Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2016

Saung Jingga - UTS JUROL

Diposting oleh Unknown di 10.19 2 komentar
Tempat ini menjadi salah satu cara penduduk sekitar mendapatkan ilmu dan menggapai cita-cita nya, berdiri dibawah dukungan Kementerian Pendidikan Nasional membuat Saung Jingga menjadi salah satu tempat pemberdayaan masyarakat di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “SAUNG JINGGA“ berpusat di Jl. Bratasena 2 Rt. 06 Rw. 05 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Berawal dari program pengembangan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Majelis Pelayanan Sosial PDM Tangerang Selatan. PKBM adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, budaya.

PKBM dibentuk oleh masyarakat, merupakan milik masyarakat, dan dikelola oleh masyarakat untuk memperluas pelayanan kebutuhan belajar masyarakat, sesuai dengan ciri pendidikan non formal yang fleksibel, maka waktu Kegiatan merupakan hasil kesepakatan antara penyelenggara, tutor dan warga belajar. Warga binaan PKBM Saung Jingga adalah Komunitas Pemulung dan warga kurang mampu di sekitar Saung Jingga. Saung Jingga ini dapat bertahan ditengah sulitnya para penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai pemulung.

 Saung Jingga merupakan program pendidikan menulis dan membaca, pendidikan kecakapan hidup dan kewirausahaan, peningkatan budaya baca masyarakat, dan penataan pendidikan nonformal, serta program penuntasan warga belajar putus sekolah. Kondisi Saung Jingga yang terlihat kurang diperhatikan ini nyatanya dapat selalu menjadi tempat favorit bagi para penduduk. Banyak kegiatan yang diadakan di Saung Jingga, mulai dari PAUD, TPA, Pemberdayaan ikan lele dan unggas, sampai adanya pelatihan buta aksara dan paket A,B,C bagi para penduduk yang putus sekolah. Adanya Saung Jingga ditengah pemukiman pemulung ini membuat para penduduk sekitar menjadi lebih terbuka untuk melanjutkan sebuah pendidikan dan terus ingin belajar, juga meneruskan hidupnya tanpa berputus asa. Status ekonomi yang ada di kalangan mereka juga membantu perekonomian mereka selain bekerja sebagai pemulung. Saung Jingga dikelola oleh beberapa mahasiswa dari berbagai universitas, dibawah ketua pengelola Bapak Yunus Anis, S. Ag, dan juga seorang penduduk yang menetap di Saung Jingga bernama Mas Sarita dan juga Bang Jawa, begitu panggilan akrab mereka di Saung Jingga.

Semenjak awal tahun 2016, minat belajar penduduk Saung Jingga mulai menurun dengan melihat kurangnya antusias penduduk dalam mengikuti kegiatan yang ada di Saung Jingga, kegiatan yang hingga kini masih berjalan dengan aktif adalah TPA yang diadakan setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 17.00 WIB sampai dengan waktu maghrib tiba. 















Minggu, 16 Oktober 2016

Saung Jingga - JUROL TGS5

Diposting oleh Unknown di 06.06 0 komentar
Awal mula perjalanan saya ke Saung Jingga sebenarnya bukan untuk yang pertama kalinya, karena sebelumnya sudah beberapa kali dan terhitung sering untuk berkunjung ke Saung Jingga. Dimulai dari saya duduk di Sekolah Menengah Atas, saya pernah tergabung dalam sebuah ekstrakurikuler sinematografi yang mengangkat Saung Jingga sebagai sebuah short movie, dan juga membuat profile company untuk Saung Jingga. Karena sudah hampir satu tahun semenjak terakhir saya membuat tugas Aplikasi Wawasan Budi Luhur di Saung Jingga dan kini berkesempatan lagi untuk menjadikan Saung Jingga sebagai sebuah topik menarik untuk diangkat sebagai sebuah berita, terlepas itu semua saya memiliki keinginan agar Saung Jingga dapat dikenal oleh orang banyak.

Perjalanan saya cukup mudah untuk sampai meliput ke Saung Jingga, Bapak Yunus, selaku pengelola Saung Jingga pun sudah mengenal saya dengan baik, dan beberapa orang di Saung Jingga seperti Bang Jawa, dan Kak Arief selaku guru PAUD di Saung Jingga juga sudah mengenal saya dengan baik. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke Saung Jingga, hanya sekitar 30 menit dari rumah saya . keadaan sekitar Saung Jingga yang terletak ditengah pemukiman pemulung dan tempat pembuangan akhir sampah agak ramai dengan penduduk sekitar, dan banyak anjing liar yang tidak di ikat oleh pemiliknya. Sesampainya saya disana, saya langsung disambut hangat oleh orang-orang yang ada di Saung Jingga.


Berbincang dengan orang-orang disana membuat saya teringat dengan masa sekolah saya terdahulu, ketika dulu saya sering mengerjakan tugas sekolah di Saung Jingga hingga larut malam. Setelah saya banyak bercerita mengenai perkuliahan dan tugas saya, Bapak Yunus langsung memperbolehkan saya untuk kembali mengangkat Saung Jingga sebagai salah satu tugas saya, dengan situasi yang berbeda tentunya.









Minggu, 25 September 2016

JUROL TUGAS (2)

Diposting oleh Unknown di 08.07 0 komentar
Sudah hampir 20 tahun Dia merasakan berbagai pengalaman menarik di hidupnya, dari sekian banyak cerita yang Dia rasakan sepertinya cerita pada masa kecil menjadi hal yang sulit dilupakan. Semenjak kecil Dia berada diantara keluarga yang hangat, menjadi anak perempuan terakhir membuat Dia sangat disayangi oleh keluarga nya. Syahrima namanya, diantara kedua Kakak nya yang memiliki selisih usia 13 tahun membuat Dia terkesan manja dibandingkan Kakak nya yang lain. Di rumah berwarna cerah ini Dia dibesarkan, setelah 2 bulan kelahirannya Dia dan keluarga nya memutuskan untuk pindah kerumah ini dan sampai sekarang bertempat tinggal disini. Rumah ini adalah tempat cerita bagi Dia, masa kecil nya banyak dihabiskan dirumah, terlebih sebelum Dia memulai sekolah.

IMG_20160924_141327_HDR.jpgSering kali Dia menjadi sesuatu yang membuat Ayah, Ibu dan Kakak nya menjadi tertawa dirumah, saat kecil Dia lebih dekat dengan Kakak kedua nya yang bernama Rini, hari-hari nya dihabiskan bersama si Kakak, karena pada saat itu Ayah dan Ibu nya bekerja, berangkat sebelum Dia terbangun, dan kadang pulang kerumah saat Dia sudah tertidur, begitulah setiap hari. Namun, di akhir pekan selalu dihabiskan bersama Ayah dan Ibu nya yang selalu ada dirumah. Sekedar berkumpul bersama membuat Dia dimasa kecil nya merasa senang berada ditengah keluarga kecil nya, memang terkadang Kakak nya merasa gemas dengan kelakuan yang dibuatnya, jika sedang akhir pekan Dia lebih memilih untuk menonton kartun yang disukai, hingga Ayah nya tidak bisa menonton berita dan membuat Ayah nya mengalah, yang akhirnya Ayah, Ibu dan kedua Kakak nya menemani Dia menonton kartun kesukaannya.

IMG_20160924_145311_HDR.jpgFoto itu diabadikan oleh Ibu nya, ketika sedang menonton kartun bersama. Masa kecil menurutnya sangat berkesan saat itu, walau belum bisa berbicara Dia sudah banyak melakukan kegiatan secara mandiri. Tidak suka memakai rok dan dress seperti anak perempuan lainnya, Dia lebih senang menggunakan pakaian celana dan baju pendek, Ibu pernah berkata diantara pakaian yang dimiliki nya, ada pakaian yang selalu ingin dipakai setiap hari, pakaian bergaris dan celana pendek menjadi andalannya semasa kecil. Cerita lain dari Ayah, jika pakaian bergaris itu sedang tidak bisa digunakan, Dia menangis dan mencari celana pendek bergaris untuk mengantikan nya. Setelah didapatkan dan bisa digunakan Dia berhenti menangis dan mulai merambat berlatih berjalan, saat itu Dia masih belum lancar untuk berjalan, merambat dari satu kursi ke satu kursi lainnya.

IMG_20160924_145813_HDR.jpgDia punya salah satu benda yang harus dibawa setiap berpergian kemanapun dan kapanpun, jika benda ini tertinggal, Dia bisa menangis sepanjang hari. Boneka winne the pooh berukuran 30cm selalu menemani masa kecilnya, yang harus ada dan dipegang sampai Dia tertelelap tidur. Boneka ini sudah ada semenjak Dia seminggu setelah dilahirkan, hadiah dari Ayah ketika pulang ke Indonesia setelah berlayar di kapal pesiar semasa kerja dulu. Pernah di suatu ketika, saat Dia sedang diperjalanan menuju rumah nenek nya, sepanjang jalan di kereta Dia memegang boneka winnie the pooh ini dan memuat seolah-olah hidung winnie the pooh ini adalah botol susunya, dengan seikat buah kelengkeng yang ada di tangan sebelahnya, sepanjang jalan tangan kanan nya memegang buah kelengkeng dan kanan kiri nya memegang boneka winne the pooh. Dia tidak rewel jika benda wajib itu ada ditangan nya. Setiap berpergian pasti menjadi keharusan untuk boneka itu ada, dan sampai sekarang boneka itu masih disimpan walaupun sudah tidak dibawa jika berpergian.

IMG_20160924_174443_HDR.jpgBagi Dia, ulang tahun adalah salah satu moment yang berarti untuk hidupnya, namun menang tidak rutin setiap tahun dirayakan dengan sebuah pesta ulang tahun, terkecuali ketika Dia berusia 2 tahun. Tahun itu menjadi awal Dia merasakan sebuah perayaan di hari kelahirannya, banyak teman-teman yang datang membawa hadiah di hari ulang tahun nya itu, walaupun saat itu Dia masih sangat kecil dan belum banyak mengerti dengan makna dari hari ulang tahun, tetapi Ibu dan Ayah nya membuat perayaan kecil di hari istimewa nya, dengan bujukan yang agak sulit, akhirnya Dia mau menggunakan pakaian mini dress berwarna biru yang disiapkan oleh Ibu nya. Perayaan ulang tahun kedua bagi Dia selalu mampu membuat nya tersenyum ketika melihat beberapa foto yang diabadikan pada saat itu. Kue ulang tahun yang bertuliskan “Selamat Ulang Tahun Rima” dan lilin angka 2 yang ditiup nya saat itu sulit untuk dilupakan nya hingga sekarang. Pada hari itu Dia dan Ibu nya menggunakan pakaian berwarna biru, entah memang sudah menyukai warna biru sejak kecil atau memang sengaja dipilihkan oleh Ibu untuk menggunakan warna biru saat itu. Nyanyian selamat ulang tahun dan tepuk tangan seraya mengiringi bertambah nya usia Dia saat itu.

Sedikit kilas balik mengenai masa kecil nya, Dia termasuk anak perempuan yang tomboy, agak galak dan memang suka dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan permainan yang dimainkan oleh teman-teman lelaki yang yang berusia sama dengan nya. Saat masih di Taman Kanak-kanak Dia pernah sedikit bertengkar dengan salah satu teman sekelasnya yang bernama Putri, saat sedang istirahat Dia yang biasanya bermain ayunan dan perosotan di TK tiba-tiba Putri datang dan merebut ayunan yang sedang dimainkan nya, mereka berdua saling menarik ayunan dan berebut untuk memainkan ayunan duluan, Putri yang baru datang membuat Dia agak kesal karena sejak awal bel istirahat berbunyi, Dia sudah memainkan ayunan itu terlebih dahulu. Sampai akhirnya, Dia memukul Putri kearah pelipis matanya dekat kacamata, hingga kacamata Putri terjatuh dan Putri menangis. Setelah kejadian itu, Dia sering disebut teman nya dengan sebutan “jagoan”, namun setelah bel istirahat berbunyi, Dia menghampiri Putri dan meminta maaf kepada Putri. Putri menjadi salah satu teman terdekat nya ketika TK, karena rumah Putri yang searah dengan rumah Dia, jadi terkadang Dia dan Putri pulang sekolah bersamaan. Beberapa bulan setelah itu, ketika sedang diadakan lomba di TK nya, semua anak diperbolehkan untuk menampilkan kreativitas masing-masing. Dia menjadi salah satu peserta lomba tari pada saat itu, menarikan tarian yang di iringi dengan lagu Ambilkan Bulan Bu berhasil membuat Dia menjadi pemenang pada perlombaan itu, dan pada kesempatan saat itu Putri menghamipiri nya dan mengajak berfoto bersama.

IMG_20160924_192343.jpgDiantara kedua Kakak nya yang bernama Rina dan Rini, Dia memang lebih dekat dengan Kakak kedua nya yang bernama Rini, selama TK setiap hari Kakak nya yang mengantar dan menjemput ke sekolah, hingga menunggu di sekolah. Sejak kecil dia sering berbagi cerita bersama hingga sekarang ketika Dia dewasa, dia juga masih berbagi cerita bersama Kakak nya itu. Semasa kecil dulu Kakak nya selalu diminta untuk menemani Dia menonton kartun disetiap pagi, dan membuatkan susu untuknya, namun walaupun Dia lebih dekat dengan Kakak nya yang kedua, Dia juga tetap dekat dengan Kakak pertamanya yang bernama Rina, dan juga Ayah beserta Ibunya.






IMG_20160924_145503_HDR.jpg
IMG_20160924_145604_HDR.jpg

Jumat, 09 September 2016

JUROL TUGAS (1)

Diposting oleh Unknown di 04.05 0 komentar
Nama saya Syahrima, orang-orang memanggil saya Rima. Anak ke-3 dari 3 bersaudara, saya seorang mahasiswi aktif di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur. Lahir di Jakarta pada tanggal 24 November 1996. Saya adalah salah satu orang yang dapat memanage waktu dengan baik, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, mampu bekerja dengan tim dan selalu mendengarkan saran ataupun kritik dari orang lain. Namun terlepas dari itu semua, kekurangan yang saya miliki adalah saya cepat lupa dengan apa yang akan saya lakukan, maka dari itu saya selalu membiasakan mencatat segala kegiatan ataupun hal penting yang harus diingat. Berasal dari darah Minang yang kental dari kedua orang tua saya membuat saya terkadang dikenal sebagai orang yang tempramental, namun bagi saya suasana dan waktu yang tepat juga dapat mempengaruhi perubahan emosi seseorang, tidak hanya saya. Sejak di bangku sekolah dasar saya sudah menyukai dunia “kerja tim”, entah itu kelompok belajar ataupun aktif di sebuah ekstrakurikuler maupun organisasi. Berawal dari masa putih abu, saya mencoba bergabung dalam OSIS, hingga akhirnya di akhir masa putih-merah saya menjadi Koordinator Divisi Sastra dan Budaya, berbicara tentang sastra, saya juga gemar menulis, namun sedikit lemah di membaca. Jika ada yang bertanya, “Apa hobi mu?” jawaban saya adalah, “Menulis”. Sedikit kilas balik ke bangku Sekolah Dasar, saya juga aktif di salah satu ekstrakurikuler jurnalistik, menjadi seorang pimpinan redaksi di mading sekolah menurut saya menjadi awal mula saya mengenal lebih dalam apa itu jurnalistik, seiring berjalan nya waktu saya makin menyukai dunia menulis, dalam fiksi khususnya. Lalu semasa putih abu saya kembali dikenalkan dengan dunia yang sama, namun sedikit berbeda. Sinematografi membuat saya merasa lebih terjun dalam menulis, scriptwriter yang saya pilih kurang lebih 3 tahun menemani masa putih abu di SMA, walaupun sebenarnya semenjak di sekolah dasar saya sudah memulai menulis alur cerita pendek yang akhirnya di terbitkan disalah satu majalah anak pada masanya. Sinematografi juga yang mengajarkan saya mengenai broadcast. Deadline yang Mas Budi selalu katakan di kelas jurnalistik online mengingatkan saya pada masa SMA, sepertinya sudah menjadi makanan pokok saya setiap hari. Menyenangkan memang berada di dunia Broadcast Journalism, itulah yang membuat saya memilih menjadi salah satu mahasiswi di Universitas Budi Luhur dan mengambil konsentrasi Broadcast Journalism. Perkuliahan kini sudah menjadi babak baru bagi saya, sudah lebih dari 2 tahun saya menjadi mahasiswi FIKOM UBL. Saya bukan lagi siswa, saya adalah mahasiswa. Tanggung jawab saya semakin besar, untuk Tuhan YME, diri pribadi, orang tua, dan terlebih tanggung jawab terhadap orang banyak. Saya merasa harus menjadi seseorang yang mampu bermanfaat bagi orang lain, tidak hanya menutup diri sendiri, aktif bersosialisasi menurut saya sangat penting disini. Memberanikan diri bergabung dengan organisasi mahasiswa adalah salah satu goals saya ketika sudah menjadi seorang mahasiswi, hingga akhirnya di masa kepengurusan saya dipercayakan untuk menjadi seorang pemimpin untuk teman-teman saya di BEM FIKOM UBL. Semua orang itu pada dasanya adalah pemimpin, setidaknya memimpin dirinya sendiri agar siap untuk dipimpin. Lewat sini sepertinya menjadi jembatan saya agar dapat bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Semoga cerita saya yang singkat ini dapat bermanfaat bagi yang kalian yang membaca. Salam hormat, Syahrima.

Kamis, 19 Maret 2015

[ Contoh Script Short Movie ]

Diposting oleh Unknown di 08.12 0 komentar
FADE IN:
EXT. KAMPUS - MORNING
Seorang lelaki terlihat sedang berjalan menuju gerbang kampus, dengan setumpuk buku yang di genggam nya ia jalan terlihat sedikit tergesa-gesa
LELAKI
( sambil melihat jam tangan )
Aduh kesiangan deh nih gue, aaaa kelar deh nih udah telat banget
CUT TO:
Di waktu yang bersamaan terlihat seorang gadis yang sedang asyik dengan handphone nya, berjalan pelan seakan tak memperdulikan sekitarnya. langkah demi langkah ia telusuri dengan santai, hingga tiba-tiba seorang lelaki menabrak nya hingga buku yang di pegang lelaki tersebut jatuh berantakan
GADIS
Gimana sih jalannya?!!! Gak ngeliat gue ya sampedi tabrak kaya gini ih!
LELAKI
( merapikan buku )
Maaf maaf gue gak sengaja.. Gue buru-buru soalnya, maaf ya
Lelaki itu pergi meninggalkan si gadis, gadis yang di tabrak si lelaki pun tetap merasa kesal, dan akhirnya melanjutkan langkahnya ke kelas
DISSOLVE TO:
INT. KELAS - MORNING
Tiba dikelas, beberapa mahasiswa sudah menempati kursi yang sudah di sediakan, maklum hari ini adalah hari pertama memulai semester baru di perkuliahan. lelaki tersebut dengan gagah nya berjalan dan menempati kursi paling depan, tidak lama setelah itu si gadis yang di tabrak oleh lelaki di koridor tadipun juga memasuki kelas yang sama. Dengan wajah heran lelaki itupun memperhatikan gerak-gerik sang gadis.
GADIS
Eh... kampus seluas ini dan gue masih ketemu lo lagi??? ngapain lo disini? ngikutin gue?
LELAKI
Gue duluan kali ya yang disini, gak ada guna nya juga gue ngikutin lo

CUT TO:
INT. KELAS - MORNING
Proses belajar mengajar pun berlangsung dengan tenang, hari pertama menjadi mahasiswa mungkin menjadikan kelas ini teduh dan hening. hingga akhirnya jam pelajaran habis dan mahasiswa segera meninggalkan kelas.
CUT TO:
INT. KELAS - AFTERNOON
Di sudut kelas itu terlihat seorang lelaki sedang serius memandangi layar laptop yang ada di depan nya, kelas itu terlihat sangat sunyi.. Hingga akhir nya terdengar suara tawa yang makin lama terdengar lebih dekat
GADIS
Eh.. Masih ada orang ya.. Kelas udah selesai gini masih aja sok sibuk ngerjain tugas,beda ya anak pinter sih gitu..
GADIS II
Hus!! Kalo ngomong jangan gitu, tadi kan emang dapet tugas presentasi buat minggu depan
CUT TO:
INT. KELAS - AFTERNOON
Lelaki itu tetap fokus dengan tugasnya, sebenarnya ia mendengar percakapan antara gadis itu namun ia tetap tidak menggubrisnya. Kelas sunyi itu kini mulai tak nyaman, suara tawa canda beberapa gadis itu membuat risih si lelaki,hingga akhirnya si lelaki itupun memilih untuk meninggalkan kelas.
LELAKI
        Permisi..
(sambil sedikit membungkukan tubuhnya ketika melewati beberapa gadis itu )
GADIS
Jalanan luas kali mas, ga sopan banget ngelewewatin orang lagi ngobrol
LELAKI
( menoleh sinis )
GADIS
Dasar gak sopan, katanya pinter tapi gak ada sopan santun nya
LELAKI
Maaf ya mba, gue tadi udah bilang “permisi”, mungkin lo nya aja kali yang gak denger
( sambil melihat si gadis dengan tampang sinis )
CUT TO:
INT. KELAS - AFTERNOON
Gadis itu terlihat sangat kesal setelah mendengar ucapan yang terlontar dari mulut si lelaki, di waktu yang sama si lelaki itupun pergi meninggalkan kelas dan juga beberapa gadis yang ada di kelas tadi
LELAKI
Salah apa gue sama tuh cewek.. Setiap ketemu bikingue kesel mulu, ada aja salah gue kayaknya.Argh
DISSOLVE TO:
EXT. KAMPUS - AFTERNOON
Terlihat suasana kampus, mulai dari mahasiswa yang sedang berjalan di koridor, keadaan dilapangan,hingga canda tawa yang terdengar sesekali dari kantin
LELAKI II
Woi.. Sendirian mulu lu, sekalinya ada yang nemenin malah di temenin buku hahaha
Sapa seorang teman si lelaki di tengah-tengah langkah kaki nya

LELAKI
Hahaha rese lo.. Nanti juga ada yang nemenin... nanti kapan-kapan...
LELAKI II
Jangan lupa kita ada tugas presentasi nih, yang kelompok ituloh.. Gue sama lo bukan si?
LELAKI
Ohh.. Iya iya inget kok, iya lo sama gue sama anak-anak lain juga lumayan banyak sih ada 6 orang gitu
LELAKI II
Sip deh.. Kabarin gue aja ya, gue duluan nih mau ada kelas lagi
LELAKI
Okee gampang deh yaaa
DISSOLVE TO:
INT. RUMAH - AFTERNOON
Besok pagi adalah jadwal untuk presentasi. Terlihat si lelaki itu sedang membaca buku di kamarnya, dan sesekali mencatat hal-hal yang menurutnya penting di buku itu. Disisi lain, sang gadis angkuh itu sedang bersantai di kamar nya dengan handphone di tangan nya dan secangkir teh hangat yang menemani.
CUT TO:
INT. RUMAH - EVENING
Camera Pan Left. Lelaki itu sedang belajar bahan presentasi untuk besok.
INT. RUMAH - EVENING
Di tempat yang berbeda, si gadis hanya membaca materi sekilas untuk presentasi.
DISSOLVE TO:
INT. KELAS - AFTERNOON
Presentasi berlangsung, si lelaki itu merasa tidak maksimal mempresentasikan materi nya, karena ada beberapa materi yang mendadak tak diingatolehnya. Sedangkan si gadis yang dari kemarin tidak mempersiapkan apapun, merasa puas dengan apa yang sudah ia presentasikan.
GADIS
Halo mas jenius.. Kok bisa lupa gitu sih materinya? hahahaha 
( tertawa dingin )
LELAKI
(pergi meninggalkan gadis itu)
DISSOLVE TO:
EXT. KAMPUS - AFTERNOON
Suasana kampus ramai, lelaki itu sedang bersenda gurau bersama teman-temannya.
LELAKI II
Gue bingung deh ini tugas gak ada abis nya,kemarin presentasi.. Sekarang udah ada ulangan aja
LELAKI
Yaa namanya juga kuliah, tugas nya gak kayak sekolah dulu..lebih berat gitu deh,apalagi presentasi kemarin tuh..
(menunduk dan merenung)
LELAKI II
Ngomong-ngomong presentasi, tumben banget lo kemarin gagap gitu presentasiin nya?
LELAKI
Hhhhhhh.. Udahlah gausah dibahas lagi yang itu, kesel gue. 
CUT TO:
EXT. KAMPUS - AFTERNOON
Gadis sedang duduk pinggir taman sambil memainkan handphone
LELAKI
Yah sial deh pagi-pagi udah ketemu nih cewek
(mimik wajah kesal)
GADIS
Halo mas pinter.. hahaha. jangan lupa belajar ya nanti kita ulangan haha
(tertawa dengan nada meledek)
LELAKI II
Caaelaa.. Siapa tuh? Pagi2 udah di semangatin sama cewek aja..

DISSOLVE TO:
INT. KELAS - AFTERNOON
Suasana kelas saat ujian. Lelaki itu duduk di barisan paling depan, serius dengan lembar soal nya. Sedangkan si gadis duduk dikursi belakang, sesekali ia membuka handphone nya dan melihat jawaban dari internet.
INT. KAMPUS - AFTERNOON
Selesai ujian, lelaki itu membuka kembali catatannya dan ternyata jawaban yang ia tulis berbeda dengan catatannya.
LELAKI
(mimik wajah panik, menghela nafas panjang, pasrah)
Aaaaarrgh!! Kebalik lagi jawaban yang tadi gue tulis..aduhhh
Mendengar lelaki itu sedang meluapkan emosi nya didepan kelas, gadis itu tertawa pelan
GADIS
Mangkanya.. Jangan kebanyakan belajar, lupa deh tuhhh hahaha
LELAKI
( menoleh, dan bergegas meninggalkan tempat itu )
GADIS
Hei..gue belum selesai ngomong!!! Tunggu dulu
LELAKI
Apa lagi? Mau ngeledekin gue lagi? Mau teriak-teriak bilang gue cowok pinter lagi?
GADIS
Ih kok lo sotau banget sih..
Lelaki itu duduk di kursi paling depan dan meletakan tas nya di lantai
LELAKI
Terus?.. Mau ngapain sih? 
GADIS
Gue cuma mau minta maaf.. Gue ga ada maksud buat ngeledekin lo terus, dan gue juga ga bermaksud manggil lo “cowok pinter” yang bersifat ngejek kok.. Lo kan emang pinter, gak kaya gue otak pas-pasan gini
LELAKI
     (terdiam)
Heh ngomong apaa deh lo..toh lo juga selalu dapet nilai lebih dari gue. Gue belajar juga kadang gak sepenuhnya bener kok.
GADIS
Hmm..gini deh,mending kita belajar bareng aja, biar enak gitu daripada kayak ginikan..
Suasana hening, mereka saling berpandangan
GADIS (CONT’D)
Kok diem?? gimanaa?? Mau gak?
LELAKI
Boleh deh.. Ayok kita belajar bareng aja, besok ada quiz juga nih 
DISSOLVE TO:
INT. KELAS - EVENING
Mereka terlihat sedang belajar bersama, lelaki itupun sesekali mengajari si gadis dengan sabar, gadis itu sulit untuk memahami materi,namun si lelaki mencoba mengajarkan gadis dengan perlahan dan sabar. merekapun menjadi sahabat.
FADE OUT.


Written by

SYAHRIMA
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2016

Saung Jingga - UTS JUROL

Tempat ini menjadi salah satu cara penduduk sekitar mendapatkan ilmu dan menggapai cita-cita nya, berdiri dibawah dukungan Kementerian Pendidikan Nasional membuat Saung Jingga menjadi salah satu tempat pemberdayaan masyarakat di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “SAUNG JINGGA“ berpusat di Jl. Bratasena 2 Rt. 06 Rw. 05 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Berawal dari program pengembangan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Majelis Pelayanan Sosial PDM Tangerang Selatan. PKBM adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, budaya.

PKBM dibentuk oleh masyarakat, merupakan milik masyarakat, dan dikelola oleh masyarakat untuk memperluas pelayanan kebutuhan belajar masyarakat, sesuai dengan ciri pendidikan non formal yang fleksibel, maka waktu Kegiatan merupakan hasil kesepakatan antara penyelenggara, tutor dan warga belajar. Warga binaan PKBM Saung Jingga adalah Komunitas Pemulung dan warga kurang mampu di sekitar Saung Jingga. Saung Jingga ini dapat bertahan ditengah sulitnya para penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai pemulung.

 Saung Jingga merupakan program pendidikan menulis dan membaca, pendidikan kecakapan hidup dan kewirausahaan, peningkatan budaya baca masyarakat, dan penataan pendidikan nonformal, serta program penuntasan warga belajar putus sekolah. Kondisi Saung Jingga yang terlihat kurang diperhatikan ini nyatanya dapat selalu menjadi tempat favorit bagi para penduduk. Banyak kegiatan yang diadakan di Saung Jingga, mulai dari PAUD, TPA, Pemberdayaan ikan lele dan unggas, sampai adanya pelatihan buta aksara dan paket A,B,C bagi para penduduk yang putus sekolah. Adanya Saung Jingga ditengah pemukiman pemulung ini membuat para penduduk sekitar menjadi lebih terbuka untuk melanjutkan sebuah pendidikan dan terus ingin belajar, juga meneruskan hidupnya tanpa berputus asa. Status ekonomi yang ada di kalangan mereka juga membantu perekonomian mereka selain bekerja sebagai pemulung. Saung Jingga dikelola oleh beberapa mahasiswa dari berbagai universitas, dibawah ketua pengelola Bapak Yunus Anis, S. Ag, dan juga seorang penduduk yang menetap di Saung Jingga bernama Mas Sarita dan juga Bang Jawa, begitu panggilan akrab mereka di Saung Jingga.

Semenjak awal tahun 2016, minat belajar penduduk Saung Jingga mulai menurun dengan melihat kurangnya antusias penduduk dalam mengikuti kegiatan yang ada di Saung Jingga, kegiatan yang hingga kini masih berjalan dengan aktif adalah TPA yang diadakan setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 17.00 WIB sampai dengan waktu maghrib tiba. 















Minggu, 16 Oktober 2016

Saung Jingga - JUROL TGS5

Awal mula perjalanan saya ke Saung Jingga sebenarnya bukan untuk yang pertama kalinya, karena sebelumnya sudah beberapa kali dan terhitung sering untuk berkunjung ke Saung Jingga. Dimulai dari saya duduk di Sekolah Menengah Atas, saya pernah tergabung dalam sebuah ekstrakurikuler sinematografi yang mengangkat Saung Jingga sebagai sebuah short movie, dan juga membuat profile company untuk Saung Jingga. Karena sudah hampir satu tahun semenjak terakhir saya membuat tugas Aplikasi Wawasan Budi Luhur di Saung Jingga dan kini berkesempatan lagi untuk menjadikan Saung Jingga sebagai sebuah topik menarik untuk diangkat sebagai sebuah berita, terlepas itu semua saya memiliki keinginan agar Saung Jingga dapat dikenal oleh orang banyak.

Perjalanan saya cukup mudah untuk sampai meliput ke Saung Jingga, Bapak Yunus, selaku pengelola Saung Jingga pun sudah mengenal saya dengan baik, dan beberapa orang di Saung Jingga seperti Bang Jawa, dan Kak Arief selaku guru PAUD di Saung Jingga juga sudah mengenal saya dengan baik. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke Saung Jingga, hanya sekitar 30 menit dari rumah saya . keadaan sekitar Saung Jingga yang terletak ditengah pemukiman pemulung dan tempat pembuangan akhir sampah agak ramai dengan penduduk sekitar, dan banyak anjing liar yang tidak di ikat oleh pemiliknya. Sesampainya saya disana, saya langsung disambut hangat oleh orang-orang yang ada di Saung Jingga.


Berbincang dengan orang-orang disana membuat saya teringat dengan masa sekolah saya terdahulu, ketika dulu saya sering mengerjakan tugas sekolah di Saung Jingga hingga larut malam. Setelah saya banyak bercerita mengenai perkuliahan dan tugas saya, Bapak Yunus langsung memperbolehkan saya untuk kembali mengangkat Saung Jingga sebagai salah satu tugas saya, dengan situasi yang berbeda tentunya.









Minggu, 25 September 2016

JUROL TUGAS (2)

Sudah hampir 20 tahun Dia merasakan berbagai pengalaman menarik di hidupnya, dari sekian banyak cerita yang Dia rasakan sepertinya cerita pada masa kecil menjadi hal yang sulit dilupakan. Semenjak kecil Dia berada diantara keluarga yang hangat, menjadi anak perempuan terakhir membuat Dia sangat disayangi oleh keluarga nya. Syahrima namanya, diantara kedua Kakak nya yang memiliki selisih usia 13 tahun membuat Dia terkesan manja dibandingkan Kakak nya yang lain. Di rumah berwarna cerah ini Dia dibesarkan, setelah 2 bulan kelahirannya Dia dan keluarga nya memutuskan untuk pindah kerumah ini dan sampai sekarang bertempat tinggal disini. Rumah ini adalah tempat cerita bagi Dia, masa kecil nya banyak dihabiskan dirumah, terlebih sebelum Dia memulai sekolah.

IMG_20160924_141327_HDR.jpgSering kali Dia menjadi sesuatu yang membuat Ayah, Ibu dan Kakak nya menjadi tertawa dirumah, saat kecil Dia lebih dekat dengan Kakak kedua nya yang bernama Rini, hari-hari nya dihabiskan bersama si Kakak, karena pada saat itu Ayah dan Ibu nya bekerja, berangkat sebelum Dia terbangun, dan kadang pulang kerumah saat Dia sudah tertidur, begitulah setiap hari. Namun, di akhir pekan selalu dihabiskan bersama Ayah dan Ibu nya yang selalu ada dirumah. Sekedar berkumpul bersama membuat Dia dimasa kecil nya merasa senang berada ditengah keluarga kecil nya, memang terkadang Kakak nya merasa gemas dengan kelakuan yang dibuatnya, jika sedang akhir pekan Dia lebih memilih untuk menonton kartun yang disukai, hingga Ayah nya tidak bisa menonton berita dan membuat Ayah nya mengalah, yang akhirnya Ayah, Ibu dan kedua Kakak nya menemani Dia menonton kartun kesukaannya.

IMG_20160924_145311_HDR.jpgFoto itu diabadikan oleh Ibu nya, ketika sedang menonton kartun bersama. Masa kecil menurutnya sangat berkesan saat itu, walau belum bisa berbicara Dia sudah banyak melakukan kegiatan secara mandiri. Tidak suka memakai rok dan dress seperti anak perempuan lainnya, Dia lebih senang menggunakan pakaian celana dan baju pendek, Ibu pernah berkata diantara pakaian yang dimiliki nya, ada pakaian yang selalu ingin dipakai setiap hari, pakaian bergaris dan celana pendek menjadi andalannya semasa kecil. Cerita lain dari Ayah, jika pakaian bergaris itu sedang tidak bisa digunakan, Dia menangis dan mencari celana pendek bergaris untuk mengantikan nya. Setelah didapatkan dan bisa digunakan Dia berhenti menangis dan mulai merambat berlatih berjalan, saat itu Dia masih belum lancar untuk berjalan, merambat dari satu kursi ke satu kursi lainnya.

IMG_20160924_145813_HDR.jpgDia punya salah satu benda yang harus dibawa setiap berpergian kemanapun dan kapanpun, jika benda ini tertinggal, Dia bisa menangis sepanjang hari. Boneka winne the pooh berukuran 30cm selalu menemani masa kecilnya, yang harus ada dan dipegang sampai Dia tertelelap tidur. Boneka ini sudah ada semenjak Dia seminggu setelah dilahirkan, hadiah dari Ayah ketika pulang ke Indonesia setelah berlayar di kapal pesiar semasa kerja dulu. Pernah di suatu ketika, saat Dia sedang diperjalanan menuju rumah nenek nya, sepanjang jalan di kereta Dia memegang boneka winnie the pooh ini dan memuat seolah-olah hidung winnie the pooh ini adalah botol susunya, dengan seikat buah kelengkeng yang ada di tangan sebelahnya, sepanjang jalan tangan kanan nya memegang buah kelengkeng dan kanan kiri nya memegang boneka winne the pooh. Dia tidak rewel jika benda wajib itu ada ditangan nya. Setiap berpergian pasti menjadi keharusan untuk boneka itu ada, dan sampai sekarang boneka itu masih disimpan walaupun sudah tidak dibawa jika berpergian.

IMG_20160924_174443_HDR.jpgBagi Dia, ulang tahun adalah salah satu moment yang berarti untuk hidupnya, namun menang tidak rutin setiap tahun dirayakan dengan sebuah pesta ulang tahun, terkecuali ketika Dia berusia 2 tahun. Tahun itu menjadi awal Dia merasakan sebuah perayaan di hari kelahirannya, banyak teman-teman yang datang membawa hadiah di hari ulang tahun nya itu, walaupun saat itu Dia masih sangat kecil dan belum banyak mengerti dengan makna dari hari ulang tahun, tetapi Ibu dan Ayah nya membuat perayaan kecil di hari istimewa nya, dengan bujukan yang agak sulit, akhirnya Dia mau menggunakan pakaian mini dress berwarna biru yang disiapkan oleh Ibu nya. Perayaan ulang tahun kedua bagi Dia selalu mampu membuat nya tersenyum ketika melihat beberapa foto yang diabadikan pada saat itu. Kue ulang tahun yang bertuliskan “Selamat Ulang Tahun Rima” dan lilin angka 2 yang ditiup nya saat itu sulit untuk dilupakan nya hingga sekarang. Pada hari itu Dia dan Ibu nya menggunakan pakaian berwarna biru, entah memang sudah menyukai warna biru sejak kecil atau memang sengaja dipilihkan oleh Ibu untuk menggunakan warna biru saat itu. Nyanyian selamat ulang tahun dan tepuk tangan seraya mengiringi bertambah nya usia Dia saat itu.

Sedikit kilas balik mengenai masa kecil nya, Dia termasuk anak perempuan yang tomboy, agak galak dan memang suka dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan permainan yang dimainkan oleh teman-teman lelaki yang yang berusia sama dengan nya. Saat masih di Taman Kanak-kanak Dia pernah sedikit bertengkar dengan salah satu teman sekelasnya yang bernama Putri, saat sedang istirahat Dia yang biasanya bermain ayunan dan perosotan di TK tiba-tiba Putri datang dan merebut ayunan yang sedang dimainkan nya, mereka berdua saling menarik ayunan dan berebut untuk memainkan ayunan duluan, Putri yang baru datang membuat Dia agak kesal karena sejak awal bel istirahat berbunyi, Dia sudah memainkan ayunan itu terlebih dahulu. Sampai akhirnya, Dia memukul Putri kearah pelipis matanya dekat kacamata, hingga kacamata Putri terjatuh dan Putri menangis. Setelah kejadian itu, Dia sering disebut teman nya dengan sebutan “jagoan”, namun setelah bel istirahat berbunyi, Dia menghampiri Putri dan meminta maaf kepada Putri. Putri menjadi salah satu teman terdekat nya ketika TK, karena rumah Putri yang searah dengan rumah Dia, jadi terkadang Dia dan Putri pulang sekolah bersamaan. Beberapa bulan setelah itu, ketika sedang diadakan lomba di TK nya, semua anak diperbolehkan untuk menampilkan kreativitas masing-masing. Dia menjadi salah satu peserta lomba tari pada saat itu, menarikan tarian yang di iringi dengan lagu Ambilkan Bulan Bu berhasil membuat Dia menjadi pemenang pada perlombaan itu, dan pada kesempatan saat itu Putri menghamipiri nya dan mengajak berfoto bersama.

IMG_20160924_192343.jpgDiantara kedua Kakak nya yang bernama Rina dan Rini, Dia memang lebih dekat dengan Kakak kedua nya yang bernama Rini, selama TK setiap hari Kakak nya yang mengantar dan menjemput ke sekolah, hingga menunggu di sekolah. Sejak kecil dia sering berbagi cerita bersama hingga sekarang ketika Dia dewasa, dia juga masih berbagi cerita bersama Kakak nya itu. Semasa kecil dulu Kakak nya selalu diminta untuk menemani Dia menonton kartun disetiap pagi, dan membuatkan susu untuknya, namun walaupun Dia lebih dekat dengan Kakak nya yang kedua, Dia juga tetap dekat dengan Kakak pertamanya yang bernama Rina, dan juga Ayah beserta Ibunya.






IMG_20160924_145503_HDR.jpg
IMG_20160924_145604_HDR.jpg

Jumat, 09 September 2016

JUROL TUGAS (1)

Nama saya Syahrima, orang-orang memanggil saya Rima. Anak ke-3 dari 3 bersaudara, saya seorang mahasiswi aktif di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur. Lahir di Jakarta pada tanggal 24 November 1996. Saya adalah salah satu orang yang dapat memanage waktu dengan baik, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, mampu bekerja dengan tim dan selalu mendengarkan saran ataupun kritik dari orang lain. Namun terlepas dari itu semua, kekurangan yang saya miliki adalah saya cepat lupa dengan apa yang akan saya lakukan, maka dari itu saya selalu membiasakan mencatat segala kegiatan ataupun hal penting yang harus diingat. Berasal dari darah Minang yang kental dari kedua orang tua saya membuat saya terkadang dikenal sebagai orang yang tempramental, namun bagi saya suasana dan waktu yang tepat juga dapat mempengaruhi perubahan emosi seseorang, tidak hanya saya. Sejak di bangku sekolah dasar saya sudah menyukai dunia “kerja tim”, entah itu kelompok belajar ataupun aktif di sebuah ekstrakurikuler maupun organisasi. Berawal dari masa putih abu, saya mencoba bergabung dalam OSIS, hingga akhirnya di akhir masa putih-merah saya menjadi Koordinator Divisi Sastra dan Budaya, berbicara tentang sastra, saya juga gemar menulis, namun sedikit lemah di membaca. Jika ada yang bertanya, “Apa hobi mu?” jawaban saya adalah, “Menulis”. Sedikit kilas balik ke bangku Sekolah Dasar, saya juga aktif di salah satu ekstrakurikuler jurnalistik, menjadi seorang pimpinan redaksi di mading sekolah menurut saya menjadi awal mula saya mengenal lebih dalam apa itu jurnalistik, seiring berjalan nya waktu saya makin menyukai dunia menulis, dalam fiksi khususnya. Lalu semasa putih abu saya kembali dikenalkan dengan dunia yang sama, namun sedikit berbeda. Sinematografi membuat saya merasa lebih terjun dalam menulis, scriptwriter yang saya pilih kurang lebih 3 tahun menemani masa putih abu di SMA, walaupun sebenarnya semenjak di sekolah dasar saya sudah memulai menulis alur cerita pendek yang akhirnya di terbitkan disalah satu majalah anak pada masanya. Sinematografi juga yang mengajarkan saya mengenai broadcast. Deadline yang Mas Budi selalu katakan di kelas jurnalistik online mengingatkan saya pada masa SMA, sepertinya sudah menjadi makanan pokok saya setiap hari. Menyenangkan memang berada di dunia Broadcast Journalism, itulah yang membuat saya memilih menjadi salah satu mahasiswi di Universitas Budi Luhur dan mengambil konsentrasi Broadcast Journalism. Perkuliahan kini sudah menjadi babak baru bagi saya, sudah lebih dari 2 tahun saya menjadi mahasiswi FIKOM UBL. Saya bukan lagi siswa, saya adalah mahasiswa. Tanggung jawab saya semakin besar, untuk Tuhan YME, diri pribadi, orang tua, dan terlebih tanggung jawab terhadap orang banyak. Saya merasa harus menjadi seseorang yang mampu bermanfaat bagi orang lain, tidak hanya menutup diri sendiri, aktif bersosialisasi menurut saya sangat penting disini. Memberanikan diri bergabung dengan organisasi mahasiswa adalah salah satu goals saya ketika sudah menjadi seorang mahasiswi, hingga akhirnya di masa kepengurusan saya dipercayakan untuk menjadi seorang pemimpin untuk teman-teman saya di BEM FIKOM UBL. Semua orang itu pada dasanya adalah pemimpin, setidaknya memimpin dirinya sendiri agar siap untuk dipimpin. Lewat sini sepertinya menjadi jembatan saya agar dapat bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Semoga cerita saya yang singkat ini dapat bermanfaat bagi yang kalian yang membaca. Salam hormat, Syahrima.

Kamis, 19 Maret 2015

[ Contoh Script Short Movie ]

FADE IN:
EXT. KAMPUS - MORNING
Seorang lelaki terlihat sedang berjalan menuju gerbang kampus, dengan setumpuk buku yang di genggam nya ia jalan terlihat sedikit tergesa-gesa
LELAKI
( sambil melihat jam tangan )
Aduh kesiangan deh nih gue, aaaa kelar deh nih udah telat banget
CUT TO:
Di waktu yang bersamaan terlihat seorang gadis yang sedang asyik dengan handphone nya, berjalan pelan seakan tak memperdulikan sekitarnya. langkah demi langkah ia telusuri dengan santai, hingga tiba-tiba seorang lelaki menabrak nya hingga buku yang di pegang lelaki tersebut jatuh berantakan
GADIS
Gimana sih jalannya?!!! Gak ngeliat gue ya sampedi tabrak kaya gini ih!
LELAKI
( merapikan buku )
Maaf maaf gue gak sengaja.. Gue buru-buru soalnya, maaf ya
Lelaki itu pergi meninggalkan si gadis, gadis yang di tabrak si lelaki pun tetap merasa kesal, dan akhirnya melanjutkan langkahnya ke kelas
DISSOLVE TO:
INT. KELAS - MORNING
Tiba dikelas, beberapa mahasiswa sudah menempati kursi yang sudah di sediakan, maklum hari ini adalah hari pertama memulai semester baru di perkuliahan. lelaki tersebut dengan gagah nya berjalan dan menempati kursi paling depan, tidak lama setelah itu si gadis yang di tabrak oleh lelaki di koridor tadipun juga memasuki kelas yang sama. Dengan wajah heran lelaki itupun memperhatikan gerak-gerik sang gadis.
GADIS
Eh... kampus seluas ini dan gue masih ketemu lo lagi??? ngapain lo disini? ngikutin gue?
LELAKI
Gue duluan kali ya yang disini, gak ada guna nya juga gue ngikutin lo

CUT TO:
INT. KELAS - MORNING
Proses belajar mengajar pun berlangsung dengan tenang, hari pertama menjadi mahasiswa mungkin menjadikan kelas ini teduh dan hening. hingga akhirnya jam pelajaran habis dan mahasiswa segera meninggalkan kelas.
CUT TO:
INT. KELAS - AFTERNOON
Di sudut kelas itu terlihat seorang lelaki sedang serius memandangi layar laptop yang ada di depan nya, kelas itu terlihat sangat sunyi.. Hingga akhir nya terdengar suara tawa yang makin lama terdengar lebih dekat
GADIS
Eh.. Masih ada orang ya.. Kelas udah selesai gini masih aja sok sibuk ngerjain tugas,beda ya anak pinter sih gitu..
GADIS II
Hus!! Kalo ngomong jangan gitu, tadi kan emang dapet tugas presentasi buat minggu depan
CUT TO:
INT. KELAS - AFTERNOON
Lelaki itu tetap fokus dengan tugasnya, sebenarnya ia mendengar percakapan antara gadis itu namun ia tetap tidak menggubrisnya. Kelas sunyi itu kini mulai tak nyaman, suara tawa canda beberapa gadis itu membuat risih si lelaki,hingga akhirnya si lelaki itupun memilih untuk meninggalkan kelas.
LELAKI
        Permisi..
(sambil sedikit membungkukan tubuhnya ketika melewati beberapa gadis itu )
GADIS
Jalanan luas kali mas, ga sopan banget ngelewewatin orang lagi ngobrol
LELAKI
( menoleh sinis )
GADIS
Dasar gak sopan, katanya pinter tapi gak ada sopan santun nya
LELAKI
Maaf ya mba, gue tadi udah bilang “permisi”, mungkin lo nya aja kali yang gak denger
( sambil melihat si gadis dengan tampang sinis )
CUT TO:
INT. KELAS - AFTERNOON
Gadis itu terlihat sangat kesal setelah mendengar ucapan yang terlontar dari mulut si lelaki, di waktu yang sama si lelaki itupun pergi meninggalkan kelas dan juga beberapa gadis yang ada di kelas tadi
LELAKI
Salah apa gue sama tuh cewek.. Setiap ketemu bikingue kesel mulu, ada aja salah gue kayaknya.Argh
DISSOLVE TO:
EXT. KAMPUS - AFTERNOON
Terlihat suasana kampus, mulai dari mahasiswa yang sedang berjalan di koridor, keadaan dilapangan,hingga canda tawa yang terdengar sesekali dari kantin
LELAKI II
Woi.. Sendirian mulu lu, sekalinya ada yang nemenin malah di temenin buku hahaha
Sapa seorang teman si lelaki di tengah-tengah langkah kaki nya

LELAKI
Hahaha rese lo.. Nanti juga ada yang nemenin... nanti kapan-kapan...
LELAKI II
Jangan lupa kita ada tugas presentasi nih, yang kelompok ituloh.. Gue sama lo bukan si?
LELAKI
Ohh.. Iya iya inget kok, iya lo sama gue sama anak-anak lain juga lumayan banyak sih ada 6 orang gitu
LELAKI II
Sip deh.. Kabarin gue aja ya, gue duluan nih mau ada kelas lagi
LELAKI
Okee gampang deh yaaa
DISSOLVE TO:
INT. RUMAH - AFTERNOON
Besok pagi adalah jadwal untuk presentasi. Terlihat si lelaki itu sedang membaca buku di kamarnya, dan sesekali mencatat hal-hal yang menurutnya penting di buku itu. Disisi lain, sang gadis angkuh itu sedang bersantai di kamar nya dengan handphone di tangan nya dan secangkir teh hangat yang menemani.
CUT TO:
INT. RUMAH - EVENING
Camera Pan Left. Lelaki itu sedang belajar bahan presentasi untuk besok.
INT. RUMAH - EVENING
Di tempat yang berbeda, si gadis hanya membaca materi sekilas untuk presentasi.
DISSOLVE TO:
INT. KELAS - AFTERNOON
Presentasi berlangsung, si lelaki itu merasa tidak maksimal mempresentasikan materi nya, karena ada beberapa materi yang mendadak tak diingatolehnya. Sedangkan si gadis yang dari kemarin tidak mempersiapkan apapun, merasa puas dengan apa yang sudah ia presentasikan.
GADIS
Halo mas jenius.. Kok bisa lupa gitu sih materinya? hahahaha 
( tertawa dingin )
LELAKI
(pergi meninggalkan gadis itu)
DISSOLVE TO:
EXT. KAMPUS - AFTERNOON
Suasana kampus ramai, lelaki itu sedang bersenda gurau bersama teman-temannya.
LELAKI II
Gue bingung deh ini tugas gak ada abis nya,kemarin presentasi.. Sekarang udah ada ulangan aja
LELAKI
Yaa namanya juga kuliah, tugas nya gak kayak sekolah dulu..lebih berat gitu deh,apalagi presentasi kemarin tuh..
(menunduk dan merenung)
LELAKI II
Ngomong-ngomong presentasi, tumben banget lo kemarin gagap gitu presentasiin nya?
LELAKI
Hhhhhhh.. Udahlah gausah dibahas lagi yang itu, kesel gue. 
CUT TO:
EXT. KAMPUS - AFTERNOON
Gadis sedang duduk pinggir taman sambil memainkan handphone
LELAKI
Yah sial deh pagi-pagi udah ketemu nih cewek
(mimik wajah kesal)
GADIS
Halo mas pinter.. hahaha. jangan lupa belajar ya nanti kita ulangan haha
(tertawa dengan nada meledek)
LELAKI II
Caaelaa.. Siapa tuh? Pagi2 udah di semangatin sama cewek aja..

DISSOLVE TO:
INT. KELAS - AFTERNOON
Suasana kelas saat ujian. Lelaki itu duduk di barisan paling depan, serius dengan lembar soal nya. Sedangkan si gadis duduk dikursi belakang, sesekali ia membuka handphone nya dan melihat jawaban dari internet.
INT. KAMPUS - AFTERNOON
Selesai ujian, lelaki itu membuka kembali catatannya dan ternyata jawaban yang ia tulis berbeda dengan catatannya.
LELAKI
(mimik wajah panik, menghela nafas panjang, pasrah)
Aaaaarrgh!! Kebalik lagi jawaban yang tadi gue tulis..aduhhh
Mendengar lelaki itu sedang meluapkan emosi nya didepan kelas, gadis itu tertawa pelan
GADIS
Mangkanya.. Jangan kebanyakan belajar, lupa deh tuhhh hahaha
LELAKI
( menoleh, dan bergegas meninggalkan tempat itu )
GADIS
Hei..gue belum selesai ngomong!!! Tunggu dulu
LELAKI
Apa lagi? Mau ngeledekin gue lagi? Mau teriak-teriak bilang gue cowok pinter lagi?
GADIS
Ih kok lo sotau banget sih..
Lelaki itu duduk di kursi paling depan dan meletakan tas nya di lantai
LELAKI
Terus?.. Mau ngapain sih? 
GADIS
Gue cuma mau minta maaf.. Gue ga ada maksud buat ngeledekin lo terus, dan gue juga ga bermaksud manggil lo “cowok pinter” yang bersifat ngejek kok.. Lo kan emang pinter, gak kaya gue otak pas-pasan gini
LELAKI
     (terdiam)
Heh ngomong apaa deh lo..toh lo juga selalu dapet nilai lebih dari gue. Gue belajar juga kadang gak sepenuhnya bener kok.
GADIS
Hmm..gini deh,mending kita belajar bareng aja, biar enak gitu daripada kayak ginikan..
Suasana hening, mereka saling berpandangan
GADIS (CONT’D)
Kok diem?? gimanaa?? Mau gak?
LELAKI
Boleh deh.. Ayok kita belajar bareng aja, besok ada quiz juga nih 
DISSOLVE TO:
INT. KELAS - EVENING
Mereka terlihat sedang belajar bersama, lelaki itupun sesekali mengajari si gadis dengan sabar, gadis itu sulit untuk memahami materi,namun si lelaki mencoba mengajarkan gadis dengan perlahan dan sabar. merekapun menjadi sahabat.
FADE OUT.


Written by

SYAHRIMA
Syahrima. Diberdayakan oleh Blogger.
 

My Online Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea