Selasa, 15 Agustus 2017

Untuk Perempuan yang Tidak Lagi Remaja

Diposting oleh Syahrima di 20.02 0 komentar
Masa remaja adalah masa paling indah untuk berbagi suka dan duka, terlebih jika ada pendamping disetiap kalian ingin berbagi kisah.
Untuk saya, masa remaja ibarat emas yang tak ternilai harganya. Namun setelah masa remaja itu usai, apa emas itu tetap akan menjadi emas yang diidam-idamkan? Tidak sepertinya, emas itu akan berubah menjadi sebuah berlian yang lebih berharga keberadaannya. Ya, masa dewasa. 

Dewasa sejatinya tidak terukur dari berapa umur kalian
Dewasa juga tidak dapat terukur dari seberapa sukses kalian
Namun untuk saya, dewasa adalah seberapa sanggup kalian untuk berproses dan menghargai setiap usaha yang sudah kalian lakukan. Ya,sesingkat itu definisi Dewasa bagi saya.

Untuk perempuan yang tidak lagi remaja, carilah jati diri kalian sebenarnya. Perluaslah wawasan agar tidak tertinggal zaman.
Untuk perempuan yang tidak lagi remaja, belajarlah tanpa kenal lelah. Walau kadang waktu tak mendukung, ketahuilah belajar itu tak ada masanya.
Untuk perempuan yang tidak lagi remaja, carilah jaringan dimanapun kalian berada, perbanyak sosialisasi terhadap orang atau komunitas maupun organisasi yang membuat perubahan positif untuk hidup kalian kelak.

“Yesterday is gone. Tomorrow has not yet come. We have only today. Let us begin.” 

Belum ada kata terlambat untuk memulai hal yang baru, pada masa peralihan ini adalah masa dimana kalian akan dapat menentukan sebuah passion yang ada dalam diri kalian masing-masing. Mulailah untuk berkata "Saya Bisa!"dan kerjakan apa yang ada didepan mata.

Bagi saya masa peralihan ini sedikit membuat otak saya bekerja lebih dari biasanya, dimana harus pintar membagi waktu antara keluarga, kuliah, organisasi, pekerjaan, dan tentunya waktu untuk diri sendiri. Hal yang sangat asyik untuk saya, karena dengan itu saya dapat jauh lebih disiplin dan menghargai sebuah waktu.

Hidup ini pilihan, jika kalian tidak memilih, mungkin hidup kalian akan mati.
Sebuah kalimat kecil yang menurut saya selalu harus diingat, karena sampai kapanpun hidup pasti menuntut untuk memilih. Dan saya memilih untuk hidup seperti ini, seperti sekarang.

“Don't waste your time with explanations: people only hear what they want to hear.” 

Sabtu, 13 Mei 2017

Dialog Dini Hari, Untuk Kekasih.

Diposting oleh Syahrima di 10.27 0 komentar
Ku beri kau rasa bernama cinta
Ku balut luka lama semenjak kau ada
Hari demi hari kita lalui bersama
Dengan canda tawa, kadang juga amarah
Perkenalkan aku, perempuan mu
Yang dulu selalu kau rindu
Yang dulu selalu yang tunggu
Yang dulu selalu kau curi perhatiannya hanya untukmu
Kini telah menjadi milikmu

Wahai lelaki, ku titipkan hati yang berwarna-warni ini
Hingga kelak kau berani untuk seutuhnya kau miliki
Jangan takut, aku disini
Tugasku kini hanya menghantarkanmu ke tempat yang ingin kau tuju
Lalu setelah itu, menunggu kau pulang dengan rasa rindu

Kau bagai angin ditengah geresang tanpa air
Menjelma bagai ombak dihamparan laut dengan angin semilir
Semoga kau paham ini, kasih
Bahwa hati tak pernah memilih
Bahwa kasih memang seharusnya memiliki

Banyak rasa aneh yang menggebu di dada
Sampai dengan malam ini saat jemari ku mengetik tulisan tentangmu, akupun merasa aneh sendiri
Ada rindu, cemas, dan ketakutan yang selalu ku rasakan
Pulanglah!
Aku merindu hingga menggigil malam ini
Pulanglah!
Akan ku jemput kau dengan rasa rindu yang menggebu ini

Selamat dini hari,
Selamat telah datang kembali.
Kau berjanji akan menemani ku menyantap bakso siang ini.
Ku tunggu kau, disini.

Kamis, 02 Maret 2017

Lampau

Diposting oleh Syahrima di 08.54 0 komentar
Kotak besar itu terbuka malam ini
Ku namakan kotak abu, sama seperti masa lampau itu, abu-abu

Terlihat jelas kata yang pernah kau tuliskan untuk ku malam itu
Manis sekali, bahkan aku dapat merasakan rasa manis itu malam ini
Ternyata masih sama seperti masa lampau itu, walau manis namun hanya abu
Teringat kembali, terdengar lagi, seakan mengiris hati ku yang kelabu

Apa kabar?
Kau hilang, tak pernah kembali
Kau pergi, tak pernah menyesali
Dan kini kau hadir kembali
Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk ku

Pergilah!
Kau layak untuk tak lagi ku jadikan sebuah keinginan
Kau layak tak lagi ku perjuangkan
Kau layak, layak untuk ku buang dan ku pendam.
Pergi!

Biarkan kotak abu ini terbuka lebar
Namun jangan harap kau mampu kembali mengisi hati
Karena kamu sudah layu dan mati
Karena kamu tak lagi ku cari.

Sabtu, 11 Februari 2017

Hujan Dini Hari

Diposting oleh Syahrima di 10.16 0 komentar
Hujan dini hari
Mengupas satu perasaan yang tadinya hanya sekedar dipermukaan
Kemudian menjadi terlalu dalam, demi hujan

Hujan dini hari
membawa hati seakan menari
Bernyanyi, hingga lupa sudah pagi

Hujan dini hari
Meninggalkan aroma khas tubuh kau yang kucintai
Melebur menjadi satu dengan rintik dan gemericik

Hujan dini hari
Kekasihku telah pergi
Izin kembali ketempat yang dihuni

Hujan dini hari
Izinkan aku tersenyum kembali
Dini hari, pukul 01.15 yang ku jumpai

Hujan dini hari
Biarkan kekasihku terlelap malam ini
Dengan rasa cinta yang dia bawa pergi

Hujan dini hari
Redalah esok hari
Agar aku bertemu kembali, dengan lelaki tambatan hati

Jumat, 10 Februari 2017

.. Cepat pulang, sudah malam.

Diposting oleh Syahrima di 09.52 0 komentar
Sekian lama hilang, sekarang hadir lagi.
Selamat dini hari, Tuan.
Mulai saat ini kembali ku sapa kau lewat rangkaian kata yang ku buat.

Tuan, apa kabar?
Hari ini kau masih sama seperti hari-hari kemarin, setia, setia menemaniku.
Tuan, apa sudah sampai kau dirumah?
Sepulang kau mengantarku, kau berpamitan ingin keluar, sampai malam.
Sudah kau dirumah, Tuan?

Ada semangat yang kau selipkan hari ini untukku.
Kau bilang, "Ayo! Buat buku, dong!"
Aku hanya terdiam, lalu tersenyum.
Tuan, maafkan ku yang belum dapat membuktikan hal ini padamu.
Tuan, ingin sekali ku lakukan itu, tapi ku belum sanggup.
Doakan aku, agar aku dapat mewujudkan keinginanmu.

Hari ini, kau membuatku bahagia, Tuan.
Kau membuat ku seolah terbang, melayang.
Tuan, izinkan ku menunggumu hingga kau sampai dirumah.
Jangan marahi aku, tolong..
Aku hanya ingin terlelap saat kau telah sampai dirumah.
Tuan, cepat pulang. Sudah malam.


Senin, 24 Oktober 2016

Saung Jingga - UTS JUROL

Diposting oleh Syahrima di 10.19 0 komentar
Tempat ini menjadi salah satu cara penduduk sekitar mendapatkan ilmu dan menggapai cita-cita nya, berdiri dibawah dukungan Kementerian Pendidikan Nasional membuat Saung Jingga menjadi salah satu tempat pemberdayaan masyarakat di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “SAUNG JINGGA“ berpusat di Jl. Bratasena 2 Rt. 06 Rw. 05 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Berawal dari program pengembangan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Majelis Pelayanan Sosial PDM Tangerang Selatan. PKBM adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, budaya.

PKBM dibentuk oleh masyarakat, merupakan milik masyarakat, dan dikelola oleh masyarakat untuk memperluas pelayanan kebutuhan belajar masyarakat, sesuai dengan ciri pendidikan non formal yang fleksibel, maka waktu Kegiatan merupakan hasil kesepakatan antara penyelenggara, tutor dan warga belajar. Warga binaan PKBM Saung Jingga adalah Komunitas Pemulung dan warga kurang mampu di sekitar Saung Jingga. Saung Jingga ini dapat bertahan ditengah sulitnya para penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai pemulung.

 Saung Jingga merupakan program pendidikan menulis dan membaca, pendidikan kecakapan hidup dan kewirausahaan, peningkatan budaya baca masyarakat, dan penataan pendidikan nonformal, serta program penuntasan warga belajar putus sekolah. Kondisi Saung Jingga yang terlihat kurang diperhatikan ini nyatanya dapat selalu menjadi tempat favorit bagi para penduduk. Banyak kegiatan yang diadakan di Saung Jingga, mulai dari PAUD, TPA, Pemberdayaan ikan lele dan unggas, sampai adanya pelatihan buta aksara dan paket A,B,C bagi para penduduk yang putus sekolah. Adanya Saung Jingga ditengah pemukiman pemulung ini membuat para penduduk sekitar menjadi lebih terbuka untuk melanjutkan sebuah pendidikan dan terus ingin belajar, juga meneruskan hidupnya tanpa berputus asa. Status ekonomi yang ada di kalangan mereka juga membantu perekonomian mereka selain bekerja sebagai pemulung. Saung Jingga dikelola oleh beberapa mahasiswa dari berbagai universitas, dibawah ketua pengelola Bapak Yunus Anis, S. Ag, dan juga seorang penduduk yang menetap di Saung Jingga bernama Mas Sarita dan juga Bang Jawa, begitu panggilan akrab mereka di Saung Jingga.

Semenjak awal tahun 2016, minat belajar penduduk Saung Jingga mulai menurun dengan melihat kurangnya antusias penduduk dalam mengikuti kegiatan yang ada di Saung Jingga, kegiatan yang hingga kini masih berjalan dengan aktif adalah TPA yang diadakan setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 17.00 WIB sampai dengan waktu maghrib tiba. 















Minggu, 16 Oktober 2016

Saung Jingga - JUROL TGS5

Diposting oleh Syahrima di 06.06 0 komentar
Awal mula perjalanan saya ke Saung Jingga sebenarnya bukan untuk yang pertama kalinya, karena sebelumnya sudah beberapa kali dan terhitung sering untuk berkunjung ke Saung Jingga. Dimulai dari saya duduk di Sekolah Menengah Atas, saya pernah tergabung dalam sebuah ekstrakurikuler sinematografi yang mengangkat Saung Jingga sebagai sebuah short movie, dan juga membuat profile company untuk Saung Jingga. Karena sudah hampir satu tahun semenjak terakhir saya membuat tugas Aplikasi Wawasan Budi Luhur di Saung Jingga dan kini berkesempatan lagi untuk menjadikan Saung Jingga sebagai sebuah topik menarik untuk diangkat sebagai sebuah berita, terlepas itu semua saya memiliki keinginan agar Saung Jingga dapat dikenal oleh orang banyak.

Perjalanan saya cukup mudah untuk sampai meliput ke Saung Jingga, Bapak Yunus, selaku pengelola Saung Jingga pun sudah mengenal saya dengan baik, dan beberapa orang di Saung Jingga seperti Bang Jawa, dan Kak Arief selaku guru PAUD di Saung Jingga juga sudah mengenal saya dengan baik. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke Saung Jingga, hanya sekitar 30 menit dari rumah saya . keadaan sekitar Saung Jingga yang terletak ditengah pemukiman pemulung dan tempat pembuangan akhir sampah agak ramai dengan penduduk sekitar, dan banyak anjing liar yang tidak di ikat oleh pemiliknya. Sesampainya saya disana, saya langsung disambut hangat oleh orang-orang yang ada di Saung Jingga.


Berbincang dengan orang-orang disana membuat saya teringat dengan masa sekolah saya terdahulu, ketika dulu saya sering mengerjakan tugas sekolah di Saung Jingga hingga larut malam. Setelah saya banyak bercerita mengenai perkuliahan dan tugas saya, Bapak Yunus langsung memperbolehkan saya untuk kembali mengangkat Saung Jingga sebagai salah satu tugas saya, dengan situasi yang berbeda tentunya.









Selasa, 15 Agustus 2017

Untuk Perempuan yang Tidak Lagi Remaja

Masa remaja adalah masa paling indah untuk berbagi suka dan duka, terlebih jika ada pendamping disetiap kalian ingin berbagi kisah.
Untuk saya, masa remaja ibarat emas yang tak ternilai harganya. Namun setelah masa remaja itu usai, apa emas itu tetap akan menjadi emas yang diidam-idamkan? Tidak sepertinya, emas itu akan berubah menjadi sebuah berlian yang lebih berharga keberadaannya. Ya, masa dewasa. 

Dewasa sejatinya tidak terukur dari berapa umur kalian
Dewasa juga tidak dapat terukur dari seberapa sukses kalian
Namun untuk saya, dewasa adalah seberapa sanggup kalian untuk berproses dan menghargai setiap usaha yang sudah kalian lakukan. Ya,sesingkat itu definisi Dewasa bagi saya.

Untuk perempuan yang tidak lagi remaja, carilah jati diri kalian sebenarnya. Perluaslah wawasan agar tidak tertinggal zaman.
Untuk perempuan yang tidak lagi remaja, belajarlah tanpa kenal lelah. Walau kadang waktu tak mendukung, ketahuilah belajar itu tak ada masanya.
Untuk perempuan yang tidak lagi remaja, carilah jaringan dimanapun kalian berada, perbanyak sosialisasi terhadap orang atau komunitas maupun organisasi yang membuat perubahan positif untuk hidup kalian kelak.

“Yesterday is gone. Tomorrow has not yet come. We have only today. Let us begin.” 

Belum ada kata terlambat untuk memulai hal yang baru, pada masa peralihan ini adalah masa dimana kalian akan dapat menentukan sebuah passion yang ada dalam diri kalian masing-masing. Mulailah untuk berkata "Saya Bisa!"dan kerjakan apa yang ada didepan mata.

Bagi saya masa peralihan ini sedikit membuat otak saya bekerja lebih dari biasanya, dimana harus pintar membagi waktu antara keluarga, kuliah, organisasi, pekerjaan, dan tentunya waktu untuk diri sendiri. Hal yang sangat asyik untuk saya, karena dengan itu saya dapat jauh lebih disiplin dan menghargai sebuah waktu.

Hidup ini pilihan, jika kalian tidak memilih, mungkin hidup kalian akan mati.
Sebuah kalimat kecil yang menurut saya selalu harus diingat, karena sampai kapanpun hidup pasti menuntut untuk memilih. Dan saya memilih untuk hidup seperti ini, seperti sekarang.

“Don't waste your time with explanations: people only hear what they want to hear.” 

Sabtu, 13 Mei 2017

Dialog Dini Hari, Untuk Kekasih.

Ku beri kau rasa bernama cinta
Ku balut luka lama semenjak kau ada
Hari demi hari kita lalui bersama
Dengan canda tawa, kadang juga amarah
Perkenalkan aku, perempuan mu
Yang dulu selalu kau rindu
Yang dulu selalu yang tunggu
Yang dulu selalu kau curi perhatiannya hanya untukmu
Kini telah menjadi milikmu

Wahai lelaki, ku titipkan hati yang berwarna-warni ini
Hingga kelak kau berani untuk seutuhnya kau miliki
Jangan takut, aku disini
Tugasku kini hanya menghantarkanmu ke tempat yang ingin kau tuju
Lalu setelah itu, menunggu kau pulang dengan rasa rindu

Kau bagai angin ditengah geresang tanpa air
Menjelma bagai ombak dihamparan laut dengan angin semilir
Semoga kau paham ini, kasih
Bahwa hati tak pernah memilih
Bahwa kasih memang seharusnya memiliki

Banyak rasa aneh yang menggebu di dada
Sampai dengan malam ini saat jemari ku mengetik tulisan tentangmu, akupun merasa aneh sendiri
Ada rindu, cemas, dan ketakutan yang selalu ku rasakan
Pulanglah!
Aku merindu hingga menggigil malam ini
Pulanglah!
Akan ku jemput kau dengan rasa rindu yang menggebu ini

Selamat dini hari,
Selamat telah datang kembali.
Kau berjanji akan menemani ku menyantap bakso siang ini.
Ku tunggu kau, disini.

Kamis, 02 Maret 2017

Lampau

Kotak besar itu terbuka malam ini
Ku namakan kotak abu, sama seperti masa lampau itu, abu-abu

Terlihat jelas kata yang pernah kau tuliskan untuk ku malam itu
Manis sekali, bahkan aku dapat merasakan rasa manis itu malam ini
Ternyata masih sama seperti masa lampau itu, walau manis namun hanya abu
Teringat kembali, terdengar lagi, seakan mengiris hati ku yang kelabu

Apa kabar?
Kau hilang, tak pernah kembali
Kau pergi, tak pernah menyesali
Dan kini kau hadir kembali
Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk ku

Pergilah!
Kau layak untuk tak lagi ku jadikan sebuah keinginan
Kau layak tak lagi ku perjuangkan
Kau layak, layak untuk ku buang dan ku pendam.
Pergi!

Biarkan kotak abu ini terbuka lebar
Namun jangan harap kau mampu kembali mengisi hati
Karena kamu sudah layu dan mati
Karena kamu tak lagi ku cari.

Sabtu, 11 Februari 2017

Hujan Dini Hari

Hujan dini hari
Mengupas satu perasaan yang tadinya hanya sekedar dipermukaan
Kemudian menjadi terlalu dalam, demi hujan

Hujan dini hari
membawa hati seakan menari
Bernyanyi, hingga lupa sudah pagi

Hujan dini hari
Meninggalkan aroma khas tubuh kau yang kucintai
Melebur menjadi satu dengan rintik dan gemericik

Hujan dini hari
Kekasihku telah pergi
Izin kembali ketempat yang dihuni

Hujan dini hari
Izinkan aku tersenyum kembali
Dini hari, pukul 01.15 yang ku jumpai

Hujan dini hari
Biarkan kekasihku terlelap malam ini
Dengan rasa cinta yang dia bawa pergi

Hujan dini hari
Redalah esok hari
Agar aku bertemu kembali, dengan lelaki tambatan hati

Jumat, 10 Februari 2017

.. Cepat pulang, sudah malam.

Sekian lama hilang, sekarang hadir lagi.
Selamat dini hari, Tuan.
Mulai saat ini kembali ku sapa kau lewat rangkaian kata yang ku buat.

Tuan, apa kabar?
Hari ini kau masih sama seperti hari-hari kemarin, setia, setia menemaniku.
Tuan, apa sudah sampai kau dirumah?
Sepulang kau mengantarku, kau berpamitan ingin keluar, sampai malam.
Sudah kau dirumah, Tuan?

Ada semangat yang kau selipkan hari ini untukku.
Kau bilang, "Ayo! Buat buku, dong!"
Aku hanya terdiam, lalu tersenyum.
Tuan, maafkan ku yang belum dapat membuktikan hal ini padamu.
Tuan, ingin sekali ku lakukan itu, tapi ku belum sanggup.
Doakan aku, agar aku dapat mewujudkan keinginanmu.

Hari ini, kau membuatku bahagia, Tuan.
Kau membuat ku seolah terbang, melayang.
Tuan, izinkan ku menunggumu hingga kau sampai dirumah.
Jangan marahi aku, tolong..
Aku hanya ingin terlelap saat kau telah sampai dirumah.
Tuan, cepat pulang. Sudah malam.


Senin, 24 Oktober 2016

Saung Jingga - UTS JUROL

Tempat ini menjadi salah satu cara penduduk sekitar mendapatkan ilmu dan menggapai cita-cita nya, berdiri dibawah dukungan Kementerian Pendidikan Nasional membuat Saung Jingga menjadi salah satu tempat pemberdayaan masyarakat di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “SAUNG JINGGA“ berpusat di Jl. Bratasena 2 Rt. 06 Rw. 05 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Berawal dari program pengembangan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Majelis Pelayanan Sosial PDM Tangerang Selatan. PKBM adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, budaya.

PKBM dibentuk oleh masyarakat, merupakan milik masyarakat, dan dikelola oleh masyarakat untuk memperluas pelayanan kebutuhan belajar masyarakat, sesuai dengan ciri pendidikan non formal yang fleksibel, maka waktu Kegiatan merupakan hasil kesepakatan antara penyelenggara, tutor dan warga belajar. Warga binaan PKBM Saung Jingga adalah Komunitas Pemulung dan warga kurang mampu di sekitar Saung Jingga. Saung Jingga ini dapat bertahan ditengah sulitnya para penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai pemulung.

 Saung Jingga merupakan program pendidikan menulis dan membaca, pendidikan kecakapan hidup dan kewirausahaan, peningkatan budaya baca masyarakat, dan penataan pendidikan nonformal, serta program penuntasan warga belajar putus sekolah. Kondisi Saung Jingga yang terlihat kurang diperhatikan ini nyatanya dapat selalu menjadi tempat favorit bagi para penduduk. Banyak kegiatan yang diadakan di Saung Jingga, mulai dari PAUD, TPA, Pemberdayaan ikan lele dan unggas, sampai adanya pelatihan buta aksara dan paket A,B,C bagi para penduduk yang putus sekolah. Adanya Saung Jingga ditengah pemukiman pemulung ini membuat para penduduk sekitar menjadi lebih terbuka untuk melanjutkan sebuah pendidikan dan terus ingin belajar, juga meneruskan hidupnya tanpa berputus asa. Status ekonomi yang ada di kalangan mereka juga membantu perekonomian mereka selain bekerja sebagai pemulung. Saung Jingga dikelola oleh beberapa mahasiswa dari berbagai universitas, dibawah ketua pengelola Bapak Yunus Anis, S. Ag, dan juga seorang penduduk yang menetap di Saung Jingga bernama Mas Sarita dan juga Bang Jawa, begitu panggilan akrab mereka di Saung Jingga.

Semenjak awal tahun 2016, minat belajar penduduk Saung Jingga mulai menurun dengan melihat kurangnya antusias penduduk dalam mengikuti kegiatan yang ada di Saung Jingga, kegiatan yang hingga kini masih berjalan dengan aktif adalah TPA yang diadakan setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 17.00 WIB sampai dengan waktu maghrib tiba. 















Minggu, 16 Oktober 2016

Saung Jingga - JUROL TGS5

Awal mula perjalanan saya ke Saung Jingga sebenarnya bukan untuk yang pertama kalinya, karena sebelumnya sudah beberapa kali dan terhitung sering untuk berkunjung ke Saung Jingga. Dimulai dari saya duduk di Sekolah Menengah Atas, saya pernah tergabung dalam sebuah ekstrakurikuler sinematografi yang mengangkat Saung Jingga sebagai sebuah short movie, dan juga membuat profile company untuk Saung Jingga. Karena sudah hampir satu tahun semenjak terakhir saya membuat tugas Aplikasi Wawasan Budi Luhur di Saung Jingga dan kini berkesempatan lagi untuk menjadikan Saung Jingga sebagai sebuah topik menarik untuk diangkat sebagai sebuah berita, terlepas itu semua saya memiliki keinginan agar Saung Jingga dapat dikenal oleh orang banyak.

Perjalanan saya cukup mudah untuk sampai meliput ke Saung Jingga, Bapak Yunus, selaku pengelola Saung Jingga pun sudah mengenal saya dengan baik, dan beberapa orang di Saung Jingga seperti Bang Jawa, dan Kak Arief selaku guru PAUD di Saung Jingga juga sudah mengenal saya dengan baik. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke Saung Jingga, hanya sekitar 30 menit dari rumah saya . keadaan sekitar Saung Jingga yang terletak ditengah pemukiman pemulung dan tempat pembuangan akhir sampah agak ramai dengan penduduk sekitar, dan banyak anjing liar yang tidak di ikat oleh pemiliknya. Sesampainya saya disana, saya langsung disambut hangat oleh orang-orang yang ada di Saung Jingga.


Berbincang dengan orang-orang disana membuat saya teringat dengan masa sekolah saya terdahulu, ketika dulu saya sering mengerjakan tugas sekolah di Saung Jingga hingga larut malam. Setelah saya banyak bercerita mengenai perkuliahan dan tugas saya, Bapak Yunus langsung memperbolehkan saya untuk kembali mengangkat Saung Jingga sebagai salah satu tugas saya, dengan situasi yang berbeda tentunya.









Syahrima. Diberdayakan oleh Blogger.
 

My Online Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea