Selasa, 15 Agustus 2017

Untuk Perempuan yang Tidak Lagi Remaja

Diposting oleh Syahrima di 20.02 0 komentar
Masa remaja adalah masa paling indah untuk berbagi suka dan duka, terlebih jika ada pendamping disetiap kalian ingin berbagi kisah.
Untuk saya, masa remaja ibarat emas yang tak ternilai harganya. Namun setelah masa remaja itu usai, apa emas itu tetap akan menjadi emas yang diidam-idamkan? Tidak sepertinya, emas itu akan berubah menjadi sebuah berlian yang lebih berharga keberadaannya. Ya, masa dewasa. 

Dewasa sejatinya tidak terukur dari berapa umur kalian
Dewasa juga tidak dapat terukur dari seberapa sukses kalian
Namun untuk saya, dewasa adalah seberapa sanggup kalian untuk berproses dan menghargai setiap usaha yang sudah kalian lakukan. Ya,sesingkat itu definisi Dewasa bagi saya.

Untuk perempuan yang tidak lagi remaja, carilah jati diri kalian sebenarnya. Perluaslah wawasan agar tidak tertinggal zaman.
Untuk perempuan yang tidak lagi remaja, belajarlah tanpa kenal lelah. Walau kadang waktu tak mendukung, ketahuilah belajar itu tak ada masanya.
Untuk perempuan yang tidak lagi remaja, carilah jaringan dimanapun kalian berada, perbanyak sosialisasi terhadap orang atau komunitas maupun organisasi yang membuat perubahan positif untuk hidup kalian kelak.

“Yesterday is gone. Tomorrow has not yet come. We have only today. Let us begin.” 

Belum ada kata terlambat untuk memulai hal yang baru, pada masa peralihan ini adalah masa dimana kalian akan dapat menentukan sebuah passion yang ada dalam diri kalian masing-masing. Mulailah untuk berkata "Saya Bisa!"dan kerjakan apa yang ada didepan mata.

Bagi saya masa peralihan ini sedikit membuat otak saya bekerja lebih dari biasanya, dimana harus pintar membagi waktu antara keluarga, kuliah, organisasi, pekerjaan, dan tentunya waktu untuk diri sendiri. Hal yang sangat asyik untuk saya, karena dengan itu saya dapat jauh lebih disiplin dan menghargai sebuah waktu.

Hidup ini pilihan, jika kalian tidak memilih, mungkin hidup kalian akan mati.
Sebuah kalimat kecil yang menurut saya selalu harus diingat, karena sampai kapanpun hidup pasti menuntut untuk memilih. Dan saya memilih untuk hidup seperti ini, seperti sekarang.

“Don't waste your time with explanations: people only hear what they want to hear.” 

Sabtu, 13 Mei 2017

Dialog Dini Hari, Untuk Kekasih.

Diposting oleh Syahrima di 10.27 0 komentar
Ku beri kau rasa bernama cinta
Ku balut luka lama semenjak kau ada
Hari demi hari kita lalui bersama
Dengan canda tawa, kadang juga amarah
Perkenalkan aku, perempuan mu
Yang dulu selalu kau rindu
Yang dulu selalu yang tunggu
Yang dulu selalu kau curi perhatiannya hanya untukmu
Kini telah menjadi milikmu

Wahai lelaki, ku titipkan hati yang berwarna-warni ini
Hingga kelak kau berani untuk seutuhnya kau miliki
Jangan takut, aku disini
Tugasku kini hanya menghantarkanmu ke tempat yang ingin kau tuju
Lalu setelah itu, menunggu kau pulang dengan rasa rindu

Kau bagai angin ditengah geresang tanpa air
Menjelma bagai ombak dihamparan laut dengan angin semilir
Semoga kau paham ini, kasih
Bahwa hati tak pernah memilih
Bahwa kasih memang seharusnya memiliki

Banyak rasa aneh yang menggebu di dada
Sampai dengan malam ini saat jemari ku mengetik tulisan tentangmu, akupun merasa aneh sendiri
Ada rindu, cemas, dan ketakutan yang selalu ku rasakan
Pulanglah!
Aku merindu hingga menggigil malam ini
Pulanglah!
Akan ku jemput kau dengan rasa rindu yang menggebu ini

Selamat dini hari,
Selamat telah datang kembali.
Kau berjanji akan menemani ku menyantap bakso siang ini.
Ku tunggu kau, disini.

Kamis, 02 Maret 2017

Lampau

Diposting oleh Syahrima di 08.54 0 komentar
Kotak besar itu terbuka malam ini
Ku namakan kotak abu, sama seperti masa lampau itu, abu-abu

Terlihat jelas kata yang pernah kau tuliskan untuk ku malam itu
Manis sekali, bahkan aku dapat merasakan rasa manis itu malam ini
Ternyata masih sama seperti masa lampau itu, walau manis namun hanya abu
Teringat kembali, terdengar lagi, seakan mengiris hati ku yang kelabu

Apa kabar?
Kau hilang, tak pernah kembali
Kau pergi, tak pernah menyesali
Dan kini kau hadir kembali
Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk ku

Pergilah!
Kau layak untuk tak lagi ku jadikan sebuah keinginan
Kau layak tak lagi ku perjuangkan
Kau layak, layak untuk ku buang dan ku pendam.
Pergi!

Biarkan kotak abu ini terbuka lebar
Namun jangan harap kau mampu kembali mengisi hati
Karena kamu sudah layu dan mati
Karena kamu tak lagi ku cari.

Sabtu, 11 Februari 2017

Hujan Dini Hari

Diposting oleh Syahrima di 10.16 0 komentar
Hujan dini hari
Mengupas satu perasaan yang tadinya hanya sekedar dipermukaan
Kemudian menjadi terlalu dalam, demi hujan

Hujan dini hari
membawa hati seakan menari
Bernyanyi, hingga lupa sudah pagi

Hujan dini hari
Meninggalkan aroma khas tubuh kau yang kucintai
Melebur menjadi satu dengan rintik dan gemericik

Hujan dini hari
Kekasihku telah pergi
Izin kembali ketempat yang dihuni

Hujan dini hari
Izinkan aku tersenyum kembali
Dini hari, pukul 01.15 yang ku jumpai

Hujan dini hari
Biarkan kekasihku terlelap malam ini
Dengan rasa cinta yang dia bawa pergi

Hujan dini hari
Redalah esok hari
Agar aku bertemu kembali, dengan lelaki tambatan hati

Jumat, 10 Februari 2017

.. Cepat pulang, sudah malam.

Diposting oleh Syahrima di 09.52 0 komentar
Sekian lama hilang, sekarang hadir lagi.
Selamat dini hari, Tuan.
Mulai saat ini kembali ku sapa kau lewat rangkaian kata yang ku buat.

Tuan, apa kabar?
Hari ini kau masih sama seperti hari-hari kemarin, setia, setia menemaniku.
Tuan, apa sudah sampai kau dirumah?
Sepulang kau mengantarku, kau berpamitan ingin keluar, sampai malam.
Sudah kau dirumah, Tuan?

Ada semangat yang kau selipkan hari ini untukku.
Kau bilang, "Ayo! Buat buku, dong!"
Aku hanya terdiam, lalu tersenyum.
Tuan, maafkan ku yang belum dapat membuktikan hal ini padamu.
Tuan, ingin sekali ku lakukan itu, tapi ku belum sanggup.
Doakan aku, agar aku dapat mewujudkan keinginanmu.

Hari ini, kau membuatku bahagia, Tuan.
Kau membuat ku seolah terbang, melayang.
Tuan, izinkan ku menunggumu hingga kau sampai dirumah.
Jangan marahi aku, tolong..
Aku hanya ingin terlelap saat kau telah sampai dirumah.
Tuan, cepat pulang. Sudah malam.


Selasa, 15 Agustus 2017

Untuk Perempuan yang Tidak Lagi Remaja

Masa remaja adalah masa paling indah untuk berbagi suka dan duka, terlebih jika ada pendamping disetiap kalian ingin berbagi kisah.
Untuk saya, masa remaja ibarat emas yang tak ternilai harganya. Namun setelah masa remaja itu usai, apa emas itu tetap akan menjadi emas yang diidam-idamkan? Tidak sepertinya, emas itu akan berubah menjadi sebuah berlian yang lebih berharga keberadaannya. Ya, masa dewasa. 

Dewasa sejatinya tidak terukur dari berapa umur kalian
Dewasa juga tidak dapat terukur dari seberapa sukses kalian
Namun untuk saya, dewasa adalah seberapa sanggup kalian untuk berproses dan menghargai setiap usaha yang sudah kalian lakukan. Ya,sesingkat itu definisi Dewasa bagi saya.

Untuk perempuan yang tidak lagi remaja, carilah jati diri kalian sebenarnya. Perluaslah wawasan agar tidak tertinggal zaman.
Untuk perempuan yang tidak lagi remaja, belajarlah tanpa kenal lelah. Walau kadang waktu tak mendukung, ketahuilah belajar itu tak ada masanya.
Untuk perempuan yang tidak lagi remaja, carilah jaringan dimanapun kalian berada, perbanyak sosialisasi terhadap orang atau komunitas maupun organisasi yang membuat perubahan positif untuk hidup kalian kelak.

“Yesterday is gone. Tomorrow has not yet come. We have only today. Let us begin.” 

Belum ada kata terlambat untuk memulai hal yang baru, pada masa peralihan ini adalah masa dimana kalian akan dapat menentukan sebuah passion yang ada dalam diri kalian masing-masing. Mulailah untuk berkata "Saya Bisa!"dan kerjakan apa yang ada didepan mata.

Bagi saya masa peralihan ini sedikit membuat otak saya bekerja lebih dari biasanya, dimana harus pintar membagi waktu antara keluarga, kuliah, organisasi, pekerjaan, dan tentunya waktu untuk diri sendiri. Hal yang sangat asyik untuk saya, karena dengan itu saya dapat jauh lebih disiplin dan menghargai sebuah waktu.

Hidup ini pilihan, jika kalian tidak memilih, mungkin hidup kalian akan mati.
Sebuah kalimat kecil yang menurut saya selalu harus diingat, karena sampai kapanpun hidup pasti menuntut untuk memilih. Dan saya memilih untuk hidup seperti ini, seperti sekarang.

“Don't waste your time with explanations: people only hear what they want to hear.” 

Sabtu, 13 Mei 2017

Dialog Dini Hari, Untuk Kekasih.

Ku beri kau rasa bernama cinta
Ku balut luka lama semenjak kau ada
Hari demi hari kita lalui bersama
Dengan canda tawa, kadang juga amarah
Perkenalkan aku, perempuan mu
Yang dulu selalu kau rindu
Yang dulu selalu yang tunggu
Yang dulu selalu kau curi perhatiannya hanya untukmu
Kini telah menjadi milikmu

Wahai lelaki, ku titipkan hati yang berwarna-warni ini
Hingga kelak kau berani untuk seutuhnya kau miliki
Jangan takut, aku disini
Tugasku kini hanya menghantarkanmu ke tempat yang ingin kau tuju
Lalu setelah itu, menunggu kau pulang dengan rasa rindu

Kau bagai angin ditengah geresang tanpa air
Menjelma bagai ombak dihamparan laut dengan angin semilir
Semoga kau paham ini, kasih
Bahwa hati tak pernah memilih
Bahwa kasih memang seharusnya memiliki

Banyak rasa aneh yang menggebu di dada
Sampai dengan malam ini saat jemari ku mengetik tulisan tentangmu, akupun merasa aneh sendiri
Ada rindu, cemas, dan ketakutan yang selalu ku rasakan
Pulanglah!
Aku merindu hingga menggigil malam ini
Pulanglah!
Akan ku jemput kau dengan rasa rindu yang menggebu ini

Selamat dini hari,
Selamat telah datang kembali.
Kau berjanji akan menemani ku menyantap bakso siang ini.
Ku tunggu kau, disini.

Kamis, 02 Maret 2017

Lampau

Kotak besar itu terbuka malam ini
Ku namakan kotak abu, sama seperti masa lampau itu, abu-abu

Terlihat jelas kata yang pernah kau tuliskan untuk ku malam itu
Manis sekali, bahkan aku dapat merasakan rasa manis itu malam ini
Ternyata masih sama seperti masa lampau itu, walau manis namun hanya abu
Teringat kembali, terdengar lagi, seakan mengiris hati ku yang kelabu

Apa kabar?
Kau hilang, tak pernah kembali
Kau pergi, tak pernah menyesali
Dan kini kau hadir kembali
Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk ku

Pergilah!
Kau layak untuk tak lagi ku jadikan sebuah keinginan
Kau layak tak lagi ku perjuangkan
Kau layak, layak untuk ku buang dan ku pendam.
Pergi!

Biarkan kotak abu ini terbuka lebar
Namun jangan harap kau mampu kembali mengisi hati
Karena kamu sudah layu dan mati
Karena kamu tak lagi ku cari.

Sabtu, 11 Februari 2017

Hujan Dini Hari

Hujan dini hari
Mengupas satu perasaan yang tadinya hanya sekedar dipermukaan
Kemudian menjadi terlalu dalam, demi hujan

Hujan dini hari
membawa hati seakan menari
Bernyanyi, hingga lupa sudah pagi

Hujan dini hari
Meninggalkan aroma khas tubuh kau yang kucintai
Melebur menjadi satu dengan rintik dan gemericik

Hujan dini hari
Kekasihku telah pergi
Izin kembali ketempat yang dihuni

Hujan dini hari
Izinkan aku tersenyum kembali
Dini hari, pukul 01.15 yang ku jumpai

Hujan dini hari
Biarkan kekasihku terlelap malam ini
Dengan rasa cinta yang dia bawa pergi

Hujan dini hari
Redalah esok hari
Agar aku bertemu kembali, dengan lelaki tambatan hati

Jumat, 10 Februari 2017

.. Cepat pulang, sudah malam.

Sekian lama hilang, sekarang hadir lagi.
Selamat dini hari, Tuan.
Mulai saat ini kembali ku sapa kau lewat rangkaian kata yang ku buat.

Tuan, apa kabar?
Hari ini kau masih sama seperti hari-hari kemarin, setia, setia menemaniku.
Tuan, apa sudah sampai kau dirumah?
Sepulang kau mengantarku, kau berpamitan ingin keluar, sampai malam.
Sudah kau dirumah, Tuan?

Ada semangat yang kau selipkan hari ini untukku.
Kau bilang, "Ayo! Buat buku, dong!"
Aku hanya terdiam, lalu tersenyum.
Tuan, maafkan ku yang belum dapat membuktikan hal ini padamu.
Tuan, ingin sekali ku lakukan itu, tapi ku belum sanggup.
Doakan aku, agar aku dapat mewujudkan keinginanmu.

Hari ini, kau membuatku bahagia, Tuan.
Kau membuat ku seolah terbang, melayang.
Tuan, izinkan ku menunggumu hingga kau sampai dirumah.
Jangan marahi aku, tolong..
Aku hanya ingin terlelap saat kau telah sampai dirumah.
Tuan, cepat pulang. Sudah malam.


Syahrima. Diberdayakan oleh Blogger.
 

My Online Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea