Senin, 04 Mei 2015

Berkata Tanpa Bicara

Diposting oleh Syahrima di 18.58
Mungkin kebanyakan orang masih belum terlalu tahu tentang "Screenwriter", baik dalam teknik penulisan nya ataupun tentang profesi itu sendiri, dan kebanyakan orang masih sering bertanya-tanya "Apa sih untung nya dari menulis?".

Well.. Menulis itu memang gampang, namun gak semua orang bisa menuangkan apa yang ada di pemikirannya lewat sebuah tulisan. Dan gue akuin semua orang juga pasti bisa nulis, yang jadi pertanyaan.. "Apakah tulisan lo itu bisa berguna buat sekeliling lo?"



Nah.. kali ini gue mau sedikit berbagi tentang beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan "Menulis"

Writer. Alias Penulis. tentu sudah banyak masyarakat awam yang mengetahui soal pekerjaan ini. ya.. tugasnya adalah penulis. biasanya dia adalah penulis individual yang bekerja sendiri dan tidak bekerja dalam tim serta berhubungan langsung dengan klien yang menyewa jasanya (penerbitan, Production House, stasiun TV atau agency).
Istilahnya juga banyak ada Screenwriter (penulis skenario TV/film), Scriptwriter (Penulis skenario TV/Film/Teater), Copywriter (Sebutan untuk penulis naskah Radio, Iklan, atau text)
(Btw, ini salah satu pekerjaan gue yang berasal dari "Hobi" lho.. ya terlepas dari pekerjaan,Hobi yang tersalurkan itu adalah pekerjaan yang paling nyaman untuk gue..)

Co-Writer. Alias asisten penulis. orang ini biasanya bergabung pada sebuah tim penulis yang di kepalai oleh seorang Head-Writer.

Head-Writer. Biasanya dia mengepalai sebuah tim penulis dan bertanggungjawab penuh atas hasil tulisan tim tersebut. orang ini biasanya berhubungan langsung dengan klien yang menyewa jasanya dan timnya.

Ghost-Writer. Bukan Hantu penulis yaaaa.. tapi ini adalah penulis bayangan. Kenapa seperti itu? Ya karena orang ini di sewa keterampilan menulisnya, dengan perjanjian bahwa nama si penulis ini tidak di publikasikan atau si penulis tidak berhak mengakui karya itu sebagai karyanya.
Kalau mau contoh mudah, tahun ini sempat ramai diberitakan soal seorang penulis yang mengaku karyanya di bajak oleh seorang penulis/wartawan sebuah media ternama. Sebenarnya diperjanjian awal, penulis ini sudah setuju menjadi ghost-writer. tapi belakangan.. karena permintaan ibunya, berubah pikiran deh ..

Editor/Script-Editor. Orang ini bukanlah penulis. tapi dia adalah editor dari sebuah karya yang sudah di buat oleh penulis. Fungsi Editor ini adalah untuk membaca, menelaah, dan memastikan bahwa karya dari si penulis ini memang layak untuk di produksi / di cetak dan pastinya di lempar ke pasaran..

Ngomong-ngomong tentang editor, editor ini bukan tugas yang gampang. Dan gue-pun kadang "angkat tangan" kalau beberapa teman gue minta tolong ke gue untuk jadi Script-Editor. Tugas dari editor ini tidaklah mudah. Dia tidak hanya sekedar membaca, Tapi kemudian dia juga harus bisa mendeteksi masalah, lalu memberikan solusi konkrit atas masalah tersebut.


"When I was really young I didn't know that there was such a thing as a screenwriter. I wrote stories." -John Sayles-

Kutipan kalimat itu yang belakangan ini sering gue baca, untuk gue sendiri menulis udah jadi bagian dari hidup gue (lebay nih tapi seriusan), terlepas dariitu semua, gue emang cinta pake banget sama semua yang berbau "tulisan". Gue mulai nulis itu semenjak gue masih pakai seragam putih merah, gue udah mulai nulis-nulis cerita kecil dan pada "Zaman"nya itu di publish di majalah B*O*BO. Berlanjut ke Putih Biru, gue dipilih menjadi ketua ekstrakurikuler jurnalistik, gue akuin disini kemampuan gue untuk menulis makin di asah lagi. Hingga akhirnya saat gue jadi siswi Putih Abu-abu, gue dipercayai menjadi seorang Screenwriter untuk ekstrakurikuler sinematografi, (INI AWAL MULA MINDSET GUE KEBUKA UNTUK MAKIN MAKIN MAKIN MAKIN CINTA SAMA DUNIA MENULIS) aduh apa sih gue...


"Write every day, line by line, page by page, hour by hour. Do this despite fear. For above all else, beyond imagination and skill, what the world asks of you is courage, courage to risk rejection, ridicule and failure. As you follow the quest for stories told with meaning and beauty, study thoughtfully but write boldly. Then, like the hero of the fable, your dance will dazzle the world." -Robert McKee


0 komentar:

Posting Komentar

Senin, 04 Mei 2015

Berkata Tanpa Bicara

Mungkin kebanyakan orang masih belum terlalu tahu tentang "Screenwriter", baik dalam teknik penulisan nya ataupun tentang profesi itu sendiri, dan kebanyakan orang masih sering bertanya-tanya "Apa sih untung nya dari menulis?".

Well.. Menulis itu memang gampang, namun gak semua orang bisa menuangkan apa yang ada di pemikirannya lewat sebuah tulisan. Dan gue akuin semua orang juga pasti bisa nulis, yang jadi pertanyaan.. "Apakah tulisan lo itu bisa berguna buat sekeliling lo?"



Nah.. kali ini gue mau sedikit berbagi tentang beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan "Menulis"

Writer. Alias Penulis. tentu sudah banyak masyarakat awam yang mengetahui soal pekerjaan ini. ya.. tugasnya adalah penulis. biasanya dia adalah penulis individual yang bekerja sendiri dan tidak bekerja dalam tim serta berhubungan langsung dengan klien yang menyewa jasanya (penerbitan, Production House, stasiun TV atau agency).
Istilahnya juga banyak ada Screenwriter (penulis skenario TV/film), Scriptwriter (Penulis skenario TV/Film/Teater), Copywriter (Sebutan untuk penulis naskah Radio, Iklan, atau text)
(Btw, ini salah satu pekerjaan gue yang berasal dari "Hobi" lho.. ya terlepas dari pekerjaan,Hobi yang tersalurkan itu adalah pekerjaan yang paling nyaman untuk gue..)

Co-Writer. Alias asisten penulis. orang ini biasanya bergabung pada sebuah tim penulis yang di kepalai oleh seorang Head-Writer.

Head-Writer. Biasanya dia mengepalai sebuah tim penulis dan bertanggungjawab penuh atas hasil tulisan tim tersebut. orang ini biasanya berhubungan langsung dengan klien yang menyewa jasanya dan timnya.

Ghost-Writer. Bukan Hantu penulis yaaaa.. tapi ini adalah penulis bayangan. Kenapa seperti itu? Ya karena orang ini di sewa keterampilan menulisnya, dengan perjanjian bahwa nama si penulis ini tidak di publikasikan atau si penulis tidak berhak mengakui karya itu sebagai karyanya.
Kalau mau contoh mudah, tahun ini sempat ramai diberitakan soal seorang penulis yang mengaku karyanya di bajak oleh seorang penulis/wartawan sebuah media ternama. Sebenarnya diperjanjian awal, penulis ini sudah setuju menjadi ghost-writer. tapi belakangan.. karena permintaan ibunya, berubah pikiran deh ..

Editor/Script-Editor. Orang ini bukanlah penulis. tapi dia adalah editor dari sebuah karya yang sudah di buat oleh penulis. Fungsi Editor ini adalah untuk membaca, menelaah, dan memastikan bahwa karya dari si penulis ini memang layak untuk di produksi / di cetak dan pastinya di lempar ke pasaran..

Ngomong-ngomong tentang editor, editor ini bukan tugas yang gampang. Dan gue-pun kadang "angkat tangan" kalau beberapa teman gue minta tolong ke gue untuk jadi Script-Editor. Tugas dari editor ini tidaklah mudah. Dia tidak hanya sekedar membaca, Tapi kemudian dia juga harus bisa mendeteksi masalah, lalu memberikan solusi konkrit atas masalah tersebut.


"When I was really young I didn't know that there was such a thing as a screenwriter. I wrote stories." -John Sayles-

Kutipan kalimat itu yang belakangan ini sering gue baca, untuk gue sendiri menulis udah jadi bagian dari hidup gue (lebay nih tapi seriusan), terlepas dariitu semua, gue emang cinta pake banget sama semua yang berbau "tulisan". Gue mulai nulis itu semenjak gue masih pakai seragam putih merah, gue udah mulai nulis-nulis cerita kecil dan pada "Zaman"nya itu di publish di majalah B*O*BO. Berlanjut ke Putih Biru, gue dipilih menjadi ketua ekstrakurikuler jurnalistik, gue akuin disini kemampuan gue untuk menulis makin di asah lagi. Hingga akhirnya saat gue jadi siswi Putih Abu-abu, gue dipercayai menjadi seorang Screenwriter untuk ekstrakurikuler sinematografi, (INI AWAL MULA MINDSET GUE KEBUKA UNTUK MAKIN MAKIN MAKIN MAKIN CINTA SAMA DUNIA MENULIS) aduh apa sih gue...


"Write every day, line by line, page by page, hour by hour. Do this despite fear. For above all else, beyond imagination and skill, what the world asks of you is courage, courage to risk rejection, ridicule and failure. As you follow the quest for stories told with meaning and beauty, study thoughtfully but write boldly. Then, like the hero of the fable, your dance will dazzle the world." -Robert McKee


0 komentar:

Posting Komentar

Syahrima. Diberdayakan oleh Blogger.
 

My Online Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea