Kamis, 24 Oktober 2013

Rasa

Diposting oleh Syahrima di 23.32 0 komentar
Karena cinta menghadirkan rasa
Kicauan burung seakan membuatku menari, walau ku tahu hariini semua telah berbeda. Orang yang selalu menjadi alasan ku untuk tersenyum kini telah menghilang dari warna-warni kehidupanku. Aku layaknya seekor burung yang terpisah diantara ribuan burung lainnya, mencoba bertahan dalam ketidakpahaman dunia yang fana ini. Seakan tak bernyawa, aku memulai hidup ku tanpa kehangatan pelukan nya, senyumannya, dan tanpa suara nya yang selalu membuatku tersenyum saat aku tak menginginkan tersenyum sekalipun. Ternyata rasa adalah suatu hal yang membuatku seolah-oleh menjadi rintik hujan diantara matahari, membuatku seperti setangkai mawar yang mulai layu dan menghitam, menjadikan hatiku hancur hingga berkeping-keping tanpa penjelasan..
Hari pertama ku lalui tanpa semangat yang berarti, langkah kaki kecil ku pun seakan tak mampu lagi untuk berpijak. Langkah demi langkah ku jalani tanpa senyuman, walau mentari mengajak ku untuk menari namun aku tetap dengan paras wajah ku yang tak bertuan, oh Tuhan.. apa ini rasanya kehilangan?. “Ra.. Rara!!” suara itu terdengar jelas ditelinga ku, namun aku acuhkan. Aku benci suara itu. “Rara! Masih mau menghindar dari aku?” suara yang ku benci itu kian mendekat hingga aku merasakan sentuhan lembut tangannya menyentuh ku, aku berusaha untuk tidak melihatnya. Bahkan sekedar menoleh kehadapannya pun aku segan. “Maaf, aku tak bermaksud untuk menghindar. Aku butuh waktu untuk sendiri, mengertilah!” langkah ku semakin cepat meninggalkan dia dan menjauh darinya. sungguh teramat sungguh, aku tak mampu melihatnya dihadapanku begitu sesak dada ini melihatnya. Tanpa ku perdulikan lagi, aku pun membiarkan kaki ku mengajak untuk menjauhi nya walau ku tahu, keputusan yang telah ku ambil ini membuat dia kecewa, tapi.. sudahlah, aku yakin ini yang terbaik.  Hari demi hari semakin tak bergairah, aku mulai merasakan kejenuhan yang teramat mendalam dengan keadaan seperti ini, bagaimana tidak?.. Hari demi hari seakan begitu cepat, tanpa ku lalui lagi bersama orang itu. Walaupun ku tahu aku yang telah memutuskan untuk tak bersama nya lagi, namun kini aku menyadari bahwa aku merindukannya. Aku merindukan hadirnya, senyumnya, tawanya, candanya bahkan tangisan manja nya saat bersama ku dulu.
Malam menjadi lebih dingin semenjak hari itu, cuaca siang bahkan lebih panas dari biasanya, dan pagi semakin sunyi tanpa kicauan burung yang menemani. Ku hirup aroma kopi di cangkir merah jambu ku ini, diantara rintik hujan malam ini aku semakin merindukannya. Tiba-tiba handphone ku bergetar, ku lirik handphone ku dan ku dapati nama itu yang menghiasi layar handphone mungil berawarna merah ini. “Rara, aku merindukanmu.. aku butuh kamu disini, apa kamu juga merasakan apa yang ku rasakan? Bales dong, Ra. Sisihin waktu kamu sebentar buat bales sms aku ini. Aku sayang kamu.” Ingin sekali aku membalasnya, namun apa daya tangan tak sampai.. aku masih membisu membaca nya, “Aku juga merindukanmu, aku mencintaimu lebih dari yang kamu tau, Dam...” aku hanya mampu membalas pesan singkat nya dalam hati, berharap dia mampu mendengar apa yang ku ucapkan tadi. Tekad ku masih kuat, aku akan terus menjaga jarak dengan orang ini mungkin perlahan aku akan pergi dari kehidupannya. Puluhan pesan singkat datang dari nya tanpa satu balasan pun yang aku berikan, entahlah.. mungkin dia lebih kerasa dari batu karang hingga apapun yang ku lakukan padanya, dia tetap tak menghiraukannya dan tetap mencoba mendekatiku. Aku yakin dia masih menjadi salah satu orang yang dapat ku perjuangkan, tapi di balik itu semua aku masih menyimpan banyak rasa kecewa yang teramat mendalam padanya, aku ingin menghapusnya namun tetap tak bisa. Semua usaha yang dia tunjukan padaku tetap tak akan merubah keputusanku, aku menjahui nya.

“Apapun itu, setiap rasa yang menyakitkan, tak akan mampu membuat rasa yang menyenangkan seperti dulu..”

Jumat, 27 September 2013

Review Novel "My Beautiful Sunrise"

Diposting oleh Syahrima di 17.26 0 komentar
Judul           : My Beautiful Sunrise
Penulis        :Kyria
Genre         : Adult romance
Penyunting  : Laurensia Nita
Perancang sampul : Citra Yoona
Pemeriksa aksara : Septi Ws. & Pritameani
Penata Aksara : BASBAK_Binagkit
Penerbit       : Bentang Pustaka, PustakaPopuler
Tebal           : 328 halaman + iv ; 20,5 cm
ISBN            : 978-602-7888-61-6
Harga          : Rp 54.000,00

Sebuah novel karya Kyria-Ty Sakumoto yang berhasil membuat para penikmat novel merasa berada didalam alur cerita My Beautiful Sunrise adalah lanjutan dari novel karya Kyria yaitu My Perfect Sunset. Setelah sukses dengan My Perfect Sunset, kini Kyria sukses kembali dengan alur yang sangat bahkan lebih menarik di dalam novel My Beautiful Sunrise. Sebuah cerita bertemakan tentang cinta yang dibalut dengan konflik yang sangat menarik, juga tidak membuat para pembaca merasa penat saat membaca novel ini.

"Aku mungkin tak mengenalnya, tetapi akan terus mengingatnya.."
Tiba-tiba tubuhku terasa lemas. Jantungku sudah bukan lagi berdebar, melainkan berderap tidak menentu. Mengenangmu adalah memanggil kembali ingatanku akan dosa dan pengkhianatan yang pernah kuperbuat. Bahkan, nyerinya terasa sangat nyata.
Satria.. kuhela napas berat. Setelah sibuk menghindarimu, akhirrnya kita dipertemukan kembali. Bahagiakah aku? Entahlah.. Aku justru tidak tahu harus bersikap bagaimana kepadamu. Tidak mudah ternyata menghadapi seseorang yang dulu pernah mengisi hati. Apalagi, seseorang itu juga pernah tersakiti.
Kukenang tegarmu saat perpisahan kita dulu. Kuharap akan kutemukan kembali hangat senyummu. Namun, kehadiranku kembali justru kau sambut dengan tatapan dingin yang merobek hatiku. Kau yang kini seorang bintang olahraga dengan banyak penggemar melenggang dengan gagah tanpa memedulikanku. Samar-samar; justru kali ini akulah yang terluka. Inikah karma? Atau aku yang terlalu banyak meminta?
Empat tahun setelah meninggalnya Kevin, Indah masih berselimut duka mengenang kepergian mantan kekasihnya yang hampir menjadi teman sepanjang hidupnya itu. Setelah sekian lamanya, Indah masih dikepung dengan rasa bersalah yang teramat dalam karena telah mengkhianati hati Kevin. Hingga Indah memilih untuk tetap sendiri dan fokus dengan dunia fotografi nya. Orangtua Indah telah berusaha memperkenalkan banyak lelaki kepada anaknya itu agar dapat melupakan kenangan nya bersama Kevin. Dari sekian banyak lelaki yang dikenalkan orangtua nya pada Indah, Indah masih tetap memilih menjalankan hari-hari nya dengan kesendirian yang menurut dia adalah hal yang menyenangkan.
Esok hari adalah hari dimana Indah akan mengulang hari bersejarah dalam hidupnya, genap 28 tahun ia hidup di dunia ini. Indah merenggangkan seluruh anggota badannya, di lihatnya cincin yang masih dikenakan di jari manisnya.. Rasa sakit itu kian mendalam ketika semua kenangan Kevin masuk kedalam alam bawah sadar Indah. Indah sangat teramat merindukan Kevin..
Orangtua Indah sangat khawatir dengan kesendirian Indah yang sudah cukup lama, hingga akhirnya orangtua Indah memperkenalkan Daniel pada Indah. Daniel pria yang baik. Dia berusia 29 tahun dan merupakan seorang manajer bagian kreatif di sebuah perusahaan periklanan ternama. Perawakan nya tegap dan wajahnya karismatik dengan rambut yang terkadang tampak mengilap layaknya seorang eksekutif. Namun Indah masih enggan untuk membangun hubungan percintaan. Dia masih menutup hatinya dalam-dalam dari siapapun.
Kini Indah telah bekerja menjadi seorang fotografer di salah satu redaksi majalah ternama yaitu Womanhood. Di tempat kerjanya ia juga banyak didekati oleh rekan kerjanya, salah satunya adalah Adrian. Adrian adalah rekan kerja Indah yang mendekati Indah, namun lagi-lagi Indah tetap meolak dan hanya menganggap Adrian sebagai rekan kerja nya saja, tidak lebih..
Di tempat lain, Satria kini telah menjadi petinju dunia yang sangat mengangumkan. Ia telah menjuarai banyak pertandingan tinju di luar negeri. Hingga akhirnya karena ada urusan pekerjaan, Satria kembali ke Indonesia untuk pertandingan memperebutkan gelar juara dunia kelas Bantam Super versi WBA.
Hari ini adalah jadwal Satria untuk wawancara dengan salah satu majalah ternama tentang prestasi-prestasi yang sudah diraihnya. Tidak disangka ternyata Satria malah bertemu dengan Indah. Mereka dingin, menganggap satu sama lain tak saling kenal, mereka hanya bertatapan bisu namun dalam hati mereka menggebu-gebu. Bagaimana tidak, Satria sangat merindukan gadis yang dicintainya itu, walaupun Indah telah melukai hati Satria, tetapi Satria tidak dapat memungkiri bila hati kecilnya masih mencintai Indah. Begitupun sebaliknya, Indah kaku tak berkedip saat mata nya bertemu dengan mata khas Satria yang telah menenangkan hatinya. Dalam batin Indah menyebut nama Satria berkali-kali.. Mereka saling merindukan satu sama lain.
Seiring berjalannya waktu, Satria dan Indah masih diantara kebisuan mereka satu sama lain. Namun mereka sebenanrnya saling merindukan. Hingga akhirnya mereka dapat berbicara kembali disalah satu kesempatan saat Indah ditugaskan ulang mengambil gambar Satria, karena pada wawancara terdahulu hasil gambar Indah di anggap tidak menjual oleh pemimpin redaksi.
Hari silih berganti, adik Satria yang bernama Setya datang ke Jakarta dan menginap di apartmen Satria. Apartmen yang bersebalahan dengan Indah.. Setya adalah adik Satria dari ibu tiri nya yang di nikahi oleh ayah nya. awal mula kedatangan Setya disambut hangat dengan Satria. Bahkan Setya juga mengenal Indah, mereka bertetangga dengan akrab. Setya sering berkunjung ke apartmen Indah bila Satria pergi. Setya juga banyak bercerita tentang Satria kepada Indah, tentang hati Satria yang terluka oleh perlakuan Indah di masa lalu.
Siapa yang menduga, ternyata kebaikan Setya berujung dengan dendam yang sangat besar kepada Satria. Setya memfitnah Satria di depan Indah. Mulai dengan tuduhan Satria menggunakan narkoba, hingga tuduhan bila Satria kembali dengan para anak jalanan liar yang dulu sempat menjadi teman nya. pada suatu ketika Indah hampir dicelakakan Setya. Dengan memanipulasi pertemuan Satria dengan Indah. Namun Tuhan masih melindungi Indah, hingga akhirnya Indah terselamatkan.
Setelah kebohongan Setya terungkap. Satria dan Setya menjadi saudara yang rukun. Setay menceritakan tentang ketidaksukaannya kepada Satria, karena ayah nya terus membangga-banggakan Satria di depan Setya.
Satria membuat sayembara di salah satu Kedai Es Buah OBJ. Hingga banyak “Indah” yang datang karena iklan yang di buat oleh Satria. Awalnya Indah sempat berpikiran untuk tidak datang ke Kedai Es Buah OBJ. Namun takdir berkata lain, saat indah mendatangi makan Kevin. Ternyata ada Karina dan anak kecil yang bernama Kevin, Karina menjelaskan bagaimana ia dan Kevin hingga sekarang lahir lah Kevin Junior.. anak Karina. Lalu Indah membutuskan menyusul Satria di Kedai Es Buah OBJ.
Satria mengajak Indah ke bukit tempat mereka mengayuh sepeda dulu, mereka memutuskan untuk mengulang mengayuh sepeda tanpa jatuh di bukit curam tersebut. Hingga akhirnya, mereka sampai di puncak bukit dan melihat sunset. Kini mereka telah menemukan Sunset dan Sunrise nya secara bersamaan.
Kini Satria dan Indah makin dekat, bahkan mereka memutuskan untuk melanjutkan kisah kasih mereka, walau awalnya ayah Indah tidak setuju dengan Satria karena Satria hanya seorang atlet. Namun akhirnya hati ayah Indah luluh saat melihat Satria memenangkan pertandingan memperebutkan gelar juara dunia kelas Bantam Super versi WBA. Dan Satria melamar Indah saat itu juga.
Indah dan Satria direstui untuk menikah. Banyak rencana aneh Satria dipernikahan tersebut. Mulai dari pengulangan ijab kabul, hingga mereka menaiki rakit dan berakhir dengan Indah dan Satria yang meluncur dengan menggunakan flying fox.
Indah dan Satria menjadi pasangan yang bahagia, mereka berdua telat menemukan Sunset dan Sunrise nya dengan sempurna. “Sayang, kita akan melihat lebih banyak sunset nanti. Mungkin sunset yang kita lihat tidak selalu cantik, atau sempurna, atau mungkin malah teramat memesona. Tapi, tidak perlu khawatir karena akan selalu ada sunrise yang indah untuk kita sambut esok harinya, dan juga sunset yang akan kita tatap bersama hingga di usia senja kita.” Janji Satria..

Penggambaran tokoh dan watak dari setiap tokoh yang dituliskan juga dijelaskan oleh Kyria sangat tidak dapat ditebak, hingga membuat pembaca menjadi lebih penasaran untuk membacanya. Sebuah novel yang menjadi best seller di semua toko buku ini sukses membuat para pembaca kembali menyukai My Beautiful Sunrise setelah My Perfect Sunset telah menjadi best seller di banyak toko buku.

Aku mungkin tak mengenalnya, tetapi akan terus mengingatnya..

Sabtu, 20 Juli 2013

Review Novel "My Perfect Sunset"

Diposting oleh Syahrima di 20.18 0 komentar
Review Novel "My Perfect Sunset" 

Judul           : My Perfect Sunset
Penulis        :Kyria
Genre         : Adult romance
Penyunting  : Laurensia Nita
Perancang sampul : Citra Yoona
Pemeriksa aksara : Septi Ws. & Pritameani
Penata Aksara : BASBAK_Binagkit
Penerbit       : Bentang Pustaka, PustakaPopuler
Cetakan       : I (Februari2013), II (Maret 2013)
Tebal           : 370 halaman + vi ; 20,5 cm
ISBN            : 978-602-7888-04-3
Harga          : Rp 58.000,00

Sebuah novel karya Kyria-Ty Sakumoto yang berhasil membuat para penikmat novel merasa berada didalam alur cerita My Perfect Sunset. Sebuah cerita bertemakan tentang cinta yang dibalut dengan konflik yang sangat menarik, juga tidak membuat para pembaca merasa penat saat membaca novel ini.
“Bertemu denganmu pasti bukanlah sebuah kebetulan, melainkan rencana Tuhan yang paling mengesankan”
Berawal dari pertemuan seorang wanita dengan seorang lelaki yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Indah, seorang gadis cantik yang secara kebetulan bertemu dengan seorang petinju yang bernama Satria. Lelaki yang sudah membuat kehidupan Indah menjadi berubah. Lelaki yang dikenalnya pertama kali dengan kesan tidak biasa ini tiba-tiba masuk kedalam kehidupan Indah dan membuat hidupnya menjadi sedikit rumit dengan berbagai konflik percintaannya. Indah yang mempunyai kekasih bernama Kevin seketika mengalami banyak pertengkarang yang mengakibatkan jalinan cinta yang dirajutnya setelah sekian lama menjadi putus begitu saja, lalu perubahan tempat pekerjaan Indah seiring berjalannya waktu karena ketidak senangannya Indah kepada bos nya yang berakhir pada keputusan Indah yang bekerja di sebuah kantor tempat Kevin bekerja, namun itu tidak berlangsung lama dan Indah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya itu. Disisi lain keberadaan Satria membawa cahaya baru didalam kehidupan Indah, ia datang sebagai sosok yang awalnya sangat aneh namun lama kelamaan menjelma sebagai penyemangat Indah dan menjadi alasan Indah untuk tersenyum kembali setelah banyaknya masalah dikehidupan Indah.
Kisah cinta Indah yang dimulai bersama Kevin sejak lama harus berakhir ditengah jalan, walaupun awalnya Kevin mengisi hati Indah yang kosong dengan keromantisannya, namun seiring berjalannya waktu Kevin berubah menjadi seseorang yang sangat overprotective yang membuat Indah lelah, lalu Kevin memutuskan untuk berselingkuh dengan seorang gadis yang bekerja di kantor nya yaitu Karina. Semenjak itulah Indah memutuskan hubungan nya dengan Kevin, walaupun Indah dan Kevin akan segera melanjutkan hubungannya kejenjang yang lebih serius, namun menjadi berakhir tanpa cerita apapun.
Sementara itu, saat hati Indah sedang hancur. Datanglah sosok Satria yang mengubah harinya menjadi sebuah pelangi yang datang setelah hujan. Satria datang dengan segudang kemisteriusan dan hal-hal yang tidak pernah diduga sebelumnya. Satria hadir tanpa rencana apapun dan menjadi bagian dari cerita kehidupan dan kehidupan cinta Indah juga membuat Indah merasa hidup kembali.
Banyak kisah yang dituliskan oleh Kyria di novel ke dua nya ini. Hingga membuat pembaca larut dalam setiap alurnya, juga banyak pesan yang disiratkan oleh Kyria di setiap kalimat novel nya ini. Novel My Perfect Sunset berhasil mengambil hati para pembaca yang membaca novel ini.
Singkat cerita kehidupan Indah menjadi bimbang, disaat ia diharuskan untuk tetap bersama Kevin tunangannya yang sangat overprotective atau mengejar cinta nya bersama Satria, seorang lelaki yang baru dikenal nya namun sangat memberikan kesan tersendiri dalam hati Indah, yang saat itu akan meninggalkannya keluar negeri untuk tugas nya bertinju. Lalu dengan keadaan Kevin yang tetap berselingkuh dengan Karina apakah Indah masih mau bertahan bersama Kevin? atau berpaling memilih Satria?
Penggambaran tokoh dan watak dari setiap tokoh yang dituliskan juga dijelaskan oleh Kyria sangat tidak dapat ditebak, hingga membuat pembaca menjadi lebih penasaran untuk membacanya. Sebuah novel yang menjadi best seller di semua toko buku ini sukses membuat para pembaca tidak sabar menunggu novel lanjutan My Pefect Sunset ini rilis kembali, yaitu My Beautiful Sunrise.
Pemilihan pengandaian kata disetiap kalimat didalam novel ini sangat dominan dibuat oleh Kyria untuk para pembaca yang mayoritas adalah remaja, bahwa “Untuk meraih sunset yang sempurna, kita harus memilih dan memutuskan”

Berbeda.

Diposting oleh Syahrima di 19.03 0 komentar
Awal bulan yang begitu aneh untuk Raya, seorang gadis teledor dengan segala keulahannya. Semua berawal dari awal Mei kemarin, saat semua siswa lalu lalang dengan rutinitas nya disekolah dan dengan kesibukan mereka masing-masing dengan pelajarannya, tetapi tidak untuk Raya. Gadis ini tetap santai melangkahkan kaki nya ke seluruh sudut ruangan disekolahnya. Dengan antusias nya ia mengawali hari demi hari disekolah yang menurut ia lebih menyenangkan dari keadaan dirumahnya. Ya terang saja, keadaan dirumah nya tidak begitu menyenangkan seperti keadaan diluar rumahnya, terlebih disekolah. Raya sering dikenal sebagai gadis periang dan selalu menebarkan senyumannya kepada siapapun yang bertemu dengannya, tidak heran bila ia di senangi oleh teman-temannya. “Ray! Gw pinjem buku catetan matematika lo yang kemarin dong..”  terdengar suara Sheka yang berteriak dari ujung koridor tepat saat Raya sedang berjalan-jalan kecil dengan tumpukan buku yang digenggam ditangan kanannya, “Eh Ka.. aduh gw enggak bawa buku nya nih, besok aja deh gw kasih ke lo ya bukunya hehe”. Jawab Raya singkat. Percakapan itupun berakhir begitu saja dikarenakan Raya yang terburu-buru berjalan menuju kelasnya.
Raya memang selalu melakukan hal yang sama setiap hari disekolah, mulai dari berjalan-jalan kecil mengelilingi koridor sekolah, hingga berjalan ditengah lapangan hingga membuat beberapa kakak kelas memperhatikannya dengan tatapan sinis. Kenapa sih kakak kelas itu selalu ngeliatin gw dengan pandangan yang seolah-olah mau makan gw hidup-hidup? Salah apa gw.. Pikir Raya saat sekilas melihat tatapan mata Kak Marko. Ya begitulah Marko, lelaki angkuh ini memang selalu tidak menyukai bila ada junior nya yang berjalan ditengah lapangan dengan mimik muka seakan tidak mempunyai salah apapun. Entah apa alasan Marko tidak menyukai junior nya yang melewati tengah lapangan itu, mungkin bagi Marko seorang junior harus bisa menghargai para senior dan tentunya tidak lancang melewati tengah lapangan yang notabene adalah kawasan para senior untuk mengumpul atau sekedar melakukan olahraga kecil disetiap waktu istirahat atau sepulang sekolah.
Langkah demi langkah dilewati oleh Raya, setapak demi setapak jalanan lapangan itu dilewati oleh Raya. Pagi ini ia memang sangat berbeda, senyuman nya sangat terlihat bahagia, lesung pipit di pipi nya menjadi lebih ceria dari sebelumnya. Seakan tidak memperdulikan tatapan para senior pada dirinya, ia tetap berjalan hingga akhirnya jalannya sedikit berubah menjadi berlari-lari kecil ditengah lapangan. Tanpa sadar ia menabrak salah satu senior nya, Buuuk.. “Woy kalau jalan tuh jangan pake kaki aja, mata juga digunain dong!”, Kata si senior dengan sinisnya. Aduh sial kenapa juga gw harus tabrakan sama cowok gak jelas ini, Ya Tuhan... Raya mengenali suara itu, benar saja.. Marko yang berdiri tepat dihadapan Raya langsung melontarkan argumen-argumen pedas nya pagi itu “Tolong ya adik kelas yang super duper menebar pesona pagi ini ditengah lapangan, kalau jalan tuh mata nya jangan ditinggal. Pernah diajarin cara berjalan yang baik dan benar kan?” “Maaf kak, saya salah tadi jalan terlalu terburu-buru jadi enggak sadar kalau udah nabrak kakak” Ujar Raya dengan menundukan kepalanya seolah takut dengan kakak senior nya ini.
Pagi ini sepertinya terlalu berbeda bagi Raya. Mulai dari berangkat sekolah ia diantar oleh Ayah nya yang biasanya selalu sibuk dengan segala pekerjaannya, lalu dengan keadaan meja makan pagi ini yang sudah tertata rapih dengan menu sarapan yang sengaja di buat oleh Ibu nya yang selama ini selalu berangkat pagi sekali walau hanya sekedar menghadiri meeting dikantornya, lalu... Sheka, teman kelasnya yang selama ini selalu menyindirnya ini itu didepan guru matematika tiba-tiba memanggilnya dan berniat meminjam buku catatan matematika Raya, setelah itu.. Marko.. Huaaa ada apa pagi ini? Aneh. Semuanya aneh.. mimpi apa gw semalem yampun..
Mei, bulan yang sebelumnya selalu dianggap Raya sama saja dengan bulan-bulan yang lain, namun entah mengapa Mei tahun ini mungkin terasa berbeda, semenjak lelaki itu hadir dikehidupannya, Arla. Entah dari mana datang nya makhluk ajaib ini dikehidupan Raya, semua mungkin terasa biasa saja sebelum akhirnya Raya mengenal Arla dari salah satu teman nya saat acara sekolah minggu lalu. Hari ini tambah lagi keanehan yang ditemui Raya, Arla dengan mimik muka cemas memperhatikan Raya yang semakin mendekati ruang kelasnya. “Ray, lo enggak kenapa-kenapa kan? Diapain lo sama si Marko?” . “Eh, Ar.. enggak gw gak diapa-apain kok, gw nya aja yang salah tadi nabrak dia yang segede papan tulis.. hehe, loh.. kok lo bisa tau? Pasti lo ngeliatin gw ya dari tadi? Hayo ngaku...” . Perbincangan singkat itu mulai berubah menjadi ajang saling ledek satu sama lain,
Entahlah.. semenjak mengenal Raya minggu lalu Arla menjadi merasa mengenal Raya lebih lama dari pertemuan pertamanya. Hari ke hari Arla selalu memperhatikan setiap tingkah laku Raya.. “Nih cewek yang waktu itu mau gw kenalin ke lo, Ar” ucap Rangga disela-sela acara sekolah malam itu “Hai.. Gw Arla, lo Raya anak IPA 1 kan?”.. “Wah.. ternyata lo tau gw kelas berapa.. hehe iya gw Raya, salam kenal deh ya”.. seperti itulah pertemuan Raya dan Arla untuk pertama kalinya, di acara sekolah minggu lalu. Raya yang mengenakan dress warna biru terlihat lebih cantik dengan kepangan yang menghiasi rambut hitam panjangnya.
Singkat, padat, dan berkesan.. itulah kesan pertama saat mengenal Raya, semakin membuat Arla merasakan hal yang tak biasa saat didekat Raya. Mungkin sama hal nya dengan Raya. Semenjak masa orientasi siswa awal pelajaran tahun lalu Raya memang sudah sering memperhatikan Arla, Arla adalah salah satu teman nya saat masa orientasi siswa tahun lalu. Tahun berganti tahun ternyata Arla dan Raya tidak ditakdirkan untuk mengenal lebih dekat. Hingga akhirnya saat acara minggu lalu mereka baru dipertemukan dengan keadaan yang tidak bisa mereka lupakan. Sejak malam itu kedekatan mereka berdua makin akrab, hanya sekedar menanyakan kabar Raya lewat pesan singkat bahkan Arla hanyak ingin sekedar mendengar suara Raya di ujung telepon setiap malam selalu dilakukan nya. Dunia Raya seakan penuh warna saat Arla datang di kehidupannya dengan membawa secerca harapan.mungkin hanya detak jam yang menjadi saksi Raya dan Arla setiap malam. Hidup mereka seakan berubah menjadi pelangi.
Semuanya beda, gw enggak pernah ngerasain hal ini sebelumnya.. saat dimana gw takut kehilangan seseorang yang jelas-jelas bukan milik gw. Takut kehilangan senyuman seseorang yang jelas-jelas enggak pernah gw kenal sebelumnya. Apa ini yang namanya jatuh cinta? Semenjak kenal sama dia gw ngerasa hidup gw gak abu-abu lagi, gw ngerasa hidup gw penuh warna. Lebih dari pelangi sekalipun.
“Rayaa.. kemana aja sih lo dateng telat mulu! Pelajaran pertama matematika, hih lo mau dihukum beresin koridor siswa IPS lagi?..” tegur Arla saat melihat Raya berjalan memasuki kelasnya dengan memengang kepalanya dengan wajah pucat pasi. “Iyee.. apa sih, Ar.. jangn bawel deh! Gw itu telat bangun mangkanya baru dateng jam segini”.. “Lo sakit, Ray? Pucet banget muka lo kayak kambing belum dibedakin?”.... Raya tidak membalas ledekan Arla pagi itu, ia merasakan tubuhnya serasa lemah dan mata nya serasa berputar-putar. Melihat itu, Arla mendadak khawatir dengan Raya hingga akhirnya secara diam-diam ia mengikuti Raya kemanapun Raya pergi.
Bruuuk.. “Rayaaa!!!!”. Arla berlari dari ruang guru menuju toilet wanita di bawah tangga, ia mendapati Raya sedang tergeletak tak berdaya dengan keadaan tubuh yang menggigil namun demam tinggi. Segera Arla membawa Raya ke ruang UKS dan Raya beristirahat dengan ditemani oleh Arla. “Ar.. lo ngapain disini? Kok gw ada di UKS?” Kata Raya sambil memegangi kepalanya. “Akhirnya lo sadar juga.. lo tadi tuh pingsan di depan toilet, udah sarapan belum sih? Lo lagi sakit?”. Raya tidak menjawab pertanyaan Arla satupun, yang ia tahu kini ia merasa tubuhnya diantara es yang sangat dingin, menggigil.
Keesokan harinya, Raya memutuskan untuk memeriksakan kesehatannya kerumah sakit. “Hai Raya, sudah lama tidak bertemu ternyata kamu sudah bersar ya sekarang”.. ujar Dokter Bima, Dokter Bima adalah salah satu Dokter yang menangani keluarga Raya yang sedang sakit. “Ada apa, Ray? Tumben kamu kesini..” Lanjut Dokter Bima. “Hehe iya dong Raya kan udah remaja sekarang, bukan anak kecil lagi.. ini, Dok. Akhir-akhir ini Raya sering kecapekan, pusing tapi hanya dibagian kiri dan sering pingsan mendadak”.. “Wah, mungkin kamu kecapekan? Ayo kita periksa dulu”. Dokter Bima mengeluarkan stetoskop dan alat tensi darah dari tas nya. ia memeriksa Raya dengan teliti dan Raya mengikuti semua penjelasan dari Dokter Bima. Tidak lama setelah itu, pemeriksaan Raya pun selesai, Dokter Bima mengambil kertas hasil pemeriksaan. “Hasilnya baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, mungkin kamu hanya kecapekan. Ini saya beri vitamin ya, namun hasil cek darah kamu baru bisa diambil mungkin 3 hari lagi..” “Oke Pak Dokter, semoga aja enggak ada apa-apa ya, kasih tau Raya kalau hasilnya udah bisa diambil ya.”
Sudah dua hari ini Raya tidak masuk sekolah. “Raya sakit, kemarin supir nya titipin surat izin ke gw nih” Ujar Sheka saat Arla menanyakan kabar Raya kepada Sheka. Hingga akhirnya sepulang sekolah Arla memutuskan untuk menjenguk Raya di rumahnya, benar saja.. Raya terlihat pucat dan sangat lemas berbaring ditempat tidur nya. melihat kedatangan Arla, Raya langsung memperlihatkan wajah yang ceria. “Aaaarr... akhirnya lo kangen gw juga, hahaha dateng juga kan lo jenguk gw.”.. “Aduh yampun pede banget lo, siapa juga yang kangen.. gw cuma heran aja kambing enggak dibedakin kayak lo dua hari ini kenapa gak masuk? Sakit lo belum sembuh?”. Raya langsung memukul Arla dengan boneka sapi nya. “Duh.. sakit tau!!”.. “Yeeh siapa suruh lo ngeledekin gw kayak gitu? Cantik kayak gini masa disamain sama kambing yang enggak dibedakin? Jahat!”. “Jangan manyun gitu dong, kan gw Cuma nanya..” kata Arla sambil mengelus-elus rambut panjang Raya. “Iya nih, gw masih gak enak badan.. lemes banget”..
Canda tawa antara mereka sangat lepas, hingga akhirnya Reyka kakak Raya memanggil Raya, “Ray.. ada telepon dari Dokter Bima nih, katanya penting”. Raya langsung sigap berlari menuruni anak tangga dan menerima telepon dari Dokter Bima “Raya kamu bisa kerumah sakit sekarang? Ini sangat penting.” Saat Dokter Bima berbicara seperti itu, perasaan Raya mendadak panik dan takut.. “Baik, Dok. Raya segera kerumah sakit”. Raya berlari menuju kamar nya, diambilnya tas biru awan yang digantung dibelakang pintu. “Lo mau kemana? Buru-buru banget?” Tanya Arla heran. “Jangan banyak tanya deh lo. Mending lo anterin gw sekarang kerumah sakit” Kata Raya dengan panik. Arla langsung menuruti kata-kata Raya dan mengantar nya kerumah sakit dengan menggunakan motor nya..
“Gimana hasil nya, Dok? Raya sehat-sehat aja kan?” Tanya Raya dengan mimik wajah yakin dan menatap Dokter Bima dengan pandangan yang tak seperti biasanya. “Saya juga tidak percaya dengan hasil test ini, sudah 3 kali diulang namun hasilnya tetap sama, kamu positive mengidap radang selaput otak stadium lanjut. Radang ini menyebar sangat cepat, perkembangannya melesat tinggi setiap 3 hari sekali. Maaf Raya, kamu harus melakukan perawatan lebih lanjut.”..
Demi dunia dan segala isinya, ini semua bagai petir ditengah hujan badai yang menggelegar diantara telingaku. Aku merasalumpuh seketika, bagaimana mungkin aku yang selama ini terlihat sangat sehat ternyata mengidap radang selaput otak stadium lanjut? Bagaimana bisa aku menjadi seorang gadis penderita penyakit seserius ini? Bagaimana bisa aku menjadi seorang gadis yang divonis tidak akan lama lagi untuk bertahan hidup?
Arla yang sejak tadi menemani Raya didalam ruangan Dokter Bima sekejap menjadi kaku, ia merasakan sambaran arus listrik yang kuat menyambar susunan saraf otaknya. Arla tidak percaya dengan hasil test tersebut, ia bersihkeras menayakan penyakit itu pada Dokter Bima, “Dokter pasti salah! Enggak mungkin Raya sakit kayak gini! Raya sehat!”.. isak tangis memenuhi ruangan putih tersebut, Arla memeluk Raya dengan kuat dan Raya semakin larut dalam tangisannya. Ia merasa hidupnya hancur, sebuah penyakit gini hinggap didalam tubuh nya dan tidak lama akan menggerogoti semua sistem dalam tubuhnya..
Tuhan.. bila ini kehendakmu, mengapa harus gadis ini yang menderita penyakit seserius ini? Mengapa bukan aku saja? Tuhan.. aku mencintainya,jangan biarkan tubuh lemah nya lama-lama habis dengan penyakit aneh itu. Sembuhkan Raya...
Hari ke hari kondisi tubuh Raya sangat memperihatinkan, Raya sudah tidak diperbolehkan sekolah mengingat kondisi nya yang tak sekuat dulu lagi, Arla masih setia menemani Raya setiap hari dan Raya pun tidak merasa pesimis dengan penyakitnya. Mereka masih seperti dulu, masih sama dan tak pernah berubah walaupun mereka masih belum mengutarakan perasaan nya masing-masing, namun mereka mengetahui bahwa mereka saling mencintai. “Ray, mungkin gw terlalu lama ngomong ini ke lo, tapi maaf gw baru bisa berani ngomong ini ke lo sekarang” Tutur Arla disela-sela canda tawa nya bersama Raya. “Halaah sok-sok serius deh lo, ngomong apasih emangnya?”.. “Kita kenal udah lama, Ray. Gw gak tau rasa ini ada sejak kapan. Tapi gw sayang lo, Ray! Gw mau jadi orang yang bisa jagain lo sampe kapanpun”...
Semenjak hari itu, Raya semakin kuat melawan penyakitnya. Karena Arla.. lelaki yang menjadi motivasi nya untuk bertahan hidup, menjadi alasan nya untuk tetap bernafas dan membuka matanya. Empat bulan terakhir dilalui Raya dengan ribuan senyum dan bahagia. Begitupun dengan Arla, ia menjaga Raya dengan sepenuh hati dan berharap gadis yang dicintainya ini dapat bertahan hidup hingga seribu tahun lagi. Namun takdir berkata lain.. akhir tahun lalu Raya menghembuskan nafas terakhirnya, ternyata penyakit ganas itu tetap menjadi pemenang. Raya menghabiskan detik akhir hidupnya tetap bersama Arla dan keluarga nya. awalnya Arla dan keluarga tidak dapat menerima kepergian Raya, namun mereka tetap berusaha tegar dan mengikhlaskan kepergian Raya.
Arla..
Hari ini tugasku sudah selesai..
Aku harus pergi, bukan pergi meninggalkanmu..
Namun hanya sekedar pergi dari nyata nya kehidupanmu..
Hingga akhirnya, mungkin nanti kita akan bersama kembali..
Ditempat yang baru, bahkan dikehidupan yang baru..
Aku masih bisa merasakan indahnya senyummu, candamu, bahkan tawamu..
Terimakasih sudah menjadi alasan ku untuk tetap bertahan hidup..

Dariku yang mencintaimu, Raya

Sabtu, 29 Juni 2013

I love you as always

Diposting oleh Syahrima di 08.19 0 komentar
I love you as always...

Aku masih bahagia berada disini
Aku masih menikmati setiap detik keberadaanku disini
Aku masih menyukai semua tentang kamu saat aku berada disini
Aku masih mencintai semua hal menyangkut kamu saat aku bersama mu disini
Aku masih bisa merasakan indah nya senyuman mu saat aku berada  dekat mu disini
Aku masih mencoba bertahan untuk tetap bersama mu disini
Aku terlalu larut dalam senyuman mu setiap kali mata kita berbicara
Aku terbawa kedalam indah nya suaramu saat tanganmu menggenggam erat tanganku
Aku masih menyukai semua tentang kamu, tentang kita dan semua hal yang kita lewati bersama
Bersamamu aku merasa lebih hidup
Bersamamu aku merasakan hal yang belum pernah aku rasakan sebelumnya
Bersamamu aku merasa tidak butuh orang lain di hidupku
Bersamamu aku merasa hidupku warna-warni
Bersamamu aku merasa setiap detik waktu menjadi lebih berharga
Bersamamu aku merasa lebih kuat dari yang paling kuat sekalipun
Bersamamu aku bisa merasakan semua rasa yang tak pernah ku rasakan sebelumnya
Bersamamu aku mendapatkan sesuatu yang belum pernah ku dapatkan
Bersamamu aku menelusuri setiap titik tempat terindah di bumi ini yang belum pernah ku datangi
Bersamamu cahaya bintang menjadi lebih terang dari malam sebelumnya
Bersamamu suasana malam menjadi lebih menyenangkan
Aku mencintai mu
Mencintai setiap sisi dari kehidupanmu
Mencintai setiap tawa yang kau tunjukan padaku
Mencintai setiap sorot matamu yang menatapku dengan dalam
Mencintai sentuhan tanganmu saat kamu menyentuhku
Mencintai segala perhatian kecilmu yang sederhana namun berharga
Mencintai semua tingkah laku mu yang selalu terbitkan senyum untukku
Mencintai semua yang pernah kita lakukan bersama
Sungguh mencintaimu..
Mencintaimu bagai mendapatkan cahaya rembulan malam yang dikepung bintang
Mencintaimu bagai menerima kehangatan mentari pagi diantara kicauan burung merpati
Mencintaimu bagai ketenangan air laut yang mengalir ke muara akhir
Mencintaimu bagai kupu-kupu yang mengepakan sayapnya dengan indahnya
Mencintaimu bagai rintikan air hujan yang tak mungkin dapatku hitung
Mencintaimu bagai alunan nada indah di setiap bait lagu yang ku dengar
Stay here..
I love you
I love you yesterday
I love you today
I love you next day
I love you next week
I love you next year
I love you more than anything
I love you more than everthing
I love you more than you know

I love you as always.

Sabtu, 22 Juni 2013

"Kamu"

Diposting oleh Syahrima di 21.02 0 komentar
Dan "kamu" adalah kamu

Aku mengenal mu dengan ketidaksengajaan. Entahlah mulai sejak kapan “kamu” sudah menempati ruang kosong dihati ini, menjadi bagian disetiap lamunan ku, bahkan sekedar menjadi bayangan semu setiap aku mencoba memikirkan suatu hal.
Aku mengenal mu dengan ketidaksengajaan. Dengan semua alasan yang belum ku ketahui hingga kini. Yang aku tahu bayang mu kini yang selalu hadir dalam mimpi indah malam ku.
Aku mengenal mu dengan ketidaksengajaan. Mencoba larut dalam senyuman mu, mencoba mengartikan setiap helaan nafas mu dan mencoba mengerti setiap canda tawa mu.
Kini...
Aku mulai mengerti tentang mu. Mengerti tentang arti kehadiran mu di dalam hidup ku yang menurut ku bukan hanya sekedar ketidaksengajaan.
Aku mulai mengerti tentang mu. Tentang segala definisi seyuman mu di depan ku, canda tawa mu yang selalu ku rindukan dan bahkan aku mengerti setiap helaan nafas mu.
Aku mulai mengerti tentang mu. Memahami sosok ajaib di depan ku, memahami segala sikap dan sifat aneh di depan ku dan mengetahui segala kelakuan misterius ini di depan ku, Dan itu “kamu”.
Aku tak pernah percaya akan kebetulan, hingga akhirnya aku bertemu dengan mu secara kebetulan. Yang aku tahu segala kebetulan itu sudah di gariskan Tuhan untuk semua umat-Nya, dan aku percaya itu.. Bahwa kehadiran mu bukan hanya sekedar kebetulan, melainkan takdir yang di bawa Tuhan untuk ku.  Melainkan sesuatu indah yang di kirimkan Tuhan di sisa kehidupan ku disini. Yaitu “kamu”.
Hai “kamu”.. Tersenyumlah untuk dunia mu, aku yakin senyuman mu selalu membuat orang lain menyukaimu, terlebih aku..
Aku selalu mereka-reka siapa sosok “kamu” yang selalu kutuliskan itu?
Siapa sosok beruntung yang menjadi inspirasi mu?
Aku membayangkan penggalan kalimat dalam setiap tulisan jujur mu, aku jatuh cinta karena itu..

Kini aku mengerti, semua yang ku sebut “kamu” adalah kamu yang mampu membuat jantung ini tetap berdetak hingga detik ini..

Rabu, 19 Juni 2013

You are my reason to stay alive.

Diposting oleh Syahrima di 00.09 0 komentar
Semenjak hari itu, hati ini miliknya..

Terkadang tidak perlu banyak alasan untuk kita bisa merasakan bahagia nya hidup dengan cinta, dengan ratusan senyuman, ribuan tawa, dan milyaran rasa untuk memiliki bahkan dimiliki. Hingga akhirnya semua orang pasti membutuhkan cinta dalam hidupnya. 
Hari itu semua terasa berbeda.. Saat kamu hadir dikehidupanku yang singkat ini, memberikan jutaan alasan untuk ku tetap bertahan diantara beribu alasan yang membuatku untuk jatuh. Kamu hadir membawa alasan terindah untuk ku tetap menghirup udara "disini". dengan waktu yang tak lama lagi aku mencoba berdansa diantara bunga-bunga indah yang bermekaran karena kehadiranmu, bernyanyi diantara alunan lagu bahagia yang kamu bawa, bahkan bernafas dengan sisa-sisa rasa kebahagiaan ini yang tentunya kudapatkan darimu.. 
Aku pernah bermimpi dengan sekumpulan burung yang terbang diangkasa dengan bebasnya, menari diantara awan tanpa harus memikirkan sulitnya mereka untuk bernafas dan bertahan hidup diantara para pemburu, Mungkin mimpi itu kini dapat aku rasakan. mencoba tetap tersenyum walaupun banyak yang mengharuskan ku untuk menangis, mencoba kuat saat disudutkan dengan sesuatu yang membuatku lemah, dan kekuatan itu berasal darimu.. Diantara bintang aku bernyanyi dengan alunan nada indah darimu, mencoba mengharagai hidupku yang tak lama ini, mencoba tersenyum dengan sisa kekuatan yang ada, dan yang ku tahu kekuatan itu berasal dari Tuhanku, Keluargaku, dan Kamu..
Saat jantung ini berdegup begitu cepat, dan saat denyut nadi ini lebih kencang dari sebelumnya, bahkan saat tanganku atau sekujur tubuhku sudah tidak kuat untuk bertahan, Kamu datang dan meyakinkanku untuk tetap bertahan. mencoba tersenyum walau keadaanku tak mengharuskanku untuk tersenyum, apa itu arti hadirmu selama ini? Bahkan hingga kini aku masih mencari jawaban dari arti kehadiranmu di hidupku yang singkat ini. 
Rasa ini sepertinya sudah tak terbendung lagi, rasa ingin memiliki walaupun aku menyadari bahwa diriku sudah tidak mampu memilikimu dengan waktu yang terbilang lama. Rasa ingin dimiliki olehmu yang seharusnya tidak perlu aku rasakan hal ini, karena aku tahu.. Tidak cukup waktuku untuk dimiliki olehmu.
Apapun itu, Kehadiranmu menjadi hal teristimewa yang ku dapatkan disisa hidupku yang singkat ini, Aku Mencintaimu!

Rabu, 03 April 2013

Love doesn't need a lot of reasons

Diposting oleh Syahrima di 05.59 0 komentar

Entah apa lagi yang harus ku katakan..
Entah apa lagi yang harus ku ungkapkan..
Entah apa lagi yang dapat ku tulis di setiap lembaran buku ku..
Entah apa lagi yang dapat menggambarkan dia didalam kehidupanku..
Semua seperti hidup.. semua seperti nyata..
Aku mengerti semua ini bukan lagi sekedar angan dan semu, ini nyata..
Nyata aku menyukainya..
Nyata aku melihatnya..
Nyata aku merindukannya..
Nyata aku mendambakannya..
Nyata aku merasakan hal yang berbeda saat bersamanya..
Nyata aku merasakan perasaan tak biasa saat dengannya...
Nyata dan aku menyadari semua ini bukan mimpi, Aku mencintainya..
Tak ada lagi kelabu disetiap hari ku..
Tak ada lagi abu-abu di setiap anganku..
Semenjak dia hadir di setiap hela nafas ku, aku merasa semua ini begitu indah..
Hari demi hari ku lalui bersamanya, bersama senyumnya.. candanya.. tawanya..
Hari demi hari ku habiskan bersamanya, bersama untuk merajut  dan mewujudkan sebuah mimpi..
Berasamanya ku rasakan lagi hal yang dulu hampir hilang dikehidupanku..
Bersamanya aku tak takut lagi untuk bermimpi, memulai semua cerita baru bersama dirinya..
Berdua untuk hari ini, esok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan.. bahkan selamanya.
Karena bersamanya, aku merasakan indahnya jatuh cinta.. indahnya memiliki dan dimiliki..
Menari di tengah beribu bunga dan ditemani beratus-ratus ekor kupu-kupu..
Kini aku mengerti, kehadiran dirinya dalam hidupku sangat teramat sangat membuat hari kelabu ku berubah menjadi sebuah pelangi dengan tujuh warna..
Bahkan beratus-ratus warna atau mungkin beribu-ribu warna..  
Dan kelak suatu saat nanti akan ada miliyaran warna indah didalam kehidupanku bersama,  Dia..

Senin, 25 Maret 2013

When love was speechless..

Diposting oleh Syahrima di 22.26 0 komentar

Pagi sendu, mendung.. bagai awan tak ingin menunjukan dirinya pada matahari, memperlambat langkah Rafsya, seorang mahasiswi di salah satu universitas terkemuka di kota Jakarta, gadis yang sedang merantau dan jauh dari keluarganya ini sangat berambisi menjadi seorang penulis. Walaupun kedua orang tua nya tidak pernah mendukung mimpi gadis ini, namun itu semua tidak pernah menghentikan langkah kakinya untuk mencapai semua keinginannya. Pagi ini masih seperti biasa.. hanya secangkir kopi hangat dan suara burung yang menemani hari-hari Rafsya. Gadis ini dikenal sebagai gadis mandiri, saking mandiri nya.. ia kadang dijuluki “Gadis Anti Sosial”, tidak pernah aktif dalam organisasi apapun dan seorang gadis yang susah berbaur dengan lingkungan sekitarnya, seorang gadis yang tidak bisa cepat memposisikan dirinya dalam lingkungannya sebagai mahasiswi. Namun Rafsya dikenal sebagai mahasiswi terbaik tahun ini.. pantas saja Rafsya dikenal sebagai mahasiswa yang pandai, IPK ia tahun ini menjadi sorotan para mahasiswa lainnya, mendapatkan 3.99 adalah salah satu mimpi para mahasiswa lainnya dan Rafsa lah yang berhasil mendapatkan itu..
“Hei.. Kamu Rafsya ya?”.. seketika terdengar alunan suara dari lorong kelas sebelah, Rafsya yang dikenal gadis jutek itu tidak menanggapi suara tersebut, ia tetap fokus dengan novelnya dan setumpuk buku yang digenggamnya.. “Hei.. Halo.. Kamu Rafsya, kan?” lagi-lagi suara itu terdengar, bahkan sekarang suara itu lebih jelas ditelinga Rafysa. “Hmm.. Hai.. iya aku Rafsya, maaf kamu siapa ya?” Ucap Rafsya dengan suara sinis sambil kembali fokus ke buku yang sedang dibacanya. “Aku.. Aku Bara. Salam kenal ya..”. ternyata suara yang menyapa Rafsya berasal dasri suara Bara, siapa yang tidak kenal Bara.. asisten dosen yang satu ini dikenal sebagai mahasiswa yang berkarisma, paras wajahnya yang manis selalu membuat para mahasiswi lainnya tergila-gilan padanya.. “oh.. iya sama-sama”. Kata Rafsya tanpa menoleh ke arah Bara.. “selamat juga deh IPK kamu paling tinggi tahun ini.” Kata Bara sambil mengulurkan tangannya ke tangan Rafsya. Tanpa basa-basi Rafsya mendekatkan kedua tangannya tanpa menjabat tangan Bara “Terimakasih banyak ya..” dengan tergesa-gesa Rafsya pergi meninggalkan Bara. Rafsya juga dikenal sebagai mahasiswi yang sangat taat dengan agama. Oleh karena itu Rafsya tidak menoleh dan melihat kehadapan Bara dan Rafsya juga tidak menjabat tangan Bara.
Siang hari nya di kantin, Bara yang diam-diam sering memperhatikan Rafsya mencoba menghampiri Rafsya yang sedang asyik dengan semangkuk bakso yang dimakannya.. sadar sedang diperhatikan oleh seseorang akhirnya Rafsya bergegas perfgi dari kantin. Bara merasa sangat bingung dengan tingkah laku Rafsya, satu hal yang Bara tidak tahu dari Rafsya adalah Rafsya tidak pernah mau dekat dengan lelaki selain dengan keluarganya. Bara tetap mengikuti jejak langkah Rafsya yang sedang menyusuri lorong demi lorong koridor kampus.. kecantikan hati Rafsya lah yang telah berhasil memikat hati Bara. Jangan bertanya tentang paras cantiknya, kesantunan akhlaknya, dan ibadahnya. Namun dengan kecantikan hati Rafsya lah Bara menjadi jatuh hati padanya. Satu demi satu semua kelakuan Rafsya selalu diperhatikan oleh Bara, hampir setiap pagi Bara meletakan setangkai mawar putih di loker tempat Rafsya menaruh barang-barangnya. Tanpa di kertahui Rafsya tentunya..
“Terus kejar mimpimu, sang penulis berhati malaikat. Dari aku yang mengagumimu”.. potongan kata yang ditemukan dalam lilitan setangkai mawar putih pagi ini yang dibaca oleh Rafysa. Rafsya memang sangat menyukai mawar putih, karena mawar putih dapat melambangkan kesucian, banyak tanda tanya yang terlontar dalam pikiran Rafsya.. “bunga dari siapa ya? Kenapa setiap pagi selalu ada mawar putih dengan kata-kata puitis seperti ini?”. Dari kejauhan Bara tersenyum manis melihat Rafsya yang sedang menghirup harum bunga mawar putih darinya. Bara selalu menyempatkan diri setiap paginya untuk membeli mawar putih dan diberikannya pada Rafsya. Namun Rafsya tidak pernah mengetahui tentang itu dan Bara pun tidak mau Rafsa tahu bahwa dirinyalah yang memberikan mawar putih setiap pagi di loker Rafsya.
Hari berganti hari, detak jam pun selalu berputar seiring berjalannya waktu, Rafsya tetap fokus dengan dunia menulisnya dan Bara juga tetap fokus dengan serentetan praktikum kedokterannya. Maklum saja, memasuki semester akhir kedua mahasiswa ini sibuk dengan skripsi yang mereka kerjakan. Namun itu semua tidak menghentikan kebiasaan Bara yang selalu meletakan mawar putih di loker Rafsya.. “siapapun yang memberikan ini, aku mau bilang terimakasih.. pasti orang yang memberikan ini hatinya secu sesuci mawar putih ini..” kata Rafsya sambil mengcium dan menghirup aroma mawar putih itu..
Hari berikutnya.. sengaja Rafsya melangkahkan kakinya lebih pagi dari biasanya, sengaja ia ingin mencari tahu tentang siapakah orang yang meletakan mawar putih di lokernya. Pukul 06.00 Rafsya sudah berada di kampus, tidak seperti biasanya.. Rafsya yang biasanya datang ke kampus saat mata kuliah berlangsung kini berada pagi-pagi buta hanya untuk menyelidiki seorang pengagum rahasianya yang selalu memberikan mawar putih, di waktu yang bersamaan Bara hari itu tidak meletakan mawar putih di loker tempat biasanya ia memberikan aroma indah mawar putih untuk Rafsya, gadis pujaannya.. Bara hari itu tidak datang ke kampus dikarenakan sedang sibuk menyelesaikan skripsi akhirnya...
Hampir sejam Rafsya duduk di pojok bangku taman dengan memasang wajah harap-harap cemas. Matanya mengelilingi seluk beluk lorong-lorong kampus dengan berharapan dapat mengetahui siapa orang yang selalu meletakan mawar putih beserta puisi-puisi indah di loker nya.. waktu terus berjalan.. tanpa dirasa sudah dua jam ia duduk ditempat yang sama, dengan pandangan yang sama, dan posisi duduk yang sesekali berpindah tempat, namun sayang.. orang yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang, ia merasa sedikit kecewa karena tidak dapat mencari informasi tentang pengagum rahasianya.. dan ia pun memutuskan untuk beranjak dari bangku taman itu dengan seribu tanda tanya didalam hatinya.. “Ergggghhh.. kenapa gak keliatan sih orang itu? Tambah penasaran aja nihhhh!!!!!!”........
Seminggu berlalu, tanpa ada mawar putih dan sepucuk puisi di lokernya. Hati Rafsya makin bertanya-tanya dan ribuan tanda tanya mulai menghampiri malam-malam gadis ini. Entah dimana Bara saat itu, saat dimana Rafsya benar-benar menyimpan banyak tanya tentang si pengagum rahasianya. Dalam doa selalu ada potongan kalimat yang rutin diucapkan disela-sela doa nya.. “Ya Allah.. siapapun orang itu, pertemukan ku dengan dia. Andai aku bisa mengetahui siapa orang itu..” Rafsya memang gadis yang tidak pernah akrab dengan dunia cinta. Hari-hari nya dihabiskan dengan bertumpuk-tumpuk buku dan berlembar-lembar kertas mata kuliahnya. Dan memang Rafsya mempunyai tekad. “Sebelum toga sudah aku kenakan, aku tidak akan mau tahu apa itu cinta”..
Malam hari nya, saat Rafsya sedang teliti menyelesaikan tugas mata kuliah nya tiba-tiba ada suara yang memanggil ia dari arah depan rumahnya.. “Rafsya.. Rafsyaaaa...” seketika suara itu menghentikan goresan pena yang sedang dipegang oleh Rafsya, namun Rafsya tidak memperdulikan nya. dan dengan serius ia tetap pada pekerjaannya yang bertumpuk itu.. sampai akhirnya, Ibu Rafsya mengetuk pintu kamar Rafsya. “Sya.. ada tamu tuh. Nyariin kamu tuh dia”. Dengan langkah yang tetap ditemani oleh buku Rafsya pun bergegas membuka pintu kamar, “siapa,Bu? Malam-malam gini bertamu gak sopan banget sih..”. dengan sinis omongan itu terlontar dari bibir tipis Rafsya. “Hei.. apa kabar?..” suara itu.. suara yang selalu menggangu di telinga Rafsya, Bara.. ternyata Bara yang malam-malam berkunjung ke rumah Rafsya. “ngapain kamu kesini? Gak pernah di ajarin tata krama bertamu ya? Ini sudah malam..” ketus Rafsya. Mendengar itu Bara langsung merasakan miris. Entah apa yang dipikirkan oleh Rafsya, niat baik Bara ternyata disambut dengan kesinisan..
“Aduh.. omongan aku salah gak ya tadi itu, jadi ngerasa gak enak sama dia. Erghh.. biarin deh. Abisnya dia nyebelin..” celetuk Rafsya sambil menutup pintu kamarnya dan mematikan lampu disamping tempat tidurnya. Ditempat yang berlainan Bara pulang dengan membawa sebuah penyesalan. “Ampun deh.. dari sekian banyak cewek yang pernah gw deketin baru kali ini ada cewek yang galaknya ngelebihin macan. Gimana mau deket.. denger suara gw aja dia udah males”.. ucap Bara sambil mengacak-acak rambut..
Hari berganti hari.. kedekatan mereka yang awalnya selalu tidak akur lama kelamaan mulai membaik, hingga akhirnya Bara memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya yang selama ini sudah dipendam, bagai seekor kupu-kupu yang hinggap di bunga, seperti itulah yang dirasakan Bara sekarang. Gadis cantik yang selama ini ia puja dan ia banggakan ternyata juga diam-diam menyimpan perasaan yang sama. Hingga singkat cerita akhirnya Rafsya menerima Bara untuk menjadi kekasihnya...

Diposting oleh Syahrima di 22.16 0 komentar
Pagi kelabu itu kini hilang, langit abu-abu bahkan sendu kini lenyap seiring berjalannya waktu.. bagai taman yang ditumbuhi bunga-bunga dan kini aku berdiri ditengah-tengah kerumunan bunga-bunga indah yang merekah, bernyanyi dan menari. Kini aku merasakannya lagi, kini aku mendapatkannya lagi, sesuatu yang dulu hilang dari kehidupanku kini hadir kembali. Kau datang hadirkan sejuta angan untukku, datang dalam kehidupanku dan menjadi bagian dari sepenggal kisahku. Bukan karena aku mengerti apa artinya ini, justru selalu ada tanda tanya besar setiap kali aku melihatmu, melihat senyummu, bahkan selalu ada tanda tanya besar ketika senyum itu hadir dalam hatiku. Masih sama seperti detik ini, tanda tanya besar itu selalu hadir dan entah akan enyah sampai kapan.. mungkin sampai saat nya nanti aku akan bisa menjawab semua tanda tanya besar ini, mengartikan setiap tetes air mata bahagia ini, mendefinisikan setiap ketenangan dihati ini saat memelukmu, dan mungkin hingga saatnya tiba nanti aku dapat menjelaskan apa arti dari ini semua..
Hari kehari.. waktu ke waktu, ku temukan lagi perasaan aneh ini, perasaan takut.. bukan takut dalam artian lain, melainkan takut untuk jauh darimu, takut pada satu waktu yang nantinya mungkin akan memisahkan antara aku dan kamu, takut.. takut suatu saat nanti senyum itu akan hilang dari pandanganku... Aku masih mencari dan mencari jawaban dari tanda tanya besar itu. Hari berganti hari, makin banyak dan lebih banyak tanda tanya besar itu menghantui setiap malamku.. apa ini yang namanya “mencintai”? apa ini yang namanya “dicintai”? apa ini yang namanya “memiliki”? dan apa ini rasanya “dimiliki”? ataukah mungkin ini semua bertanda aku mulai mencintaimu? Menikmati detik demi detik saat bersamamu, larut dalam canda dan tawamu seakan tak ingin melepasmu..
Iya. Dulu kelabu. Iya. Dulu abu-abu. Iya. Dulu hampa. Namun “Tidak” untuk detik ini, semenjak aku mengenalmu, aku merasakan hal aneh ini.. mengenalmu dengan singkat, kembali larut dalam canda dan tawamu dengan singkat.. namun mencintamu tak akan pernah sesingkat pertemuan kita. Tak perlu waktu lama untuk mengenalmu, menjadi bagian dari senyumanmu.. dan kini tak perlu waktu lama untuk mencintaimu. Tidak butuh dari ratusan, jutaan bahkan miliyaran kata untuk menggambarkan “kamu” didalam kata demi kata kalimat atau bait yang kutulis..
Once thouht, ‘i think i’ll live forever alone”.. But once i know u, thought it was gone. And because with u, i’m not afraid to dream.. Ngg.. i know.. myb just&only u make me feel so “loving” with u.. This heart has been locked for a longtime, never was able to unlock it. Unless “you”

Kamis, 07 Maret 2013

Fish.

Diposting oleh Syahrima di 06.29 0 komentar
Suka prihatin kalau ngeliat ikan merah disebalah kiri blog gw ini. Hahaha.. udah kecil.. sendirian.. hmm.. like me sekali ya.. ada arti tersendiri sebenernya kenapa gw Cuma pelihara 1 ekor ikan tapi alesan itu rahasia perusahaan. Hmm.. ya gitu deh, belajar hidup dari ikan merah gw itu ya. Walaupun sendiri tapi dia masih bisa hidup, nggak pernah dikasih makan, nggak pernah punya temen, nggak pernah ngerasain seneng sama temen-temennya tapi dia masih bisa hidup, masih bisa berenang bebas tanpa mikirin apa kendala hidupnya yang bener-bener diposisikan untuk menyendiri. Walaupun capek muter-muter nggak jelas dan sendirian pula, tapi ikan merah itu masih semangat buat nerusin hidupnya yang emang sendirian. Dan kelak suatu saat nanti mungkin ada ikan lain yang mau temenin dia supaya nggak sendirian lagi (walaupun nggak tau kapan datengnya)

All-(one) / A-l-one / Alone "?????"

Diposting oleh Syahrima di 06.09 0 komentar

Yang paling sulit itu adalah.. harus disudutkan oleh pilihan yang nggak pernah gw bayangin sebelumnya, “Berlari atau tetap diam” “????”. Yang lebih sulit mungkin saat disudutkan oleh pilihan “Melupakan atau Bertahan” “????”. Saat semua keadaan mengharuskan gw untuk bertindak sedemikian rupa, kayaknya gw lebih milih buat diem aja.. bukan karena gw takut ambil pilihan, tapi mungkin saat gw diem semuanya akan jauh lebih baik, ya walaupun gw tau nanti nya gw yang bakalan ngerasain jatuh kelubang yang sama lagi. Saat keadaan ngeharusin gw untuk “Tidak bahagia” seenggak nya gw masih punya cara buat bikin diri gw bahagia, dan ini juga mungkin tanpa orang lain. Buat gw, sendiri kayaknya lebih dari cukup buat sekarang-sekarang ini. Bukan karena gw nggak mensyukuri orang-orang yang ada disekitar gw, tapi buat “sekarang” ini kayaknya emang gw ditakdirin untuk sendiri dulu. Bergelut dengan ratusan pertanyaan disetiap soal yang dikasih dari guru per-mata pelajaran gw disekolah. Hmm.. gw juga ngerasain hal yang paling gw benci sih disetiap saatnya, “Sendirian”. Dan ini emang selalu gw rasaian, ditempat rame ataupun emang tempat sesunyi apapun.. mungkin bagi segelintir orang pemikiran gw yang kayak “gini” itu terlalu kekanak-kanakan. Ngerasa sendiri saat rame? Yes. Ngerasa sendiri saat berada ditengah-tengah keramaian? Yes. Sejujurnya buat gw, temen itu salah satu sarana yang paling tepat buat ngilangin rasa “forever alone” nya gw. Tapi kalau temen aja nggak ada saat gw butuhin ya gimana kabarnya perasaan gw?.. sebisa mungkin kayaknya gw harus berusaha semangatin diri gw sendiri buat sekarang-sekarang ini. Saat dimana gw bener-bener ngerasa sendiri itu kayaknya nggak bisa dihitung kapan waktunya. Intinya.. setiap gw bener-bener ngerasa asing sama orang-orang disekitar gw, gw lebih milih buat mundur dari kalangan itu. Gw lebih milih menyendiri.. seenggaknya menyendiri lebih baik dari pada bersama namun tetap merasasendiri. Hehe.. pada dasarnya nggak ada orang yang mau sendirian didunia ini, tapi kadang keadaan yang nakdirin kita buat sendirian disini. Mungkin buat ngajarin kita gimana rasanya hidup sendiri tanpa ada satu orangpun yang perduli. Banyak orang-orang yang ngajarin gw “gimana hidup dan apa artinya hidup” dan mungkin dari orang-orang itu gw bisa coba lebih tegar buat ngadepin soal-soal yang sepele kayak gini doang, iya.. gw ngerti. Soal sepele itu nanti yang bisa jadi boomerang buat kehidupan gw kedepannya. Tapi ya.. ya diperenjoy aja kayaknya. Seenggaknya dengan masalah yang numpuk kayak gini gw lebih bisa menghargai hidup.. dimana orang terpuruk tapi bisa tetap bangkit dan tersenyum didepan orang banyak, walaupun dibelakang orang banyak itu ya tetep aja ngerasa sendiri dengan tekukan di wajah gw. Mungkin emang udah jalannya diusia gw yang labil-labil nya kayak gini gw diharusin buat bisa berdiri sendiri tanpa orang lain&orang terdekat yang bantu gw & semangati gw buat bangkit. Kalau sama masalah kayak gini aja gw udah pesimis gimana nanti kedepannya.. bisa-bisa gw tenggelem ditengah ribuan masalah sepele kayak gini. Seberat-beratnya Allah ngasih masalah ke umat-Nya, Allah gak akan kasih cobaan/masalah diluar batas kemampuan umat-Nya. dan gw yakin.. kalau ini gw masih kuat & gw masih mampu buat ngadepin semuanya yang ada didepan mata gw sekarang, besok, lusa, atau nanti yang gw sendiri belum tau kapannya..

Dava

Diposting oleh Syahrima di 04.27 0 komentar

Hari ini tepat dua tahun setelah kepergian Dava, lelaki yang kurang lebih 5 tahun telah menyempurnakan hari-hari Aya. Lelaki yang selalu dikagumi oleh Aya ini memang sudah menghembuskan nafas terakhirnya karena salah satu kecelakaan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Seperti biasa.. Aya selalu menghabiskan pergantian tahun dengan Dava, walaupun 2 tahun belakangan ini ia harus rela menghabiskan sisa tahun di depan makan Dava..
Kurang lebih 5 tahun yang lalu kisah cinta dua manusia ini dimulai. Dava seorang lelaki super jutek yang dikenal sebagai ketua osis ini berhasil memikat hari Aya, gadis angkuh yang disegani teman-temannya, dikenal sebagai gadis cerdas disegala bidang. Awal mula pertemuan mereka disebuah gedung saat Aya sedang melakukan hobby nya yaitu sebagai fotografer. Kegiatan ini memang tekun dilakukan Aya setiap petang hari penghabisan matahari. Dava yang saat itu memang selalu mengunjungi gedung tua disalah satu tempat di Bandung dengan membawa kanvas dan peralatan lukis lainnya. Seorang seniman yang diam-diam mengagumi seluruh isi bumi ini tanpa sengaja melukis seorang gadis yang sedang serius dengan kameranya. Warna demi warna di campurkan didalam kanvas putih nya, hingga akhirnya terlukislah seorang gadis cantik berambut panjang terurai dengan sebuah kamera yang dipegangnya.
Hari berikutnya mereka dipertemukan lagi, walau masih tanpa komunikasi, Dava masih memandangi Aya dari jarak kejauhan. Mencoba melukis tanpa harus diketahui oleh Aya, dan Aya pun masih belum sadar bila belakangan ini ternyata ada salah satu lelaki yang diam-diam memperhatikannya. Waktu terus berganti, hari terus berlalu dengan aktivitas yang masih sama. Aya yang sibuk dengan dunia foto nya dan Dava yang selalu sibuk melukis Aya dari jarak kejauhan. Entah sudah berapa puluh wajah Aya yang dilukis oleh Dava. Dan ternyata diam-diam Dava mulai menyukai Aya, tanpa ia tahu bahwa sebenarnya Aya adalah salah satu siswi disekolahnya.
Awal Senin seperti biasa, beberapa siswa mungkin mempunyai pemikiran bahwa “Monday is Mon(ster)Day”. Namun tidak untuk Aya. Gadis ini selalu bersyukur setiap hari nya, tanpa perduli masalah apa yang akan didapatkan nya di hari itu. Pagi ini dengan antusias nya ia memulai langkahnya disekolah. Tetap dengan kamera yang selalu dibawanya didalam tas dengan tumpukan buku yang dipegangnya dengan erat. Dengan topi dan dasi yang masih acak-acakan, tak tertinggal sebuah ikat pinggang yang telah dikenakannya namun terbalik...
*brakkk* buku-buku yang ada di tangan Aya tiba-tiba jatuh karena sebuah keteledoran seorang lelaki yang menabraknya, “Aduuuhh!! Gimana sih kalau jalan lihat-lihat donggg!!” ucap Aya dengan nada agak kesal. “Yampun maaf.. maaf gw nggak sengaja.” Suara ini ternyata berasal dari suara Dava. Dava yang dengan buru-buru membantu Aya untuk membereskan buku-buku yang tercecer dilantai. “Besok-besok kalau jalan jangan pake kaki aja ya, mata dipake juga” Kata Aya dengan sinis sambil meninggalkan Dava. “Gila! Cewek cantik kayak dia ternyata sinis kayak gitu. Gw kira..... ahh udahlah gak penting juga” ucap Dava dalam hati.
Gadis yang selama ini menjadi model dalam kanvas-kanvas Dava ternyata adalah seorang gadis yang angkuh. Awalnya Dava memang berusaha untuk melupakan puluhan lukisan tentang Aya, ternyata tidak bisa. Semakin keras ia mencoba melupakan, semakin keras pula ingatannya tentang Aya.  Ternyata mencoba melupakan gadis ini adalah salah satu hal yang menyulitkan untu Dava, hingga akhirnya Dava memutuskan utnuk mencari tahu lebih banyak tentang Aya.
Ternyata hampir satu bulan Dava mencari tahu semua informasi tentang Aya. Diam-diam ia menuruhsimpati pada Aya, diam-diam ia mengagumi Aya, diam-diam ia menyukai Aya, dan mungkin ia mencintai Aya secara diam-diam. Salah satu sahabat Aya memberitahu pada Aya bila Dava selalu mencari tahu tentang Aya. Namun respon Aya masih sama, flat. Gadis ini memang dikenal belum bisa membuka hatinya pada siapapun semenjak duduk dibangku 10. Hingga akhirnya sebuah kejadian yang membuat Aya dekat dengan Dava. Sekolah mereka mengadakan lomba fotografi, hingga akhirnya Aya mengikuti lomba tersebut, dan mulai sejak inilah kedekatan mereka dimulai.
“Lo ikut lomba juga?” Tanya Dava. Ternyata ketua panita lomba itu adalah Dava, lelaki yang disegani Aya sejak kejadian di koridor sekolah minggu lalu. “Iya, kenapa? Semua siswa berhak ikut kan?” Tegas Aya dengan sedikit keras. Suasana hening, sapaan Dava ternyata tetap dibalas dengan ketus oleh Aya. Namun Dava idak memperdulikan itu, ia tetap membimbing Aya selama lomba itu berlangsung. Singkat cerita Aya lah yang memenangkan lomba fotografi itu, memang bukan isapan jempol belaka semua jepretan Aya terpampang di mading sekolah.
“Hei.. selamat ya!” Ucap Dava sambil menjulurkan tangannya pada Aya, “Oke.. thanks lhooo udah bantuin gw juga. Hehe” kata Risya sambil tersenyum, ini kali pertama Dava melihat Aya tersenyum untuknya, ada rasa yang tak biasa saat mereka saling sejabat tangan dan bertatapan. Seakan waktu berhenti berdetak. Hingga akhirnya.. singkat cerita mereka memutuskan untuk bersama, walaupun awal mula hubungan mereka agak sedikit hambar. Karena Aya adalah sosok gadis yang lumayan kaku dengan lelaki. Namun itu semua tidak menjadi penghambat bagi hubungan mereka. Malah justru menjadi sebuah pengerat terselubung didalam hubungan mereka itu.
hari-hari mereka begitu indah, dengan atau tidak ada nya salah satu dari mereka tetap menjadi pelenggap didalam hubungan yang harmonis ini. Hingga suatu ketika keadaan yang tidak pernah dibayangkan oleh mereka terjadi. Malam itu, tepatnya malam dimana pergantian umur Aya. Dava yang bertujuan untuk menemui Aya pada malam itu mengalami suatu kecelakaan yang merenggut nyawanya. Mobil yang ditumpanginya ditabrak oleh salah satu truck dengan kecepatan tinggi. Entah apa yang dimimpikan mereka berdua saat kisah cinta mereka akhirnya berakhir dengan suatu kejadian tragis. Awalnya Dava hanya mengalami pendarahan di kepala yang menyebabkan penyumbatan otak. Namun Tuhan berkata lain.. Dava akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya dimalam yang harusnya menjadi malam teristimewa bagi Aya. Aya yang dengan rasa bersalah karena selalu menyia-nyiakan waktu Dava saat bersamanya sangat terpukul dengan kepergian Dava..

By: Syr.

Senin, 04 Maret 2013

24November2012

Diposting oleh Syahrima di 07.22 0 komentar




































What a day!!!!!! Thank you've made ​​my day memorable, Ilysm({})<3



"Ago"

Diposting oleh Syahrima di 06.56 0 komentar

Kau selalu ada disamping ku
menemani hariku
kau tak pernah sirna meski kau tertutup awan hitam
kadang aku rindu sinar mu saat kau sedang tertidur..

Aku ingin menjadi dirimu..
yang tertakdir tuk menjadi benderang dunia ini
kau tak pernah protes walau ku sering mencibir mu
terang mu sangat nyata...

Apa aku yakin?
aku akan menjadi kau yang tak pernah berkomentar
oh Tuhan aku ingin menjadi sinar walau sementara
paling tidak saat dirinya yakin
bahwa aku bisa menyinari dirimu seperti matahari
walau tak sejernih mata air

Tapi aku bersyukur
aku punya kau yang selalu menyinari hariku
walau itu sesaat
tapi itu terlalu indah bagiku
bahkan seperempat detik pun

kau terlalu indah bagiku
bahkan kau terlalu sempurna
sampai-sampai kesempurnaan kau tak bisa ku balas

kau bagaikan matahari
walau terangnya tak sepenuh jam berputar
tapi aku yakin kau bisa sepenuhnya menyinariku
sepenuh jarum jam berputar
yang selalu jadi terterang dunia ku

Dan kau tak protes dengan keadaan
mungkin saja aku bisa berhenti menjadi benderang dirimu
hingga waktu ku ditelan bumi
hingga nafas ku terputus
aku menyayangi mu seperti aku menyayangi matahari

aku yakin kau sepenuhnya menjadi benderang sepenuh jarum jam berputar

By: Syahrima

Kamis, 24 Oktober 2013

Rasa

Karena cinta menghadirkan rasa
Kicauan burung seakan membuatku menari, walau ku tahu hariini semua telah berbeda. Orang yang selalu menjadi alasan ku untuk tersenyum kini telah menghilang dari warna-warni kehidupanku. Aku layaknya seekor burung yang terpisah diantara ribuan burung lainnya, mencoba bertahan dalam ketidakpahaman dunia yang fana ini. Seakan tak bernyawa, aku memulai hidup ku tanpa kehangatan pelukan nya, senyumannya, dan tanpa suara nya yang selalu membuatku tersenyum saat aku tak menginginkan tersenyum sekalipun. Ternyata rasa adalah suatu hal yang membuatku seolah-oleh menjadi rintik hujan diantara matahari, membuatku seperti setangkai mawar yang mulai layu dan menghitam, menjadikan hatiku hancur hingga berkeping-keping tanpa penjelasan..
Hari pertama ku lalui tanpa semangat yang berarti, langkah kaki kecil ku pun seakan tak mampu lagi untuk berpijak. Langkah demi langkah ku jalani tanpa senyuman, walau mentari mengajak ku untuk menari namun aku tetap dengan paras wajah ku yang tak bertuan, oh Tuhan.. apa ini rasanya kehilangan?. “Ra.. Rara!!” suara itu terdengar jelas ditelinga ku, namun aku acuhkan. Aku benci suara itu. “Rara! Masih mau menghindar dari aku?” suara yang ku benci itu kian mendekat hingga aku merasakan sentuhan lembut tangannya menyentuh ku, aku berusaha untuk tidak melihatnya. Bahkan sekedar menoleh kehadapannya pun aku segan. “Maaf, aku tak bermaksud untuk menghindar. Aku butuh waktu untuk sendiri, mengertilah!” langkah ku semakin cepat meninggalkan dia dan menjauh darinya. sungguh teramat sungguh, aku tak mampu melihatnya dihadapanku begitu sesak dada ini melihatnya. Tanpa ku perdulikan lagi, aku pun membiarkan kaki ku mengajak untuk menjauhi nya walau ku tahu, keputusan yang telah ku ambil ini membuat dia kecewa, tapi.. sudahlah, aku yakin ini yang terbaik.  Hari demi hari semakin tak bergairah, aku mulai merasakan kejenuhan yang teramat mendalam dengan keadaan seperti ini, bagaimana tidak?.. Hari demi hari seakan begitu cepat, tanpa ku lalui lagi bersama orang itu. Walaupun ku tahu aku yang telah memutuskan untuk tak bersama nya lagi, namun kini aku menyadari bahwa aku merindukannya. Aku merindukan hadirnya, senyumnya, tawanya, candanya bahkan tangisan manja nya saat bersama ku dulu.
Malam menjadi lebih dingin semenjak hari itu, cuaca siang bahkan lebih panas dari biasanya, dan pagi semakin sunyi tanpa kicauan burung yang menemani. Ku hirup aroma kopi di cangkir merah jambu ku ini, diantara rintik hujan malam ini aku semakin merindukannya. Tiba-tiba handphone ku bergetar, ku lirik handphone ku dan ku dapati nama itu yang menghiasi layar handphone mungil berawarna merah ini. “Rara, aku merindukanmu.. aku butuh kamu disini, apa kamu juga merasakan apa yang ku rasakan? Bales dong, Ra. Sisihin waktu kamu sebentar buat bales sms aku ini. Aku sayang kamu.” Ingin sekali aku membalasnya, namun apa daya tangan tak sampai.. aku masih membisu membaca nya, “Aku juga merindukanmu, aku mencintaimu lebih dari yang kamu tau, Dam...” aku hanya mampu membalas pesan singkat nya dalam hati, berharap dia mampu mendengar apa yang ku ucapkan tadi. Tekad ku masih kuat, aku akan terus menjaga jarak dengan orang ini mungkin perlahan aku akan pergi dari kehidupannya. Puluhan pesan singkat datang dari nya tanpa satu balasan pun yang aku berikan, entahlah.. mungkin dia lebih kerasa dari batu karang hingga apapun yang ku lakukan padanya, dia tetap tak menghiraukannya dan tetap mencoba mendekatiku. Aku yakin dia masih menjadi salah satu orang yang dapat ku perjuangkan, tapi di balik itu semua aku masih menyimpan banyak rasa kecewa yang teramat mendalam padanya, aku ingin menghapusnya namun tetap tak bisa. Semua usaha yang dia tunjukan padaku tetap tak akan merubah keputusanku, aku menjahui nya.

“Apapun itu, setiap rasa yang menyakitkan, tak akan mampu membuat rasa yang menyenangkan seperti dulu..”

Jumat, 27 September 2013

Review Novel "My Beautiful Sunrise"

Judul           : My Beautiful Sunrise
Penulis        :Kyria
Genre         : Adult romance
Penyunting  : Laurensia Nita
Perancang sampul : Citra Yoona
Pemeriksa aksara : Septi Ws. & Pritameani
Penata Aksara : BASBAK_Binagkit
Penerbit       : Bentang Pustaka, PustakaPopuler
Tebal           : 328 halaman + iv ; 20,5 cm
ISBN            : 978-602-7888-61-6
Harga          : Rp 54.000,00

Sebuah novel karya Kyria-Ty Sakumoto yang berhasil membuat para penikmat novel merasa berada didalam alur cerita My Beautiful Sunrise adalah lanjutan dari novel karya Kyria yaitu My Perfect Sunset. Setelah sukses dengan My Perfect Sunset, kini Kyria sukses kembali dengan alur yang sangat bahkan lebih menarik di dalam novel My Beautiful Sunrise. Sebuah cerita bertemakan tentang cinta yang dibalut dengan konflik yang sangat menarik, juga tidak membuat para pembaca merasa penat saat membaca novel ini.

"Aku mungkin tak mengenalnya, tetapi akan terus mengingatnya.."
Tiba-tiba tubuhku terasa lemas. Jantungku sudah bukan lagi berdebar, melainkan berderap tidak menentu. Mengenangmu adalah memanggil kembali ingatanku akan dosa dan pengkhianatan yang pernah kuperbuat. Bahkan, nyerinya terasa sangat nyata.
Satria.. kuhela napas berat. Setelah sibuk menghindarimu, akhirrnya kita dipertemukan kembali. Bahagiakah aku? Entahlah.. Aku justru tidak tahu harus bersikap bagaimana kepadamu. Tidak mudah ternyata menghadapi seseorang yang dulu pernah mengisi hati. Apalagi, seseorang itu juga pernah tersakiti.
Kukenang tegarmu saat perpisahan kita dulu. Kuharap akan kutemukan kembali hangat senyummu. Namun, kehadiranku kembali justru kau sambut dengan tatapan dingin yang merobek hatiku. Kau yang kini seorang bintang olahraga dengan banyak penggemar melenggang dengan gagah tanpa memedulikanku. Samar-samar; justru kali ini akulah yang terluka. Inikah karma? Atau aku yang terlalu banyak meminta?
Empat tahun setelah meninggalnya Kevin, Indah masih berselimut duka mengenang kepergian mantan kekasihnya yang hampir menjadi teman sepanjang hidupnya itu. Setelah sekian lamanya, Indah masih dikepung dengan rasa bersalah yang teramat dalam karena telah mengkhianati hati Kevin. Hingga Indah memilih untuk tetap sendiri dan fokus dengan dunia fotografi nya. Orangtua Indah telah berusaha memperkenalkan banyak lelaki kepada anaknya itu agar dapat melupakan kenangan nya bersama Kevin. Dari sekian banyak lelaki yang dikenalkan orangtua nya pada Indah, Indah masih tetap memilih menjalankan hari-hari nya dengan kesendirian yang menurut dia adalah hal yang menyenangkan.
Esok hari adalah hari dimana Indah akan mengulang hari bersejarah dalam hidupnya, genap 28 tahun ia hidup di dunia ini. Indah merenggangkan seluruh anggota badannya, di lihatnya cincin yang masih dikenakan di jari manisnya.. Rasa sakit itu kian mendalam ketika semua kenangan Kevin masuk kedalam alam bawah sadar Indah. Indah sangat teramat merindukan Kevin..
Orangtua Indah sangat khawatir dengan kesendirian Indah yang sudah cukup lama, hingga akhirnya orangtua Indah memperkenalkan Daniel pada Indah. Daniel pria yang baik. Dia berusia 29 tahun dan merupakan seorang manajer bagian kreatif di sebuah perusahaan periklanan ternama. Perawakan nya tegap dan wajahnya karismatik dengan rambut yang terkadang tampak mengilap layaknya seorang eksekutif. Namun Indah masih enggan untuk membangun hubungan percintaan. Dia masih menutup hatinya dalam-dalam dari siapapun.
Kini Indah telah bekerja menjadi seorang fotografer di salah satu redaksi majalah ternama yaitu Womanhood. Di tempat kerjanya ia juga banyak didekati oleh rekan kerjanya, salah satunya adalah Adrian. Adrian adalah rekan kerja Indah yang mendekati Indah, namun lagi-lagi Indah tetap meolak dan hanya menganggap Adrian sebagai rekan kerja nya saja, tidak lebih..
Di tempat lain, Satria kini telah menjadi petinju dunia yang sangat mengangumkan. Ia telah menjuarai banyak pertandingan tinju di luar negeri. Hingga akhirnya karena ada urusan pekerjaan, Satria kembali ke Indonesia untuk pertandingan memperebutkan gelar juara dunia kelas Bantam Super versi WBA.
Hari ini adalah jadwal Satria untuk wawancara dengan salah satu majalah ternama tentang prestasi-prestasi yang sudah diraihnya. Tidak disangka ternyata Satria malah bertemu dengan Indah. Mereka dingin, menganggap satu sama lain tak saling kenal, mereka hanya bertatapan bisu namun dalam hati mereka menggebu-gebu. Bagaimana tidak, Satria sangat merindukan gadis yang dicintainya itu, walaupun Indah telah melukai hati Satria, tetapi Satria tidak dapat memungkiri bila hati kecilnya masih mencintai Indah. Begitupun sebaliknya, Indah kaku tak berkedip saat mata nya bertemu dengan mata khas Satria yang telah menenangkan hatinya. Dalam batin Indah menyebut nama Satria berkali-kali.. Mereka saling merindukan satu sama lain.
Seiring berjalannya waktu, Satria dan Indah masih diantara kebisuan mereka satu sama lain. Namun mereka sebenanrnya saling merindukan. Hingga akhirnya mereka dapat berbicara kembali disalah satu kesempatan saat Indah ditugaskan ulang mengambil gambar Satria, karena pada wawancara terdahulu hasil gambar Indah di anggap tidak menjual oleh pemimpin redaksi.
Hari silih berganti, adik Satria yang bernama Setya datang ke Jakarta dan menginap di apartmen Satria. Apartmen yang bersebalahan dengan Indah.. Setya adalah adik Satria dari ibu tiri nya yang di nikahi oleh ayah nya. awal mula kedatangan Setya disambut hangat dengan Satria. Bahkan Setya juga mengenal Indah, mereka bertetangga dengan akrab. Setya sering berkunjung ke apartmen Indah bila Satria pergi. Setya juga banyak bercerita tentang Satria kepada Indah, tentang hati Satria yang terluka oleh perlakuan Indah di masa lalu.
Siapa yang menduga, ternyata kebaikan Setya berujung dengan dendam yang sangat besar kepada Satria. Setya memfitnah Satria di depan Indah. Mulai dengan tuduhan Satria menggunakan narkoba, hingga tuduhan bila Satria kembali dengan para anak jalanan liar yang dulu sempat menjadi teman nya. pada suatu ketika Indah hampir dicelakakan Setya. Dengan memanipulasi pertemuan Satria dengan Indah. Namun Tuhan masih melindungi Indah, hingga akhirnya Indah terselamatkan.
Setelah kebohongan Setya terungkap. Satria dan Setya menjadi saudara yang rukun. Setay menceritakan tentang ketidaksukaannya kepada Satria, karena ayah nya terus membangga-banggakan Satria di depan Setya.
Satria membuat sayembara di salah satu Kedai Es Buah OBJ. Hingga banyak “Indah” yang datang karena iklan yang di buat oleh Satria. Awalnya Indah sempat berpikiran untuk tidak datang ke Kedai Es Buah OBJ. Namun takdir berkata lain, saat indah mendatangi makan Kevin. Ternyata ada Karina dan anak kecil yang bernama Kevin, Karina menjelaskan bagaimana ia dan Kevin hingga sekarang lahir lah Kevin Junior.. anak Karina. Lalu Indah membutuskan menyusul Satria di Kedai Es Buah OBJ.
Satria mengajak Indah ke bukit tempat mereka mengayuh sepeda dulu, mereka memutuskan untuk mengulang mengayuh sepeda tanpa jatuh di bukit curam tersebut. Hingga akhirnya, mereka sampai di puncak bukit dan melihat sunset. Kini mereka telah menemukan Sunset dan Sunrise nya secara bersamaan.
Kini Satria dan Indah makin dekat, bahkan mereka memutuskan untuk melanjutkan kisah kasih mereka, walau awalnya ayah Indah tidak setuju dengan Satria karena Satria hanya seorang atlet. Namun akhirnya hati ayah Indah luluh saat melihat Satria memenangkan pertandingan memperebutkan gelar juara dunia kelas Bantam Super versi WBA. Dan Satria melamar Indah saat itu juga.
Indah dan Satria direstui untuk menikah. Banyak rencana aneh Satria dipernikahan tersebut. Mulai dari pengulangan ijab kabul, hingga mereka menaiki rakit dan berakhir dengan Indah dan Satria yang meluncur dengan menggunakan flying fox.
Indah dan Satria menjadi pasangan yang bahagia, mereka berdua telat menemukan Sunset dan Sunrise nya dengan sempurna. “Sayang, kita akan melihat lebih banyak sunset nanti. Mungkin sunset yang kita lihat tidak selalu cantik, atau sempurna, atau mungkin malah teramat memesona. Tapi, tidak perlu khawatir karena akan selalu ada sunrise yang indah untuk kita sambut esok harinya, dan juga sunset yang akan kita tatap bersama hingga di usia senja kita.” Janji Satria..

Penggambaran tokoh dan watak dari setiap tokoh yang dituliskan juga dijelaskan oleh Kyria sangat tidak dapat ditebak, hingga membuat pembaca menjadi lebih penasaran untuk membacanya. Sebuah novel yang menjadi best seller di semua toko buku ini sukses membuat para pembaca kembali menyukai My Beautiful Sunrise setelah My Perfect Sunset telah menjadi best seller di banyak toko buku.

Aku mungkin tak mengenalnya, tetapi akan terus mengingatnya..

Sabtu, 20 Juli 2013

Review Novel "My Perfect Sunset"

Review Novel "My Perfect Sunset" 

Judul           : My Perfect Sunset
Penulis        :Kyria
Genre         : Adult romance
Penyunting  : Laurensia Nita
Perancang sampul : Citra Yoona
Pemeriksa aksara : Septi Ws. & Pritameani
Penata Aksara : BASBAK_Binagkit
Penerbit       : Bentang Pustaka, PustakaPopuler
Cetakan       : I (Februari2013), II (Maret 2013)
Tebal           : 370 halaman + vi ; 20,5 cm
ISBN            : 978-602-7888-04-3
Harga          : Rp 58.000,00

Sebuah novel karya Kyria-Ty Sakumoto yang berhasil membuat para penikmat novel merasa berada didalam alur cerita My Perfect Sunset. Sebuah cerita bertemakan tentang cinta yang dibalut dengan konflik yang sangat menarik, juga tidak membuat para pembaca merasa penat saat membaca novel ini.
“Bertemu denganmu pasti bukanlah sebuah kebetulan, melainkan rencana Tuhan yang paling mengesankan”
Berawal dari pertemuan seorang wanita dengan seorang lelaki yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Indah, seorang gadis cantik yang secara kebetulan bertemu dengan seorang petinju yang bernama Satria. Lelaki yang sudah membuat kehidupan Indah menjadi berubah. Lelaki yang dikenalnya pertama kali dengan kesan tidak biasa ini tiba-tiba masuk kedalam kehidupan Indah dan membuat hidupnya menjadi sedikit rumit dengan berbagai konflik percintaannya. Indah yang mempunyai kekasih bernama Kevin seketika mengalami banyak pertengkarang yang mengakibatkan jalinan cinta yang dirajutnya setelah sekian lama menjadi putus begitu saja, lalu perubahan tempat pekerjaan Indah seiring berjalannya waktu karena ketidak senangannya Indah kepada bos nya yang berakhir pada keputusan Indah yang bekerja di sebuah kantor tempat Kevin bekerja, namun itu tidak berlangsung lama dan Indah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya itu. Disisi lain keberadaan Satria membawa cahaya baru didalam kehidupan Indah, ia datang sebagai sosok yang awalnya sangat aneh namun lama kelamaan menjelma sebagai penyemangat Indah dan menjadi alasan Indah untuk tersenyum kembali setelah banyaknya masalah dikehidupan Indah.
Kisah cinta Indah yang dimulai bersama Kevin sejak lama harus berakhir ditengah jalan, walaupun awalnya Kevin mengisi hati Indah yang kosong dengan keromantisannya, namun seiring berjalannya waktu Kevin berubah menjadi seseorang yang sangat overprotective yang membuat Indah lelah, lalu Kevin memutuskan untuk berselingkuh dengan seorang gadis yang bekerja di kantor nya yaitu Karina. Semenjak itulah Indah memutuskan hubungan nya dengan Kevin, walaupun Indah dan Kevin akan segera melanjutkan hubungannya kejenjang yang lebih serius, namun menjadi berakhir tanpa cerita apapun.
Sementara itu, saat hati Indah sedang hancur. Datanglah sosok Satria yang mengubah harinya menjadi sebuah pelangi yang datang setelah hujan. Satria datang dengan segudang kemisteriusan dan hal-hal yang tidak pernah diduga sebelumnya. Satria hadir tanpa rencana apapun dan menjadi bagian dari cerita kehidupan dan kehidupan cinta Indah juga membuat Indah merasa hidup kembali.
Banyak kisah yang dituliskan oleh Kyria di novel ke dua nya ini. Hingga membuat pembaca larut dalam setiap alurnya, juga banyak pesan yang disiratkan oleh Kyria di setiap kalimat novel nya ini. Novel My Perfect Sunset berhasil mengambil hati para pembaca yang membaca novel ini.
Singkat cerita kehidupan Indah menjadi bimbang, disaat ia diharuskan untuk tetap bersama Kevin tunangannya yang sangat overprotective atau mengejar cinta nya bersama Satria, seorang lelaki yang baru dikenal nya namun sangat memberikan kesan tersendiri dalam hati Indah, yang saat itu akan meninggalkannya keluar negeri untuk tugas nya bertinju. Lalu dengan keadaan Kevin yang tetap berselingkuh dengan Karina apakah Indah masih mau bertahan bersama Kevin? atau berpaling memilih Satria?
Penggambaran tokoh dan watak dari setiap tokoh yang dituliskan juga dijelaskan oleh Kyria sangat tidak dapat ditebak, hingga membuat pembaca menjadi lebih penasaran untuk membacanya. Sebuah novel yang menjadi best seller di semua toko buku ini sukses membuat para pembaca tidak sabar menunggu novel lanjutan My Pefect Sunset ini rilis kembali, yaitu My Beautiful Sunrise.
Pemilihan pengandaian kata disetiap kalimat didalam novel ini sangat dominan dibuat oleh Kyria untuk para pembaca yang mayoritas adalah remaja, bahwa “Untuk meraih sunset yang sempurna, kita harus memilih dan memutuskan”

Berbeda.

Awal bulan yang begitu aneh untuk Raya, seorang gadis teledor dengan segala keulahannya. Semua berawal dari awal Mei kemarin, saat semua siswa lalu lalang dengan rutinitas nya disekolah dan dengan kesibukan mereka masing-masing dengan pelajarannya, tetapi tidak untuk Raya. Gadis ini tetap santai melangkahkan kaki nya ke seluruh sudut ruangan disekolahnya. Dengan antusias nya ia mengawali hari demi hari disekolah yang menurut ia lebih menyenangkan dari keadaan dirumahnya. Ya terang saja, keadaan dirumah nya tidak begitu menyenangkan seperti keadaan diluar rumahnya, terlebih disekolah. Raya sering dikenal sebagai gadis periang dan selalu menebarkan senyumannya kepada siapapun yang bertemu dengannya, tidak heran bila ia di senangi oleh teman-temannya. “Ray! Gw pinjem buku catetan matematika lo yang kemarin dong..”  terdengar suara Sheka yang berteriak dari ujung koridor tepat saat Raya sedang berjalan-jalan kecil dengan tumpukan buku yang digenggam ditangan kanannya, “Eh Ka.. aduh gw enggak bawa buku nya nih, besok aja deh gw kasih ke lo ya bukunya hehe”. Jawab Raya singkat. Percakapan itupun berakhir begitu saja dikarenakan Raya yang terburu-buru berjalan menuju kelasnya.
Raya memang selalu melakukan hal yang sama setiap hari disekolah, mulai dari berjalan-jalan kecil mengelilingi koridor sekolah, hingga berjalan ditengah lapangan hingga membuat beberapa kakak kelas memperhatikannya dengan tatapan sinis. Kenapa sih kakak kelas itu selalu ngeliatin gw dengan pandangan yang seolah-olah mau makan gw hidup-hidup? Salah apa gw.. Pikir Raya saat sekilas melihat tatapan mata Kak Marko. Ya begitulah Marko, lelaki angkuh ini memang selalu tidak menyukai bila ada junior nya yang berjalan ditengah lapangan dengan mimik muka seakan tidak mempunyai salah apapun. Entah apa alasan Marko tidak menyukai junior nya yang melewati tengah lapangan itu, mungkin bagi Marko seorang junior harus bisa menghargai para senior dan tentunya tidak lancang melewati tengah lapangan yang notabene adalah kawasan para senior untuk mengumpul atau sekedar melakukan olahraga kecil disetiap waktu istirahat atau sepulang sekolah.
Langkah demi langkah dilewati oleh Raya, setapak demi setapak jalanan lapangan itu dilewati oleh Raya. Pagi ini ia memang sangat berbeda, senyuman nya sangat terlihat bahagia, lesung pipit di pipi nya menjadi lebih ceria dari sebelumnya. Seakan tidak memperdulikan tatapan para senior pada dirinya, ia tetap berjalan hingga akhirnya jalannya sedikit berubah menjadi berlari-lari kecil ditengah lapangan. Tanpa sadar ia menabrak salah satu senior nya, Buuuk.. “Woy kalau jalan tuh jangan pake kaki aja, mata juga digunain dong!”, Kata si senior dengan sinisnya. Aduh sial kenapa juga gw harus tabrakan sama cowok gak jelas ini, Ya Tuhan... Raya mengenali suara itu, benar saja.. Marko yang berdiri tepat dihadapan Raya langsung melontarkan argumen-argumen pedas nya pagi itu “Tolong ya adik kelas yang super duper menebar pesona pagi ini ditengah lapangan, kalau jalan tuh mata nya jangan ditinggal. Pernah diajarin cara berjalan yang baik dan benar kan?” “Maaf kak, saya salah tadi jalan terlalu terburu-buru jadi enggak sadar kalau udah nabrak kakak” Ujar Raya dengan menundukan kepalanya seolah takut dengan kakak senior nya ini.
Pagi ini sepertinya terlalu berbeda bagi Raya. Mulai dari berangkat sekolah ia diantar oleh Ayah nya yang biasanya selalu sibuk dengan segala pekerjaannya, lalu dengan keadaan meja makan pagi ini yang sudah tertata rapih dengan menu sarapan yang sengaja di buat oleh Ibu nya yang selama ini selalu berangkat pagi sekali walau hanya sekedar menghadiri meeting dikantornya, lalu... Sheka, teman kelasnya yang selama ini selalu menyindirnya ini itu didepan guru matematika tiba-tiba memanggilnya dan berniat meminjam buku catatan matematika Raya, setelah itu.. Marko.. Huaaa ada apa pagi ini? Aneh. Semuanya aneh.. mimpi apa gw semalem yampun..
Mei, bulan yang sebelumnya selalu dianggap Raya sama saja dengan bulan-bulan yang lain, namun entah mengapa Mei tahun ini mungkin terasa berbeda, semenjak lelaki itu hadir dikehidupannya, Arla. Entah dari mana datang nya makhluk ajaib ini dikehidupan Raya, semua mungkin terasa biasa saja sebelum akhirnya Raya mengenal Arla dari salah satu teman nya saat acara sekolah minggu lalu. Hari ini tambah lagi keanehan yang ditemui Raya, Arla dengan mimik muka cemas memperhatikan Raya yang semakin mendekati ruang kelasnya. “Ray, lo enggak kenapa-kenapa kan? Diapain lo sama si Marko?” . “Eh, Ar.. enggak gw gak diapa-apain kok, gw nya aja yang salah tadi nabrak dia yang segede papan tulis.. hehe, loh.. kok lo bisa tau? Pasti lo ngeliatin gw ya dari tadi? Hayo ngaku...” . Perbincangan singkat itu mulai berubah menjadi ajang saling ledek satu sama lain,
Entahlah.. semenjak mengenal Raya minggu lalu Arla menjadi merasa mengenal Raya lebih lama dari pertemuan pertamanya. Hari ke hari Arla selalu memperhatikan setiap tingkah laku Raya.. “Nih cewek yang waktu itu mau gw kenalin ke lo, Ar” ucap Rangga disela-sela acara sekolah malam itu “Hai.. Gw Arla, lo Raya anak IPA 1 kan?”.. “Wah.. ternyata lo tau gw kelas berapa.. hehe iya gw Raya, salam kenal deh ya”.. seperti itulah pertemuan Raya dan Arla untuk pertama kalinya, di acara sekolah minggu lalu. Raya yang mengenakan dress warna biru terlihat lebih cantik dengan kepangan yang menghiasi rambut hitam panjangnya.
Singkat, padat, dan berkesan.. itulah kesan pertama saat mengenal Raya, semakin membuat Arla merasakan hal yang tak biasa saat didekat Raya. Mungkin sama hal nya dengan Raya. Semenjak masa orientasi siswa awal pelajaran tahun lalu Raya memang sudah sering memperhatikan Arla, Arla adalah salah satu teman nya saat masa orientasi siswa tahun lalu. Tahun berganti tahun ternyata Arla dan Raya tidak ditakdirkan untuk mengenal lebih dekat. Hingga akhirnya saat acara minggu lalu mereka baru dipertemukan dengan keadaan yang tidak bisa mereka lupakan. Sejak malam itu kedekatan mereka berdua makin akrab, hanya sekedar menanyakan kabar Raya lewat pesan singkat bahkan Arla hanyak ingin sekedar mendengar suara Raya di ujung telepon setiap malam selalu dilakukan nya. Dunia Raya seakan penuh warna saat Arla datang di kehidupannya dengan membawa secerca harapan.mungkin hanya detak jam yang menjadi saksi Raya dan Arla setiap malam. Hidup mereka seakan berubah menjadi pelangi.
Semuanya beda, gw enggak pernah ngerasain hal ini sebelumnya.. saat dimana gw takut kehilangan seseorang yang jelas-jelas bukan milik gw. Takut kehilangan senyuman seseorang yang jelas-jelas enggak pernah gw kenal sebelumnya. Apa ini yang namanya jatuh cinta? Semenjak kenal sama dia gw ngerasa hidup gw gak abu-abu lagi, gw ngerasa hidup gw penuh warna. Lebih dari pelangi sekalipun.
“Rayaa.. kemana aja sih lo dateng telat mulu! Pelajaran pertama matematika, hih lo mau dihukum beresin koridor siswa IPS lagi?..” tegur Arla saat melihat Raya berjalan memasuki kelasnya dengan memengang kepalanya dengan wajah pucat pasi. “Iyee.. apa sih, Ar.. jangn bawel deh! Gw itu telat bangun mangkanya baru dateng jam segini”.. “Lo sakit, Ray? Pucet banget muka lo kayak kambing belum dibedakin?”.... Raya tidak membalas ledekan Arla pagi itu, ia merasakan tubuhnya serasa lemah dan mata nya serasa berputar-putar. Melihat itu, Arla mendadak khawatir dengan Raya hingga akhirnya secara diam-diam ia mengikuti Raya kemanapun Raya pergi.
Bruuuk.. “Rayaaa!!!!”. Arla berlari dari ruang guru menuju toilet wanita di bawah tangga, ia mendapati Raya sedang tergeletak tak berdaya dengan keadaan tubuh yang menggigil namun demam tinggi. Segera Arla membawa Raya ke ruang UKS dan Raya beristirahat dengan ditemani oleh Arla. “Ar.. lo ngapain disini? Kok gw ada di UKS?” Kata Raya sambil memegangi kepalanya. “Akhirnya lo sadar juga.. lo tadi tuh pingsan di depan toilet, udah sarapan belum sih? Lo lagi sakit?”. Raya tidak menjawab pertanyaan Arla satupun, yang ia tahu kini ia merasa tubuhnya diantara es yang sangat dingin, menggigil.
Keesokan harinya, Raya memutuskan untuk memeriksakan kesehatannya kerumah sakit. “Hai Raya, sudah lama tidak bertemu ternyata kamu sudah bersar ya sekarang”.. ujar Dokter Bima, Dokter Bima adalah salah satu Dokter yang menangani keluarga Raya yang sedang sakit. “Ada apa, Ray? Tumben kamu kesini..” Lanjut Dokter Bima. “Hehe iya dong Raya kan udah remaja sekarang, bukan anak kecil lagi.. ini, Dok. Akhir-akhir ini Raya sering kecapekan, pusing tapi hanya dibagian kiri dan sering pingsan mendadak”.. “Wah, mungkin kamu kecapekan? Ayo kita periksa dulu”. Dokter Bima mengeluarkan stetoskop dan alat tensi darah dari tas nya. ia memeriksa Raya dengan teliti dan Raya mengikuti semua penjelasan dari Dokter Bima. Tidak lama setelah itu, pemeriksaan Raya pun selesai, Dokter Bima mengambil kertas hasil pemeriksaan. “Hasilnya baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, mungkin kamu hanya kecapekan. Ini saya beri vitamin ya, namun hasil cek darah kamu baru bisa diambil mungkin 3 hari lagi..” “Oke Pak Dokter, semoga aja enggak ada apa-apa ya, kasih tau Raya kalau hasilnya udah bisa diambil ya.”
Sudah dua hari ini Raya tidak masuk sekolah. “Raya sakit, kemarin supir nya titipin surat izin ke gw nih” Ujar Sheka saat Arla menanyakan kabar Raya kepada Sheka. Hingga akhirnya sepulang sekolah Arla memutuskan untuk menjenguk Raya di rumahnya, benar saja.. Raya terlihat pucat dan sangat lemas berbaring ditempat tidur nya. melihat kedatangan Arla, Raya langsung memperlihatkan wajah yang ceria. “Aaaarr... akhirnya lo kangen gw juga, hahaha dateng juga kan lo jenguk gw.”.. “Aduh yampun pede banget lo, siapa juga yang kangen.. gw cuma heran aja kambing enggak dibedakin kayak lo dua hari ini kenapa gak masuk? Sakit lo belum sembuh?”. Raya langsung memukul Arla dengan boneka sapi nya. “Duh.. sakit tau!!”.. “Yeeh siapa suruh lo ngeledekin gw kayak gitu? Cantik kayak gini masa disamain sama kambing yang enggak dibedakin? Jahat!”. “Jangan manyun gitu dong, kan gw Cuma nanya..” kata Arla sambil mengelus-elus rambut panjang Raya. “Iya nih, gw masih gak enak badan.. lemes banget”..
Canda tawa antara mereka sangat lepas, hingga akhirnya Reyka kakak Raya memanggil Raya, “Ray.. ada telepon dari Dokter Bima nih, katanya penting”. Raya langsung sigap berlari menuruni anak tangga dan menerima telepon dari Dokter Bima “Raya kamu bisa kerumah sakit sekarang? Ini sangat penting.” Saat Dokter Bima berbicara seperti itu, perasaan Raya mendadak panik dan takut.. “Baik, Dok. Raya segera kerumah sakit”. Raya berlari menuju kamar nya, diambilnya tas biru awan yang digantung dibelakang pintu. “Lo mau kemana? Buru-buru banget?” Tanya Arla heran. “Jangan banyak tanya deh lo. Mending lo anterin gw sekarang kerumah sakit” Kata Raya dengan panik. Arla langsung menuruti kata-kata Raya dan mengantar nya kerumah sakit dengan menggunakan motor nya..
“Gimana hasil nya, Dok? Raya sehat-sehat aja kan?” Tanya Raya dengan mimik wajah yakin dan menatap Dokter Bima dengan pandangan yang tak seperti biasanya. “Saya juga tidak percaya dengan hasil test ini, sudah 3 kali diulang namun hasilnya tetap sama, kamu positive mengidap radang selaput otak stadium lanjut. Radang ini menyebar sangat cepat, perkembangannya melesat tinggi setiap 3 hari sekali. Maaf Raya, kamu harus melakukan perawatan lebih lanjut.”..
Demi dunia dan segala isinya, ini semua bagai petir ditengah hujan badai yang menggelegar diantara telingaku. Aku merasalumpuh seketika, bagaimana mungkin aku yang selama ini terlihat sangat sehat ternyata mengidap radang selaput otak stadium lanjut? Bagaimana bisa aku menjadi seorang gadis penderita penyakit seserius ini? Bagaimana bisa aku menjadi seorang gadis yang divonis tidak akan lama lagi untuk bertahan hidup?
Arla yang sejak tadi menemani Raya didalam ruangan Dokter Bima sekejap menjadi kaku, ia merasakan sambaran arus listrik yang kuat menyambar susunan saraf otaknya. Arla tidak percaya dengan hasil test tersebut, ia bersihkeras menayakan penyakit itu pada Dokter Bima, “Dokter pasti salah! Enggak mungkin Raya sakit kayak gini! Raya sehat!”.. isak tangis memenuhi ruangan putih tersebut, Arla memeluk Raya dengan kuat dan Raya semakin larut dalam tangisannya. Ia merasa hidupnya hancur, sebuah penyakit gini hinggap didalam tubuh nya dan tidak lama akan menggerogoti semua sistem dalam tubuhnya..
Tuhan.. bila ini kehendakmu, mengapa harus gadis ini yang menderita penyakit seserius ini? Mengapa bukan aku saja? Tuhan.. aku mencintainya,jangan biarkan tubuh lemah nya lama-lama habis dengan penyakit aneh itu. Sembuhkan Raya...
Hari ke hari kondisi tubuh Raya sangat memperihatinkan, Raya sudah tidak diperbolehkan sekolah mengingat kondisi nya yang tak sekuat dulu lagi, Arla masih setia menemani Raya setiap hari dan Raya pun tidak merasa pesimis dengan penyakitnya. Mereka masih seperti dulu, masih sama dan tak pernah berubah walaupun mereka masih belum mengutarakan perasaan nya masing-masing, namun mereka mengetahui bahwa mereka saling mencintai. “Ray, mungkin gw terlalu lama ngomong ini ke lo, tapi maaf gw baru bisa berani ngomong ini ke lo sekarang” Tutur Arla disela-sela canda tawa nya bersama Raya. “Halaah sok-sok serius deh lo, ngomong apasih emangnya?”.. “Kita kenal udah lama, Ray. Gw gak tau rasa ini ada sejak kapan. Tapi gw sayang lo, Ray! Gw mau jadi orang yang bisa jagain lo sampe kapanpun”...
Semenjak hari itu, Raya semakin kuat melawan penyakitnya. Karena Arla.. lelaki yang menjadi motivasi nya untuk bertahan hidup, menjadi alasan nya untuk tetap bernafas dan membuka matanya. Empat bulan terakhir dilalui Raya dengan ribuan senyum dan bahagia. Begitupun dengan Arla, ia menjaga Raya dengan sepenuh hati dan berharap gadis yang dicintainya ini dapat bertahan hidup hingga seribu tahun lagi. Namun takdir berkata lain.. akhir tahun lalu Raya menghembuskan nafas terakhirnya, ternyata penyakit ganas itu tetap menjadi pemenang. Raya menghabiskan detik akhir hidupnya tetap bersama Arla dan keluarga nya. awalnya Arla dan keluarga tidak dapat menerima kepergian Raya, namun mereka tetap berusaha tegar dan mengikhlaskan kepergian Raya.
Arla..
Hari ini tugasku sudah selesai..
Aku harus pergi, bukan pergi meninggalkanmu..
Namun hanya sekedar pergi dari nyata nya kehidupanmu..
Hingga akhirnya, mungkin nanti kita akan bersama kembali..
Ditempat yang baru, bahkan dikehidupan yang baru..
Aku masih bisa merasakan indahnya senyummu, candamu, bahkan tawamu..
Terimakasih sudah menjadi alasan ku untuk tetap bertahan hidup..

Dariku yang mencintaimu, Raya

Sabtu, 29 Juni 2013

I love you as always

I love you as always...

Aku masih bahagia berada disini
Aku masih menikmati setiap detik keberadaanku disini
Aku masih menyukai semua tentang kamu saat aku berada disini
Aku masih mencintai semua hal menyangkut kamu saat aku bersama mu disini
Aku masih bisa merasakan indah nya senyuman mu saat aku berada  dekat mu disini
Aku masih mencoba bertahan untuk tetap bersama mu disini
Aku terlalu larut dalam senyuman mu setiap kali mata kita berbicara
Aku terbawa kedalam indah nya suaramu saat tanganmu menggenggam erat tanganku
Aku masih menyukai semua tentang kamu, tentang kita dan semua hal yang kita lewati bersama
Bersamamu aku merasa lebih hidup
Bersamamu aku merasakan hal yang belum pernah aku rasakan sebelumnya
Bersamamu aku merasa tidak butuh orang lain di hidupku
Bersamamu aku merasa hidupku warna-warni
Bersamamu aku merasa setiap detik waktu menjadi lebih berharga
Bersamamu aku merasa lebih kuat dari yang paling kuat sekalipun
Bersamamu aku bisa merasakan semua rasa yang tak pernah ku rasakan sebelumnya
Bersamamu aku mendapatkan sesuatu yang belum pernah ku dapatkan
Bersamamu aku menelusuri setiap titik tempat terindah di bumi ini yang belum pernah ku datangi
Bersamamu cahaya bintang menjadi lebih terang dari malam sebelumnya
Bersamamu suasana malam menjadi lebih menyenangkan
Aku mencintai mu
Mencintai setiap sisi dari kehidupanmu
Mencintai setiap tawa yang kau tunjukan padaku
Mencintai setiap sorot matamu yang menatapku dengan dalam
Mencintai sentuhan tanganmu saat kamu menyentuhku
Mencintai segala perhatian kecilmu yang sederhana namun berharga
Mencintai semua tingkah laku mu yang selalu terbitkan senyum untukku
Mencintai semua yang pernah kita lakukan bersama
Sungguh mencintaimu..
Mencintaimu bagai mendapatkan cahaya rembulan malam yang dikepung bintang
Mencintaimu bagai menerima kehangatan mentari pagi diantara kicauan burung merpati
Mencintaimu bagai ketenangan air laut yang mengalir ke muara akhir
Mencintaimu bagai kupu-kupu yang mengepakan sayapnya dengan indahnya
Mencintaimu bagai rintikan air hujan yang tak mungkin dapatku hitung
Mencintaimu bagai alunan nada indah di setiap bait lagu yang ku dengar
Stay here..
I love you
I love you yesterday
I love you today
I love you next day
I love you next week
I love you next year
I love you more than anything
I love you more than everthing
I love you more than you know

I love you as always.

Sabtu, 22 Juni 2013

"Kamu"

Dan "kamu" adalah kamu

Aku mengenal mu dengan ketidaksengajaan. Entahlah mulai sejak kapan “kamu” sudah menempati ruang kosong dihati ini, menjadi bagian disetiap lamunan ku, bahkan sekedar menjadi bayangan semu setiap aku mencoba memikirkan suatu hal.
Aku mengenal mu dengan ketidaksengajaan. Dengan semua alasan yang belum ku ketahui hingga kini. Yang aku tahu bayang mu kini yang selalu hadir dalam mimpi indah malam ku.
Aku mengenal mu dengan ketidaksengajaan. Mencoba larut dalam senyuman mu, mencoba mengartikan setiap helaan nafas mu dan mencoba mengerti setiap canda tawa mu.
Kini...
Aku mulai mengerti tentang mu. Mengerti tentang arti kehadiran mu di dalam hidup ku yang menurut ku bukan hanya sekedar ketidaksengajaan.
Aku mulai mengerti tentang mu. Tentang segala definisi seyuman mu di depan ku, canda tawa mu yang selalu ku rindukan dan bahkan aku mengerti setiap helaan nafas mu.
Aku mulai mengerti tentang mu. Memahami sosok ajaib di depan ku, memahami segala sikap dan sifat aneh di depan ku dan mengetahui segala kelakuan misterius ini di depan ku, Dan itu “kamu”.
Aku tak pernah percaya akan kebetulan, hingga akhirnya aku bertemu dengan mu secara kebetulan. Yang aku tahu segala kebetulan itu sudah di gariskan Tuhan untuk semua umat-Nya, dan aku percaya itu.. Bahwa kehadiran mu bukan hanya sekedar kebetulan, melainkan takdir yang di bawa Tuhan untuk ku.  Melainkan sesuatu indah yang di kirimkan Tuhan di sisa kehidupan ku disini. Yaitu “kamu”.
Hai “kamu”.. Tersenyumlah untuk dunia mu, aku yakin senyuman mu selalu membuat orang lain menyukaimu, terlebih aku..
Aku selalu mereka-reka siapa sosok “kamu” yang selalu kutuliskan itu?
Siapa sosok beruntung yang menjadi inspirasi mu?
Aku membayangkan penggalan kalimat dalam setiap tulisan jujur mu, aku jatuh cinta karena itu..

Kini aku mengerti, semua yang ku sebut “kamu” adalah kamu yang mampu membuat jantung ini tetap berdetak hingga detik ini..

Rabu, 19 Juni 2013

You are my reason to stay alive.

Semenjak hari itu, hati ini miliknya..

Terkadang tidak perlu banyak alasan untuk kita bisa merasakan bahagia nya hidup dengan cinta, dengan ratusan senyuman, ribuan tawa, dan milyaran rasa untuk memiliki bahkan dimiliki. Hingga akhirnya semua orang pasti membutuhkan cinta dalam hidupnya. 
Hari itu semua terasa berbeda.. Saat kamu hadir dikehidupanku yang singkat ini, memberikan jutaan alasan untuk ku tetap bertahan diantara beribu alasan yang membuatku untuk jatuh. Kamu hadir membawa alasan terindah untuk ku tetap menghirup udara "disini". dengan waktu yang tak lama lagi aku mencoba berdansa diantara bunga-bunga indah yang bermekaran karena kehadiranmu, bernyanyi diantara alunan lagu bahagia yang kamu bawa, bahkan bernafas dengan sisa-sisa rasa kebahagiaan ini yang tentunya kudapatkan darimu.. 
Aku pernah bermimpi dengan sekumpulan burung yang terbang diangkasa dengan bebasnya, menari diantara awan tanpa harus memikirkan sulitnya mereka untuk bernafas dan bertahan hidup diantara para pemburu, Mungkin mimpi itu kini dapat aku rasakan. mencoba tetap tersenyum walaupun banyak yang mengharuskan ku untuk menangis, mencoba kuat saat disudutkan dengan sesuatu yang membuatku lemah, dan kekuatan itu berasal darimu.. Diantara bintang aku bernyanyi dengan alunan nada indah darimu, mencoba mengharagai hidupku yang tak lama ini, mencoba tersenyum dengan sisa kekuatan yang ada, dan yang ku tahu kekuatan itu berasal dari Tuhanku, Keluargaku, dan Kamu..
Saat jantung ini berdegup begitu cepat, dan saat denyut nadi ini lebih kencang dari sebelumnya, bahkan saat tanganku atau sekujur tubuhku sudah tidak kuat untuk bertahan, Kamu datang dan meyakinkanku untuk tetap bertahan. mencoba tersenyum walau keadaanku tak mengharuskanku untuk tersenyum, apa itu arti hadirmu selama ini? Bahkan hingga kini aku masih mencari jawaban dari arti kehadiranmu di hidupku yang singkat ini. 
Rasa ini sepertinya sudah tak terbendung lagi, rasa ingin memiliki walaupun aku menyadari bahwa diriku sudah tidak mampu memilikimu dengan waktu yang terbilang lama. Rasa ingin dimiliki olehmu yang seharusnya tidak perlu aku rasakan hal ini, karena aku tahu.. Tidak cukup waktuku untuk dimiliki olehmu.
Apapun itu, Kehadiranmu menjadi hal teristimewa yang ku dapatkan disisa hidupku yang singkat ini, Aku Mencintaimu!

Rabu, 03 April 2013

Love doesn't need a lot of reasons


Entah apa lagi yang harus ku katakan..
Entah apa lagi yang harus ku ungkapkan..
Entah apa lagi yang dapat ku tulis di setiap lembaran buku ku..
Entah apa lagi yang dapat menggambarkan dia didalam kehidupanku..
Semua seperti hidup.. semua seperti nyata..
Aku mengerti semua ini bukan lagi sekedar angan dan semu, ini nyata..
Nyata aku menyukainya..
Nyata aku melihatnya..
Nyata aku merindukannya..
Nyata aku mendambakannya..
Nyata aku merasakan hal yang berbeda saat bersamanya..
Nyata aku merasakan perasaan tak biasa saat dengannya...
Nyata dan aku menyadari semua ini bukan mimpi, Aku mencintainya..
Tak ada lagi kelabu disetiap hari ku..
Tak ada lagi abu-abu di setiap anganku..
Semenjak dia hadir di setiap hela nafas ku, aku merasa semua ini begitu indah..
Hari demi hari ku lalui bersamanya, bersama senyumnya.. candanya.. tawanya..
Hari demi hari ku habiskan bersamanya, bersama untuk merajut  dan mewujudkan sebuah mimpi..
Berasamanya ku rasakan lagi hal yang dulu hampir hilang dikehidupanku..
Bersamanya aku tak takut lagi untuk bermimpi, memulai semua cerita baru bersama dirinya..
Berdua untuk hari ini, esok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan.. bahkan selamanya.
Karena bersamanya, aku merasakan indahnya jatuh cinta.. indahnya memiliki dan dimiliki..
Menari di tengah beribu bunga dan ditemani beratus-ratus ekor kupu-kupu..
Kini aku mengerti, kehadiran dirinya dalam hidupku sangat teramat sangat membuat hari kelabu ku berubah menjadi sebuah pelangi dengan tujuh warna..
Bahkan beratus-ratus warna atau mungkin beribu-ribu warna..  
Dan kelak suatu saat nanti akan ada miliyaran warna indah didalam kehidupanku bersama,  Dia..

Senin, 25 Maret 2013

When love was speechless..


Pagi sendu, mendung.. bagai awan tak ingin menunjukan dirinya pada matahari, memperlambat langkah Rafsya, seorang mahasiswi di salah satu universitas terkemuka di kota Jakarta, gadis yang sedang merantau dan jauh dari keluarganya ini sangat berambisi menjadi seorang penulis. Walaupun kedua orang tua nya tidak pernah mendukung mimpi gadis ini, namun itu semua tidak pernah menghentikan langkah kakinya untuk mencapai semua keinginannya. Pagi ini masih seperti biasa.. hanya secangkir kopi hangat dan suara burung yang menemani hari-hari Rafsya. Gadis ini dikenal sebagai gadis mandiri, saking mandiri nya.. ia kadang dijuluki “Gadis Anti Sosial”, tidak pernah aktif dalam organisasi apapun dan seorang gadis yang susah berbaur dengan lingkungan sekitarnya, seorang gadis yang tidak bisa cepat memposisikan dirinya dalam lingkungannya sebagai mahasiswi. Namun Rafsya dikenal sebagai mahasiswi terbaik tahun ini.. pantas saja Rafsya dikenal sebagai mahasiswa yang pandai, IPK ia tahun ini menjadi sorotan para mahasiswa lainnya, mendapatkan 3.99 adalah salah satu mimpi para mahasiswa lainnya dan Rafsa lah yang berhasil mendapatkan itu..
“Hei.. Kamu Rafsya ya?”.. seketika terdengar alunan suara dari lorong kelas sebelah, Rafsya yang dikenal gadis jutek itu tidak menanggapi suara tersebut, ia tetap fokus dengan novelnya dan setumpuk buku yang digenggamnya.. “Hei.. Halo.. Kamu Rafsya, kan?” lagi-lagi suara itu terdengar, bahkan sekarang suara itu lebih jelas ditelinga Rafysa. “Hmm.. Hai.. iya aku Rafsya, maaf kamu siapa ya?” Ucap Rafsya dengan suara sinis sambil kembali fokus ke buku yang sedang dibacanya. “Aku.. Aku Bara. Salam kenal ya..”. ternyata suara yang menyapa Rafsya berasal dasri suara Bara, siapa yang tidak kenal Bara.. asisten dosen yang satu ini dikenal sebagai mahasiswa yang berkarisma, paras wajahnya yang manis selalu membuat para mahasiswi lainnya tergila-gilan padanya.. “oh.. iya sama-sama”. Kata Rafsya tanpa menoleh ke arah Bara.. “selamat juga deh IPK kamu paling tinggi tahun ini.” Kata Bara sambil mengulurkan tangannya ke tangan Rafsya. Tanpa basa-basi Rafsya mendekatkan kedua tangannya tanpa menjabat tangan Bara “Terimakasih banyak ya..” dengan tergesa-gesa Rafsya pergi meninggalkan Bara. Rafsya juga dikenal sebagai mahasiswi yang sangat taat dengan agama. Oleh karena itu Rafsya tidak menoleh dan melihat kehadapan Bara dan Rafsya juga tidak menjabat tangan Bara.
Siang hari nya di kantin, Bara yang diam-diam sering memperhatikan Rafsya mencoba menghampiri Rafsya yang sedang asyik dengan semangkuk bakso yang dimakannya.. sadar sedang diperhatikan oleh seseorang akhirnya Rafsya bergegas perfgi dari kantin. Bara merasa sangat bingung dengan tingkah laku Rafsya, satu hal yang Bara tidak tahu dari Rafsya adalah Rafsya tidak pernah mau dekat dengan lelaki selain dengan keluarganya. Bara tetap mengikuti jejak langkah Rafsya yang sedang menyusuri lorong demi lorong koridor kampus.. kecantikan hati Rafsya lah yang telah berhasil memikat hati Bara. Jangan bertanya tentang paras cantiknya, kesantunan akhlaknya, dan ibadahnya. Namun dengan kecantikan hati Rafsya lah Bara menjadi jatuh hati padanya. Satu demi satu semua kelakuan Rafsya selalu diperhatikan oleh Bara, hampir setiap pagi Bara meletakan setangkai mawar putih di loker tempat Rafsya menaruh barang-barangnya. Tanpa di kertahui Rafsya tentunya..
“Terus kejar mimpimu, sang penulis berhati malaikat. Dari aku yang mengagumimu”.. potongan kata yang ditemukan dalam lilitan setangkai mawar putih pagi ini yang dibaca oleh Rafysa. Rafsya memang sangat menyukai mawar putih, karena mawar putih dapat melambangkan kesucian, banyak tanda tanya yang terlontar dalam pikiran Rafsya.. “bunga dari siapa ya? Kenapa setiap pagi selalu ada mawar putih dengan kata-kata puitis seperti ini?”. Dari kejauhan Bara tersenyum manis melihat Rafsya yang sedang menghirup harum bunga mawar putih darinya. Bara selalu menyempatkan diri setiap paginya untuk membeli mawar putih dan diberikannya pada Rafsya. Namun Rafsya tidak pernah mengetahui tentang itu dan Bara pun tidak mau Rafsa tahu bahwa dirinyalah yang memberikan mawar putih setiap pagi di loker Rafsya.
Hari berganti hari, detak jam pun selalu berputar seiring berjalannya waktu, Rafsya tetap fokus dengan dunia menulisnya dan Bara juga tetap fokus dengan serentetan praktikum kedokterannya. Maklum saja, memasuki semester akhir kedua mahasiswa ini sibuk dengan skripsi yang mereka kerjakan. Namun itu semua tidak menghentikan kebiasaan Bara yang selalu meletakan mawar putih di loker Rafsya.. “siapapun yang memberikan ini, aku mau bilang terimakasih.. pasti orang yang memberikan ini hatinya secu sesuci mawar putih ini..” kata Rafsya sambil mengcium dan menghirup aroma mawar putih itu..
Hari berikutnya.. sengaja Rafsya melangkahkan kakinya lebih pagi dari biasanya, sengaja ia ingin mencari tahu tentang siapakah orang yang meletakan mawar putih di lokernya. Pukul 06.00 Rafsya sudah berada di kampus, tidak seperti biasanya.. Rafsya yang biasanya datang ke kampus saat mata kuliah berlangsung kini berada pagi-pagi buta hanya untuk menyelidiki seorang pengagum rahasianya yang selalu memberikan mawar putih, di waktu yang bersamaan Bara hari itu tidak meletakan mawar putih di loker tempat biasanya ia memberikan aroma indah mawar putih untuk Rafsya, gadis pujaannya.. Bara hari itu tidak datang ke kampus dikarenakan sedang sibuk menyelesaikan skripsi akhirnya...
Hampir sejam Rafsya duduk di pojok bangku taman dengan memasang wajah harap-harap cemas. Matanya mengelilingi seluk beluk lorong-lorong kampus dengan berharapan dapat mengetahui siapa orang yang selalu meletakan mawar putih beserta puisi-puisi indah di loker nya.. waktu terus berjalan.. tanpa dirasa sudah dua jam ia duduk ditempat yang sama, dengan pandangan yang sama, dan posisi duduk yang sesekali berpindah tempat, namun sayang.. orang yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang, ia merasa sedikit kecewa karena tidak dapat mencari informasi tentang pengagum rahasianya.. dan ia pun memutuskan untuk beranjak dari bangku taman itu dengan seribu tanda tanya didalam hatinya.. “Ergggghhh.. kenapa gak keliatan sih orang itu? Tambah penasaran aja nihhhh!!!!!!”........
Seminggu berlalu, tanpa ada mawar putih dan sepucuk puisi di lokernya. Hati Rafsya makin bertanya-tanya dan ribuan tanda tanya mulai menghampiri malam-malam gadis ini. Entah dimana Bara saat itu, saat dimana Rafsya benar-benar menyimpan banyak tanya tentang si pengagum rahasianya. Dalam doa selalu ada potongan kalimat yang rutin diucapkan disela-sela doa nya.. “Ya Allah.. siapapun orang itu, pertemukan ku dengan dia. Andai aku bisa mengetahui siapa orang itu..” Rafsya memang gadis yang tidak pernah akrab dengan dunia cinta. Hari-hari nya dihabiskan dengan bertumpuk-tumpuk buku dan berlembar-lembar kertas mata kuliahnya. Dan memang Rafsya mempunyai tekad. “Sebelum toga sudah aku kenakan, aku tidak akan mau tahu apa itu cinta”..
Malam hari nya, saat Rafsya sedang teliti menyelesaikan tugas mata kuliah nya tiba-tiba ada suara yang memanggil ia dari arah depan rumahnya.. “Rafsya.. Rafsyaaaa...” seketika suara itu menghentikan goresan pena yang sedang dipegang oleh Rafsya, namun Rafsya tidak memperdulikan nya. dan dengan serius ia tetap pada pekerjaannya yang bertumpuk itu.. sampai akhirnya, Ibu Rafsya mengetuk pintu kamar Rafsya. “Sya.. ada tamu tuh. Nyariin kamu tuh dia”. Dengan langkah yang tetap ditemani oleh buku Rafsya pun bergegas membuka pintu kamar, “siapa,Bu? Malam-malam gini bertamu gak sopan banget sih..”. dengan sinis omongan itu terlontar dari bibir tipis Rafsya. “Hei.. apa kabar?..” suara itu.. suara yang selalu menggangu di telinga Rafsya, Bara.. ternyata Bara yang malam-malam berkunjung ke rumah Rafsya. “ngapain kamu kesini? Gak pernah di ajarin tata krama bertamu ya? Ini sudah malam..” ketus Rafsya. Mendengar itu Bara langsung merasakan miris. Entah apa yang dipikirkan oleh Rafsya, niat baik Bara ternyata disambut dengan kesinisan..
“Aduh.. omongan aku salah gak ya tadi itu, jadi ngerasa gak enak sama dia. Erghh.. biarin deh. Abisnya dia nyebelin..” celetuk Rafsya sambil menutup pintu kamarnya dan mematikan lampu disamping tempat tidurnya. Ditempat yang berlainan Bara pulang dengan membawa sebuah penyesalan. “Ampun deh.. dari sekian banyak cewek yang pernah gw deketin baru kali ini ada cewek yang galaknya ngelebihin macan. Gimana mau deket.. denger suara gw aja dia udah males”.. ucap Bara sambil mengacak-acak rambut..
Hari berganti hari.. kedekatan mereka yang awalnya selalu tidak akur lama kelamaan mulai membaik, hingga akhirnya Bara memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya yang selama ini sudah dipendam, bagai seekor kupu-kupu yang hinggap di bunga, seperti itulah yang dirasakan Bara sekarang. Gadis cantik yang selama ini ia puja dan ia banggakan ternyata juga diam-diam menyimpan perasaan yang sama. Hingga singkat cerita akhirnya Rafsya menerima Bara untuk menjadi kekasihnya...

Pagi kelabu itu kini hilang, langit abu-abu bahkan sendu kini lenyap seiring berjalannya waktu.. bagai taman yang ditumbuhi bunga-bunga dan kini aku berdiri ditengah-tengah kerumunan bunga-bunga indah yang merekah, bernyanyi dan menari. Kini aku merasakannya lagi, kini aku mendapatkannya lagi, sesuatu yang dulu hilang dari kehidupanku kini hadir kembali. Kau datang hadirkan sejuta angan untukku, datang dalam kehidupanku dan menjadi bagian dari sepenggal kisahku. Bukan karena aku mengerti apa artinya ini, justru selalu ada tanda tanya besar setiap kali aku melihatmu, melihat senyummu, bahkan selalu ada tanda tanya besar ketika senyum itu hadir dalam hatiku. Masih sama seperti detik ini, tanda tanya besar itu selalu hadir dan entah akan enyah sampai kapan.. mungkin sampai saat nya nanti aku akan bisa menjawab semua tanda tanya besar ini, mengartikan setiap tetes air mata bahagia ini, mendefinisikan setiap ketenangan dihati ini saat memelukmu, dan mungkin hingga saatnya tiba nanti aku dapat menjelaskan apa arti dari ini semua..
Hari kehari.. waktu ke waktu, ku temukan lagi perasaan aneh ini, perasaan takut.. bukan takut dalam artian lain, melainkan takut untuk jauh darimu, takut pada satu waktu yang nantinya mungkin akan memisahkan antara aku dan kamu, takut.. takut suatu saat nanti senyum itu akan hilang dari pandanganku... Aku masih mencari dan mencari jawaban dari tanda tanya besar itu. Hari berganti hari, makin banyak dan lebih banyak tanda tanya besar itu menghantui setiap malamku.. apa ini yang namanya “mencintai”? apa ini yang namanya “dicintai”? apa ini yang namanya “memiliki”? dan apa ini rasanya “dimiliki”? ataukah mungkin ini semua bertanda aku mulai mencintaimu? Menikmati detik demi detik saat bersamamu, larut dalam canda dan tawamu seakan tak ingin melepasmu..
Iya. Dulu kelabu. Iya. Dulu abu-abu. Iya. Dulu hampa. Namun “Tidak” untuk detik ini, semenjak aku mengenalmu, aku merasakan hal aneh ini.. mengenalmu dengan singkat, kembali larut dalam canda dan tawamu dengan singkat.. namun mencintamu tak akan pernah sesingkat pertemuan kita. Tak perlu waktu lama untuk mengenalmu, menjadi bagian dari senyumanmu.. dan kini tak perlu waktu lama untuk mencintaimu. Tidak butuh dari ratusan, jutaan bahkan miliyaran kata untuk menggambarkan “kamu” didalam kata demi kata kalimat atau bait yang kutulis..
Once thouht, ‘i think i’ll live forever alone”.. But once i know u, thought it was gone. And because with u, i’m not afraid to dream.. Ngg.. i know.. myb just&only u make me feel so “loving” with u.. This heart has been locked for a longtime, never was able to unlock it. Unless “you”

Kamis, 07 Maret 2013

Fish.

Suka prihatin kalau ngeliat ikan merah disebalah kiri blog gw ini. Hahaha.. udah kecil.. sendirian.. hmm.. like me sekali ya.. ada arti tersendiri sebenernya kenapa gw Cuma pelihara 1 ekor ikan tapi alesan itu rahasia perusahaan. Hmm.. ya gitu deh, belajar hidup dari ikan merah gw itu ya. Walaupun sendiri tapi dia masih bisa hidup, nggak pernah dikasih makan, nggak pernah punya temen, nggak pernah ngerasain seneng sama temen-temennya tapi dia masih bisa hidup, masih bisa berenang bebas tanpa mikirin apa kendala hidupnya yang bener-bener diposisikan untuk menyendiri. Walaupun capek muter-muter nggak jelas dan sendirian pula, tapi ikan merah itu masih semangat buat nerusin hidupnya yang emang sendirian. Dan kelak suatu saat nanti mungkin ada ikan lain yang mau temenin dia supaya nggak sendirian lagi (walaupun nggak tau kapan datengnya)

All-(one) / A-l-one / Alone "?????"


Yang paling sulit itu adalah.. harus disudutkan oleh pilihan yang nggak pernah gw bayangin sebelumnya, “Berlari atau tetap diam” “????”. Yang lebih sulit mungkin saat disudutkan oleh pilihan “Melupakan atau Bertahan” “????”. Saat semua keadaan mengharuskan gw untuk bertindak sedemikian rupa, kayaknya gw lebih milih buat diem aja.. bukan karena gw takut ambil pilihan, tapi mungkin saat gw diem semuanya akan jauh lebih baik, ya walaupun gw tau nanti nya gw yang bakalan ngerasain jatuh kelubang yang sama lagi. Saat keadaan ngeharusin gw untuk “Tidak bahagia” seenggak nya gw masih punya cara buat bikin diri gw bahagia, dan ini juga mungkin tanpa orang lain. Buat gw, sendiri kayaknya lebih dari cukup buat sekarang-sekarang ini. Bukan karena gw nggak mensyukuri orang-orang yang ada disekitar gw, tapi buat “sekarang” ini kayaknya emang gw ditakdirin untuk sendiri dulu. Bergelut dengan ratusan pertanyaan disetiap soal yang dikasih dari guru per-mata pelajaran gw disekolah. Hmm.. gw juga ngerasain hal yang paling gw benci sih disetiap saatnya, “Sendirian”. Dan ini emang selalu gw rasaian, ditempat rame ataupun emang tempat sesunyi apapun.. mungkin bagi segelintir orang pemikiran gw yang kayak “gini” itu terlalu kekanak-kanakan. Ngerasa sendiri saat rame? Yes. Ngerasa sendiri saat berada ditengah-tengah keramaian? Yes. Sejujurnya buat gw, temen itu salah satu sarana yang paling tepat buat ngilangin rasa “forever alone” nya gw. Tapi kalau temen aja nggak ada saat gw butuhin ya gimana kabarnya perasaan gw?.. sebisa mungkin kayaknya gw harus berusaha semangatin diri gw sendiri buat sekarang-sekarang ini. Saat dimana gw bener-bener ngerasa sendiri itu kayaknya nggak bisa dihitung kapan waktunya. Intinya.. setiap gw bener-bener ngerasa asing sama orang-orang disekitar gw, gw lebih milih buat mundur dari kalangan itu. Gw lebih milih menyendiri.. seenggaknya menyendiri lebih baik dari pada bersama namun tetap merasasendiri. Hehe.. pada dasarnya nggak ada orang yang mau sendirian didunia ini, tapi kadang keadaan yang nakdirin kita buat sendirian disini. Mungkin buat ngajarin kita gimana rasanya hidup sendiri tanpa ada satu orangpun yang perduli. Banyak orang-orang yang ngajarin gw “gimana hidup dan apa artinya hidup” dan mungkin dari orang-orang itu gw bisa coba lebih tegar buat ngadepin soal-soal yang sepele kayak gini doang, iya.. gw ngerti. Soal sepele itu nanti yang bisa jadi boomerang buat kehidupan gw kedepannya. Tapi ya.. ya diperenjoy aja kayaknya. Seenggaknya dengan masalah yang numpuk kayak gini gw lebih bisa menghargai hidup.. dimana orang terpuruk tapi bisa tetap bangkit dan tersenyum didepan orang banyak, walaupun dibelakang orang banyak itu ya tetep aja ngerasa sendiri dengan tekukan di wajah gw. Mungkin emang udah jalannya diusia gw yang labil-labil nya kayak gini gw diharusin buat bisa berdiri sendiri tanpa orang lain&orang terdekat yang bantu gw & semangati gw buat bangkit. Kalau sama masalah kayak gini aja gw udah pesimis gimana nanti kedepannya.. bisa-bisa gw tenggelem ditengah ribuan masalah sepele kayak gini. Seberat-beratnya Allah ngasih masalah ke umat-Nya, Allah gak akan kasih cobaan/masalah diluar batas kemampuan umat-Nya. dan gw yakin.. kalau ini gw masih kuat & gw masih mampu buat ngadepin semuanya yang ada didepan mata gw sekarang, besok, lusa, atau nanti yang gw sendiri belum tau kapannya..

Dava


Hari ini tepat dua tahun setelah kepergian Dava, lelaki yang kurang lebih 5 tahun telah menyempurnakan hari-hari Aya. Lelaki yang selalu dikagumi oleh Aya ini memang sudah menghembuskan nafas terakhirnya karena salah satu kecelakaan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Seperti biasa.. Aya selalu menghabiskan pergantian tahun dengan Dava, walaupun 2 tahun belakangan ini ia harus rela menghabiskan sisa tahun di depan makan Dava..
Kurang lebih 5 tahun yang lalu kisah cinta dua manusia ini dimulai. Dava seorang lelaki super jutek yang dikenal sebagai ketua osis ini berhasil memikat hari Aya, gadis angkuh yang disegani teman-temannya, dikenal sebagai gadis cerdas disegala bidang. Awal mula pertemuan mereka disebuah gedung saat Aya sedang melakukan hobby nya yaitu sebagai fotografer. Kegiatan ini memang tekun dilakukan Aya setiap petang hari penghabisan matahari. Dava yang saat itu memang selalu mengunjungi gedung tua disalah satu tempat di Bandung dengan membawa kanvas dan peralatan lukis lainnya. Seorang seniman yang diam-diam mengagumi seluruh isi bumi ini tanpa sengaja melukis seorang gadis yang sedang serius dengan kameranya. Warna demi warna di campurkan didalam kanvas putih nya, hingga akhirnya terlukislah seorang gadis cantik berambut panjang terurai dengan sebuah kamera yang dipegangnya.
Hari berikutnya mereka dipertemukan lagi, walau masih tanpa komunikasi, Dava masih memandangi Aya dari jarak kejauhan. Mencoba melukis tanpa harus diketahui oleh Aya, dan Aya pun masih belum sadar bila belakangan ini ternyata ada salah satu lelaki yang diam-diam memperhatikannya. Waktu terus berganti, hari terus berlalu dengan aktivitas yang masih sama. Aya yang sibuk dengan dunia foto nya dan Dava yang selalu sibuk melukis Aya dari jarak kejauhan. Entah sudah berapa puluh wajah Aya yang dilukis oleh Dava. Dan ternyata diam-diam Dava mulai menyukai Aya, tanpa ia tahu bahwa sebenarnya Aya adalah salah satu siswi disekolahnya.
Awal Senin seperti biasa, beberapa siswa mungkin mempunyai pemikiran bahwa “Monday is Mon(ster)Day”. Namun tidak untuk Aya. Gadis ini selalu bersyukur setiap hari nya, tanpa perduli masalah apa yang akan didapatkan nya di hari itu. Pagi ini dengan antusias nya ia memulai langkahnya disekolah. Tetap dengan kamera yang selalu dibawanya didalam tas dengan tumpukan buku yang dipegangnya dengan erat. Dengan topi dan dasi yang masih acak-acakan, tak tertinggal sebuah ikat pinggang yang telah dikenakannya namun terbalik...
*brakkk* buku-buku yang ada di tangan Aya tiba-tiba jatuh karena sebuah keteledoran seorang lelaki yang menabraknya, “Aduuuhh!! Gimana sih kalau jalan lihat-lihat donggg!!” ucap Aya dengan nada agak kesal. “Yampun maaf.. maaf gw nggak sengaja.” Suara ini ternyata berasal dari suara Dava. Dava yang dengan buru-buru membantu Aya untuk membereskan buku-buku yang tercecer dilantai. “Besok-besok kalau jalan jangan pake kaki aja ya, mata dipake juga” Kata Aya dengan sinis sambil meninggalkan Dava. “Gila! Cewek cantik kayak dia ternyata sinis kayak gitu. Gw kira..... ahh udahlah gak penting juga” ucap Dava dalam hati.
Gadis yang selama ini menjadi model dalam kanvas-kanvas Dava ternyata adalah seorang gadis yang angkuh. Awalnya Dava memang berusaha untuk melupakan puluhan lukisan tentang Aya, ternyata tidak bisa. Semakin keras ia mencoba melupakan, semakin keras pula ingatannya tentang Aya.  Ternyata mencoba melupakan gadis ini adalah salah satu hal yang menyulitkan untu Dava, hingga akhirnya Dava memutuskan utnuk mencari tahu lebih banyak tentang Aya.
Ternyata hampir satu bulan Dava mencari tahu semua informasi tentang Aya. Diam-diam ia menuruhsimpati pada Aya, diam-diam ia mengagumi Aya, diam-diam ia menyukai Aya, dan mungkin ia mencintai Aya secara diam-diam. Salah satu sahabat Aya memberitahu pada Aya bila Dava selalu mencari tahu tentang Aya. Namun respon Aya masih sama, flat. Gadis ini memang dikenal belum bisa membuka hatinya pada siapapun semenjak duduk dibangku 10. Hingga akhirnya sebuah kejadian yang membuat Aya dekat dengan Dava. Sekolah mereka mengadakan lomba fotografi, hingga akhirnya Aya mengikuti lomba tersebut, dan mulai sejak inilah kedekatan mereka dimulai.
“Lo ikut lomba juga?” Tanya Dava. Ternyata ketua panita lomba itu adalah Dava, lelaki yang disegani Aya sejak kejadian di koridor sekolah minggu lalu. “Iya, kenapa? Semua siswa berhak ikut kan?” Tegas Aya dengan sedikit keras. Suasana hening, sapaan Dava ternyata tetap dibalas dengan ketus oleh Aya. Namun Dava idak memperdulikan itu, ia tetap membimbing Aya selama lomba itu berlangsung. Singkat cerita Aya lah yang memenangkan lomba fotografi itu, memang bukan isapan jempol belaka semua jepretan Aya terpampang di mading sekolah.
“Hei.. selamat ya!” Ucap Dava sambil menjulurkan tangannya pada Aya, “Oke.. thanks lhooo udah bantuin gw juga. Hehe” kata Risya sambil tersenyum, ini kali pertama Dava melihat Aya tersenyum untuknya, ada rasa yang tak biasa saat mereka saling sejabat tangan dan bertatapan. Seakan waktu berhenti berdetak. Hingga akhirnya.. singkat cerita mereka memutuskan untuk bersama, walaupun awal mula hubungan mereka agak sedikit hambar. Karena Aya adalah sosok gadis yang lumayan kaku dengan lelaki. Namun itu semua tidak menjadi penghambat bagi hubungan mereka. Malah justru menjadi sebuah pengerat terselubung didalam hubungan mereka itu.
hari-hari mereka begitu indah, dengan atau tidak ada nya salah satu dari mereka tetap menjadi pelenggap didalam hubungan yang harmonis ini. Hingga suatu ketika keadaan yang tidak pernah dibayangkan oleh mereka terjadi. Malam itu, tepatnya malam dimana pergantian umur Aya. Dava yang bertujuan untuk menemui Aya pada malam itu mengalami suatu kecelakaan yang merenggut nyawanya. Mobil yang ditumpanginya ditabrak oleh salah satu truck dengan kecepatan tinggi. Entah apa yang dimimpikan mereka berdua saat kisah cinta mereka akhirnya berakhir dengan suatu kejadian tragis. Awalnya Dava hanya mengalami pendarahan di kepala yang menyebabkan penyumbatan otak. Namun Tuhan berkata lain.. Dava akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya dimalam yang harusnya menjadi malam teristimewa bagi Aya. Aya yang dengan rasa bersalah karena selalu menyia-nyiakan waktu Dava saat bersamanya sangat terpukul dengan kepergian Dava..

By: Syr.

Senin, 04 Maret 2013

24November2012





































What a day!!!!!! Thank you've made ​​my day memorable, Ilysm({})<3



"Ago"


Kau selalu ada disamping ku
menemani hariku
kau tak pernah sirna meski kau tertutup awan hitam
kadang aku rindu sinar mu saat kau sedang tertidur..

Aku ingin menjadi dirimu..
yang tertakdir tuk menjadi benderang dunia ini
kau tak pernah protes walau ku sering mencibir mu
terang mu sangat nyata...

Apa aku yakin?
aku akan menjadi kau yang tak pernah berkomentar
oh Tuhan aku ingin menjadi sinar walau sementara
paling tidak saat dirinya yakin
bahwa aku bisa menyinari dirimu seperti matahari
walau tak sejernih mata air

Tapi aku bersyukur
aku punya kau yang selalu menyinari hariku
walau itu sesaat
tapi itu terlalu indah bagiku
bahkan seperempat detik pun

kau terlalu indah bagiku
bahkan kau terlalu sempurna
sampai-sampai kesempurnaan kau tak bisa ku balas

kau bagaikan matahari
walau terangnya tak sepenuh jam berputar
tapi aku yakin kau bisa sepenuhnya menyinariku
sepenuh jarum jam berputar
yang selalu jadi terterang dunia ku

Dan kau tak protes dengan keadaan
mungkin saja aku bisa berhenti menjadi benderang dirimu
hingga waktu ku ditelan bumi
hingga nafas ku terputus
aku menyayangi mu seperti aku menyayangi matahari

aku yakin kau sepenuhnya menjadi benderang sepenuh jarum jam berputar

By: Syahrima
Syahrima. Diberdayakan oleh Blogger.
 

My Online Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea