Senin, 24 Oktober 2016

Saung Jingga - UTS JUROL

Diposting oleh Syahrima di 10.19 0 komentar
Tempat ini menjadi salah satu cara penduduk sekitar mendapatkan ilmu dan menggapai cita-cita nya, berdiri dibawah dukungan Kementerian Pendidikan Nasional membuat Saung Jingga menjadi salah satu tempat pemberdayaan masyarakat di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “SAUNG JINGGA“ berpusat di Jl. Bratasena 2 Rt. 06 Rw. 05 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Berawal dari program pengembangan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Majelis Pelayanan Sosial PDM Tangerang Selatan. PKBM adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, budaya.

PKBM dibentuk oleh masyarakat, merupakan milik masyarakat, dan dikelola oleh masyarakat untuk memperluas pelayanan kebutuhan belajar masyarakat, sesuai dengan ciri pendidikan non formal yang fleksibel, maka waktu Kegiatan merupakan hasil kesepakatan antara penyelenggara, tutor dan warga belajar. Warga binaan PKBM Saung Jingga adalah Komunitas Pemulung dan warga kurang mampu di sekitar Saung Jingga. Saung Jingga ini dapat bertahan ditengah sulitnya para penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai pemulung.

 Saung Jingga merupakan program pendidikan menulis dan membaca, pendidikan kecakapan hidup dan kewirausahaan, peningkatan budaya baca masyarakat, dan penataan pendidikan nonformal, serta program penuntasan warga belajar putus sekolah. Kondisi Saung Jingga yang terlihat kurang diperhatikan ini nyatanya dapat selalu menjadi tempat favorit bagi para penduduk. Banyak kegiatan yang diadakan di Saung Jingga, mulai dari PAUD, TPA, Pemberdayaan ikan lele dan unggas, sampai adanya pelatihan buta aksara dan paket A,B,C bagi para penduduk yang putus sekolah. Adanya Saung Jingga ditengah pemukiman pemulung ini membuat para penduduk sekitar menjadi lebih terbuka untuk melanjutkan sebuah pendidikan dan terus ingin belajar, juga meneruskan hidupnya tanpa berputus asa. Status ekonomi yang ada di kalangan mereka juga membantu perekonomian mereka selain bekerja sebagai pemulung. Saung Jingga dikelola oleh beberapa mahasiswa dari berbagai universitas, dibawah ketua pengelola Bapak Yunus Anis, S. Ag, dan juga seorang penduduk yang menetap di Saung Jingga bernama Mas Sarita dan juga Bang Jawa, begitu panggilan akrab mereka di Saung Jingga.

Semenjak awal tahun 2016, minat belajar penduduk Saung Jingga mulai menurun dengan melihat kurangnya antusias penduduk dalam mengikuti kegiatan yang ada di Saung Jingga, kegiatan yang hingga kini masih berjalan dengan aktif adalah TPA yang diadakan setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 17.00 WIB sampai dengan waktu maghrib tiba. 















Minggu, 16 Oktober 2016

Saung Jingga - JUROL TGS5

Diposting oleh Syahrima di 06.06 0 komentar
Awal mula perjalanan saya ke Saung Jingga sebenarnya bukan untuk yang pertama kalinya, karena sebelumnya sudah beberapa kali dan terhitung sering untuk berkunjung ke Saung Jingga. Dimulai dari saya duduk di Sekolah Menengah Atas, saya pernah tergabung dalam sebuah ekstrakurikuler sinematografi yang mengangkat Saung Jingga sebagai sebuah short movie, dan juga membuat profile company untuk Saung Jingga. Karena sudah hampir satu tahun semenjak terakhir saya membuat tugas Aplikasi Wawasan Budi Luhur di Saung Jingga dan kini berkesempatan lagi untuk menjadikan Saung Jingga sebagai sebuah topik menarik untuk diangkat sebagai sebuah berita, terlepas itu semua saya memiliki keinginan agar Saung Jingga dapat dikenal oleh orang banyak.

Perjalanan saya cukup mudah untuk sampai meliput ke Saung Jingga, Bapak Yunus, selaku pengelola Saung Jingga pun sudah mengenal saya dengan baik, dan beberapa orang di Saung Jingga seperti Bang Jawa, dan Kak Arief selaku guru PAUD di Saung Jingga juga sudah mengenal saya dengan baik. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke Saung Jingga, hanya sekitar 30 menit dari rumah saya . keadaan sekitar Saung Jingga yang terletak ditengah pemukiman pemulung dan tempat pembuangan akhir sampah agak ramai dengan penduduk sekitar, dan banyak anjing liar yang tidak di ikat oleh pemiliknya. Sesampainya saya disana, saya langsung disambut hangat oleh orang-orang yang ada di Saung Jingga.


Berbincang dengan orang-orang disana membuat saya teringat dengan masa sekolah saya terdahulu, ketika dulu saya sering mengerjakan tugas sekolah di Saung Jingga hingga larut malam. Setelah saya banyak bercerita mengenai perkuliahan dan tugas saya, Bapak Yunus langsung memperbolehkan saya untuk kembali mengangkat Saung Jingga sebagai salah satu tugas saya, dengan situasi yang berbeda tentunya.









Senin, 24 Oktober 2016

Saung Jingga - UTS JUROL

Tempat ini menjadi salah satu cara penduduk sekitar mendapatkan ilmu dan menggapai cita-cita nya, berdiri dibawah dukungan Kementerian Pendidikan Nasional membuat Saung Jingga menjadi salah satu tempat pemberdayaan masyarakat di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “SAUNG JINGGA“ berpusat di Jl. Bratasena 2 Rt. 06 Rw. 05 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Berawal dari program pengembangan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Majelis Pelayanan Sosial PDM Tangerang Selatan. PKBM adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, budaya.

PKBM dibentuk oleh masyarakat, merupakan milik masyarakat, dan dikelola oleh masyarakat untuk memperluas pelayanan kebutuhan belajar masyarakat, sesuai dengan ciri pendidikan non formal yang fleksibel, maka waktu Kegiatan merupakan hasil kesepakatan antara penyelenggara, tutor dan warga belajar. Warga binaan PKBM Saung Jingga adalah Komunitas Pemulung dan warga kurang mampu di sekitar Saung Jingga. Saung Jingga ini dapat bertahan ditengah sulitnya para penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai pemulung.

 Saung Jingga merupakan program pendidikan menulis dan membaca, pendidikan kecakapan hidup dan kewirausahaan, peningkatan budaya baca masyarakat, dan penataan pendidikan nonformal, serta program penuntasan warga belajar putus sekolah. Kondisi Saung Jingga yang terlihat kurang diperhatikan ini nyatanya dapat selalu menjadi tempat favorit bagi para penduduk. Banyak kegiatan yang diadakan di Saung Jingga, mulai dari PAUD, TPA, Pemberdayaan ikan lele dan unggas, sampai adanya pelatihan buta aksara dan paket A,B,C bagi para penduduk yang putus sekolah. Adanya Saung Jingga ditengah pemukiman pemulung ini membuat para penduduk sekitar menjadi lebih terbuka untuk melanjutkan sebuah pendidikan dan terus ingin belajar, juga meneruskan hidupnya tanpa berputus asa. Status ekonomi yang ada di kalangan mereka juga membantu perekonomian mereka selain bekerja sebagai pemulung. Saung Jingga dikelola oleh beberapa mahasiswa dari berbagai universitas, dibawah ketua pengelola Bapak Yunus Anis, S. Ag, dan juga seorang penduduk yang menetap di Saung Jingga bernama Mas Sarita dan juga Bang Jawa, begitu panggilan akrab mereka di Saung Jingga.

Semenjak awal tahun 2016, minat belajar penduduk Saung Jingga mulai menurun dengan melihat kurangnya antusias penduduk dalam mengikuti kegiatan yang ada di Saung Jingga, kegiatan yang hingga kini masih berjalan dengan aktif adalah TPA yang diadakan setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 17.00 WIB sampai dengan waktu maghrib tiba. 















Minggu, 16 Oktober 2016

Saung Jingga - JUROL TGS5

Awal mula perjalanan saya ke Saung Jingga sebenarnya bukan untuk yang pertama kalinya, karena sebelumnya sudah beberapa kali dan terhitung sering untuk berkunjung ke Saung Jingga. Dimulai dari saya duduk di Sekolah Menengah Atas, saya pernah tergabung dalam sebuah ekstrakurikuler sinematografi yang mengangkat Saung Jingga sebagai sebuah short movie, dan juga membuat profile company untuk Saung Jingga. Karena sudah hampir satu tahun semenjak terakhir saya membuat tugas Aplikasi Wawasan Budi Luhur di Saung Jingga dan kini berkesempatan lagi untuk menjadikan Saung Jingga sebagai sebuah topik menarik untuk diangkat sebagai sebuah berita, terlepas itu semua saya memiliki keinginan agar Saung Jingga dapat dikenal oleh orang banyak.

Perjalanan saya cukup mudah untuk sampai meliput ke Saung Jingga, Bapak Yunus, selaku pengelola Saung Jingga pun sudah mengenal saya dengan baik, dan beberapa orang di Saung Jingga seperti Bang Jawa, dan Kak Arief selaku guru PAUD di Saung Jingga juga sudah mengenal saya dengan baik. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke Saung Jingga, hanya sekitar 30 menit dari rumah saya . keadaan sekitar Saung Jingga yang terletak ditengah pemukiman pemulung dan tempat pembuangan akhir sampah agak ramai dengan penduduk sekitar, dan banyak anjing liar yang tidak di ikat oleh pemiliknya. Sesampainya saya disana, saya langsung disambut hangat oleh orang-orang yang ada di Saung Jingga.


Berbincang dengan orang-orang disana membuat saya teringat dengan masa sekolah saya terdahulu, ketika dulu saya sering mengerjakan tugas sekolah di Saung Jingga hingga larut malam. Setelah saya banyak bercerita mengenai perkuliahan dan tugas saya, Bapak Yunus langsung memperbolehkan saya untuk kembali mengangkat Saung Jingga sebagai salah satu tugas saya, dengan situasi yang berbeda tentunya.









Syahrima. Diberdayakan oleh Blogger.
 

My Online Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea