.. ini makam Sherly..
Dimas
(Teriam dan termenung)
Bohong...........
Ibu Sherly
Dimas.. Ibu gak bohong. semenjak kamu pergi ninggalin Sherly hari itu penyakit Sherly semakin parah, kanker tulang belakangnya yang selama ini disembunyikan dari orang-orang dan terutama kamu semakin memburuk. sudah hampir dua bulan ini Sherly meninggal dunia. ini Sherly sempet titip surat ke kamu
(memberikan surat pada Dimas)
Dimas kaget mendengar itu, ia tetap tidak percaya bila makam itu adalah makam Sherly. hingga akhirnya ia membaca surat dari Sherly..

Dear Dimas..
Dimas.. mungkin saat kamu baca surat ini nanti aku udah nggak bisa ada dideket kamu lagi. maafin aku, Dimas.. bukan karena orang tua aku gak setuju dengan hubungan kita,tapi karena aku sakit, Dim.. aku nggak mau kalau nanti akhirnya hanya jadi beban untuk kamu. jangan pernah lupai aku ya.. aku selalu ada dan aku selalu hidup dihati kamu.
dari aku yang mencintaimu, Sherly. 


THE END

Kamis, 21 Februari 2013

Ketika Mimpi Mengutarakan Hati.


Written by
Syahrima


Pagi yang cerah, keadaan sekeliling sepi.. Hanya kicauan
burung yang terdengar. Seakan merasakan kesepian dan
kesendirian. Bunga-bunga disekitar taman yang harum
merekah dan secangkir kopi hangat kemudian terdengar suara
hembusan angin. Tama mengawali harinya dengan bergegas pergi kesebuah kafe
untuk mengerjakan tugas kuliah nya. dengan menggunakan motor
lengkap dengan helm,jaket,dan masker. Di cafe ini tempat biasa Tama menghabiskan waktu luangnya.
walaupun hanya ditemani dengan secangkir kopi hangat dan
tumpukan tugas yah harus dikerjakannya. Tama melihat seorang
gadis berkerudung disisi cafe. dan ternyata gadis ini sudah
sering dilihat oleh Tama setiap ia mendatangi cafe ini.
Keesokan harinya Tama mendatangi cafe yang sama. Dengan
tujuan yang sama untuk mengerjakan tugas namun hari ini ia
juga datang ke cafe untuk menemui sahabatnya yang bernama
Faiz.
FAIZ
Woi Tam! Apa kabar men? Masih idup
juga rupanya.. Hahahahaa.. Masih
gini-gini aje lo. Gak bosen apa
sendirian terus?
TAMA
Kabar baik sob.. Apaan sih lo??! gw
masih betah menyendiri coyyyy!!
(dengan nada ketus)
FAIZ
Wetsss.. Santai bro! mau gw kenalin
gak sama cewek? Cakep nih.. lumayan
lah daripada lumanyun..
TAMA
Ahh.. Paling juga orangnya biasa
aje.. Tapi siapa sih emangnya?
gakpapa deh biar gw gak kesepian
gitu ye..

Dengan rasa penasaran Tama melihat dengan pandangan serius ke
arah Faiz, tiba-tiba seorang gadis datang dari arah
berlawanan.
RISYA
Hai.. Tama ya?
(sambil tersenyum dan
menjabatkan tangan pada
Tama)
TAMA
Hmm..emm.. Iya.. Iya gw.. Gw Tama.
ohh.. Jadi elo yang mau dikenalin
si Faiz ke gw?
(sambil menepuk bahu Faiz)

Tama tersenyum dengan wajah yang memerah.. ternyata gadis
yang dikenalkan Faiz adalah gadis yang selama ini
diperhatikan oleh Tama setiap ada di cafe. Tama,Faiz dan
Risya banyak berbicara dan bercanda juga bertukar fikiran
hingga banyak lelucon yang muncul dipembicaraan mereka.
Hingga akhirnya Tama menanyakan alamat rumah Risya.
TAMA 
Rumah lo dimana, Sya? Kali aja
nanti kalau gw iseng gw bisa main
gitu, syukur-syukur kalau dapet
makan geratis.. Heehee..
(sambil mengambil alat
tulis untuk mencatat
alamat Risya)

Tama mendatangai rumah Risya untuk mengajak Risya makan malam
di cafe yang biasa mereka datangi hingga akhirnya mereka
pergi ke cafe tersebut untuk makan malam.
Tama memberanikan diri untuk menyatakan isi hatinya pada
Risya, dan Risya menerima Tama sebagai kekasih hatinya.
TAMA
(sambil menggerak-gerakan
kakinya)
Hm.. Sya.. Kayaknya ada yang mau gw
omongin nih.. boleh gak nih gw
omongin sakarang?..
RISYA
Omongin apaaaa?... Kayaknya serius
banget.. Hee..hehehe
TAMA
Emang serius banget ini.. ehhh tapi
belum tepat ah waktunya.
RISYA
Yee.. Serius ah, mau ngomong apa
sih lo? Jangan bikin kepo ahhh..
(sambil memukul lengan
Tama)
TAMA
Kepoooo banget sih.. Hmm.. To the
point aja deh. Gw... gw.. Gw suka
sama lo, Sya. lo mau jadi pacar gw
gak?
(Tama menatap Risya)
Keadaan seketika hening, mereka saling berpandangan dalam
waktu yang cukup lama, dan akhirnya Risya menerima cinta
Tama.
RISYA
Hm..gimana ya.. Iya, gw mau.. Gw
juga ngerasain apa yg lo
rasain,Tam.. gw mau jadi pacar lo..
Dengan wajah memerah, Tama tersenyum bahagia. Dan sejak malam
itulah mereka resmi menjadi sepasang kekasih.
Risya sedang membuka salah satu situs jejaring sosial, hingga
akhirnya ada seorang lelaki yang mengajak Risya untuk
berkenalan dan akhirnya Risya kenal lalu dekat dengan seorang
lelaki yang bernama Arief.
Risya dengan laptopnya yang sedang chatting
dengan lelaki yang bernama Arief.
Risya bertemu dengan Tama, mereka saling melepas rindu..
namun ada yang berbeda dari gerak-gerik Risya. Hingga
akhirnya Risya tiba-tiba berpamitan pergi pada Tama dengan
sikap aneh dan terkesan terburu-buru
RISYA
Tamaaa... kamu udah dari tadi
sampenya?
(sambil mengelus kepala
Tama)
TAMA
Enggak kok.. Kamu dari mana aja kok
lama?
RISYA
Lama?nggak Kok, perasaan cepet..
Mungkin karena kamu sampe duluan
jadi ngerasa lama. Maafin aku yaa..
TAMA
Iyee.. Gakpapa. Semalem kamu
kemana? Aku telepon kok gak
diangkat malah kamu matiin gitu
aja? sengaja atau gimana tuh?
RISYA
Nggak kemana-mana kok... ahh.. Kamu
tuh mikir nya jelek mulu sih ke
aku. aku tuh lagi mumetttt banget
sama tugas
(mimik muka kebingungan)
Mereka saling berbincang hingga pada akhirnya Risya tiba-tiba
berpamitan untuk pergi. Tama bingung dengan tingkah laku
Risya. Dan Tama hanya terdiam melihat Risya pergi dengan
perlahan.
RISYA 
Tamm.. maaf ya aku gak bisa lamalama
nihh..
TAMA
Pergi kemana lagi siiiihhh????..
baru sebentar udah pergi lagi. Aneh
banget kamu nggak biasanya kayak
gini..
RISYA
Aku mau pergi nihhh buru-buru
banget. Nanti aku kabarin kamu
yaaaaa..
Dan Risya pun pergi meninggalkan Tama dari cafe tersebut.
Risya menghubungi Tama untuk mengajak bertemu disebuah taman
siang ini.. mereka membuat janji untuk saling bertemu dan
Risya ingin meminta maaf kepada Tama
RISYA
Halo.. Lagi ngapain kamuuu?.. aku
ganggu nggak nihh?
TAMA
Haii.. gak kokk. Lagi ngerjain
tugas aja nih, kenapa, Sya?
(dengan nada datar yang
terkesan sedang kesal)
RISYA
Gak kenapa-kenapa sih.. Kita
ketemuan yuk, kangen nihh..
TAMA
Ahh nanti ditinggal lagi kayak
kemarin. Gak mau ahh
(dengan nada bercanda)
RISYA
Ihh kamu.. Nggak deh nggak.
Seriusan nih kita ketemuan, aku
tunggu jam 2 di taman biasa yaaa..
Keadaan jalan raya dengan lalu lalang kendaraan.. terlihat
disebuah taman Tama sedang terdiam menunggu Risya.
Hampir sejam Tama menunggu Risya ditaman yang sudah
dijanjikan, namun Risya tak kunjung datang... Tama sudah
meyiapkan sebuah mawar merah untuk diberikan pada Risya.
Hampir 3 jam Tama menunggu Risya di taman hingga hujan turun
membasahai seluruh tubuhnya namun Risya tetap tidak datang,
hingga akhirnya Tama memutuskan untuk meninggalkan Taman itu.
TAMA 
Harusnya gw nggak dateng kesini..
Harusnya gw nggak usah turutin apa
mau dia, kalau akhirnya kayak
gini.. Ternyata emang semuanya udah
nggak sama kayak dulu lagi...
Dan akhirnya Tama pun pergi meninggalkan Taman itu, bunga
mawar yang sudah disiapkannya ditinggalkan bergitu saja. Tama
pergi dengan perasaan kecewa.
Risya mencoba menghubungi Tama namun tak ada jawaban. Setelah
3 kali menghubungi barulah diterima oleh Tama. Dan Risya
meminta maaf kepada Tama.
RISYA
Halo.. Tam.. Tama..
TAMA
Iya. Kenapa?
RISYA
Aku..aku mau minta maaf. aku tau
kamu marah ya sama aku..
TAMA
Kemana aja kamu, Sya? Udah kesekian
kalinya kayak gini.. Kamu yang
ngajak ketemuan tapi kamu yang ngga
dateng.
RISYA
Iyaa.. Maafin aku Tam. Aku tau aku
salah..
TAMA
Aku tunggu kamu dari siang sampe
sore. Kamu tetep aja nggak dateng.
Kemana sih??
RISYA
Aku pergi,Tam.. Ada keperluan
mendadakan yang nggak bisa aku
tinggalin gitu ajaaa.. Aku mau
besok kita ketemu. Sekarang aku
janji nggak akan telat atau gak
dateng lagi. Plissss
(dengan nada yang memelas
untuk memohon agar Tama
mau menemui Risya)
TAMA
Iya.iya.. tapi aku nggak bisa kalau
sekarang-sekarang ini. Lagi banyak
tugas.
RISYA
Yaudah.. Kabarin aku aja kamu
bisanya kapan yahh.
(sambil mengakhiri
pembicaraannya di
telepon)
Arief tiba-tiba menelepon Risya untuk mengajak pergi esok
hari, padahal esok hari adalah waktu Risya untuk bertemu
dengan Tama. Hingga akhirnya Risya memutuskan untuk menemui
Arief setelah urusan nya dengan Tama selesai.
ARIEF
Sayang.. Kamu besok ada acara gak?
Kita pergi yuk.. Udah lama nih
nggak jalan lagi
RISYA
(dengan nada panik dan
terbata-bata)
Wahh? Besok? Mau kemanaaa?.. Nggak
sih aku gak tau ada acara atau
nggak. Liat besok deh ya sayang..
Keesokan harinya Risya datang ke sebuah cafe tempat ia biasa menghabiskan
waktu luangnya bersama Tama. Di tempat yang berbeda Tama yang
dalam perjalanan tiba-tiba mengalami kecelakaan, motor yang
dikendarai oleh Tama tertabrak oleh sebuah mobil yang
ternyata di kendarai oleh Arief. Risya menunggu cukup lama di
cafe tersebut hingga ia cemas.. Berjam-jam menunggu Tama tak
kunjung datang akhirnya Risya pergi dengan Arief.
RISYA (O.S.)
Tama kemana nih.. Aduh nggak
biasanya dia telat sampe di tekepon
nggak aktif gini.. Baru kali ini
aku cemas kayak gini yampun..
Dijalan Tama terlihat murung, tidak seperti biasanya.. Ia
mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Ia juga melamun
saat mengendarai motor.
TAMA (V.O.)
Tuhan.. Langkah ini terasa ringkih
untuk melangkah. Setiap langkah
kaki ini terasa berat semenjak ia
merubah suasana hati yang berwarna
menjadi redup.
Tuhan.. Cinta yang begitu besar
pada wanita itu tidak melebihi
cintaku pada-Mu. Hingga saatnya
nanti hanya cinta yang dapat
mengutarakan kegundahan hati ini.
Karena sudah telat untuk bertemu dengan Risya, Tama akhirnya
mengendarai motor sangat kencang dan ternyata dari arah
berlawanan ia ditabrak oleh sebuah mobil.
Arief datang untuk menjemput Risya. Namun Risya mengira Arief
adalah Tama
ARIEF
Haii.. Sayang.. yuk.. Kita pergi
sekarang.
RISYA
Tamaaaa.... Lama banget yampun
datengnya kamu kemana aja..
ARIEF
Tama? Siapa itu?
RISYA
(keadaan panik)
Ituu.. Temen aku kokk..
Tanpa basa-basi Arief langsung pergi meninggalkan Risya
dengan keadaan marah, Risya yang bingung langsung mengejar
Arief hingga akhirnya mereka pergi dengan keadaan saling
bertengkar di dalam mobil.
Keadaan Arief yang benar-benar sedang marah pada Risya
membuat suasana semakin keruh. Mereka berdua saling mengadu
tuduhan satu sama lain.
ARIEF
Udah deh bilang aja kalau selama
ini kamu emang sembunyiin sesuatu
dari aku
RISYA
Bukan sembunyiin sesuatu, tapi
emang kamu nggak tau aja aku udah
deket sama Tama dari sebelum aku
kenal kamu.
(Flashback) sebuah makam yang usang dengan keadaan
sekitar yang teduh.
Foto-foto Tama dengan Risya lengkap dengan boneka dan hadiah
yang pernah Tama berikan pada Risya
(Flashback)
Tama menunggu Risya berjam-jam disebuah taman dengan membawa
sebuah bunga mawar sampai hujan turun dengan deras namun
Risya tak kunjung datang dan ternyata Risya sedang pergi
dengan Arief..
Risya tidak mengangkat telepon dari Tama karena sedang fokus
chatting didunia maya dengan Arief, lelaki yang baru
dikenalnya.
Tama yang sedang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi
lalu ditabrak oleh mobil dari arah berlawanan. Terlihat plat
nomer mobil tersebut yang menabrak Tama. Dan orang yang
menabrak Tama melarikan diri.
Mereka saling tuding hingga akhirnya percekcokan itu terjadi
didalam mobil. Dalam kondisii emosi Arief mengendarai mobil
dengan ketidaksadaran. Dan akhirnya dari arah berlawanan
mereka menabrak pembatas jalan karena kecerobohan Arief saat
mengendarai mobil.
hingga akhirnya Risya danArief pun mengalami kecelakaan yang mengakibatkan Arief meninggal dan Risya lumpuh total.. beberapa hari setelahnya Risya mengetahui bahwa Tama juga mengalami kecelakaan hebat yang mengakibatkan Tama meninggal dunia. Risya sangat terpukul dan merasa bersalah atas kematian Tama..

Selasa, 19 Februari 2013

Nothing

Hari ini.... nggak ngerti harus seneng atau gimana.. Ya Allah. ini perasaan aneh. saya jahat. Ya Allah, sangat teramat jahat bila saa harus bersembunyi dibalik ratusan perasaan yang saya bohongi. perasaan menyukai walau tak memiliki..
Hari ini....aduh........ sekedar kata "aduh" yang mungkin bisa mewakilkan kenangan hari ini. ya.. Dia. ini perasaan jahat ya saya pendam untuk dia, tanpa dia ketahui bahwa saya selalu melihat dia (walaupun dari kejauhan). memperhatikan seluruh gerak gerik dan tingkah lakunya.. bahkan sekedar tersenyum saat melihat dia, itulah keadaan bodoh yang selalu saya alami. bukan hanya hari ini.. hari kemarin.. lusa kemarin.. entah sejak kapan saya berbohong pada perasaan saya. dan entah sampai kapan saya harus bersembunyi dibalik senyuman saya ini. mungkin bisa dibilang "senyuman" bukan senyuman.......... :)(
Ya Allah.. ini perasaan aneh. perasaan yang merasakan ingin memiliki walaupun saya tau saya tidak akan pernah dapat memiliki (dia). perasaan ingin mencintai walau tak dicintai. perasaan ingin mempunyai walau tak dipunyai&walaupun (dia) sudah dipunyai orang lain.
dan sekarang? saya bisa apa? terdiam? terpaku? tetap ditempat ini atau mungkin berlari menghindari perasaan jahat ini. saya tau dia bukan milik saya.. namun saya tetap berambisi untuk memiliki dia. walaupun dia sudah dimiliki orang lain.
Apakah ini salah?
Apa aku berdosa dengan perasaan ini?
Apa neraka yang akan ku datangi hanya karena aku berbohong dengan diriku sendiri?
Apa harus aku berlari untuk menghilang jauh dari senyuman mu?
Apakah aku harus tetap bersembunyi ditengah gelapnya hatimu?
Atau mungkin... Apa aku harus bergegas menghindar untuk dapat membuang sketsa wajahmu didalam pikiranku?...

Senin, 18 Februari 2013

True.


I won't talk
I won't breathe
I won't move till you finally see
That you belong with me

You might think I don't look
But deep inside
In the corner of my mind
I'm attached to you
I'm weak
It's true
Cause I'm afraid to know the answer
Do you want me too?
Cause my heart keeps falling faster

I've waited all my life
To cross this line
To the only thing that's true
So I will not hide
It's time to try
Anything to be with you
All my life I've waited
This is true

You don't know what you do
Everytime you walk into the room
I'm afraid to move
I'm weak
It's true
I'm just scared to know the ending
Do you see me too?
Do you even know you met me?

I've waited all my life to cross this line
To the only thing that's true
So I will not hide
It's time to try anything to be with you
All my life I've waited

This is true

I know when I go ill be on my way to you
The way that's true

I've waited all my life to cross this line
To the only thing that's true
So I will not hide
It's time to try anything to be with you
All my life I've waited

This is true

Hei.

Hei.. telah lama aku memandangimu..
Hei.. telah lama aku memperhatikanmu..
Hei.. mungkin hampir ratusan hari yang telah ku lalui untuk mendambakanmu..
Hei.. aku melihatmu.. memandangimu.. memperhatikanmu.. bahkan.. merindukanmu..
Hei.. kamu..iya kamu. selalu kamu yang hadir dalam sela-sela mimpi indahku..
Hei.. kamu.. selalu dan selalu kamu yang ada dalam setiap hela nafasku..
Hei.. iya.. kamu. selalu,selalu dan selalu kamu yang ku sebut dalam potongan doa ku.
Hampir seratus hari aku terdiam disudut penantian.. menantikan kamu yang tak kunjung datang..
Mungkin bukan tak kunjung datang. mungkin memang tak akan pernah datang.
Hingga saatnya nanti.. mungkin hanya dari kejauhan aku melihatmu dan hanya dari kejauhan aku.. Mencintaimu.

Loker.


Pagi sendu, mendung.. bagai awan tak ingin menunjukan dirinya pada matahari, memperlambat langkah Rafsya, seorang mahasiswi di salah satu universitas terkemuka di kota Jakarta, gadis yang sedang merantau dan jauh dari keluarganya ini sangat berambisi menjadi seorang penulis. Walaupun kedua orang tua nya tidak pernah mendukung mimpi gadis ini, namun itu semua tidak pernah menghentikan langkah kakinya untuk mencapai semua keinginannya. Pagi ini masih seperti biasa.. hanya secangkir kopi hangat dan suara burung yang menemani hari-hari Rafsya. Gadis ini dikenal sebagai gadis mandiri, saking mandiri nya.. ia kadang dijuluki “Gadis Anti Sosial”, tidak pernah aktif dalam organisasi apapun dan seorang gadis yang susah berbaur dengan lingkungan sekitarnya, seorang gadis yang tidak bisa cepat memposisikan dirinya dalam lingkungannya sebagai mahasiswi. Namun Rafsya dikenal sebagai mahasiswi terbaik tahun ini.. pantas saja Rafsya dikenal sebagai mahasiswa yang pandai, IPK ia tahun ini menjadi sorotan para mahasiswa lainnya, mendapatkan 3.99 adalah salah satu mimpi para mahasiswa lainnya dan Rafsa lah yang berhasil mendapatkan itu..
“Hei.. Kamu Rafsya ya?”.. seketika terdengar alunan suara dari lorong kelas sebelah, Rafsya yang dikenal gadis jutek itu tidak menanggapi suara tersebut, ia tetap fokus dengan novelnya dan setumpuk buku yang digenggamnya.. “Hei.. Halo.. Kamu Rafsya, kan?” lagi-lagi suara itu terdengar, bahkan sekarang suara itu lebih jelas ditelinga Rafysa. “Hmm.. Hai.. iya aku Rafsya, maaf kamu siapa ya?” Ucap Rafsya dengan suara sinis sambil kembali fokus ke buku yang sedang dibacanya. “Aku.. Aku Bara. Salam kenal ya..”. ternyata suara yang menyapa Rafsya berasal dasri suara Bara, siapa yang tidak kenal Bara.. asisten dosen yang satu ini dikenal sebagai mahasiswa yang berkarisma, paras wajahnya yang manis selalu membuat para mahasiswi lainnya tergila-gilan padanya.. “oh.. iya sama-sama”. Kata Rafsya tanpa menoleh ke arah Bara.. “selamat juga deh IPK kamu paling tinggi tahun ini.” Kata Bara sambil mengulurkan tangannya ke tangan Rafsya. Tanpa basa-basi Rafsya mendekatkan kedua tangannya tanpa menjabat tangan Bara “Terimakasih banyak ya..” dengan tergesa-gesa Rafsya pergi meninggalkan Bara. Rafsya juga dikenal sebagai mahasiswi yang sangat taat dengan agama. Oleh karena itu Rafsya tidak menoleh dan melihat kehadapan Bara dan Rafsya juga tidak menjabat tangan Bara.
Siang hari nya di kantin, Bara yang diam-diam sering memperhatikan Rafsya mencoba menghampiri Rafsya yang sedang asyik dengan semangkuk bakso yang dimakannya.. sadar sedang diperhatikan oleh seseorang akhirnya Rafsya bergegas perfgi dari kantin. Bara merasa sangat bingung dengan tingkah laku Rafsya, satu hal yang Bara tidak tahu dari Rafsya adalah Rafsya tidak pernah mau dekat dengan lelaki selain dengan keluarganya. Bara tetap mengikuti jejak langkah Rafsya yang sedang menyusuri lorong demi lorong koridor kampus.. kecantikan hati Rafsya lah yang telah berhasil memikat hati Bara. Jangan bertanya tentang paras cantiknya, kesantunan akhlaknya, dan ibadahnya. Namun dengan kecantikan hati Rafsya lah Bara menjadi jatuh hati padanya. Satu demi satu semua kelakuan Rafsya selalu diperhatikan oleh Bara, hampir setiap pagi Bara meletakan setangkai mawar putih di loker tempat Rafsya menaruh barang-barangnya. Tanpa di kertahui Rafsya tentunya..
“Terus kejar mimpimu, sang penulis berhati malaikat. Dari aku yang mengagumimu”.. potongan kata yang ditemukan dalam lilitan setangkai mawar putih pagi ini yang dibaca oleh Rafysa. Rafsya memang sangat menyukai mawar putih, karena mawar putih dapat melambangkan kesucian, banyak tanda tanya yang terlontar dalam pikiran Rafsya.. “bunga dari siapa ya? Kenapa setiap pagi selalu ada mawar putih dengan kata-kata puitis seperti ini?”. Dari kejauhan Bara tersenyum manis melihat Rafsya yang sedang menghirup harum bunga mawar putih darinya. Bara selalu menyempatkan diri setiap paginya untuk membeli mawar putih dan diberikannya pada Rafsya. Namun Rafsya tidak pernah mengetahui tentang itu dan Bara pun tidak mau Rafsa tahu bahwa dirinyalah yang memberikan mawar putih setiap pagi di loker Rafsya.
Hari berganti hari, detak jam pun selalu berputar seiring berjalannya waktu, Rafsya tetap fokus dengan dunia menulisnya dan Bara juga tetap fokus dengan serentetan praktikum kedokterannya. Maklum saja, memasuki semester akhir kedua mahasiswa ini sibuk dengan skripsi yang mereka kerjakan. Namun itu semua tidak menghentikan kebiasaan Bara yang selalu meletakan mawar putih di loker Rafsya.. “siapapun yang memberikan ini, aku mau bilang terimakasih.. pasti orang yang memberikan ini hatinya secu sesuci mawar putih ini..” kata Rafsya sambil mengcium dan menghirup aroma mawar putih itu..
Hari berikutnya.. sengaja Rafsya melangkahkan kakinya lebih pagi dari biasanya, sengaja ia ingin mencari tahu tentang siapakah orang yang meletakan mawar putih di lokernya. Pukul 06.00 Rafsya sudah berada di kampus, tidak seperti biasanya.. Rafsya yang biasanya datang ke kampus saat mata kuliah berlangsung kini berada pagi-pagi buta hanya untuk menyelidiki seorang pengagum rahasianya yang selalu memberikan mawar putih, di waktu yang bersamaan Bara hari itu tidak meletakan mawar putih di loker tempat biasanya ia memberikan aroma indah mawar putih untuk Rafsya, gadis pujaannya.. Bara hari itu tidak datang ke kampus dikarenakan sedang sibuk menyelesaikan skripsi akhirnya...
Hampir sejam Rafsya duduk di pojok bangku taman dengan memasang wajah harap-harap cemas. Matanya mengelilingi seluk beluk lorong-lorong kampus dengan berharapan dapat mengetahui siapa orang yang selalu meletakan mawar putih beserta puisi-puisi indah di loker nya.. waktu terus berjalan.. tanpa dirasa sudah dua jam ia duduk ditempat yang sama, dengan pandangan yang sama, dan posisi duduk yang sesekali berpindah tempat, namun sayang.. orang yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang, ia merasa sedikit kecewa karena tidak dapat mencari informasi tentang pengagum rahasianya.. dan ia pun memutuskan untuk beranjak dari bangku taman itu dengan seribu tanda tanya didalam hatinya.. “Ergggghhh.. kenapa gak keliatan sih orang itu? Tambah penasaran aja nihhhh!!!!!!”........
Seminggu berlalu, tanpa ada mawar putih dan sepucuk puisi di lokernya. Hati Rafsya makin bertanya-tanya dan ribuan tanda tanya mulai menghampiri malam-malam gadis ini. Entah dimana Bara saat itu, saat dimana Rafsya benar-benar menyimpan banyak tanya tentang si pengagum rahasianya. Dalam doa selalu ada potongan kalimat yang rutin diucapkan disela-sela doa nya.. “Ya Allah.. siapapun orang itu, pertemukan ku dengan dia. Andai aku bisa mengetahui siapa orang itu..” Rafsya memang gadis yang tidak pernah akrab dengan dunia cinta. Hari-hari nya dihabiskan dengan bertumpuk-tumpuk buku dan berlembar-lembar kertas mata kuliahnya. Dan memang Rafsya mempunyai tekad. “Sebelum toga sudah aku kenakan, aku tidak akan mau tahu apa itu cinta”..
Malam hari nya, saat Rafsya sedang teliti menyelesaikan tugas mata kuliah nya tiba-tiba ada suara yang memanggil ia dari arah depan rumahnya.. “Rafsya.. Rafsyaaaa...” seketika suara itu menghentikan goresan pena yang sedang dipegang oleh Rafsya, namun Rafsya tidak memperdulikan nya. dan dengan serius ia tetap pada pekerjaannya yang bertumpuk itu.. sampai akhirnya, Ibu Rafsya mengetuk pintu kamar Rafsya. “Sya.. ada tamu tuh. Nyariin kamu tuh dia”. Dengan langkah yang tetap ditemani oleh buku Rafsya pun bergegas membuka pintu kamar, “siapa,Bu? Malam-malam gini bertamu gak sopan banget sih..”. dengan sinis omongan itu terlontar dari bibir tipis Rafsya. “Hei.. apa kabar?..” suara itu.. suara yang selalu menggangu di telinga Rafsya, Bara.. ternyata Bara yang malam-malam berkunjung ke rumah Rafsya. “ngapain kamu kesini? Gak pernah di ajarin tata krama bertamu ya? Ini sudah malam..” ketus Rafsya. Mendengar itu Bara langsung merasakan miris. Entah apa yang dipikirkan oleh Rafsya, niat baik Bara ternyata disambut dengan kesinisan..
“Aduh.. omongan aku salah gak ya tadi itu, jadi ngerasa gak enak sama dia. Erghh.. biarin deh. Abisnya dia nyebelin..” celetuk Rafsya sambil menutup pintu kamarnya dan mematikan lampu disamping tempat tidurnya. Ditempat yang berlainan Bara pulang dengan membawa sebuah penyesalan. “Ampun deh.. dari sekian banyak cewek yang pernah gw deketin baru kali ini ada cewek yang galaknya ngelebihin macan. Gimana mau deket.. denger suara gw aja dia udah males”.. ucap Bara sambil mengacak-acak rambut.
Waktu terus berlalu, ribuan hari dilewati Bara dan Risya dengan kesendirian. Risya tetap tidak mengetahui siapa penggemar rahasia nya yang selalu rutin memberikan ribuan kejutan untuknya. Hingga akhirnya.. sesuatu kejadian membuat rahasia itu terbongkar. Pagi hari saat Bara menaruh setangkai mawah putih dan puisi di loker Risya. Risya datang....... sekejap keadaan menjadi hening. “Heh!!! Ternyata... ternyata lo yang setiap hari ngasih gw mawar putih? Ternyata tulisan tangan lo yang bikin gw penasaran selama ini???” tuduh Risya. Dengan tampang bingung.. Bara pun menjawab.. “ehmm.. heeehehe... iya.. iya gw yang naruh itu semua, gw yang kasih lo bunga mawar putih.. iya.. iya tulisan tangan gw yang ada di lembaran-lembara kertas puisi itu”............................................ Risya bingung.. keadaan canggung. Dan mereka saling bertatapan....

Kamis, 07 Februari 2013

Semu.

Entah apa lagi yang harus aku tulis.. entah apa lagi yang harus aku ceritakan.. dan entah.. entah.. entah apa lagi yang dapat mendeskripsikan tentang dia.. God.. i like him. aku menyukai senyumnya.. matanya.. hidungnya.. tingkahnya.. dan aku menyukai hatinya.. Tuhan.. apa ini yang rasanya mengagumi? apa ini yang dinamakan menyukai? atau apakah ini yang namanya mencintai? walau aku tau.. aku tau dia bukan untukku, dia bukan dan tidak memilihku. aku tau dan aku sadar itu. aku tau aku tak berarti apapun dimata dia, aku hanya seorang bayangan yang mengikutin kemanapun dia pergi, tanpa aku bisa menyentuhnya dan berbicara pada nya..
Andai saja.. andai aku bisa membaca isi hatinya, mendengar jerit suara hatinya.. aku hanya ingin mengetahui siapa gadis yang berutung yang selalu ada di hatinya?.. andai aku bisa membaca isi fikirannya tanpa harus mencari tau semua tentang dia disetiap orang banyak.. ingin sekali aku mengetahui siapa gadis yang selama ini terkunci didalam fikirannya..
Tuhan.. bila dia untukku.. dekatkan kepadaku, Ya Tuhan.. dan andai dia bukan orang yang baik untukku.. jauhkan aku dengannya, buang semua rasa ini yang telah ku simpan selama ini untuknya. lenyapkan dia dari fikiranku, Ya Tuhan.. hapus dia dari setiap mimpi indah dalam malamku saat ku terjaga. andai.. kelak suatu saat nanti dia bukan untukku. ikhlaskan hatiku,Ya Tuhan.. karena aku tau, ada ataupun tidak adanya aku disisinya, aku hanya akan menjadi seorang bayang-bayang semu untuknya. sekarang.. esok.. lusa.. bahkan selamanya..

Sorot Pelangi

Pagi yang seperti biasa, murid-murid melangkahkan kaki nya dengan senyuman lebar dipipi nya. Termasuk Rio, kapten basket sekolah yang banyak digandrungi oleh para wanita ini seperti biasa mengawali rutinitas nya bersama Ara, sahabat karib nya yang di kenal sejak ia duduk dibangku sekolah dasar. Rio dan Ara selalu melakukan hal bersama-sama, layaknya seorang kakak dengan adik nya mereka pun selalu berusaha untuk membuat sebuah semangat setiap hari nya dengan bersama-sama.
Rio yang dikenal sebagai kapten basket sekolah ini adalah salah satu dari sekian banyak orang yang selalu menebarkan senyuman untuk semua orang, seperti pelangi.. sinar mata Rio mampu memancarkan aura positive bagi orang-orang yang melihat nya. Seorang siswa berprestasi ini mampu memikat semua wanita yang ada di sekolah. Tapi sayang, sejak dulu Rio tidak pernah mengerti apa itu “mencintai dan dicintai”. Sangat bertolak belakang dengan Ara, hampir semua wanita pernah menjadi tambatan hatinya. Tidak jauh beda dengan Rio.. paras wajah Ara juga mampu membuat wanita jatuh hati pada nya.
Hari-hari mereka penuh canda dan tawa, selalu ada lelucon dalam persahabatan mereka. Sampai akhirnya mereka bertemu dengan Shilla.. gadis cantik dan baik hati ini datang di kehidupan mereka. Seakan mengubah hidup Rio, semenjak mengenal Shilla diam-diam Rio menyimpan rasa pada Shilla. Hanya Ara yang tahu semua cerita Rio tentang Shilla.
“Kapan nih lo mulai deketin Shilla? Hati-hati, sob! Keburu di gebet orang”.. celetuk Ara saat bel istirahat berbunyi. Jawab Rio dengan santai.. “ah! Lo kayak baru kenal gue sehari aja.. minder gue bos deketin cewek cantik kayak Shilla. lo tau sendiri gimana penyakit gue sekarang”. perdebatan mulai panas saat mereka membicarakan wanita ini, satu-satu nya wanita yang bisa membuat jantung Rio seakan berhenti berdetak saat dua mata mereka saling bertatapan.. “kapan lagi?!!! Ayolah tunjukin dan kejar cinta lo itu. Gue yakin lo bisa!”.
Waktu terus berputar, kalimat Ara selalu menjadi hantu dalam ingatan Rio..sebenarnya bukan karena alasan itu yang membuat Rio merasa tidak pantas untuk Shilla. faktor keluarga yang menjadi salah satu alasan kuat Rio, kurang lebih sudah dua tahun Ibu Rio menjadi single parent. Semenjak itu Rio berjanji hanya ingin membahagiakan wanita tercantik nya itu, yang menurutnyaadalah Ibu nya.
Alasan lain yang membuat Rio takut adalah Glioma, katagori besar kanker tumor premier yang berasal dari sel-sel glia. Jenis kanker yang dimulai dari otak atau tulang belakang. Rio adalah salah satu penderita kanker tulang belakang yang mungkin mempunyai presentase untuk dapat bertahan hidup hanyalah 50%. Walau awalnya merasa bahwa kanker tersebut adalah sebuah tamparan hebat yang membuat hidupnya sama sekali tidak memiliki arti lagi, Rio secara perlahan memulai mencoba untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan ketegaran dan besenang-senang dengan sahabatnya, Ara. Juga wanita yang di cintainya Shilla.
Ara selalu memotivasi dan meyakinkan Rio bahwa ia layak untuk mendapatkan cinta Shilla. singkat cerita cahaya kehidupan Rio mulai hadir kembali, Shilla yang selama ini didambakan nya sudah menjadi kekasih nya. berkat Ara yang selalu meyakinkannya. “Tuh.. gue bilang juga apa! Lo tuh selalu deh jangan suka putus asa sebelum mencoba. Terbukti kan sekarang Shilla bisa lo dapetin!”. Ujar Ara sambil merangkul pundak sahabatnya itu. “Sekarang gue percaya kalau selama berusaha gue pasti bisa dapetin apa yang gue mau. Makasih banget nih,Sob! Gue coba buat nikmatin hidup gue ini.” Tegas Rio dengan penuh semangat.
Seminggu kemudian Rio datang menemui dokter yang rutin ditemui nya setiap minggu untuk mengetahui bagaimana perkembangan Glioma di tubuh Rio, seakan tersambar petir saat Rio mendengar diagnosa tentang penyakitnya yang diutarakan oleh dokter.. “sel kanker di tulang belakang kamu makin menebar, harapan hidup penderita glioma mungkin hanya 46,33 bulan dengan rentang waktu 38-55 bulan” ucap dokter.. semua hening, waktu terasa berhenti saat vonis itu di jatuhkan pada Rio. Tapi Rio tidak berhenti disitu saja. Ia lebih menikmati hidup nya mulai hari itu dengan Ara sahabat karib nya dan Shilla wanita yang di cintainya.
Kehadiran kanker dalam hidup Rio telah membuat hubungan antara dirinya dengan kekasihnya, Shilla dan Ibumya menjadi begitu terguncang. Di sisi lain penyakit kanker tersebut kemudian membawa Rio untuk mengenal beberapa karakter baru dalam kehidupannya yang mampu membuatnya lebih merasa bahagia atas kehidupan yang telah dijalaninya selama ini.
“Promnight tinggal nunggu hari nih, kita jadi dateng bertiga Ara,kan?” tanya Shilla pada Rio. “jadi dong.. kita bertiga nanti bareng-bareng ya kesana.” Ujar Rio dengan semangatnya.
Malam itu pun datang, semua anak terlihat bahagia saat promnight. Malam ini bisa di sebut sebagai malam perpisahan karena seminggu lagi mereka akan mengadakan hari perpisahan dan kelulusan. Rio lulus dengan nilai yang memuaskan, peringkat pertama dapat diraih nya dalam Ujian Nasional tahun ini. Begitupun dengan Ara.. walaupun tidak sama dengan peringkat Rio, namun Ara mendapatkan universitas yang ia idamkan sejak dulu. Tidak ketinggalan denga Shilla, wanita yang di cintai Rio ini benar-benar lulus dengan hasil memuaskan juga di terima di salah satu universitas kedokteran.
“Hai semuanya..... gue mau ngomong sesuatu nih..”. tiba-tiba terdengar suara Rio yang berbicara di tengah kerumunan teman-temannya.. “gue itu sebenernya mengidap Glioma,lhoooo.. kanker tulang belakang dan udah akut banget.. hahahahaha” Rio mengutarakan kaliamat itu dengan nada lelucon dan tertawanya yang cukup keras. Dari sisi lain ada Ara yang menarik Rio dan berkata, “hahahaha lo semua kayak gak tau Rio aja, dia kan biasanya suka bercanda.”
...... Semua hening, antara percaya atau tidak namun semua teman-teman Rio sekejap merasakan khawatir, tidak lain adalah Shilla.. tersentak menangis saat mendengar kalimat Rio tadi. “Gila lo,Yo! Ngomong apasih lo barusan? Mau buat perhatian baru di sekolah?” Tanya Ara dengan sinis. Dan dengan lantang nya Rio menjawab, “gue Cuma bercanda kali, dan seenggak nya biar mereka nanti gak tanda tanya waktu ngeliat gue udah meninggal”. “heh ngomong apa sih lo?!!!” Tegas Ara.
Hari yang di tunggu-tunggu datang. Kelulusan itu sudah didepan mata. Semua siswa antusias dengan hari ini, entah apa yang istimewa hari ini.. tapi tetap saja bagi Rio hari ini masih seperti hari biasanya, tanpa ada yang istimewa kecuali hadir nya Shilla yang ada di sampingnya. Hari yang aneh.. tidak biasa-biasanya Rio memeluk Shilla dengan erat, “Shilla.. kamu harus jadi dokter. Kelak suatu saat nanti mungkin Cuma kamu satu-satu na dokter yang bisa sembuhin penyakit aku”. Kata-kata Rio yang membuat Shilla bertanda tanya.
Mala petaka itu datang, saat semua siswa bahagia mendapatkan kelulusan. Namun tidak untuk Rio.......... “Yo......bangun!!! Rio kenapaa?!!!!”. Suara teriakan itu datang dari belakang panggung. Ternyata Rio sudah terbaring di lantai, dengan darah yang menyelimuti hidung hingga setengah wajah Rio. Semua panik.. haru biru pun terasa di hari perpisahan ini. Semua darah penuh di setengah wajah Rio, bahkan mata itu.. mata yang mempunyai sorot seperti pelangi seakan redup, habis, dan mati tenggelam merah nya darah itu. Hari perpisahan yang mungkin tidak hanya untuk para siswa. Namun juga untuk Rio......

Dream..

Dream. Mimpi. semua orang pasti memiliki mimpi.. entah apa mimpi itu, tapi yang jelas mungkin dengan semua mimpi itulah yang membuat motivasi dalam diri sendiri. khusunya saya, Syahrima. hidup&besar dikalangan para pemimpi. Beginilah saya, dengan ratusan mimpi bahkan ribuan atau miliyaran mimpi diangan saya. mungkin memang bagi saya didunia ini tidak selayak di dunia mimpi, tapi apa salahnya untuk bermimpi? saat angan akan menjadi nyata, saat itulah ribuan mimpi berlarian di angan saya. terlalu banyak halangan untuk mimpi saya.. bukan karena halangan dari apapun, melainkan aturan. Iya. Memang ini dunia yang penuh dengan aturan.. Tapi maaf, maaf beribu-ribu maaf. Saya benci&saya tidak suka diatur. Maaf, Saya penentang.Beginilah hidup. Saat dimana orang yang benar disalahkan&yang salah dibenarkan. terlalu banyak aturan aneh akhir-akhir ini. tapi itu semua tidak akan menganggu mimpi saya.
Penulis.. semenjak duduk di bangku sekolah dasar itulah salah satunya mimpi saya setelah mimpi yang ingin menjadi Dokter. ya... Penulis itu salah satu profesi yang menurut saya menyenangkan. saat keadaan bahagia, bahkan keadaan menyedihkan saat itulah penulis mulai mengeluarkan imajinasi nya. otak kanan saya mungkin lebih banyak menyerap kata-kata dibanding mengingat kiejadian apapun. dan itulah alasan saya ingin menjadi seorang Penulis. terlebih profesi saya yang menjadi seorang Script Writer di ekskul saya lah yang dapat membuat saya lebih termotivasi.. God.. please make dream come true. yeah!

Welcome to my kingdom!

Hai.. akhirnya!!!!!!! setelah sekian lama gue nggak "ngeblog" lagi, sekarang udah come back. hihi.. dan comeback nya gue ini membawa segudang suasana baru lhoooo.. banyak yang udah berubah disini, dari kehidupan gue.. keinginan gue.. masa depan gue.. dan tentu nya orang-orang yang beda juga sekarang udah banyak di kehidupan gue. yang disini kayaknya nggak perlu gue ceritain kali ya&emang juga nggak penting juga.:').. but.. i miss you! i miss the old you.. eh salah deng, maksud nya itu "i miss us" "i miss the old us" yap! US!!! gue kangen..kangen banget sama kalian semua yang "dulu" pernah ikut andil dlm kehidupan gue. yang sekarang udah jauh dari gue, yang sekarang udah enjoy sama dunia baru nya yang pasti tanpa gue. whoppp without me ya:')
Apa kabar kalian? apa kabar woi yang baca postingan ini? apa kabar lo? kemana aja lo baru nongol lagi? haha.. kangen lhoo sama kalian semua. mungkin tanpa kalian sadari sekarang kita udah jauh ya, udah beda.. udah nggak sejalan.. gue mau ini kalian mau itu.. whtevr. gue tetep disamping kalian kok. ada ataupun nggak ada yang gue, gue yakin suatu saat kalian semua pasti kangen sama apa yang dulu pernah kita lakuin sama-sama!:")
btw.. mulai kali ini semoga aja gue nggak lupa passwrd lagi ya!!! AMIN!.. entah berapa banyak blogger yang udah gue buat&semua hasil nya sama. LUPA PASSW-___- mulai dari blog inilah gue mulai semua buku diary gue.. gua tulis semua apa yang gue kerjain selama ini. maaf banget maaaafff banget kalau misalnya nanti di tulisan gue ini ada kata yang kalian nggak suka. maaf ya:')
finally... welcome to my blog! my kingdom! enjoy us! Xoxo

Sarbo'ah Rabiatul!♥

Ini berawal dari mulai masuknya gue ke kelas XI. tepatnya XI-IPA2.. berawal dari iseng nya si Ella yang ngebajak bbm gue dengan DN "Sarbo'ah Rabiatul" & semua anak cewek DN nya jadi kompakan sama kayak gitu. hoho.. sampe skrg gue masih nggak ngerti nama Sarbo'ah Rabiatul itu namanya siapa&dia itu sebenernya anak siapa?-_- ya... intinya mereka semua yang buat gue jadi semangat sekolah khususnya ke kelas. nggak ngerti gimana kalau nggak ketemu mereka ini deh. whoaaa.. galau klimaks kali tiap hari-_-

----> Arin.. temen gue dari kelas X nih, dari di X7 sampe sekarang di XIIPA2 masih bareng2 lagi hoho. anak yang blak2an abis, moody-an&gila nya udah akut. ini dia yang bikin rame Sarbo'ah kalau dia udah ketawa..... susah berhentinya :'(-_-♥({})



----> Atika.. NAH!!! ini nih... 4S gue.. Sahabat Senasib Sebangsa&Setanah air.. cewek ribet yang tampang nya bikin ngakak ini biasa gue panggil "Ber". anak cewek yang kerjaannya setiap pelajaran izin ke toilet tapi asli nya ke kantin-_- gak ngerti kenapa nasib gue sama dia ini rada-rada mirip gimanaaa gitu-_- cewek yang kalau gue bawa bekel pasti orang pertama yang nyamperin gue.. & dia ini hobby banget "kolip"... hoho♥({}):*

---->Rizka.. kalau dia, hahahahahha ketawa nya itu yang lucu. kalau misalnya ada yang ngelucu kadang dia ini ketawa paling akhir....-_- Rizka ini suka banget kalau udah gue pijitin kepalanya. sampe dia bilang "nanti malem ke rumah gue ya rim"...-_- cewek berkerudung yang masih kayak anak kecil banget. lucu banget ini juga salah satu orang yang bikin gue semangat sekolah♥({}):*


----> Ella... Laeeeeeeeeeeee!! kalau dikelas biasa gue panggil "Lae" enak aja gitu nyebutnya hoho. ini sebangsa galau gue kadang-kadang, duduk dipojokan sambil denger lagu gaslaw... whoppppp!! lopyubgt sama Laeeee!! cewek yang sering gue pangku kalau lagi dikelas hehe♥({}):*


----->Indah.. gue kenal dia waktu itu pas lagi latihan padus... huahahaha sempet kenalan gitu eh ternyata sekarang satu kelas hehe.. Indah ini kalau kemana-mana sering sama gue, sering izin ke toilet bareng gue wkwk. sebangsa bgt deh kalau udah teriak2an sama dia ini kuping rasanya mau pecah...-_- wkwk. Indah ini kalau ada ulangan pasti udah bookingan gue nih biar duduknya deket dia hoho. lopyu♥({}):*





----> Icut..... ini dia care banget sama gue, kalau gue sakit dikit aja dia yang ngingetin gue buat nggak lupa makan&minum obat. kalau ada apa2 gue sering cerita sama dia. huhuhuhuhu lopyuuuuuu({}):*♥





----> Anggun.. temen 1smp gue nih!!! hhoho.. soulmate nya Ict, yang kalau kemana-mana berdua terus sama Icut.. kalau dikelas kadang-kadang dia panggil gue dgn sebutan "Mami Rimeh". whoppppp.. lopyuuu({})♥







Whoaaaaaa!! mereka semua yang buat gue bisa ketawa lagi dikelas walaupun keadaan kelas yang sunyi sepi dan senyap, sama mereka gue bisa ketawa lepas dikelas. lopyubgtdeh. hoho♥ Sarbo'ah({})
Syahrima. Diberdayakan oleh Blogger.
 

My Online Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea