Sabtu, 13 Mei 2017

Dialog Dini Hari, Untuk Kekasih.

Diposting oleh Syahrima di 10.27 0 komentar
Ku beri kau rasa bernama cinta
Ku balut luka lama semenjak kau ada
Hari demi hari kita lalui bersama
Dengan canda tawa, kadang juga amarah
Perkenalkan aku, perempuan mu
Yang dulu selalu kau rindu
Yang dulu selalu yang tunggu
Yang dulu selalu kau curi perhatiannya hanya untukmu
Kini telah menjadi milikmu

Wahai lelaki, ku titipkan hati yang berwarna-warni ini
Hingga kelak kau berani untuk seutuhnya kau miliki
Jangan takut, aku disini
Tugasku kini hanya menghantarkanmu ke tempat yang ingin kau tuju
Lalu setelah itu, menunggu kau pulang dengan rasa rindu

Kau bagai angin ditengah geresang tanpa air
Menjelma bagai ombak dihamparan laut dengan angin semilir
Semoga kau paham ini, kasih
Bahwa hati tak pernah memilih
Bahwa kasih memang seharusnya memiliki

Banyak rasa aneh yang menggebu di dada
Sampai dengan malam ini saat jemari ku mengetik tulisan tentangmu, akupun merasa aneh sendiri
Ada rindu, cemas, dan ketakutan yang selalu ku rasakan
Pulanglah!
Aku merindu hingga menggigil malam ini
Pulanglah!
Akan ku jemput kau dengan rasa rindu yang menggebu ini

Selamat dini hari,
Selamat telah datang kembali.
Kau berjanji akan menemani ku menyantap bakso siang ini.
Ku tunggu kau, disini.

Kamis, 02 Maret 2017

Lampau

Diposting oleh Syahrima di 08.54 0 komentar
Kotak besar itu terbuka malam ini
Ku namakan kotak abu, sama seperti masa lampau itu, abu-abu

Terlihat jelas kata yang pernah kau tuliskan untuk ku malam itu
Manis sekali, bahkan aku dapat merasakan rasa manis itu malam ini
Ternyata masih sama seperti masa lampau itu, walau manis namun hanya abu
Teringat kembali, terdengar lagi, seakan mengiris hati ku yang kelabu

Apa kabar?
Kau hilang, tak pernah kembali
Kau pergi, tak pernah menyesali
Dan kini kau hadir kembali
Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk ku

Pergilah!
Kau layak untuk tak lagi ku jadikan sebuah keinginan
Kau layak tak lagi ku perjuangkan
Kau layak, layak untuk ku buang dan ku pendam.
Pergi!

Biarkan kotak abu ini terbuka lebar
Namun jangan harap kau mampu kembali mengisi hati
Karena kamu sudah layu dan mati
Karena kamu tak lagi ku cari.

Sabtu, 11 Februari 2017

Hujan Dini Hari

Diposting oleh Syahrima di 10.16 0 komentar
Hujan dini hari
Mengupas satu perasaan yang tadinya hanya sekedar dipermukaan
Kemudian menjadi terlalu dalam, demi hujan

Hujan dini hari
membawa hati seakan menari
Bernyanyi, hingga lupa sudah pagi

Hujan dini hari
Meninggalkan aroma khas tubuh kau yang kucintai
Melebur menjadi satu dengan rintik dan gemericik

Hujan dini hari
Kekasihku telah pergi
Izin kembali ketempat yang dihuni

Hujan dini hari
Izinkan aku tersenyum kembali
Dini hari, pukul 01.15 yang ku jumpai

Hujan dini hari
Biarkan kekasihku terlelap malam ini
Dengan rasa cinta yang dia bawa pergi

Hujan dini hari
Redalah esok hari
Agar aku bertemu kembali, dengan lelaki tambatan hati

Jumat, 10 Februari 2017

.. Cepat pulang, sudah malam.

Diposting oleh Syahrima di 09.52 0 komentar
Sekian lama hilang, sekarang hadir lagi.
Selamat dini hari, Tuan.
Mulai saat ini kembali ku sapa kau lewat rangkaian kata yang ku buat.

Tuan, apa kabar?
Hari ini kau masih sama seperti hari-hari kemarin, setia, setia menemaniku.
Tuan, apa sudah sampai kau dirumah?
Sepulang kau mengantarku, kau berpamitan ingin keluar, sampai malam.
Sudah kau dirumah, Tuan?

Ada semangat yang kau selipkan hari ini untukku.
Kau bilang, "Ayo! Buat buku, dong!"
Aku hanya terdiam, lalu tersenyum.
Tuan, maafkan ku yang belum dapat membuktikan hal ini padamu.
Tuan, ingin sekali ku lakukan itu, tapi ku belum sanggup.
Doakan aku, agar aku dapat mewujudkan keinginanmu.

Hari ini, kau membuatku bahagia, Tuan.
Kau membuat ku seolah terbang, melayang.
Tuan, izinkan ku menunggumu hingga kau sampai dirumah.
Jangan marahi aku, tolong..
Aku hanya ingin terlelap saat kau telah sampai dirumah.
Tuan, cepat pulang. Sudah malam.


Senin, 24 Oktober 2016

Saung Jingga - UTS JUROL

Diposting oleh Syahrima di 10.19 0 komentar
Tempat ini menjadi salah satu cara penduduk sekitar mendapatkan ilmu dan menggapai cita-cita nya, berdiri dibawah dukungan Kementerian Pendidikan Nasional membuat Saung Jingga menjadi salah satu tempat pemberdayaan masyarakat di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “SAUNG JINGGA“ berpusat di Jl. Bratasena 2 Rt. 06 Rw. 05 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Berawal dari program pengembangan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Majelis Pelayanan Sosial PDM Tangerang Selatan. PKBM adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, budaya.

PKBM dibentuk oleh masyarakat, merupakan milik masyarakat, dan dikelola oleh masyarakat untuk memperluas pelayanan kebutuhan belajar masyarakat, sesuai dengan ciri pendidikan non formal yang fleksibel, maka waktu Kegiatan merupakan hasil kesepakatan antara penyelenggara, tutor dan warga belajar. Warga binaan PKBM Saung Jingga adalah Komunitas Pemulung dan warga kurang mampu di sekitar Saung Jingga. Saung Jingga ini dapat bertahan ditengah sulitnya para penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai pemulung.

 Saung Jingga merupakan program pendidikan menulis dan membaca, pendidikan kecakapan hidup dan kewirausahaan, peningkatan budaya baca masyarakat, dan penataan pendidikan nonformal, serta program penuntasan warga belajar putus sekolah. Kondisi Saung Jingga yang terlihat kurang diperhatikan ini nyatanya dapat selalu menjadi tempat favorit bagi para penduduk. Banyak kegiatan yang diadakan di Saung Jingga, mulai dari PAUD, TPA, Pemberdayaan ikan lele dan unggas, sampai adanya pelatihan buta aksara dan paket A,B,C bagi para penduduk yang putus sekolah. Adanya Saung Jingga ditengah pemukiman pemulung ini membuat para penduduk sekitar menjadi lebih terbuka untuk melanjutkan sebuah pendidikan dan terus ingin belajar, juga meneruskan hidupnya tanpa berputus asa. Status ekonomi yang ada di kalangan mereka juga membantu perekonomian mereka selain bekerja sebagai pemulung. Saung Jingga dikelola oleh beberapa mahasiswa dari berbagai universitas, dibawah ketua pengelola Bapak Yunus Anis, S. Ag, dan juga seorang penduduk yang menetap di Saung Jingga bernama Mas Sarita dan juga Bang Jawa, begitu panggilan akrab mereka di Saung Jingga.

Semenjak awal tahun 2016, minat belajar penduduk Saung Jingga mulai menurun dengan melihat kurangnya antusias penduduk dalam mengikuti kegiatan yang ada di Saung Jingga, kegiatan yang hingga kini masih berjalan dengan aktif adalah TPA yang diadakan setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 17.00 WIB sampai dengan waktu maghrib tiba. 















Minggu, 16 Oktober 2016

Saung Jingga - JUROL TGS5

Diposting oleh Syahrima di 06.06 0 komentar
Awal mula perjalanan saya ke Saung Jingga sebenarnya bukan untuk yang pertama kalinya, karena sebelumnya sudah beberapa kali dan terhitung sering untuk berkunjung ke Saung Jingga. Dimulai dari saya duduk di Sekolah Menengah Atas, saya pernah tergabung dalam sebuah ekstrakurikuler sinematografi yang mengangkat Saung Jingga sebagai sebuah short movie, dan juga membuat profile company untuk Saung Jingga. Karena sudah hampir satu tahun semenjak terakhir saya membuat tugas Aplikasi Wawasan Budi Luhur di Saung Jingga dan kini berkesempatan lagi untuk menjadikan Saung Jingga sebagai sebuah topik menarik untuk diangkat sebagai sebuah berita, terlepas itu semua saya memiliki keinginan agar Saung Jingga dapat dikenal oleh orang banyak.

Perjalanan saya cukup mudah untuk sampai meliput ke Saung Jingga, Bapak Yunus, selaku pengelola Saung Jingga pun sudah mengenal saya dengan baik, dan beberapa orang di Saung Jingga seperti Bang Jawa, dan Kak Arief selaku guru PAUD di Saung Jingga juga sudah mengenal saya dengan baik. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke Saung Jingga, hanya sekitar 30 menit dari rumah saya . keadaan sekitar Saung Jingga yang terletak ditengah pemukiman pemulung dan tempat pembuangan akhir sampah agak ramai dengan penduduk sekitar, dan banyak anjing liar yang tidak di ikat oleh pemiliknya. Sesampainya saya disana, saya langsung disambut hangat oleh orang-orang yang ada di Saung Jingga.


Berbincang dengan orang-orang disana membuat saya teringat dengan masa sekolah saya terdahulu, ketika dulu saya sering mengerjakan tugas sekolah di Saung Jingga hingga larut malam. Setelah saya banyak bercerita mengenai perkuliahan dan tugas saya, Bapak Yunus langsung memperbolehkan saya untuk kembali mengangkat Saung Jingga sebagai salah satu tugas saya, dengan situasi yang berbeda tentunya.









Minggu, 25 September 2016

JUROL TUGAS (2)

Diposting oleh Syahrima di 08.07 0 komentar
Sudah hampir 20 tahun Dia merasakan berbagai pengalaman menarik di hidupnya, dari sekian banyak cerita yang Dia rasakan sepertinya cerita pada masa kecil menjadi hal yang sulit dilupakan. Semenjak kecil Dia berada diantara keluarga yang hangat, menjadi anak perempuan terakhir membuat Dia sangat disayangi oleh keluarga nya. Syahrima namanya, diantara kedua Kakak nya yang memiliki selisih usia 13 tahun membuat Dia terkesan manja dibandingkan Kakak nya yang lain. Di rumah berwarna cerah ini Dia dibesarkan, setelah 2 bulan kelahirannya Dia dan keluarga nya memutuskan untuk pindah kerumah ini dan sampai sekarang bertempat tinggal disini. Rumah ini adalah tempat cerita bagi Dia, masa kecil nya banyak dihabiskan dirumah, terlebih sebelum Dia memulai sekolah.

IMG_20160924_141327_HDR.jpgSering kali Dia menjadi sesuatu yang membuat Ayah, Ibu dan Kakak nya menjadi tertawa dirumah, saat kecil Dia lebih dekat dengan Kakak kedua nya yang bernama Rini, hari-hari nya dihabiskan bersama si Kakak, karena pada saat itu Ayah dan Ibu nya bekerja, berangkat sebelum Dia terbangun, dan kadang pulang kerumah saat Dia sudah tertidur, begitulah setiap hari. Namun, di akhir pekan selalu dihabiskan bersama Ayah dan Ibu nya yang selalu ada dirumah. Sekedar berkumpul bersama membuat Dia dimasa kecil nya merasa senang berada ditengah keluarga kecil nya, memang terkadang Kakak nya merasa gemas dengan kelakuan yang dibuatnya, jika sedang akhir pekan Dia lebih memilih untuk menonton kartun yang disukai, hingga Ayah nya tidak bisa menonton berita dan membuat Ayah nya mengalah, yang akhirnya Ayah, Ibu dan kedua Kakak nya menemani Dia menonton kartun kesukaannya.

IMG_20160924_145311_HDR.jpgFoto itu diabadikan oleh Ibu nya, ketika sedang menonton kartun bersama. Masa kecil menurutnya sangat berkesan saat itu, walau belum bisa berbicara Dia sudah banyak melakukan kegiatan secara mandiri. Tidak suka memakai rok dan dress seperti anak perempuan lainnya, Dia lebih senang menggunakan pakaian celana dan baju pendek, Ibu pernah berkata diantara pakaian yang dimiliki nya, ada pakaian yang selalu ingin dipakai setiap hari, pakaian bergaris dan celana pendek menjadi andalannya semasa kecil. Cerita lain dari Ayah, jika pakaian bergaris itu sedang tidak bisa digunakan, Dia menangis dan mencari celana pendek bergaris untuk mengantikan nya. Setelah didapatkan dan bisa digunakan Dia berhenti menangis dan mulai merambat berlatih berjalan, saat itu Dia masih belum lancar untuk berjalan, merambat dari satu kursi ke satu kursi lainnya.

IMG_20160924_145813_HDR.jpgDia punya salah satu benda yang harus dibawa setiap berpergian kemanapun dan kapanpun, jika benda ini tertinggal, Dia bisa menangis sepanjang hari. Boneka winne the pooh berukuran 30cm selalu menemani masa kecilnya, yang harus ada dan dipegang sampai Dia tertelelap tidur. Boneka ini sudah ada semenjak Dia seminggu setelah dilahirkan, hadiah dari Ayah ketika pulang ke Indonesia setelah berlayar di kapal pesiar semasa kerja dulu. Pernah di suatu ketika, saat Dia sedang diperjalanan menuju rumah nenek nya, sepanjang jalan di kereta Dia memegang boneka winnie the pooh ini dan memuat seolah-olah hidung winnie the pooh ini adalah botol susunya, dengan seikat buah kelengkeng yang ada di tangan sebelahnya, sepanjang jalan tangan kanan nya memegang buah kelengkeng dan kanan kiri nya memegang boneka winne the pooh. Dia tidak rewel jika benda wajib itu ada ditangan nya. Setiap berpergian pasti menjadi keharusan untuk boneka itu ada, dan sampai sekarang boneka itu masih disimpan walaupun sudah tidak dibawa jika berpergian.

IMG_20160924_174443_HDR.jpgBagi Dia, ulang tahun adalah salah satu moment yang berarti untuk hidupnya, namun menang tidak rutin setiap tahun dirayakan dengan sebuah pesta ulang tahun, terkecuali ketika Dia berusia 2 tahun. Tahun itu menjadi awal Dia merasakan sebuah perayaan di hari kelahirannya, banyak teman-teman yang datang membawa hadiah di hari ulang tahun nya itu, walaupun saat itu Dia masih sangat kecil dan belum banyak mengerti dengan makna dari hari ulang tahun, tetapi Ibu dan Ayah nya membuat perayaan kecil di hari istimewa nya, dengan bujukan yang agak sulit, akhirnya Dia mau menggunakan pakaian mini dress berwarna biru yang disiapkan oleh Ibu nya. Perayaan ulang tahun kedua bagi Dia selalu mampu membuat nya tersenyum ketika melihat beberapa foto yang diabadikan pada saat itu. Kue ulang tahun yang bertuliskan “Selamat Ulang Tahun Rima” dan lilin angka 2 yang ditiup nya saat itu sulit untuk dilupakan nya hingga sekarang. Pada hari itu Dia dan Ibu nya menggunakan pakaian berwarna biru, entah memang sudah menyukai warna biru sejak kecil atau memang sengaja dipilihkan oleh Ibu untuk menggunakan warna biru saat itu. Nyanyian selamat ulang tahun dan tepuk tangan seraya mengiringi bertambah nya usia Dia saat itu.

Sedikit kilas balik mengenai masa kecil nya, Dia termasuk anak perempuan yang tomboy, agak galak dan memang suka dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan permainan yang dimainkan oleh teman-teman lelaki yang yang berusia sama dengan nya. Saat masih di Taman Kanak-kanak Dia pernah sedikit bertengkar dengan salah satu teman sekelasnya yang bernama Putri, saat sedang istirahat Dia yang biasanya bermain ayunan dan perosotan di TK tiba-tiba Putri datang dan merebut ayunan yang sedang dimainkan nya, mereka berdua saling menarik ayunan dan berebut untuk memainkan ayunan duluan, Putri yang baru datang membuat Dia agak kesal karena sejak awal bel istirahat berbunyi, Dia sudah memainkan ayunan itu terlebih dahulu. Sampai akhirnya, Dia memukul Putri kearah pelipis matanya dekat kacamata, hingga kacamata Putri terjatuh dan Putri menangis. Setelah kejadian itu, Dia sering disebut teman nya dengan sebutan “jagoan”, namun setelah bel istirahat berbunyi, Dia menghampiri Putri dan meminta maaf kepada Putri. Putri menjadi salah satu teman terdekat nya ketika TK, karena rumah Putri yang searah dengan rumah Dia, jadi terkadang Dia dan Putri pulang sekolah bersamaan. Beberapa bulan setelah itu, ketika sedang diadakan lomba di TK nya, semua anak diperbolehkan untuk menampilkan kreativitas masing-masing. Dia menjadi salah satu peserta lomba tari pada saat itu, menarikan tarian yang di iringi dengan lagu Ambilkan Bulan Bu berhasil membuat Dia menjadi pemenang pada perlombaan itu, dan pada kesempatan saat itu Putri menghamipiri nya dan mengajak berfoto bersama.

IMG_20160924_192343.jpgDiantara kedua Kakak nya yang bernama Rina dan Rini, Dia memang lebih dekat dengan Kakak kedua nya yang bernama Rini, selama TK setiap hari Kakak nya yang mengantar dan menjemput ke sekolah, hingga menunggu di sekolah. Sejak kecil dia sering berbagi cerita bersama hingga sekarang ketika Dia dewasa, dia juga masih berbagi cerita bersama Kakak nya itu. Semasa kecil dulu Kakak nya selalu diminta untuk menemani Dia menonton kartun disetiap pagi, dan membuatkan susu untuknya, namun walaupun Dia lebih dekat dengan Kakak nya yang kedua, Dia juga tetap dekat dengan Kakak pertamanya yang bernama Rina, dan juga Ayah beserta Ibunya.




video


IMG_20160924_145503_HDR.jpg
IMG_20160924_145604_HDR.jpg

Sabtu, 13 Mei 2017

Dialog Dini Hari, Untuk Kekasih.

Ku beri kau rasa bernama cinta
Ku balut luka lama semenjak kau ada
Hari demi hari kita lalui bersama
Dengan canda tawa, kadang juga amarah
Perkenalkan aku, perempuan mu
Yang dulu selalu kau rindu
Yang dulu selalu yang tunggu
Yang dulu selalu kau curi perhatiannya hanya untukmu
Kini telah menjadi milikmu

Wahai lelaki, ku titipkan hati yang berwarna-warni ini
Hingga kelak kau berani untuk seutuhnya kau miliki
Jangan takut, aku disini
Tugasku kini hanya menghantarkanmu ke tempat yang ingin kau tuju
Lalu setelah itu, menunggu kau pulang dengan rasa rindu

Kau bagai angin ditengah geresang tanpa air
Menjelma bagai ombak dihamparan laut dengan angin semilir
Semoga kau paham ini, kasih
Bahwa hati tak pernah memilih
Bahwa kasih memang seharusnya memiliki

Banyak rasa aneh yang menggebu di dada
Sampai dengan malam ini saat jemari ku mengetik tulisan tentangmu, akupun merasa aneh sendiri
Ada rindu, cemas, dan ketakutan yang selalu ku rasakan
Pulanglah!
Aku merindu hingga menggigil malam ini
Pulanglah!
Akan ku jemput kau dengan rasa rindu yang menggebu ini

Selamat dini hari,
Selamat telah datang kembali.
Kau berjanji akan menemani ku menyantap bakso siang ini.
Ku tunggu kau, disini.

Kamis, 02 Maret 2017

Lampau

Kotak besar itu terbuka malam ini
Ku namakan kotak abu, sama seperti masa lampau itu, abu-abu

Terlihat jelas kata yang pernah kau tuliskan untuk ku malam itu
Manis sekali, bahkan aku dapat merasakan rasa manis itu malam ini
Ternyata masih sama seperti masa lampau itu, walau manis namun hanya abu
Teringat kembali, terdengar lagi, seakan mengiris hati ku yang kelabu

Apa kabar?
Kau hilang, tak pernah kembali
Kau pergi, tak pernah menyesali
Dan kini kau hadir kembali
Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk ku

Pergilah!
Kau layak untuk tak lagi ku jadikan sebuah keinginan
Kau layak tak lagi ku perjuangkan
Kau layak, layak untuk ku buang dan ku pendam.
Pergi!

Biarkan kotak abu ini terbuka lebar
Namun jangan harap kau mampu kembali mengisi hati
Karena kamu sudah layu dan mati
Karena kamu tak lagi ku cari.

Sabtu, 11 Februari 2017

Hujan Dini Hari

Hujan dini hari
Mengupas satu perasaan yang tadinya hanya sekedar dipermukaan
Kemudian menjadi terlalu dalam, demi hujan

Hujan dini hari
membawa hati seakan menari
Bernyanyi, hingga lupa sudah pagi

Hujan dini hari
Meninggalkan aroma khas tubuh kau yang kucintai
Melebur menjadi satu dengan rintik dan gemericik

Hujan dini hari
Kekasihku telah pergi
Izin kembali ketempat yang dihuni

Hujan dini hari
Izinkan aku tersenyum kembali
Dini hari, pukul 01.15 yang ku jumpai

Hujan dini hari
Biarkan kekasihku terlelap malam ini
Dengan rasa cinta yang dia bawa pergi

Hujan dini hari
Redalah esok hari
Agar aku bertemu kembali, dengan lelaki tambatan hati

Jumat, 10 Februari 2017

.. Cepat pulang, sudah malam.

Sekian lama hilang, sekarang hadir lagi.
Selamat dini hari, Tuan.
Mulai saat ini kembali ku sapa kau lewat rangkaian kata yang ku buat.

Tuan, apa kabar?
Hari ini kau masih sama seperti hari-hari kemarin, setia, setia menemaniku.
Tuan, apa sudah sampai kau dirumah?
Sepulang kau mengantarku, kau berpamitan ingin keluar, sampai malam.
Sudah kau dirumah, Tuan?

Ada semangat yang kau selipkan hari ini untukku.
Kau bilang, "Ayo! Buat buku, dong!"
Aku hanya terdiam, lalu tersenyum.
Tuan, maafkan ku yang belum dapat membuktikan hal ini padamu.
Tuan, ingin sekali ku lakukan itu, tapi ku belum sanggup.
Doakan aku, agar aku dapat mewujudkan keinginanmu.

Hari ini, kau membuatku bahagia, Tuan.
Kau membuat ku seolah terbang, melayang.
Tuan, izinkan ku menunggumu hingga kau sampai dirumah.
Jangan marahi aku, tolong..
Aku hanya ingin terlelap saat kau telah sampai dirumah.
Tuan, cepat pulang. Sudah malam.


Senin, 24 Oktober 2016

Saung Jingga - UTS JUROL

Tempat ini menjadi salah satu cara penduduk sekitar mendapatkan ilmu dan menggapai cita-cita nya, berdiri dibawah dukungan Kementerian Pendidikan Nasional membuat Saung Jingga menjadi salah satu tempat pemberdayaan masyarakat di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “SAUNG JINGGA“ berpusat di Jl. Bratasena 2 Rt. 06 Rw. 05 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Berawal dari program pengembangan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Majelis Pelayanan Sosial PDM Tangerang Selatan. PKBM adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, budaya.

PKBM dibentuk oleh masyarakat, merupakan milik masyarakat, dan dikelola oleh masyarakat untuk memperluas pelayanan kebutuhan belajar masyarakat, sesuai dengan ciri pendidikan non formal yang fleksibel, maka waktu Kegiatan merupakan hasil kesepakatan antara penyelenggara, tutor dan warga belajar. Warga binaan PKBM Saung Jingga adalah Komunitas Pemulung dan warga kurang mampu di sekitar Saung Jingga. Saung Jingga ini dapat bertahan ditengah sulitnya para penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai pemulung.

 Saung Jingga merupakan program pendidikan menulis dan membaca, pendidikan kecakapan hidup dan kewirausahaan, peningkatan budaya baca masyarakat, dan penataan pendidikan nonformal, serta program penuntasan warga belajar putus sekolah. Kondisi Saung Jingga yang terlihat kurang diperhatikan ini nyatanya dapat selalu menjadi tempat favorit bagi para penduduk. Banyak kegiatan yang diadakan di Saung Jingga, mulai dari PAUD, TPA, Pemberdayaan ikan lele dan unggas, sampai adanya pelatihan buta aksara dan paket A,B,C bagi para penduduk yang putus sekolah. Adanya Saung Jingga ditengah pemukiman pemulung ini membuat para penduduk sekitar menjadi lebih terbuka untuk melanjutkan sebuah pendidikan dan terus ingin belajar, juga meneruskan hidupnya tanpa berputus asa. Status ekonomi yang ada di kalangan mereka juga membantu perekonomian mereka selain bekerja sebagai pemulung. Saung Jingga dikelola oleh beberapa mahasiswa dari berbagai universitas, dibawah ketua pengelola Bapak Yunus Anis, S. Ag, dan juga seorang penduduk yang menetap di Saung Jingga bernama Mas Sarita dan juga Bang Jawa, begitu panggilan akrab mereka di Saung Jingga.

Semenjak awal tahun 2016, minat belajar penduduk Saung Jingga mulai menurun dengan melihat kurangnya antusias penduduk dalam mengikuti kegiatan yang ada di Saung Jingga, kegiatan yang hingga kini masih berjalan dengan aktif adalah TPA yang diadakan setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 17.00 WIB sampai dengan waktu maghrib tiba. 















Minggu, 16 Oktober 2016

Saung Jingga - JUROL TGS5

Awal mula perjalanan saya ke Saung Jingga sebenarnya bukan untuk yang pertama kalinya, karena sebelumnya sudah beberapa kali dan terhitung sering untuk berkunjung ke Saung Jingga. Dimulai dari saya duduk di Sekolah Menengah Atas, saya pernah tergabung dalam sebuah ekstrakurikuler sinematografi yang mengangkat Saung Jingga sebagai sebuah short movie, dan juga membuat profile company untuk Saung Jingga. Karena sudah hampir satu tahun semenjak terakhir saya membuat tugas Aplikasi Wawasan Budi Luhur di Saung Jingga dan kini berkesempatan lagi untuk menjadikan Saung Jingga sebagai sebuah topik menarik untuk diangkat sebagai sebuah berita, terlepas itu semua saya memiliki keinginan agar Saung Jingga dapat dikenal oleh orang banyak.

Perjalanan saya cukup mudah untuk sampai meliput ke Saung Jingga, Bapak Yunus, selaku pengelola Saung Jingga pun sudah mengenal saya dengan baik, dan beberapa orang di Saung Jingga seperti Bang Jawa, dan Kak Arief selaku guru PAUD di Saung Jingga juga sudah mengenal saya dengan baik. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke Saung Jingga, hanya sekitar 30 menit dari rumah saya . keadaan sekitar Saung Jingga yang terletak ditengah pemukiman pemulung dan tempat pembuangan akhir sampah agak ramai dengan penduduk sekitar, dan banyak anjing liar yang tidak di ikat oleh pemiliknya. Sesampainya saya disana, saya langsung disambut hangat oleh orang-orang yang ada di Saung Jingga.


Berbincang dengan orang-orang disana membuat saya teringat dengan masa sekolah saya terdahulu, ketika dulu saya sering mengerjakan tugas sekolah di Saung Jingga hingga larut malam. Setelah saya banyak bercerita mengenai perkuliahan dan tugas saya, Bapak Yunus langsung memperbolehkan saya untuk kembali mengangkat Saung Jingga sebagai salah satu tugas saya, dengan situasi yang berbeda tentunya.









Minggu, 25 September 2016

JUROL TUGAS (2)

Sudah hampir 20 tahun Dia merasakan berbagai pengalaman menarik di hidupnya, dari sekian banyak cerita yang Dia rasakan sepertinya cerita pada masa kecil menjadi hal yang sulit dilupakan. Semenjak kecil Dia berada diantara keluarga yang hangat, menjadi anak perempuan terakhir membuat Dia sangat disayangi oleh keluarga nya. Syahrima namanya, diantara kedua Kakak nya yang memiliki selisih usia 13 tahun membuat Dia terkesan manja dibandingkan Kakak nya yang lain. Di rumah berwarna cerah ini Dia dibesarkan, setelah 2 bulan kelahirannya Dia dan keluarga nya memutuskan untuk pindah kerumah ini dan sampai sekarang bertempat tinggal disini. Rumah ini adalah tempat cerita bagi Dia, masa kecil nya banyak dihabiskan dirumah, terlebih sebelum Dia memulai sekolah.

IMG_20160924_141327_HDR.jpgSering kali Dia menjadi sesuatu yang membuat Ayah, Ibu dan Kakak nya menjadi tertawa dirumah, saat kecil Dia lebih dekat dengan Kakak kedua nya yang bernama Rini, hari-hari nya dihabiskan bersama si Kakak, karena pada saat itu Ayah dan Ibu nya bekerja, berangkat sebelum Dia terbangun, dan kadang pulang kerumah saat Dia sudah tertidur, begitulah setiap hari. Namun, di akhir pekan selalu dihabiskan bersama Ayah dan Ibu nya yang selalu ada dirumah. Sekedar berkumpul bersama membuat Dia dimasa kecil nya merasa senang berada ditengah keluarga kecil nya, memang terkadang Kakak nya merasa gemas dengan kelakuan yang dibuatnya, jika sedang akhir pekan Dia lebih memilih untuk menonton kartun yang disukai, hingga Ayah nya tidak bisa menonton berita dan membuat Ayah nya mengalah, yang akhirnya Ayah, Ibu dan kedua Kakak nya menemani Dia menonton kartun kesukaannya.

IMG_20160924_145311_HDR.jpgFoto itu diabadikan oleh Ibu nya, ketika sedang menonton kartun bersama. Masa kecil menurutnya sangat berkesan saat itu, walau belum bisa berbicara Dia sudah banyak melakukan kegiatan secara mandiri. Tidak suka memakai rok dan dress seperti anak perempuan lainnya, Dia lebih senang menggunakan pakaian celana dan baju pendek, Ibu pernah berkata diantara pakaian yang dimiliki nya, ada pakaian yang selalu ingin dipakai setiap hari, pakaian bergaris dan celana pendek menjadi andalannya semasa kecil. Cerita lain dari Ayah, jika pakaian bergaris itu sedang tidak bisa digunakan, Dia menangis dan mencari celana pendek bergaris untuk mengantikan nya. Setelah didapatkan dan bisa digunakan Dia berhenti menangis dan mulai merambat berlatih berjalan, saat itu Dia masih belum lancar untuk berjalan, merambat dari satu kursi ke satu kursi lainnya.

IMG_20160924_145813_HDR.jpgDia punya salah satu benda yang harus dibawa setiap berpergian kemanapun dan kapanpun, jika benda ini tertinggal, Dia bisa menangis sepanjang hari. Boneka winne the pooh berukuran 30cm selalu menemani masa kecilnya, yang harus ada dan dipegang sampai Dia tertelelap tidur. Boneka ini sudah ada semenjak Dia seminggu setelah dilahirkan, hadiah dari Ayah ketika pulang ke Indonesia setelah berlayar di kapal pesiar semasa kerja dulu. Pernah di suatu ketika, saat Dia sedang diperjalanan menuju rumah nenek nya, sepanjang jalan di kereta Dia memegang boneka winnie the pooh ini dan memuat seolah-olah hidung winnie the pooh ini adalah botol susunya, dengan seikat buah kelengkeng yang ada di tangan sebelahnya, sepanjang jalan tangan kanan nya memegang buah kelengkeng dan kanan kiri nya memegang boneka winne the pooh. Dia tidak rewel jika benda wajib itu ada ditangan nya. Setiap berpergian pasti menjadi keharusan untuk boneka itu ada, dan sampai sekarang boneka itu masih disimpan walaupun sudah tidak dibawa jika berpergian.

IMG_20160924_174443_HDR.jpgBagi Dia, ulang tahun adalah salah satu moment yang berarti untuk hidupnya, namun menang tidak rutin setiap tahun dirayakan dengan sebuah pesta ulang tahun, terkecuali ketika Dia berusia 2 tahun. Tahun itu menjadi awal Dia merasakan sebuah perayaan di hari kelahirannya, banyak teman-teman yang datang membawa hadiah di hari ulang tahun nya itu, walaupun saat itu Dia masih sangat kecil dan belum banyak mengerti dengan makna dari hari ulang tahun, tetapi Ibu dan Ayah nya membuat perayaan kecil di hari istimewa nya, dengan bujukan yang agak sulit, akhirnya Dia mau menggunakan pakaian mini dress berwarna biru yang disiapkan oleh Ibu nya. Perayaan ulang tahun kedua bagi Dia selalu mampu membuat nya tersenyum ketika melihat beberapa foto yang diabadikan pada saat itu. Kue ulang tahun yang bertuliskan “Selamat Ulang Tahun Rima” dan lilin angka 2 yang ditiup nya saat itu sulit untuk dilupakan nya hingga sekarang. Pada hari itu Dia dan Ibu nya menggunakan pakaian berwarna biru, entah memang sudah menyukai warna biru sejak kecil atau memang sengaja dipilihkan oleh Ibu untuk menggunakan warna biru saat itu. Nyanyian selamat ulang tahun dan tepuk tangan seraya mengiringi bertambah nya usia Dia saat itu.

Sedikit kilas balik mengenai masa kecil nya, Dia termasuk anak perempuan yang tomboy, agak galak dan memang suka dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan permainan yang dimainkan oleh teman-teman lelaki yang yang berusia sama dengan nya. Saat masih di Taman Kanak-kanak Dia pernah sedikit bertengkar dengan salah satu teman sekelasnya yang bernama Putri, saat sedang istirahat Dia yang biasanya bermain ayunan dan perosotan di TK tiba-tiba Putri datang dan merebut ayunan yang sedang dimainkan nya, mereka berdua saling menarik ayunan dan berebut untuk memainkan ayunan duluan, Putri yang baru datang membuat Dia agak kesal karena sejak awal bel istirahat berbunyi, Dia sudah memainkan ayunan itu terlebih dahulu. Sampai akhirnya, Dia memukul Putri kearah pelipis matanya dekat kacamata, hingga kacamata Putri terjatuh dan Putri menangis. Setelah kejadian itu, Dia sering disebut teman nya dengan sebutan “jagoan”, namun setelah bel istirahat berbunyi, Dia menghampiri Putri dan meminta maaf kepada Putri. Putri menjadi salah satu teman terdekat nya ketika TK, karena rumah Putri yang searah dengan rumah Dia, jadi terkadang Dia dan Putri pulang sekolah bersamaan. Beberapa bulan setelah itu, ketika sedang diadakan lomba di TK nya, semua anak diperbolehkan untuk menampilkan kreativitas masing-masing. Dia menjadi salah satu peserta lomba tari pada saat itu, menarikan tarian yang di iringi dengan lagu Ambilkan Bulan Bu berhasil membuat Dia menjadi pemenang pada perlombaan itu, dan pada kesempatan saat itu Putri menghamipiri nya dan mengajak berfoto bersama.

IMG_20160924_192343.jpgDiantara kedua Kakak nya yang bernama Rina dan Rini, Dia memang lebih dekat dengan Kakak kedua nya yang bernama Rini, selama TK setiap hari Kakak nya yang mengantar dan menjemput ke sekolah, hingga menunggu di sekolah. Sejak kecil dia sering berbagi cerita bersama hingga sekarang ketika Dia dewasa, dia juga masih berbagi cerita bersama Kakak nya itu. Semasa kecil dulu Kakak nya selalu diminta untuk menemani Dia menonton kartun disetiap pagi, dan membuatkan susu untuknya, namun walaupun Dia lebih dekat dengan Kakak nya yang kedua, Dia juga tetap dekat dengan Kakak pertamanya yang bernama Rina, dan juga Ayah beserta Ibunya.




video


IMG_20160924_145503_HDR.jpg
IMG_20160924_145604_HDR.jpg
Syahrima. Diberdayakan oleh Blogger.
 

My Online Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea